وَمَا كَانَ لَهُمْ مِنْ أَوْلِيَاءَ يَنْصُرُونَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ سَبِيلٍ
Dan tidak ada bagi mereka pelindung-pelindung yang menolong mereka selain Allah; dan siapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada jalan baginya.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمَا كَانَ لَهُمْ مِنْ أَوْلِيَاءَ يَنْصُرُونَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِwa-maa kaana lahum min awliyaa'a yanshuruunahum min duuni llaahidan tidak ada bagi mereka pelindung-pelindung yang menolong mereka selain Allah
- وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ سَبِيلٍwa-man yudhlili llaahu fa-maa lahu min sabiilindan siapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada jalan baginya
Terjemahan per kata (16 kata)
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- كَانَkaanaadalah
- لَهُمْlahumbagi mereka
- مِنْmindari
- أَوْلِيَاءَawliyaa'apara pelindung
- يَنْصُرُونَهُمْyanshuruunahummereka menolong mereka
- مِنْmindari
- دُونِduuniselain
- اللَّهِllaahiAllah
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- يُضْلِلِyudhlilimenyesatkan
- اللَّهُllaahuAllah
- فَمَاfa-maamaka tidak ada
- لَهُlahubaginya
- مِنْmindari
- سَبِيلٍsabiilinjalan
Inti bacaan
Rangkaian (أَوْلِيَاءَ يَنْصُرُونَهُمْ, awliyaa'a yanshuruunahum) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 42:46.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَمَا كَانَ لَهُمْ مِنْ أَوْلِيَاءَ, wa-maa kaana lahum min awliyaa'a) yang berarti "dan tidak ada bagi mereka pelindung-pelindung". Kata (أَوْلِيَاءَ, awliyaa'a) adalah bentuk jamak dari waliyy dan berakar و-ل-ي. Akar ini muncul delapan kali di tujuh ayat surah 42, yaitu 42:6, 42:8, 42:9 dua kali, 42:28, 42:31, 42:44, dan 42:46. Bentuk jamak awliyaa'a ada di 42:6, 42:9, dan 42:46, dan terjemahan memakai "pelindung-pelindung" di ketiganya. Di 42:9, (فَاللَّهُ هُوَ الْوَلِيُّ, fa-llaahu huwa l-waliyyu) berarti "maka Allah, Dia Sang Pelindung", dan di 42:28, (وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ, wa-huwa l-waliyyu l-hamiidu) berarti "dan Dia Sang Pelindung, Sang Terpuji". Susunan (مِنْ أَوْلِيَاءَ, min awliyaa'a) muncul empat kali di tiga surah, yaitu 11:20, 11:113, 25:18, dan 42:46. Di 11:20, (وَمَا كَانَ لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ, wa-maa kaana lahum min duuni llaahi min awliyaa'a) berarti "dan tidak ada bagi mereka, selain Allah, pelindung-pelindung". Kata kerja (كَانَ, kaana) berbentuk lampau, dan terjemahan 42:46 menulis "tidak ada" tanpa menambah penanda waktu.
Pelindung-pelindung itu diberi sifat dengan (يَنْصُرُونَهُمْ, yanshuruunahum) yang berarti "yang menolong mereka". Kata kerja ini berakar ن-ص-ر. Bentuk persisnya muncul dua kali, yaitu 42:46 dan 59:12. Di 59:12, (لَا يَنْصُرُونَهُمْ, laa yanshuruunahum) berarti "mereka tidak menolong mereka", dengan (لَا, laa) "tidak" di depannya. Dengan objek tunggal, rangkaian (يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ, yanshuruunahu min duuni llaahi) yang berarti "yang menolongnya selain Allah" muncul dua kali, yaitu 18:43 dan 28:81. Di 28:81, (فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ, fa-maa kaana lahu min fi'atin yanshuruunahu min duuni llaahi) berarti "maka tidak ada baginya golongan yang menolongnya selain Allah", dan kalimat itu menyusul tindakan membenamkan seseorang bersama rumahnya ke dalam bumi, yang di sana dilakukan oleh Kami. Pola kalimat di 18:43, 28:81, dan 42:46 sama: ada penyangkalan, ada pihak yang menolong, dan ada frasa selain Allah. Pihak penolongnya berbeda: golongan di dua ayat itu dan pelindung-pelindung di 42:46.
