وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ وَلِيٍّ مِنْ بَعْدِهِ ۗ وَتَرَى الظَّالِمِينَ لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ يَقُولُونَ هَلْ إِلَىٰ مَرَدٍّ مِنْ سَبِيلٍ
Dan siapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada baginya pelindung setelah itu; dan engkau akan melihat orang-orang zalim, ketika melihat azab, berkata, “Adakah jalan untuk kembali?”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ وَلِيٍّ مِنْ بَعْدِهِwa-man yudhlili llaahu fa-maa lahu min waliyyin min ba'dihidan siapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada baginya pelindung setelah itu
- وَتَرَى الظَّالِمِينَ لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ يَقُولُونَwa-taraa zh-zhaalimiina lammaa ra'awu l-'adzaaba yaquuluunadan engkau akan melihat orang-orang zalim, ketika melihat azab, berkata
- هَلْ إِلَىٰ مَرَدٍّ مِنْ سَبِيلٍhal ilaa maraddin min sabiilinadakah jalan untuk kembali
Terjemahan per kata (20 kata)
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- يُضْلِلِyudhlilimenyesatkan
- اللَّهُllaahuAllah
- فَمَاfa-maamaka tidak ada
- لَهُlahubaginya
- مِنْmindari
- وَلِيٍّwaliyyinpelindung
- مِنْmindari
- بَعْدِهِba'dihisesudahnya
- وَتَرَىwa-taraadan engkau melihat
- الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim
- لَمَّاlammaaketika
- رَأَوُاra'awumereka melihat
- الْعَذَابَl-'adzaabaazab
- يَقُولُونَyaquuluunamereka berkata
- هَلْhalapakah
- إِلَىٰilaauntuk
- مَرَدٍّmaraddinpenolakan
- مِنْmindari
- سَبِيلٍsabiilinjalan
Inti bacaan
Bentuk (مَرَدٍّ, maraddin) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 42:44.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ, wa-man yudhlili llaahu) yang berarti "dan siapa yang Allah sesatkan". Kata (مَنْ, man) membuka syarat, dan (فَمَا, fa-maa) yang berarti "maka tidak ada" membuka akibatnya. Kata kerja (يُضْلِلِ, yudhlili) berakar ض-ل-ل dan berarti membuat pihak lain menjadi sesat, dengan Allah sebagai pelakunya. Bentuk persis ini muncul sembilan kali di enam surah, yaitu 4:88, 4:143, 7:186, 13:33, 39:23, 39:36, 40:33, 42:44, dan 42:46, sehingga surah 42 memuatnya dua kali. Di tujuh tempat lainnya terjemahan memakai "sesatkan" atau "disesatkan", misalnya di 13:33, (وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ, wa-man yudhlili llaahu fa-maa lahu min haadin) yang berarti "dan siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada baginya seorang pemberi petunjuk". Terjemahan 42:44 memakai "sesatkan" juga, karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang berarti "membiarkan". Ayat ini tidak menyebut alasan penyesatan itu.
Enam ayat memuat rangkaian (وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ, wa-man yudhlili llaahu fa-maa lahu min), yaitu 13:33, 39:23, 39:36, 40:33, 42:44, dan 42:46. Empat yang pertama menutupnya dengan (هَادٍ, haadin) yang berarti "pemberi petunjuk". Ayat ini menutupnya dengan kata lain, yaitu (وَلِيٍّ, waliyyin) yang berarti "pelindung", dan 42:46 menutupnya dengan (سَبِيلٍ, sabiilin) yang berarti "jalan". Kata waliyy berakar و-ل-ي dan diterjemahkan "pelindung" juga di 42:8 dan 42:31. Susunan (مِنْ وَلِيٍّ, min waliyyin) muncul sebelas kali di tujuh surah, yaitu 2:107, 2:120, 9:74, 9:116, 13:37, 18:26, 29:22, 32:4, 42:8, 42:31, dan 42:44. Sepuluh di antaranya disambung (وَلَا, wa-laa) yang berarti "dan tidak". Tujuh dari sepuluh itu memuat (مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ, min waliyyin wa-laa nashiirin) yang berarti "pelindung dan penolong", yaitu 2:107, 2:120, 9:74, 9:116, 29:22, 42:8, dan 42:31. Di 13:37 sambungannya (مِنْ وَلِيٍّ وَلَا وَاقٍ, min waliyyin wa-laa waaqin) yang berarti "pelindung dan pemelihara". Di 42:44 susunan itu tidak disambung dengan wa-laa, dan sambungannya adalah (مِنْ بَعْدِهِ, min ba'dihi).
