لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ
Milik Allahlah kerajaan langit dan bumi; Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki; Dia menganugerahkan perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan menganugerahkan yang laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki,
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِli-llaahi mulku s-samaawaati wa-l-ardhimilik Allahlah kerajaan langit dan bumi
- يَخْلُقُ مَا يَشَاءُyakhluqu maa yasyaa'uDia menciptakan apa yang Dia kehendaki
- يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَyahabu li-man yasyaa'u inaatsan wa-yahabu li-man yasyaa'u dz-dzukuuraDia menganugerahkan perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan menganugerahkan yang laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki
Terjemahan per kata (15 kata)
- لِلَّهِli-llaahibagi Allah
- مُلْكُmulkukerajaan
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
- يَخْلُقُyakhluqumenciptakan
- مَاmaaapa yang
- يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
- يَهَبُyahabumenganugerahkan
- لِمَنْli-mankepada siapa yang
- يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
- إِنَاثًاinaatsanperempuan
- وَيَهَبُwa-yahabudan Dia menganugerahkan
- لِمَنْli-mankepada siapa yang
- يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
- الذُّكُورَdz-dzukuurayang laki-laki
Inti bacaan
Bentuk (يَهَبُ, yahabu) muncul satu kali di Al-Qur'an, tepatnya pada 42:49.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ, li-llaahi mulku s-samaawaati wa-l-ardhi) yang berarti "milik Allahlah kerajaan langit dan bumi". Awalan li- pada nama Allah diterjemahkan "milik", dan kata (مُلْكُ, mulku) yang berarti "kerajaan" berakar م-ل-ك. Bunyi persis frasa ini muncul delapan kali di enam surah, yaitu 3:189, 5:17, 5:18, 5:120, 24:42, 42:49, 45:27, dan 48:14. Di 5:17 kerajaan itu diperluas dengan (وَمَا بَيْنَهُمَا, wa-maa baynahumaa) yang berarti "dan apa yang ada di antara keduanya", lalu disusul kalimat yang sama dengan kalimat kedua di ayat ini. Di 48:14 kerajaan itu disusul kalimat tentang siapa yang diampuni dan siapa yang diazab, sedangkan di 5:18 kalimat tentang ampunan dan azab itu mendahuluinya. Di ayat ini kerajaan disusul kalimat tentang penciptaan, lalu tentang anugerah.
Kalimat kedua, (يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ, yakhluqu maa yasyaa'u), tersusun dari kata kerja (يَخْلُقُ, yakhluqu) yang berarti "menciptakan", berakar خ-ل-ق, dan (مَا, maa) yang berarti "apa yang". Kalimat ini muncul enam kali di enam surah, yaitu 3:47, 5:17, 28:68, 30:54, 39:4, dan 42:49. Di 3:47 kalimat itu menjawab ucapan (وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ, wa-lam yamsasnii basyarun) yang berarti "dan tidak pernah menyentuhku seorang manusia", yaitu ucapan tentang bagaimana seseorang bisa mempunyai anak. Di 30:54 kalimat itu disusul (وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ, wa-huwa l-'aliimu l-qadiiru) yang berarti "dan Dia Sang Berilmu lagi Sang Berkuasa". Pasangan sifat itu baru datang di 42:50, dalam bentuk tak tentu.
Ayat ini memakai maa untuk apa yang diciptakan dan (مَنْ, man) yang berarti "siapa" untuk penerima anugerah, dalam (لِمَنْ يَشَاءُ, li-man yasyaa'u) yang berarti "kepada siapa yang Dia kehendaki". Susunan li-man yasyaa'u ditulis dua kali di 42:49, sekali bagi tiap anugerah.
Kata kerja (يَهَبُ, yahabu) yang berarti "menganugerahkan" berakar و-ه-ب. Bentuk persis yahabu muncul satu kali, di ayat ini. Akarnya ada di dua puluh dua ayat, yaitu 3:8, 3:38, 6:84, 14:39, 19:5, 19:19, 19:49, 19:50, 19:53, 21:72, 21:90, 25:74, 26:21, 26:83, 29:27, 33:50, 37:100, 38:9, 38:30, 38:35, 38:43, dan 42:49. Di 19:5, (فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا, fa-hab lii min ladunka waliyyan) berarti "maka anugerahilah aku dari sisi-Mu seorang wali". Di 14:39, (وَهَبَ لِي عَلَى الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ, wahaba lii 'alaa l-kibari Ismaa'iila wa-Ishaaqa) berarti "menganugerahkan kepadaku pada usia tua Ismail dan Ishaq". Di 21:90, (وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَىٰ, wa-wahabnaa lahu yahyaa) berarti "dan Kami anugerahkan Yahya kepadanya". Pada ketiga ayat itu penerimanya satu orang yang keadaannya disebut, sedangkan 42:49 menyebut penerima dengan kata "siapa" saja.
