اسْتَجِيبُوا لِرَبِّكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا مَرَدَّ لَهُ مِنَ اللَّهِ ۚ مَا لَكُمْ مِنْ مَلْجَإٍ يَوْمَئِذٍ وَمَا لَكُمْ مِنْ نَكِيرٍ
Penuhilah seruan Tuhan kalian sebelum datang suatu hari dari Allah yang tidak dapat ditolak; tidak ada bagi kalian tempat berlindung pada hari itu, dan tidak ada bagi kalian pengingkaran.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- اسْتَجِيبُوا لِرَبِّكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا مَرَدَّ لَهُ مِنَ اللَّهِistajiibuu li-rabbikum min qabli an ya'tiya yawmun laa maradda lahu mina llaahipenuhilah seruan Tuhan kalian sebelum datang suatu hari dari Allah yang tidak dapat ditolak
- مَا لَكُمْ مِنْ مَلْجَإٍ يَوْمَئِذٍ وَمَا لَكُمْ مِنْ نَكِيرٍmaa lakum min malja'in yawma'idzin wa-maa lakum min nakiirintidak ada bagi kalian tempat berlindung pada hari itu, dan tidak ada bagi kalian pengingkaran
Terjemahan per kata (21 kata)
- اسْتَجِيبُواistajiibuupenuhilah kalian
- لِرَبِّكُمْli-rabbikumkepada Tuhan kalian
- مِنْmindari
- قَبْلِqablisebelum
- أَنْanbahwa
- يَأْتِيَya'tiyamendatangkan
- يَوْمٌyawmunhari
- لَاlaatidak
- مَرَدَّmaraddapenolakan
- لَهُlahubaginya
- مِنَminadari
- اللَّهِllaahiAllah
- مَاmaatidaklah
- لَكُمْlakumbagi kalian
- مِنْmindari
- مَلْجَإٍmalja'intempat berlindung
- يَوْمَئِذٍyawma'idzinpada hari itu
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- لَكُمْlakumbagi kalian
- مِنْmindari
- نَكِيرٍnakiirinpengingkaran
Inti bacaan
Rangkaian (لَا مَرَدَّ لَهُ مِنَ اللَّهِ, laa maradda lahu mina llaahi) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 30:43 dan 42:47.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (اسْتَجِيبُوا لِرَبِّكُمْ, istajiibuu li-rabbikum) yang berarti "penuhilah seruan Tuhan kalian". Kata kerja (اسْتَجِيبُوا, istajiibuu) berakar ج-و-ب dan berbentuk perintah untuk beberapa orang yang diajak bicara. Bentuk persis ini muncul dua kali, yaitu 8:24 dan 42:47. Di 8:24, (اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ, stajiibuu li-llaahi wa-li-r-rasuuli) berarti "penuhilah seruan Allah dan Rasul", dan kalimat itu langsung memuat (إِذَا دَعَاكُمْ, idzaa da'aakum) yang berarti "apabila ia menyeru kalian". Kata kerja ini berpasangan dengan seruan di tempat lain juga. Di 14:22, (دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي, da'awtukum fa-istajabtum lii) berarti "aku menyeru kalian lalu kalian memenuhi seruanku", dan di 40:60, (ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ, ud'uunii astajib lakum) berarti "berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagi kalian". Kata "seruan" dalam terjemahan 42:47 berasal dari pasangan itu, karena ayat ini sendiri tidak menyebut seruan apa pun yang harus dijawab. Terjemahan memakai "penuhilah seruan" seperti di 8:24, dan 13:18 serta 3:172 memakai "memenuhi seruan". Di 13:18, (اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمُ, istajaabuu li-rabbihimu) berarti "memenuhi seruan Tuhan mereka", dan rangkaian istajaabuu li-rabbihim ada juga di 42:38. Akar ج-و-ب muncul empat kali di surah 42, yaitu 42:16, 42:26, 42:38, dan 42:47.
