وَتَرَاهُمْ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا خَاشِعِينَ مِنَ الذُّلِّ يَنْظُرُونَ مِنْ طَرْفٍ خَفِيٍّ ۗ وَقَالَ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ أَلَا إِنَّ الظَّالِمِينَ فِي عَذَابٍ مُقِيمٍ
Dan engkau akan melihat mereka dihadapkan kepadanya dalam keadaan tertunduk karena kehinaan, memandang dengan pandangan yang tersembunyi; dan orang-orang yang beriman berkata, “Sesungguhnya orang-orang yang rugi adalah orang-orang yang merugikan diri mereka dan keluarga mereka pada hari kiamat.” Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang zalim berada dalam azab yang kekal.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَتَرَاهُمْ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا خَاشِعِينَ مِنَ الذُّلِّwa-taraahum yu'radhuuna 'alayhaa khaasyi'iina mina dz-dzullidan engkau akan melihat mereka dihadapkan kepadanya dalam keadaan tertunduk karena kehinaan
- يَنْظُرُونَ مِنْ طَرْفٍ خَفِيٍّyanzhuruuna min tharfin khafiyyinmemandang dengan pandangan yang tersembunyi
- وَقَالَ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِwa-qaala lladziina aamanuu inna l-khaasiriina lladziina khasiruu anfusahum wa-ahliihim yawma l-qiyaamatidan orang-orang yang beriman berkata, sesungguhnya orang-orang yang rugi adalah orang-orang yang merugikan diri mereka dan keluarga mereka pada hari kiamat
- أَلَا إِنَّ الظَّالِمِينَ فِي عَذَابٍ مُقِيمٍalaa inna zh-zhaalimiina fii 'adzaabin muqiiminketahuilah, sesungguhnya orang-orang zalim berada dalam azab yang kekal
Terjemahan per kata (27 kata)
- وَتَرَاهُمْwa-taraahumdan engkau melihat mereka
- يُعْرَضُونَyu'radhuunamereka dihadapkan
- عَلَيْهَا'alayhaaatasnya
- خَاشِعِينَkhaasyi'iinaorang-orang yang khusyuk
- مِنَminadari
- الذُّلِّdz-dzullikerendahan
- يَنْظُرُونَyanzhuruunamemandang
- مِنْmindari
- طَرْفٍtharfinkedipan mata
- خَفِيٍّkhafiyyintersembunyi
- وَقَالَwa-qaaladan berkata
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- إِنَّinnasesungguhnya
- الْخَاسِرِينَl-khaasiriinaorang-orang yang rugi
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- خَسِرُواkhasiruumerugikan
- أَنْفُسَهُمْanfusahumdiri mereka sendiri
- وَأَهْلِيهِمْwa-ahliihimdan keluarga mereka
- يَوْمَyawmahari
- الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
- أَلَاalaaketahuilah
- إِنَّinnasesungguhnya
- الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim
- فِيfiidalam
- عَذَابٍ'adzaabinazab
- مُقِيمٍmuqiiminyang kekal
Inti bacaan
Rangkaian (طَرْفٍ خَفِيٍّ, tharfin khafiyyin) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 42:45.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَتَرَاهُمْ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا, wa-taraahum yu'radhuuna 'alayhaa) yang berarti "dan engkau akan melihat mereka dihadapkan kepadanya". Kata kerja (يُعْرَضُونَ, yu'radhuuna) berakar ع-ر-ض dan berbentuk pasif, sehingga orang-orang itu dikenai perbuatan menghadapkan dan pelakunya tidak disebut. Bentuk persis ini muncul tiga kali, yaitu 11:18, 40:46, dan 42:45. Di 11:18, (يُعْرَضُونَ عَلَىٰ رَبِّهِمْ, yu'radhuuna 'alaa rabbihim) berarti "mereka dihadapkan kepada Tuhan mereka". Di 40:46, (النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا, n-naaru yu'radhuuna 'alayhaa) berarti "api, mereka dihadapkan kepadanya", dan kata ganti -haa di sana menunjuk n-naaru yang disebut tepat di depannya. Rangkaian yu'radhuuna 'alayhaa muncul dua kali, yaitu di 40:46 dan 42:45. Di 42:45 kata ganti -haa berbentuk perempuan tunggal, sedangkan kata benda terdekat di ayat sebelumnya, (الْعَذَابَ, l-'adzaaba) yang berarti "azab", berbentuk laki-laki. Benda yang ditunjuk -haa tidak disebut di ayat ini, dan terjemahan menulis "kepadanya" tanpa menamainya.