Susunan (مِنْ بَعْدِهِ, min ba'dihi) tersusun dari ba'd yang berarti "sesudah" dan akhiran -hi yang berarti "-nya". Susunan ini muncul 36 kali di 20 surah, misalnya di 2:51, 2:87, dan 35:2. Di 35:2, (فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ, fa-laa mursila lahu min ba'dihi) berarti "maka tidak ada yang sanggup melepaskannya sesudah itu", dan akhiran -hi di sana menunjuk peristiwa yang baru disebut, yaitu apa yang Allah tahan. Terjemahan 42:44 mengikuti bacaan itu dan menulis "setelah itu" untuk peristiwa penyesatan. Akhiran -hi juga dapat menunjuk Allah, yang disebut tepat sebelumnya, dan teks tidak memilih salah satu.
Kalimat kedua dibuka dengan (وَتَرَى الظَّالِمِينَ, wa-taraa zh-zhaalimiina) yang berarti "dan engkau akan melihat orang-orang zalim". Kata kerja (تَرَى, taraa) berakar ر-أ-ي dan menunjuk satu orang yang diajak bicara. Kata (الظَّالِمِينَ, zh-zhaalimiina) berakar ظ-ل-م. Rangkaian (تَرَى الظَّالِمِينَ, taraa zh-zhaalimiina) muncul dua kali, dua-duanya di surah 42, yaitu 42:22 dan 42:44. Di 42:22 orang-orang zalim itu (مُشْفِقِينَ, musyfiqiina) yang berarti "merasa takut" karena apa yang telah mereka lakukan.
Ayat ini menyebut waktunya dengan (لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ, lammaa ra'awu l-'adzaaba) yang berarti "ketika mereka melihat azab". Rangkaian itu muncul tiga kali, yaitu di 10:54, 34:33, dan 42:44. Di 10:54, dan juga di 34:33, rangkaian itu mengikuti (وَأَسَرُّوا النَّدَامَةَ, wa-asarruu n-nadaamata) yang berarti "dan mereka menyembunyikan penyesalan". Di 42:44 menyusul kata kerja (يَقُولُونَ, yaquuluuna) yang berarti "mereka berkata", sehingga pada waktu yang sama dengan kedua ayat itu, ayat ini mencatat ucapan.
Ucapan itu berbunyi (هَلْ إِلَىٰ مَرَدٍّ مِنْ سَبِيلٍ, hal ilaa maraddin min sabiilin) yang berarti "adakah jalan untuk kembali". Kata (هَلْ, hal) membuka pertanyaan, dan terjemahan memberinya tanda tanya serta tanda kutip karena yaquuluuna memperkenalkan ucapan langsung. Susunan sebangun ada di 40:11, (فَهَلْ إِلَىٰ خُرُوجٍ مِنْ سَبِيلٍ, fa-hal ilaa khuruujin min sabiilin) yang berarti "maka adakah jalan untuk keluar", dan tidak ada di ayat lain. Kata (مَرَدٍّ, maraddin) berakar ر-د-د. Dasar kata ini muncul enam kali di enam surah, yaitu 13:11, 19:76, 30:43, 40:43, 42:44, dan 42:47, sehingga surah 42 memuat dua. Di 40:43, (وَأَنَّ مَرَدَّنَا إِلَى اللَّهِ, wa-anna maraddanaa ilaa llaahi) yang berarti "dan sesungguhnya tempat kembali kita kepada Allah", kata itu bergandengan dengan ilaa seperti di ayat ini, dan keduanya diterjemahkan dengan "kembali". Di 13:11, 30:43, dan 42:47, dasar yang sama muncul dalam (لَا مَرَدَّ لَهُ, laa maradda lahu) dan diterjemahkan dengan kata "menolak" atau "ditolak". Di 19:76 kata itu diterjemahkan "kesudahan". Terjemahan memilih "kembali" ketika kata ini ditemani ilaa, dan "ditolak" ketika didahului laa.