Kata (إِنَاثًا, inaatsan) yang berarti "perempuan" berakhir tanwin dan tidak memakai kata sandang al-, sedangkan (الذُّكُورَ, dz-dzukuura) yang berarti "yang laki-laki" memakai kata sandang itu. Terjemahan menandai perbedaannya dengan "yang" pada kata kedua. Bentuk persis inaatsan muncul enam kali di lima surah, yaitu 4:117, 17:40, 37:150, 42:49, 42:50, dan 43:19, sedangkan dz-dzukuura hanya ada di ayat ini. Di 17:40, (وَاتَّخَذَ مِنَ الْمَلَائِكَةِ إِنَاثًا, wa-ttakhadza mina l-malaa'ikati inaatsan) berarti "dan Dia menjadikan malaikat sebagai perempuan", dan di 37:150, (خَلَقْنَا الْمَلَائِكَةَ إِنَاثًا, khalaqnaa l-malaa'ikata inaatsan) berarti "Kami menciptakan malaikat berupa perempuan". Pada 43:19 kata itu juga dikaitkan dengan malaikat, dan pada 4:117 dengan apa yang diseru selain Allah. Di 42:49 dan 42:50 kata yang sama menyebut sesuatu yang dianugerahkan oleh Allah.
Terjemahan memakai "perempuan" dan "yang laki-laki" tanpa kata "anak", karena kata Arab untuk anak tidak ada di ayat ini. Ayat 42:50 menyebut kemandulan, dan dari sana dapat dibaca bahwa yang dibicarakan adalah keturunan. Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 42:50, yang dibuka dengan (أَوْ, aw) yang berarti "atau".
Tafsiran
Ayat ini menaruh pemberian anak di dalam pernyataan tentang kepemilikan. Pembacaan sebagai pemberian anak bertumpu pada kata menganugerahkan, yang berakar sama dengan kata yang dipakai untuk Ishaq dan Yahya, dan pada kemandulan yang menyusul di 42:50. Urutan tertulisnya kerajaan langit dan bumi lebih dulu, penciptaan sesudahnya, lalu anugerah kepada orang tertentu, sehingga dua anugerah di ujung ayat berada di bawah dua kalimat pembuka.
Ayat sebelumnya, 42:48, berbicara tentang manusia yang gembira ketika dirasakan rahmat dari Kami dan ingkar ketika ditimpa keburukan. Ayat 42:49 pindah kepada pihak yang memiliki dan memberi, dan kalimat pertamanya tidak memakai kata sambung yang menyatakan sebab. Teks menaruh dua pembicaraan itu berdampingan, dan hubungan keduanya tidak dituliskan.
Dua anugerah itu disusun dengan kata kerja yang sama, kehendak yang sama, dan penghubung yang sama. Perbedaannya hanya pada kata terakhir tiap bagian, yaitu perempuan pada bagian pertama dan yang laki-laki pada bagian kedua. Perempuan disebut lebih dulu, dan tidak ada sifat, nilai, atau alasan yang ditambahkan pada salah satunya.
Kalimat ini belum selesai di 42:49. Kalimat itu berlanjut ke 42:50 dengan kata "atau", sehingga ada empat kemungkinan dalam satu kalimat tanpa titik, yaitu perempuan, laki-laki, keduanya, dan kemandulan. Dua kemungkinan pertama ditulis di sini, dan dua lainnya menyusul di ayat berikutnya.