Kata (خَاشِعِينَ, khaasyi'iina) berakar خ-ش-ع dan menunjuk beberapa orang laki-laki dalam keadaan tertentu. Bentuk ini muncul lima kali, yaitu 2:45, 3:199, 21:90, 33:35, dan 42:45. Di 3:199, (خَاشِعِينَ لِلَّهِ, khaasyi'iina li-llaahi) berarti "tunduk kepada Allah", dan di 21:90, (وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ, wa-kaanuu lanaa khaasyi'iina) berarti "dan mereka khusyuk kepada Kami", sehingga keduanya menyebut kepada siapa ketundukan itu. Di 42:45 kata itu diikuti (مِنَ الذُّلِّ, mina dz-dzulli) yang berarti "karena kehinaan", dan terjemahan memilih gambaran badan yang merendah, yaitu "tertunduk". Pilihan itu sejalan dengan 68:43 dan 70:44, (خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ, khaasyi'atan abshaaruhum tarhaquhum dzillatun) yang berarti "pandangan mereka tertunduk dan diliputi kehinaan".
Kata (الذُّلِّ, dz-dzulli) berakar ذ-ل-ل dan muncul tiga kali, yaitu 17:24, 17:111, dan 42:45. Rangkaian (مِنَ الذُّلِّ, mina dz-dzulli) muncul dua kali, yaitu 17:111 dan 42:45. Di 17:111, (وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ, wa-lam yakun lahu waliyyun mina dz-dzulli) berarti "dan tidak memerlukan penolong dari kehinaan", dan ayat itu berbicara tentang Allah. Di 42:45 kata depan min menunjuk sebab sikap tertunduk, sehingga terjemahan menulis "karena".
Kalimat berikutnya, (يَنْظُرُونَ مِنْ طَرْفٍ خَفِيٍّ, yanzhuruuna min tharfin khafiyyin), berarti "memandang dengan pandangan yang tersembunyi". Kata (طَرْفٍ, tharfin) berakar ط-ر-ف dan muncul enam kali di enam surah, yaitu 14:43, 27:40, 37:48, 38:52, 42:45, dan 55:56. Di 37:48, 38:52, dan 55:56 kata itu berada dalam (قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ, qaashiraatu th-tharfi) yang berarti "yang menahan pandangannya", dan terjemahan 42:45 memakai "pandangan" juga. Di 14:43 dan 27:40 kata itu bergandengan dengan kata kerja (يَرْتَدُّ, yartaddu) yang berarti "kembali", misalnya (لَا يَرْتَدُّ إِلَيْهِمْ طَرْفُهُمْ, laa yartaddu ilayhim tharfuhum) yang berarti "kedipan mata mereka tidak kembali kepada mereka". Terjemahan di dua ayat itu menulis "kedipan mata" dan "berkedip". Kata (خَفِيٍّ, khafiyyin) berakar خ-ف-ي dan muncul dua kali, yaitu 19:3 dan 42:45. Di 19:3, (نِدَاءً خَفِيًّا, nidaa'an khafiyyan) berarti "seruan yang lirih", sehingga kata yang sama menyifati suara di sana dan pandangan di sini. Rangkaian (طَرْفٍ خَفِيٍّ, tharfin khafiyyin) muncul satu kali, di 42:45. Kata depan (مِنْ, min) berarti "dari", dan terjemahan menuliskannya "dengan".