Kalimat kedua, (وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ سَبِيلٍ, wa-man yudhlili llaahu fa-maa lahu min sabiilin), berarti "dan siapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada jalan baginya". Kata kerja (يُضْلِلِ, yudhlili) berakar ض-ل-ل dan berarti membuat pihak lain sesat. Kata kerja yudhlili dengan Allah sebagai pelaku muncul sembilan kali di enam surah, yaitu 4:88, 4:143, 7:186, 13:33, 39:23, 39:36, 40:33, 42:44, dan 42:46, dan terjemahan di kesembilan tempat itu memakai "sesatkan" atau "disesatkan". Di 4:88 dan 4:143, (وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ سَبِيلًا, wa-man yudhlili llaahu fa-lan tajida lahu sabiilan) berarti "dan siapa yang Allah sesatkan, engkau tidak akan menemukan jalan baginya". Kata penutupnya sama dengan 42:46, yaitu sabiil, dan susunannya berbeda: di 4:88 dan 4:143 ada kata kerja (تَجِدَ, tajida) "engkau menemukan", sedangkan di 42:46 tidak ada kata kerja dan tidak ada pihak yang menemukan.
Kata (سَبِيلٍ, sabiilin) berakar س-ب-ل. Di 42:44, (هَلْ إِلَىٰ مَرَدٍّ مِنْ سَبِيلٍ, hal ilaa maraddin min sabiilin) berarti "adakah jalan untuk kembali", dan di 40:11, (فَهَلْ إِلَىٰ خُرُوجٍ مِنْ سَبِيلٍ, fa-hal ilaa khuruujin min sabiilin) berarti "maka adakah jalan untuk keluar", sehingga di dua ayat itu sabiil diikuti tujuan yang disebut dengan ilaa. Di 42:46 tidak ada tujuan yang disebut, dan terjemahan "tidak ada jalan baginya" tidak menambahkannya. Kalimat pertama berbicara tentang "mereka" yang jamak, sedangkan kalimat kedua berbicara tentang "siapa" dengan akhiran -hu yang tunggal. Hubungan antara "mereka" di kalimat pertama dan "siapa" di kalimat kedua dibiarkan terbuka.
Tafsiran
Ayat ini menutup adegan 42:44 dan 42:45 dengan dua penyangkalan. Penyangkalan pertama menyangkut pelindung: orang-orang itu tidak memiliki pelindung yang menolong mereka selain Allah. Penyangkalan kedua menyangkut jalan: orang yang Allah sesatkan tidak memiliki jalan. Di 42:44 pelindung disebut dalam kalimat pembuka dan jalan disebut dalam pertanyaan orang-orang zalim, sehingga keduanya mendapat penyangkalan lagi di sini. Pertanyaan itu tidak disebut di 42:46, sehingga hubungan keduanya adalah hasil membaca.
Penyangkalan pelindung di 42:46 adalah yang keempat dalam surah ini, setelah 42:8, 42:31, dan 42:44. Di sisi lain surah ini menyebut Allah sebagai pelindung: 42:9 menyatakannya setelah pertanyaan tentang orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Dia, dan 42:28 menyebut Dia Sang Pelindung, Sang Terpuji. Kata "selain Allah" di 42:46 membatasi penyangkalan pada pelindung yang berada di luar Allah. Ayat ini tidak mengatakan apa pun tentang pertolongan dari Allah kepada orang-orang yang dibicarakan, dan tidak dipakai untuk mengisinya.