Dua kalimat pembuka ayat ini ada juga di ayat lain. Di 5:17 keduanya muncul ketika yang dibicarakan adalah ucapan orang tentang Almasih putra Maryam, dan di 3:47 kalimat penciptaan menjawab pertanyaan tentang memperoleh anak. Konteksnya berbeda, tetapi kalimat penciptaan itu berada dekat pembicaraan tentang anak di 3:47 dan di 42:49. Ayat ini tidak menyebut alasan seseorang menerima perempuan dan orang lain menerima laki-laki, dan hanya menuliskan bahwa keduanya anugerah menurut kehendak.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 42:49 menaruh kerajaan langit dan bumi di kalimat pertama, sebelum penciptaan dan sebelum pemberian apa pun kepada manusia. Seorang anak yang tiba di sebuah rumah dituliskan di sini sebagai anugerah dari pihak yang lebih dulu disebut sebagai pemilik, dan penerimanya disebut dengan kata "siapa" tanpa nama, jabatan, atau jasa. Orang tua yang menyebut anaknya "milikku" memakai kata yang di ayat ini diletakkan pada Allah, sedangkan kata menerima diletakkan pada manusia. Apa yang berubah dalam cara seseorang mengasuh bila anaknya terbaca sebagai kiriman dari Pemilik kerajaan langit dan bumi?
- Ayat ini menuliskan perempuan lebih dulu, lalu laki-laki, dengan kata kerja, kehendak, dan penghubung yang sama untuk keduanya. Di 16:58 kabar tentang anak perempuan membuat wajah seseorang menjadi hitam sementara orang itu menahan sedih, dan di 42:49 jenis anugerah yang sama berada di urutan pertama tanpa satu kata pun tentang kecewa. Kedua ayat berbicara tentang pihak yang berbeda dan tidak saling menjelaskan. Pembaca dapat memperhatikan kalimat pertama yang muncul di batinnya ketika mendengar jenis kelamin seorang bayi, lalu menaruhnya di samping kalimat yang tertulis di sini. Apakah kalimat itu lebih dekat ke 16:58 atau ke 42:49?
- Kehendak Allah ditulis dua kali di ayat ini, sekali bagi tiap anugerah, dan keduanya berbunyi sama, yaitu kepada siapa yang Dia kehendaki. Tidak ada kalimat tentang permintaan, rencana, atau jasa penerima. Di 19:5 seorang pendoa memang meminta seorang wali dari sisi Tuhannya, dan 42:49 tidak membatalkan permintaan semacam itu, sebab ayat ini berbicara tentang pemberian dan tidak menyebut doa. Orang yang menyusun rencana jumlah dan jenis anaknya dapat melihat bahwa rencana dan anugerah tertulis di dua kalimat yang berbeda. Rencana apa yang digenggamnya paling erat, dan bagaimana rasanya menaruh rencana itu di bawah kalimat "kepada siapa yang Dia kehendaki"?
- Ayat ini memakai kata "apa" untuk yang diciptakan Allah dan kata "siapa" untuk yang menerima anugerah-Nya. Penerima tidak disebut sebagai pencipta, dan kalimat tentang menciptakan tidak memakai kata "siapa" sama sekali. Dengan susunan itu pembaca ditempatkan di sisi penerima, tempat alamat sebuah kiriman. Seseorang yang bangga pada keturunannya dapat mencatat di mana ayat ini meletakkannya. Siapa yang pantas menerima ucapan selamat bila yang dibanggakan terbaca sebagai sesuatu yang diterima?
- Di 14:39, 19:5, dan 21:90 anugerah berupa anak disebut bersama keadaan atau nama penerimanya, yaitu usia tua, seorang wali, dan Yahya. Di 42:49 penerimanya tidak bernama, sehingga ayat ini dapat dibaca oleh siapa pun yang pernah menerima atau menunggu seorang anak. Waktu menunggu tidak ditulis di ayat ini, dan kata "siapa" tetap terbuka bagi setiap penantian. Seseorang yang sedang menunggu dapat menaruh dirinya di tempat kata itu. Apa yang dikerjakan seseorang selama masa menunggu bila penanda yang tertulis di ayat ini hanya kata "siapa"?
- Akar kata menganugerahkan juga dipakai sebagai sebutan bagi Tuhan, yaitu Sang Pemberi, di 3:8, 38:9, dan 38:35. Di 38:35 seorang pendoa meminta kerajaan yang tidak patut bagi siapa pun sesudahnya, lalu menutup permintaannya dengan sebutan itu. Di 42:49 kerajaan langit dan bumi serta pemberian anak berada dalam satu ayat. Kerajaan yang diminta di 38:35 dan anak yang diberikan di 42:49 memakai akar yang sama, dan keduanya ditempatkan di tangan Allah. Orang yang menimbang apa saja yang pernah diterimanya, dari harta sampai keturunan, dapat menanyakan mana di antaranya yang diterimanya tanpa pernah menyebut siapa Pemberinya?