Kalimat ketiga dibuka dengan (وَقَالَ الَّذِينَ آمَنُوا, wa-qaala lladziina aamanuu) yang berarti "dan orang-orang yang beriman berkata". Kata kerja (قَالَ, qaala) berbentuk satu pelaku laki-laki, sedangkan pelakunya, (الَّذِينَ آمَنُوا, lladziina aamanuu), berbentuk jamak, dan terjemahan menulis "orang-orang yang beriman berkata" sesuai pelakunya. Isi ucapan itu memuat (الْخَاسِرِينَ, l-khaasiriina) yang berarti "orang-orang yang rugi", berakar خ-س-ر. Bentuk persis ini muncul tiga belas kali di sembilan surah, yaitu 2:64, 3:85, 5:5, 5:30, 7:23, 7:92, 7:149, 10:95, 11:47, 39:15, 39:65, 41:23, dan 42:45. Orang-orang yang rugi itu dirinci dengan (الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ, lladziina khasiruu anfusahum) yang berarti "orang-orang yang merugikan diri mereka". Rangkaian itu muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 6:12, 6:20, 7:9, 11:21, 23:103, 39:15, dan 42:45. Dua ayat dari tujuh itu melanjutkannya dengan (وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ, wa-ahliihim yawma l-qiyaamati) yang berarti "dan keluarga mereka pada hari kiamat", yaitu 39:15 dan 42:45. Di 39:15 rangkaian itu berada dalam ucapan yang diperintahkan lewat (قُلْ, qul) yang berarti "katakanlah", dan di 42:45 berada dalam ucapan orang-orang yang beriman. Kata (أَهْلِيهِمْ, ahliihim) berakar أ-ه-ل dan muncul tiga kali, yaitu 39:15, 42:45, dan 48:12. Ayat 42:45 tidak menyebut bagaimana keluarga itu ikut rugi.
Ayat ditutup dengan (أَلَا إِنَّ الظَّالِمِينَ فِي عَذَابٍ مُقِيمٍ, alaa inna zh-zhaalimiina fii 'adzaabin muqiimin) yang berarti "ketahuilah, sesungguhnya orang-orang zalim berada dalam azab yang kekal". Kata (أَلَا, alaa) membuka peringatan, dan rangkaian (أَلَا إِنَّ, alaa inna) di surah 42 muncul tiga kali, yaitu 42:5, 42:18, dan 42:45. Kata (مُقِيمٍ, muqiimin) berakar ق-و-م dan menyifati azab. Rangkaian (عَذَابٌ مُقِيمٌ, 'adzaabun muqiimun) muncul empat kali, yaitu 5:37, 9:68, 11:39, dan 39:40, dan keempatnya diterjemahkan "azab yang kekal". Di 5:37, (وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ, wa-lahum 'adzaabun muqiimun) mengikuti pernyataan bahwa orang-orang itu tidak akan keluar dari api. Ayat tidak memberi penanda apakah kalimat penutup ini masih bagian dari ucapan orang-orang yang beriman. Terjemahan menaruhnya di luar tanda kutip, seperti terjemahan 39:15 menaruh kalimat yang dibuka (أَلَا, alaa) di luar tanda kutip.
Tafsiran
Ayat ini memuat tiga bagian yang berurutan menurut siapa yang disorot atau berbicara. Bagian pertama menunjukkan orang-orang zalim dari luar: mereka tertunduk dan pandangan mereka tersembunyi. Bagian kedua memberi suara kepada orang-orang yang beriman, yang berbicara tentang kerugian. Bagian ketiga adalah kalimat peringatan tentang azab yang kekal, dan pembicaranya tidak ditandai.
Di 42:44 orang-orang zalim berbicara dengan sebuah pertanyaan, sedangkan di 42:45 ayat tidak mencatat ucapan apa pun dari mereka. Pergantian itu membuat adegan yang sama terbaca dari sisi lain: lewat ucapan di ayat sebelumnya dan lewat sikap tubuh di ayat ini. Ucapan orang-orang yang beriman tidak memuat kata sapaan, dan tidak ada jawaban dari orang-orang zalim yang dicatat.
Kalimat tentang kerugian memiliki kembaran di 39:15. Di sana kalimat itu diperintahkan kepada satu orang untuk diucapkan, sedangkan di 42:45 diucapkan oleh orang-orang yang beriman, dan isinya sama sampai ke kata keluarga serta hari kiamat. Ayat 42:45 mengakhiri adegan dengan peringatan tentang azab yang kekal, dan 42:46 kemudian kembali ke pernyataan tentang pelindung dan orang yang Allah sesatkan, yang sudah dibuka di 42:44. Dengan begitu 42:45 berada di tengah, di antara dua kali kalimat itu disebut, dan memperlihatkan keadaan orang-orang yang dibicarakan sebelum kalimat itu diulang.