Batas waktu perintah itu adalah (مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ, min qabli an ya'tiya yawmun) yang berarti "sebelum datang suatu hari". Kata (يَوْمٌ, yawmun) berbentuk tak tentu, dan terjemahan menulis "suatu hari". Rangkaian itu bersambung dengan (لَا, laa) di empat ayat, yaitu 2:254, 14:31, 30:43, dan 42:47. Di 2:254 sambungannya (لَا بَيْعٌ فِيهِ, laa bay'un fiihi) yang berarti "tidak ada jual beli di dalamnya", dan di 14:31 ditambah (وَلَا خِلَالٌ, wa-laa khilaalun) yang berarti "dan tidak ada persahabatan". Di 30:43 dan 42:47 sambungannya (لَا مَرَدَّ لَهُ مِنَ اللَّهِ, laa maradda lahu mina llaahi) yang berarti "tidak dapat ditolak, dari Allah". Rangkaian yang terakhir itu muncul dua kali, yaitu di 30:43 dan 42:47. Di empat ayat itu batas waktunya didahului perintah yang berbeda: (أَنْفِقُوا, anfiquu) "nafkahkanlah" di 2:254, perintah menegakkan salat dan menginfakkan di 14:31, (فَأَقِمْ وَجْهَكَ, fa-aqim wajhaka) "maka hadapkanlah wajahmu" di 30:43, dan istajiibuu di 42:47. Kata (مِنَ اللَّهِ, mina llaahi) dapat dibaca menyertai kata datang atau menyertai kata ditolak, dan terjemahan 42:47 menaruhnya sesudah kata datang, sama dengan terjemahan 30:43.
Kata (مَرَدَّ, maradda) berakar ر-د-د. Dalam (لَا مَرَدَّ لَهُ, laa maradda lahu) kata itu muncul di tiga ayat, yaitu 13:11, 30:43, dan 42:47, dan terjemahan memakai "tidak dapat ditolak" atau "tidak ada yang dapat menolaknya". Di 13:11 bunyinya (فَلَا مَرَدَّ لَهُ, fa-laa maradda lahu). Akar yang sama muncul enam kali di enam surah, yaitu 13:11, 19:76, 30:43, 40:43, 42:44, dan 42:47, sehingga surah 42 memuat dua. Di 42:44 bentuknya (مَرَدٍّ, maraddin) dan diterjemahkan "kembali".
Kata (مَلْجَإٍ, malja'in) yang berarti "tempat berlindung" berakar ل-ج-أ dan muncul tiga kali, yaitu 9:57, 9:118, dan 42:47. Di 9:57, (لَوْ يَجِدُونَ مَلْجَأً, law yajiduuna malja'an) berarti "sekiranya mereka menemukan tempat berlindung", dan ayat itu melanjutkan bahwa mereka akan berpaling ke sana dengan berlari kencang. Di 42:47, (مَا لَكُمْ مِنْ مَلْجَإٍ, maa lakum min malja'in) berarti "tidak ada bagi kalian tempat berlindung". Kata (يَوْمَئِذٍ, yawma'idzin) yang berarti "pada hari itu" muncul satu kali di surah 42, yaitu di ayat ini.
Kata (نَكِيرٍ, nakiirin) yang berarti "pengingkaran" berakar ن-ك-ر dan kata ini muncul lima kali di lima surah, yaitu 22:44, 34:45, 35:26, 42:47, dan 67:18. Di empat ayat lainnya kata itu berada dalam (فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ, fa-kayfa kaana nakiiri) yang berarti "maka betapa pengingkaran-Ku", dengan akhiran -ii yang berarti "-ku" milik pembicara. Di 42:47, (وَمَا لَكُمْ مِنْ نَكِيرٍ, wa-maa lakum min nakiirin) berarti "dan tidak ada bagi kalian pengingkaran", tanpa akhiran milik. Pengingkaran apa dan milik siapa dibiarkan terbuka di ayat ini, dan terjemahan memakai "pengingkaran" di kelima tempat itu.
Tafsiran
Ayat ini mengubah cara surah berbicara. Di 42:44 sampai 42:46 orang-orang zalim dibicarakan dengan kata ganti orang ketiga dan dilihat dari luar. Di 42:47 sapaan beralih ke "kalian" dan membawa sebuah perintah. Siapa "kalian" itu dibiarkan terbuka, sehingga sapaannya mengena bagi siapa saja yang mendengar. Perintah itu disertai batas waktu, yaitu sebelum datang suatu hari, dan batas itu menaruh pendengar pada saat sebelum hari tersebut.
Susunan ini berhubungan dengan 42:44. Di sana pertanyaan tentang jalan kembali diajukan sesudah azab terlihat, sedangkan 42:47 menaruh perintah pada saat sebelum hari itu datang. Ayat ini juga menyangkal dua hal bagi "kalian", yaitu tempat berlindung dan pengingkaran.
