وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا ۚ مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ وَلَٰكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا ۚ وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh dari urusan Kami; sebelumnya engkau tidak mengetahui apa itu Kitab dan apa itu iman, tetapi Kami menjadikannya cahaya yang dengannya Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami; dan sesungguhnya engkau benar-benar memberi petunjuk ke jalan yang lurus,
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَاwa-ka-dzaalika awhaynaa ilayka ruuhan min amrinaadan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh dari urusan Kami
- مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُmaa kunta tadrii maa l-kitaabu wa-laa l-iimaanusebelumnya engkau tidak mengetahui apa itu Kitab dan apa itu iman
- وَلَٰكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَاwa-laakin ja'alnaahu nuuran nahdii bihi man nasyaa'u min 'ibaadinaatetapi Kami menjadikannya cahaya yang dengannya Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami
- وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍwa-innaka la-tahdii ilaa shiraathin mustaqiimindan sesungguhnya engkau benar-benar memberi petunjuk ke jalan yang lurus
Terjemahan per kata (27 kata)
- وَكَذَٰلِكَwa-ka-dzaalikadan demikianlah
- أَوْحَيْنَاawhaynaaKami mewahyukan
- إِلَيْكَilaykakepadamu
- رُوحًاruuhanruh
- مِنْmindari
- أَمْرِنَاamrinaaurusan Kami
- مَاmaatidaklah
- كُنْتَkuntaengkau adalah
- تَدْرِيtadriiengkau mengetahui
- مَاmaaapa yang
- الْكِتَابُl-kitaabuKitab
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- الْإِيمَانُl-iimaanukeimanan
- وَلَٰكِنْwa-laakintetapi
- جَعَلْنَاهُja'alnaahuKami menjadikannya
- نُورًاnuurancahaya
- نَهْدِيnahdiiKami memberi petunjuk
- بِهِbihidengannya
- مَنْmanorang yang
- نَشَاءُnasyaa'uKami kehendaki
- مِنْmindari
- عِبَادِنَا'ibaadinaahamba-hamba Kami
- وَإِنَّكَwa-innakadan sesungguhnya engkau
- لَتَهْدِيla-tahdiisungguh engkau memberi petunjuk
- إِلَىٰilaake
- صِرَاطٍshiraathinjalan
- مُسْتَقِيمٍmustaqiiminyang lurus
Inti bacaan
Kalimat pembuka (وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ, wa-ka-dzaalika awhaynaa ilayka) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 42:7 dan 42:52.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ, wa-ka-dzaalika awhaynaa ilayka) yang berarti "dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu". Kalimat persis ini muncul dua kali, yaitu di 42:7 dan 42:52, dua-duanya di surah yang sama. Di 42:7 Allah mewahyukan (قُرْآنًا عَرَبِيًّا, qur'aanan 'arabiyyan) yang berarti "bacaan berbahasa Arab", dan di 42:52 Dia mewahyukan ruh. Susunan (أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ, awhaynaa ilayka) sendiri ada di sepuluh ayat, yaitu 4:163, 12:3, 13:30, 16:123, 17:73, 17:86, 35:31, 42:7, 42:13, dan 42:52.
Kata (رُوحًا, ruuhan) yang berarti "ruh" berakar ر-و-ح dan tidak memakai kata sandang, dan bentuk persis ini hanya ada di 42:52. Kata (أَمْرِنَا, amrinaa) yang berarti "urusan Kami" berakar أ-م-ر. Susunan (مِنْ أَمْرِنَا, min amrinaa) muncul tiga kali, yaitu di 18:10, 18:88, dan 42:52. Di 18:10 dan 18:88 kata "kami" diucapkan manusia yang membicarakan urusan mereka sendiri, dan di 42:52 diucapkan Allah. Ruh dengan kata sandang disusul min amr di tiga ayat, yaitu 16:2, 17:85, dan 40:15. Di 17:85, (الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي, r-ruuhu min amri rabbii) berarti "ruh itu termasuk urusan Tuhanku". Di 16:2 dan 40:15 frasa (مِنْ أَمْرِهِ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ, min amrihi 'alaa man yasyaa'u min 'ibaadihi) berarti "dari urusan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya". Bentuk tak bersandang dengan minhu ada di 4:171 dan 58:22, dan di 58:22, (وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ, wa-ayyadahum bi-ruuhin minhu) berarti "dan menguatkan mereka dengan ruh dari-Nya". Terjemahan memakai "urusan Kami" untuk amrinaa, sama dengan 17:85 dan dengan al-umuur di 42:53.