Kata (سَبِيلٍ, sabiilin) berakar س-ب-ل, dan akar ini muncul empat kali di surah 42, yaitu 42:41, 42:42, 42:44, dan 42:46. Di 42:41, (مَا عَلَيْهِمْ مِنْ سَبِيلٍ, maa 'alayhim min sabiilin) berarti "tidak ada jalan atas mereka", dan di 42:42, (إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ, innamaa s-sabiilu 'alaa lladziina yazhlimuuna n-naasa) berarti bahwa jalan itu berada atas orang-orang yang menzalimi manusia. Di kedua ayat itu kata depan (عَلَىٰ, 'alaa) "atas" menaruh jalan pada pihak yang disebut sesudahnya. Di 42:44 kata depannya (إِلَىٰ, ilaa) berarti "menuju", sehingga jalan menjadi tujuan yang dicari orang-orang itu sendiri. Terjemahan memakai "jalan" di keempat tempat dan membiarkan kata depan yang membedakan arahnya.
Tafsiran
Ayat ini memuat dua gambaran yang disambung huruf (وَ, wa) yang berarti "dan". Gambaran pertama adalah pernyataan bahwa orang yang Allah sesatkan tidak punya pelindung setelah itu. Gambaran kedua adalah adegan: orang-orang zalim berkata saat melihat azab, dan ucapan mereka berupa pertanyaan tentang jalan kembali. Di antara keduanya tidak ada kata sebab, sehingga orang zalim dalam adegan dapat dibaca sebagai orang yang disesatkan dalam pernyataan, tetapi kaitan itu tidak dinyatakan ayat.
Adegan itu berlanjut di ayat berikutnya. Kata kerja "engkau akan melihat" dipakai lagi di 42:45 dalam (وَتَرَاهُمْ, wa-taraahum) yang berarti "dan engkau akan melihat mereka", sehingga 42:44 dan 42:45 membentuk satu pemandangan yang disaksikan dari luar. Pertanyaan di ujung 42:44 tidak dijawab di 42:45, karena ayat itu melukiskan sikap tubuh mereka. Jawabannya dapat dibaca di 42:46, ketika kalimat tentang orang yang Allah sesatkan muncul lagi dan berakhir dengan (فَمَا لَهُ مِنْ سَبِيلٍ, fa-maa lahu min sabiilin) yang berarti "maka tidak ada jalan baginya". Ayat 42:46 tidak menyebut pertanyaan itu, sehingga hubungan keduanya adalah hasil membaca dan teks sendiri tidak menyatakannya. Dengan susunan itu, kalimat tentang penyesatan membingkai adegan, dibuka di 42:44 dan ditutup di 42:46, sedangkan di tengahnya orang-orang zalim ditunjukkan sedang bertanya dan sedang tertunduk.
Surah ini sudah memakai kata zalim dan kata jalan di ayat-ayat sebelumnya. Ayat 42:42 menaruh jalan atas orang yang menzalimi manusia, dan ayat 42:44 menaruh orang-orang zalim sebagai pihak yang mencari jalan. Ayat ini tidak menyatakan bahwa orang-orang di kedua ayat itu sama, sehingga hubungan keduanya baru berupa kata yang sama.
Renungan dan Hikmah
- Kalimat pertama ayat ini menaruh Allah sebagai pelaku, lalu menyebut akibat berupa hilangnya pelindung. Di 13:33, 39:23, 39:36, dan 40:33 kalimat yang sama berakhir dengan hilangnya pemberi petunjuk, sedangkan di 42:44 berakhir dengan hilangnya pelindung. Ayat-ayat itu tidak menjelaskan hubungan antara petunjuk dan perlindungan, sehingga satu bacaan yang mungkin ialah bahwa keduanya merupakan dua akibat yang berbeda dari peristiwa yang sama. Orang yang merasa aman karena dikelilingi banyak pihak yang siap membantu dapat menimbang dari mana rasa aman itu datang. Bila perlindungan semacam itu hilang pada saat paling dibutuhkan, apakah orang itu tahu ke mana harus melangkah?