Renungan dan Hikmah
- Di 42:44 orang-orang zalim berbicara, dan di 42:45 ayat tidak mencatat ucapan apa pun dari mereka. Ayat mencatat sikap tertunduk dan pandangan yang tersembunyi, serta menyebut kehinaan sebagai asal sikap itu. Dapat dibaca bahwa dalam adegan ini keadaan mereka terlihat tanpa perlu diucapkan. Orang yang pernah merasakan wajahnya menunduk lebih dulu sebelum mulutnya menyusun alasan dapat mengenali urutan itu. Pada saat tubuh sudah menyatakan sesuatu, apa lagi yang sebenarnya ingin dikatakan oleh kata-kata yang menyusul?
- Pandangan orang-orang itu disebut tersembunyi, tidak ditujukan terang-terangan kepada apa yang ada di hadapan mereka. Kata yang sama menyifati seruan yang lirih di 19:3, tetapi ayat itu membicarakan hal berbeda dan tidak dipakai untuk menafsirkan 42:45. Dalam adegan ini mereka sudah dihadapkan, dan pandangan mereka masih tidak langsung. Orang yang mendapati dirinya melirik sebuah kabar, tagihan, atau cermin tanpa berani menatapnya dapat bertanya, apa sebenarnya yang sedang dihindari matanya, dan sudah berapa lama?
- Kata kerja ayat ini berbentuk pasif: mereka dihadapkan, dan pelaku yang menghadapkan tidak disebut. Di 11:18 kata kerja yang sama menyebut pihak yang dituju, yaitu Tuhan mereka, sedangkan di 40:46 yang dituju adalah api. Ayat 42:45 tidak menyebut kepada apa mereka dihadapkan. Bentuk pasif di ketiga ayat itu menaruh orang-orang tersebut sebagai pihak yang dikenai perbuatan, dan tidak sebagai pihak yang memilih arah menghadapnya. Pembaca dapat membayangkan dirinya diminta berdiri di depan sesuatu yang tidak dipilihnya, lalu bertanya, bila pilihan itu masih ada, kepada siapa dirinya ingin dihadapkan.
- Ucapan orang-orang yang beriman menyebut dua pihak yang dirugikan, yaitu diri dan keluarga. Di 39:15 kalimat yang sama muncul sesudah kalimat yang menyuruh mengabdi kepada apa saja yang dikehendaki selain Dia, sehingga kerugian itu dibicarakan dalam suasana orang yang memilih selain Dia. Ayat 42:45 tidak menjelaskan bagaimana keluarga ikut rugi, dan harta serta kedudukan tidak disebut dalam kalimat itu. Orang yang biasa menghitung untung dan rugi atas namanya sendiri dapat bertanya, apakah daftar kerugian yang dibuatnya memuat orang-orang di rumahnya?
- Kehinaan di ayat ini menjadi asal sikap tertunduk. Kata yang sama muncul di 17:111 dalam pujian kepada Allah, ayat yang menyangkal bahwa Allah memerlukan penolong dari kehinaan. Pihak yang dibicarakan berbeda di kedua ayat. Di 17:111 kata kehinaan muncul bersama kata penolong, dan di 42:45 bersama sikap tertunduk. Orang yang merendahkan diri di depan pihak yang kuat dapat menimbang, sikap tertunduk itu timbul karena hormat atau karena kehinaan?
- Ucapan orang-orang yang beriman di ayat ini tidak memuat sapaan, dan kalimat penutup yang dibuka kata ketahuilah tidak menandai siapa pembicaranya. Dua kalimat itu, tentang kerugian dan tentang azab yang kekal, berdiri tanpa nama pendengar. Pembaca berada di antara pendengar yang tidak disebut, sehingga kalimat itu dapat dilewati sebagai ucapan untuk orang lain atau diambil sebagai ucapan untuk dirinya. Karena alamatnya tidak disebut, keputusan itu ada pada pendengar. Siapa yang akan mengambilnya sebagai alamat dirinya, dan apa yang membuatnya melakukan itu?