Kalimat (مَا كُنْتَ تَدْرِي, maa kunta tadrii) berarti "engkau tidak mengetahui" dan hanya ada di ayat ini. Kata kerja (تَدْرِي, tadrii) berakar د-ر-ي, dan bentuk ini ada di tiga ayat, yaitu 31:34, 42:52, dan 65:1. Di 31:34, (وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ, wa-maa tadrii nafsun) berarti "dan tidak ada jiwa yang mengetahui". Kata "sebelumnya" dalam terjemahan lahir dari (كُنْتَ, kunta) yang menaruh ketidaktahuan itu di masa lalu. Di 29:48, (وَمَا كُنْتَ تَتْلُو مِنْ قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍ, wa-maa kunta tatluu min qablihi min kitaabin) berarti "dan engkau tidak pernah membaca suatu kitab pun sebelumnya", dan di sana kata itu tertulis sebagai (مِنْ قَبْلِهِ, min qablihi), sedangkan di 42:52 kunta saja yang menanggungnya. Susunan (مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ, maa l-kitaabu wa-laa l-iimaanu) hanya ada di ayat ini, dan terjemahan mengulang "apa itu" supaya Kitab dan iman terbaca sejajar.
Susunan (جَعَلْنَاهُ نُورًا, ja'alnaahu nuuran) berarti "Kami menjadikannya cahaya" dan hanya ada di 42:52. Akhiran -hu dapat menunjuk ruh atau Kitab, dua kata yang disebut sebelumnya, sehingga terjemahan memakai -nya yang membiarkan keduanya. Kata nuuran ada di sembilan ayat, yaitu 4:174, 6:91, 6:122, 10:5, 24:40, 42:52, 57:13, 57:28, dan 71:16. Di 6:122, (وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ, wa-ja'alnaa lahu nuuran yamsyii bihi fii n-naasi) berarti "dan Kami beri cahaya yang dengannya ia berjalan di tengah-tengah manusia". Di 6:122 cahaya dipakai penerimanya untuk berjalan, dan di 42:52 cahaya dipakai Allah untuk memberi petunjuk. Susunan (نَهْدِي بِهِ, nahdii bihi) hanya ada di ayat ini. Susunan dengan Dia sebagai orang ketiga, (بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ, bihi man yasyaa'u min 'ibaadihi), ada di tiga ayat, yaitu 6:88, 10:107, dan 30:48, dan hanya di 6:88 kata kerjanya memberi petunjuk. Di 6:88, (يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ, yahdii bihi man yasyaa'u min 'ibaadihi) berarti "dengannya Dia memberi petunjuk siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya". Di 29:69, (وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا, wa-lladziina jaahaduu fiinaa la-nahdiyannahum subulanaa) berarti "dan orang-orang yang berjuang untuk Kami, pasti akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami".
Kata kerja (لَتَهْدِي, la-tahdii) berakar sama dengan nahdii, dan bentuk persis ini hanya ada di 42:52. Bentuk tahdii ada di lima ayat, yaitu 7:155, 10:43, 28:56, 42:52, dan 43:40. Di 7:155 kata itu diucapkan kepada Allah, dan di empat ayat lainnya pelakunya adalah yang disapa dengan "engkau" dalam firman. Di 28:56, (إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ, innaka laa tahdii man ahbabta) berarti "sesungguhnya engkau tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi", dan disusul (وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ, wa-laakinna llaaha yahdii man yasyaa'u) yang berarti "tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki". Di 10:43, (أَفَأَنْتَ تَهْدِي الْعُمْيَ, a-fa-anta tahdii l-'umya) berarti "apakah engkau dapat memberi petunjuk kepada orang yang buta", dan 43:40 juga berbentuk pertanyaan. Di 28:56 dan 10:43 objeknya orang, dan di 42:52 objeknya jalan.