- Orang-orang zalim di ayat ini bertanya sesudah azab terlihat, dan ayat tidak mencatat pertanyaan itu pada waktu lain. Di 10:54 dan 34:33 pada saat yang sama ada pihak yang menyembunyikan penyesalan, sedangkan di 42:44 orang-orang zalim berbicara. Pertanyaan yang sama, adakah jalan, dapat diajukan pada dua saat: ketika jalan masih bisa ditempuh dan ketika azab sudah di depan mata. Ayat ini mencatat saat yang kedua. Pembaca dapat membayangkan pertanyaan itu diajukan lebih awal, lalu menimbang kepada siapa pertanyaan semacam itu sekarang ditujukan, dan seberapa sering menundanya.
- Kata "setelah itu" menempatkan hilangnya pelindung pada urutan sesudah penyesatan oleh Allah. Di 35:2 urutan serupa dipakai untuk rahmat yang Allah tahan, dan tidak ada yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dua ayat itu membicarakan hal berbeda, rahmat di 35:2 dan pelindung di 42:44, tetapi keduanya menaruh Allah pada urutan pertama dan menyebut bahwa pihak lain tidak ada pada urutan berikutnya. Orang yang menggantungkan harapan pada bantuan susulan, misalnya pihak lain yang diharapkan datang kalau keadaan memburuk, dapat menimbang bahwa ayat ini menutup urutan semacam itu bagi orang yang Allah sesatkan. Siapa yang dihitungnya sebagai pelindung sesudah segala sesuatu gagal?
- Ayat ini memakai kata kerja "engkau akan melihat", sehingga pembaca ditempatkan sebagai penyaksi adegan dan bukan pelaku di dalamnya. Di 42:22 kata kerja yang sama dipakai untuk orang-orang zalim yang merasa takut karena apa yang telah mereka lakukan, dan di 42:44 untuk orang-orang zalim yang bertanya setelah melihat azab. Dua pemandangan itu memperlihatkan keadaan yang berbeda bagi orang-orang yang disebut dengan nama yang sama, yaitu orang zalim. Menyaksikan dari luar memberi jarak yang tidak dimiliki orang di dalam adegan. Pembaca dapat bertanya, bila berada di dalam adegan itu, pertanyaan apa yang akan keluar dari mulutnya?
- Di surah ini kata jalan muncul empat kali. Di 42:41 tidak ada jalan atas orang yang membela diri, dan di 42:42 jalan itu berada atas orang yang menzalimi manusia, sehingga di kedua ayat itu jalan adalah sesuatu yang ditaruh pada pihak lain. Di 42:44 kata yang sama muncul di mulut orang-orang zalim sebagai sesuatu yang mereka cari. Ayat ini tidak menyatakan bahwa kelompok di ayat-ayat itu sama, sehingga hubungan keduanya baru persamaan kata. Satu bacaan yang mungkin: kata yang sama bergerak dari sesuatu yang berada atas orang-orang zalim ke sesuatu yang mereka cari. Pembaca dapat memperhatikan perubahan itu dan bertanya, apa yang membuat sesuatu yang semula berada atas orang-orang itu berubah menjadi sesuatu yang mereka cari?
- Pertanyaan tentang jalan kembali memakai kata yang di 42:47 dipakai untuk hari dari Allah yang tidak dapat ditolak. Dua ayat itu berjarak tiga ayat dan tidak saling menyebut. Satu bacaan yang mungkin: di 42:44 kata itu berupa permintaan manusia, dan di 42:47 berupa keadaan hari yang datang dari Allah. Permintaan untuk kembali dan hari yang tidak dapat ditolak memakai dasar kata yang sama. Orang yang pernah berkata "andai bisa diulang" dapat menimbang bagian mana dari hidupnya yang masih dapat diulang sekarang, selagi hari itu belum datang dari Allah.