Perintah yang sama sudah dikerjakan sekelompok orang di dalam surah ini. Ayat 42:38 menyebut (وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ, wa-lladziina stajaabuu li-rabbihim) di antara sifat orang-orang yang dibicarakan mulai 42:36, tempat disebut bahwa bagi mereka (وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ, wa-maa 'inda llaahi khayrun wa-abqaa) yang berarti "dan apa yang di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal". Ayat 42:47 mengajak pendengar mengerjakan hal yang dikerjakan kelompok itu. Ayat 42:48 sesudahnya memakai kata ganti orang ketiga lagi dan membahas kemungkinan mereka berpaling, sehingga perintah di 42:47 dan kemungkinan menolaknya berurutan.
Renungan dan Hikmah
- Perintah ayat ini menyebut Tuhan sebagai pihak yang dijawab, dan isi seruannya tidak disebut. Kata kerja seakar dipakai di 14:22 untuk seruan lain yang dijawab, yaitu setan sebagai pembicara yang menyatakan telah menyeru lalu seruannya dipenuhi, dan di 8:24 untuk seruan kepada Allah dan Rasul. Kata kerja itu dipakai untuk penyeru yang berbeda-beda, sehingga ayat ini menaruh Tuhan di sisi yang dijawab dan membiarkan pendengar mengisi isi seruannya. Pembaca dapat bertanya, seruan siapa saja yang sudah dijawab selama ini, dan apakah seruan Tuhan kalian termasuk di antaranya?
- Batas waktu sebelum datang suatu hari muncul di empat ayat, dan setiap kali perintah sebelumnya berbeda: nafkah di 2:254, salat dan infak di 14:31, menghadapkan wajah di 30:43, dan memenuhi seruan di 42:47. Satu waktu yang sama diberi isi yang berbeda-beda, dan di keempat ayat itu tidak ada perintah menunggu. Di 30:43 hari itu disebut tidak dapat ditolak dari Allah, sama dengan 42:47. Orang yang terbiasa menunda sesuatu sampai suatu saat nanti dapat bertanya, perintah mana dari empat itu yang paling dekat dengan hidupnya sekarang, dan apa yang ditunda dengan alasan masih ada waktu?
- Hari dalam ayat ini disebut tidak dapat ditolak, dari Allah. Kata ditolak memakai akar yang sama dengan kata kembali pada pertanyaan di 42:44, tetapi ayat ini tidak mengutip pertanyaan itu. Satu bacaan yang mungkin: orang yang meminta jalan untuk kembali memakai kata yang oleh 42:47 dinyatakan tidak berlaku bagi hari itu. Pembaca yang sering menawar tenggat, menyodorkan alasan, atau meminta ditunda dapat bertanya, apa sebenarnya yang diharapkan dari penundaan, dan kepada siapa permintaan itu dialamatkan bila harinya sendiri datang dari Allah?
- Di 9:57 sekiranya orang-orang menemukan tempat berlindung, mereka akan berpaling ke sana dengan berlari kencang, sedangkan di 42:47 tempat berlindung itu disebut tidak ada bagi kalian pada hari itu. Kata yang sama menyebut tempat yang dicari di sana dan tempat yang tiada di sini. Orang yang punya beberapa tempat untuk lari ketika tekanan datang, misalnya kesibukan, hiburan, atau orang lain, dapat bertanya, tempat mana di antaranya yang masih berlaku bila hari yang datang dari Allah itu tiba?
- Ayat ini menyangkal adanya pengingkaran bagi kalian pada hari itu. Di empat ayat lain kata pengingkaran muncul dengan akhiran milik pembicara, dalam pertanyaan betapa pengingkarannya. Pengingkaran apa yang dimaksud dan milik siapa dibiarkan terbuka. Satu bacaan yang mungkin: ada hal yang ingin diingkari dan hari itu tidak menyediakan kesempatan mengingkarinya. Pembaca dapat bertanya, apa yang selama ini lebih mudah diingkari daripada diakui?
- Tiga ayat sebelumnya membicarakan mereka, lalu 42:47 memakai kata kalian dengan perintah, dan 42:48 kembali memakai mereka. Siapa kalian dibiarkan terbuka, sehingga pembaca tidak dapat menganggap perintah itu hanya untuk orang di adegan sebelumnya. Orang yang membaca adegan 42:44 sampai 42:46 sebagai cerita tentang orang lain dapat bertanya, apa yang terjadi pada dirinya ketika kata kalian tiba-tiba menunjuk ke arahnya?