Frasa (إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ, ilaa shiraathin mustaqiimin) muncul dua belas kali di sepuluh surah, yaitu 2:142, 2:213, 3:101, 5:16, 6:87, 6:161, 10:25, 16:121, 22:54, 23:73, 24:46, dan 42:52. Di sembilan ayat, yaitu 2:142, 2:213, 5:16, 6:87, 6:161, 10:25, 16:121, 22:54, dan 24:46, pelaku memberi petunjuk ke jalan itu adalah Allah. Ayat 3:101 berbentuk pasif, dan 23:73 memakai kata kerja menyeru, (وَإِنَّكَ لَتَدْعُوهُمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ, wa-innaka la-tad'uuhum ilaa shiraathin mustaqiimin) yang berarti "dan sesungguhnya engkau benar-benar menyeru mereka ke jalan yang lurus". Kata kerja memberi petunjuk dengan "engkau" sebagai pelaku dan jalan itu sebagai tujuan ada di 42:52 saja. Terjemahan memakai "memberi petunjuk" untuk la-tahdii, seperti untuk nahdii di ayat yang sama dan untuk tahdii di 28:56.
Tafsiran
Ayat ini membagi pekerjaan petunjuk menjadi dua pelaku yang ditulis berdampingan. Allah mewahyukan ruh dan menjadikannya cahaya, lalu dengan cahaya itu Dia memberi petunjuk siapa yang Dia kehendaki. Orang yang disapa dengan "engkau" memberi petunjuk ke jalan yang lurus. Dua kata kerja memberi petunjuk di ayat ini berakar sama, dan perbedaannya ada pada objek, yaitu "siapa yang Kami kehendaki" untuk Allah dan "jalan yang lurus" untuk yang disapa.
Ayat 28:56 menyangkal bahwa "engkau" dapat memberi petunjuk kepada orang yang dikasihi, dan menyatakan Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Kedua ayat dapat dibaca tanpa bertentangan karena objeknya berbeda, sebab yang disangkal di 28:56 adalah memberi petunjuk kepada orang tertentu dan yang dinyatakan di 42:52 adalah memberi petunjuk ke jalan. Pembacaan ini bertumpu pada perbedaan objek di kedua teks, dan ayat itu sendiri tidak menyebut hubungan keduanya.
Ayat 42:6 menyebut bahwa "engkau" bukan wakil atas mereka, dan 42:48 menyebut bahwa Kami tidak mengutusmu sebagai penjaga atas mereka dan bahwa kewajibanmu menyampaikan. Dua ayat itu menyangkal peran, sedangkan 42:52 menyebut peran yang ada, yaitu memberi petunjuk ke jalan yang lurus.
Ayat ini menyebut ketidaktahuan lebih dulu, dan 29:48 menambahkan bahwa "engkau" juga tidak pernah membaca suatu kitab pun sebelumnya. Ayat 42:52 tidak menyebut berapa lama ketidaktahuan itu berlangsung dan tidak menguraikan isi ruh. Ayat 17:85 menjawab pertanyaan tentang ruh dengan menyebut ruh sebagai urusan Tuhan dan menyebut pengetahuan manusia sedikit. Kalimat ini belum selesai di 42:52, dan 42:53 melanjutkannya dengan menamai jalan yang lurus itu sebagai jalan Allah.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 42:52 menuliskan bahwa yang disapa dengan "engkau" sebelumnya tidak mengetahui apa itu Kitab dan apa itu iman, lalu menyebutnya penerima ruh dan pemberi petunjuk ke jalan yang lurus. Urutan itu menaruh ketidaktahuan di awal sebagai keadaan yang ditulis tanpa pembelaan, dan 29:48 menambahkan bahwa "engkau" juga tidak pernah membaca suatu kitab pun sebelumnya. Pembaca yang merasa belum cukup tahu untuk menunjukkan jalan kepada orang lain dapat memperhatikan bahwa kalimat itu berhenti pada pemberian Allah dan tidak menghitung lamanya ketidaktahuan. Apa yang dilakukan seseorang dengan ketidaktahuannya bila ayat ini menaruh pemberian pengetahuan di tangan Allah?