Ayat 42:44 sampai 42:46 membicarakan orang-orang itu dengan kata ganti orang ketiga, dan ayat berikutnya, 42:47, beralih menyapa "kalian" dengan perintah (اسْتَجِيبُوا, istajiibuu). Ayat 42:46 berada di titik peralihan itu: sesudah adegan yang dilihat dari luar selesai, sapaan langsung dimulai.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menyebut pelindung dalam bentuk jamak lalu menyangkal semuanya, sehingga tidak ada nama yang dibiarkan dalam daftar pelindung orang-orang itu selain Allah. Kata selain Allah memberi batas tempat daftar itu berhenti. Orang yang menyusun daftar pihak yang dapat dimintai tolong, misalnya keluarga, atasan, kenalan lama, atau penyandang dana, dapat membaca ayat ini sebagai pertanyaan tentang isi daftar itu. Bila semua nama itu dicoret satu per satu, nama siapa yang masih tertulis di bawahnya?
- Pelindung-pelindung di ayat ini digambarkan dengan kata kerja menolong, jadi dapat dibaca bahwa yang disangkal adalah pertolongan yang sungguh dikerjakan, tidak berhenti pada sebutan. Di 59:12 kata kerja yang sama dinyatakan tidak terjadi, dan di 28:81 penyangkalan serupa menyusul peristiwa seseorang dibenamkan bersama rumahnya. Ayat-ayat itu membahas keadaan berbeda dan tidak saling menafsirkan. Ayat ini menimbang pelindung dari tindakannya. Seseorang yang menyebut sejumlah orang sebagai pelindungnya dapat bertanya, dalam keadaan paling sulit, siapa di antara mereka yang pernah benar-benar bertindak, dan apakah Allah ikut disebut dalam jawabannya?
- Kalimat tentang orang yang Allah sesatkan muncul di 42:44 dan di 42:46, dan di antara keduanya terbentang adegan orang-orang zalim yang bertanya lalu tertunduk. Kalimat pertama berakhir dengan hilangnya pelindung, kalimat kedua berakhir dengan hilangnya jalan. Pendengar yang mendengar pembuka kalimat yang sama untuk kedua kalinya sudah melihat gambaran di antaranya, sehingga kalimat yang sama berbunyi lain pada kali kedua. Pembaca dapat menimbang apa yang berubah pada dirinya ketika membaca kalimat yang sama setelah melihat adegan, dan apakah perubahan itu terasa sebagai tambahan pengertian atau sebagai tambahan beban?
- Di 42:44 dan 40:11 jalan disebut bersama tujuannya: jalan untuk kembali dan jalan untuk keluar. Di 42:46 jalan disebut tanpa tujuan, sehingga penyangkalannya tidak terikat pada satu arah tertentu. Ayat tidak merinci arah-arah yang ikut disangkal. Orang yang terbiasa meminta jalan keluar dari satu masalah tertentu dapat bertanya, apakah pernah meminta jalan tanpa menyebut ke mana, dan apa jawabannya bila diminta menyebut tujuannya?
- Kata selain Allah di ayat ini membatasi penyangkalan pada pelindung di luar Allah. Surah yang sama menyebut Allah sebagai Sang Pelindung di 42:9 dan 42:28, dan ayat-ayat itu tidak berbicara tentang orang yang sedang dibicarakan di 42:44 sampai 42:46, sehingga ayat ini tidak dipakai untuk menjanjikan apa pun kepada mereka. Satu bacaan yang mungkin: ayat ini memisahkan dua jenis pelindung dan menyangkal jenis pertama saja. Orang yang kehilangan banyak sandaran dapat bertanya, bila semua yang ia andalkan ternyata termasuk jenis yang disangkal, kepada siapa permintaannya sekarang ditujukan?
- Kalimat pertama ayat ini berbicara tentang mereka yang jamak, lalu kalimat kedua berbicara tentang siapa saja yang Allah sesatkan dengan kata ganti tunggal. Ayat tidak menyatakan bahwa kelompok pertama termasuk dalam yang kedua. Peralihan dari mereka ke siapa memberi pembaca ruang untuk bertanya apakah kalimat itu berlaku di luar adegan yang sedang dilihat. Orang yang membaca kalimat tentang siapa dapat menimbang apakah dirinya otomatis dibiarkan di luar dan orang lain ditaruh di dalamnya. Dalam kalimat yang menyebut siapa, di mana pembaca menaruh dirinya sendiri?