- Di 28:56 dikatakan kepada "engkau" bahwa engkau tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang dikasihi, dan di 42:52 dikatakan bahwa engkau benar-benar memberi petunjuk ke jalan yang lurus. Objeknya berbeda, yaitu orang tertentu di 28:56 dan jalan di 42:52. Seseorang yang kecewa karena orang yang dicintainya tidak menerima nasihatnya dapat membaca dua ayat itu berdampingan dan melihat bahwa yang disangkal darinya adalah memberi petunjuk kepada orang itu, sedangkan memberi petunjuk ke jalan tidak disangkal. Di kedua ayat Allah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Orang atau jalan, mana yang selama ini dikejar seseorang dalam nasihatnya?
- Di 17:85 pertanyaan tentang ruh dijawab bahwa ruh termasuk urusan Tuhan, dan penanya diberi tahu bahwa mereka diberi pengetahuan hanya sedikit. Di 42:52 ruh itu diwahyukan kepada "engkau" tanpa uraian tentang isinya. Orang yang menerima sesuatu dari Allah tetapi tidak sanggup menjelaskannya sepenuhnya dapat menaruh kekurangan itu di samping dua ayat ini. Ayat 17:85 menuliskan batas pengetahuan manusia, dan 42:52 menuliskan pemberian yang terjadi di dalam batas itu. Bagaimana seseorang memakai sesuatu yang diterimanya tetapi belum sanggup diterangkannya?
- Di 29:69 orang-orang yang berjuang untuk Allah dijanjikan bahwa Dia akan menunjukkan jalan-jalan-Nya, sedangkan di 42:52 petunjuk diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dua ayat itu berbicara dalam konteks yang berbeda dan tidak saling menjelaskan, dan teks tidak menyatukan syarat berjuang dengan kehendak. Seseorang dapat membaca keduanya berdampingan sebagai dua cara petunjuk disebut, yang satu dengan syarat dan yang lain dengan kehendak. Di antara berjuang dan dikehendaki, di mana seseorang menaruh dirinya ketika membaca dua ayat itu bersama?
- Penerima petunjuk di 42:52 disebut "hamba-hamba Kami", dan yang berbicara memakai "Kami" untuk ruh, cahaya, kehendak, dan hamba dalam satu ayat. Dalam kalimat itu setiap kata kerja memberi petunjuk memiliki pelaku yang jelas, yaitu Kami untuk yang pertama dan "engkau" untuk yang kedua. Orang yang merasa ikut menentukan siapa yang pantas menerima petunjuk, misalnya di antara anak, murid, atau kawan, dapat memperhatikan bahwa penentu dalam kalimat ini adalah Kami. Apa yang tersisa dari peran penentu itu bagi manusia bila yang tertulis untuknya adalah memberi petunjuk ke jalan yang lurus?
- Ayat ini menyusun rantai, yaitu Kami mewahyukan ruh kepada "engkau", Kami menjadikannya cahaya, Kami memberi petunjuk dengannya, dan engkau memberi petunjuk ke jalan yang lurus. Mata rantai terakhir menaruh manusia di ujung, sesudah semua pekerjaan Allah. Orang tua, guru, atau sahabat yang menunjukkan jalan kepada orang lain dapat membandingkan kedudukannya dengan mata rantai terakhir itu. Rantai itu berhenti pada yang disapa dengan "engkau", dan ayat tidak menyambungnya ke siapa pun sesudahnya. Di mata rantai mana seseorang merasa berdiri ketika menunjukkan jalan, di pangkal atau di ujung?