وَإِنَّهُ فِي أُمِّ الْكِتَابِ لَدَيْنَا لَعَلِيٌّ حَكِيمٌ
dan sesungguhnya ia berada dalam induk Kitab di sisi Kami, benar-benar tinggi dan penuh hikmah.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَإِنَّهُ فِي أُمِّ الْكِتَابِ لَدَيْنَا لَعَلِيٌّ حَكِيمٌwa-innahu fii ummi l-kitaabi ladaynaa la-'aliyyun hakiimundan sesungguhnya ia berada dalam induk Kitab di sisi Kami, benar-benar tinggi dan penuh hikmah
Terjemahan per kata (7 kata)
- وَإِنَّهُwa-innahudan sesungguhnya ia
- فِيfiidalam
- أُمِّummiinduk
- الْكِتَابِl-kitaabiKitab
- لَدَيْنَاladaynaadi sisi Kami
- لَعَلِيٌّla-'aliyyunbenar-benar Mahatinggi
- حَكِيمٌhakiimunbijaksana
Inti bacaan
Sifat (عَلِيٌّ, 'aliyyun) dipakai sebelas kali, delapan di antaranya untuk Allah, yaitu di 2:255, 4:34, 22:62, 31:30, 34:23, 40:12, 42:4, dan 42:51.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَإِنَّهُ, wa-innahu) yang berarti "dan sesungguhnya", yang tersusun dari huruf wa yang berarti "dan", (إِنَّ, inna) yang berarti "sesungguhnya", dan kata ganti (هُ, -hu) yang berarti "-nya". Kata ganti itu menunjuk apa yang dibicarakan di 43:3, dan huruf wa menyambung kedua ayat, sehingga 43:3 dan 43:4 membicarakan satu benda. Susunan wa-innahu yang diikuti keterangan tentang bacaan ini ada pula di 26:196, (وَإِنَّهُ لَفِي زُبُرِ الْأَوَّلِينَ, wa-innahu la-fii zuburi l-awwaliina) yang berarti "dan sesungguhnya itu benar-benar ada dalam kitab-kitab orang-orang terdahulu", dan ayat-ayat di dekatnya, 26:192 sampai 26:195, juga membicarakan bacaan yang sama. Di 26:196 benda itu diberi tempat, dan di 43:4 benda itu diberi tempat pula, tetapi tempatnya berbeda.
Tempat di ayat ini ialah (فِي أُمِّ الْكِتَابِ, fii ummi l-kitaabi) yang berarti "dalam induk Kitab". Kata (أُمِّ, ummi) yang berarti "induk" berakar أ-م-م, dan (الْكِتَابِ, l-kitaabi) yang berarti "Kitab" berakar ك-ت-ب. Rangkaian induk Kitab muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 3:7, 13:39, dan 43:4, dan konteks ketiganya berbeda. Di 3:7, (هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ, hunna ummu l-kitaabi) menyebut ayat-ayat yang dikukuhkan sebagai induk Kitab. Di 13:39, (وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ, wa-'indahu ummu l-kitaabi) yang berarti "dan di sisi-Nya induk Kitab" muncul sesudah pernyataan bahwa Allah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan. Di 43:4 induk Kitab menjadi tempat bagi apa yang dibicarakan di 43:3. Terjemahan memakai "induk Kitab" di ketiganya dan tidak menambahkan keterangan apa pun tentang wujudnya, karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkan keterangan semacam itu.
Kata (لَدَيْنَا, ladaynaa) yang berarti "di sisi Kami" tersusun dari (لَدَى, laday) dan (نَا, -naa) yang berarti "Kami". Bentuk ini muncul tujuh kali di enam surah, yaitu di 12:54, 23:62, 36:32, 36:53, 43:4, 50:35, dan 73:12. Satu ayat lain menaruh kitab di tempat itu, yaitu (وَلَدَيْنَا كِتَابٌ, wa-ladaynaa kitaabun) di 23:62 yang berarti "dan pada Kami ada kitab", dan kitab itu disebut berbicara dengan benar. Teks tidak menyatakan apakah kitab di 23:62 sama dengan induk Kitab di 43:4.
Dua sifat di ujung ayat, (لَعَلِيٌّ حَكِيمٌ, la-'aliyyun hakiimun), berarti "benar-benar tinggi dan penuh hikmah". Awalan la- yang berarti "benar-benar" melekat pada sifat pertama, (لَعَلِيٌّ, la-'aliyyun), dan sifat kedua, (حَكِيمٌ, hakiimun), mengikutinya. Sifat pertama berakar ع-ل-و dan muncul sebelas kali sebagai 'aliyy, yaitu di 2:255, 4:34, 19:50, 19:57, 22:62, 31:30, 34:23, 40:12, 42:4, 42:51, dan 43:4. Delapan menyifati Allah, yaitu 2:255, 4:34, 22:62, 31:30, 34:23, 40:12, 42:4, dan 42:51. Dua menyifati hal lain, (عَلِيًّا, 'aliyyan) di 19:50 untuk buah tutur yang benar dan di 19:57 untuk kedudukan. Kesebelas pemakaian itu berakhir di 43:4, tempat kata ini menyifati apa yang berada dalam induk Kitab. Pasangan 'aliyyun hakiimun persis muncul dua kali saja: (إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ, innahu 'aliyyun hakiimun) di 42:51 untuk Dia yang berbicara lewat wahyu, dan di 43:4.
Sifat kedua, hakiim yang berarti "penuh hikmah", berakar ح-ك-م. Di lima ayat sifat itu dikenakan pada bacaan atau tanda-tandanya, yaitu (وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ, wa-dz-dzikri l-hakiimi) di 3:58, (الْكِتَابِ الْحَكِيمِ, l-kitaabi l-hakiimi) di 10:1 dan 31:2, (وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ, wa-l-qur'aani l-hakiimi) di 36:2, serta (حَكِيمٌ, hakiimun) di 43:4. Terjemahan memakai "penuh hikmah" di kelimanya. Titik di ujung terjemahan ada karena 43:5 membuka pertanyaan baru.
Tafsiran
Ayat 43:4 membicarakan benda yang sama dengan 43:3. Di 43:3 benda itu dijadikan bacaan berbahasa Arab, sedangkan di 43:4 benda itu berada di sisi Kami, dalam induk Kitab, dan disifati tinggi serta penuh hikmah. Dua ayat itu disambung huruf wa, sehingga keduanya terbaca sebagai dua keterangan tentang satu benda. Teks tidak menyatakan hubungan antara bacaan di 43:3 dan yang di sisi Kami, apakah asal dan salinan atau hal lain, dan pembacaan apa pun tentang hubungan itu datang dari luar ayat.
Ayat 43:3 memakai kata kalian, sedangkan 43:4 tidak menyapa siapa pun dan tidak memuat kata kalian. Pendengar yang tadinya disebut sebagai tujuan bacaan menjadi pengamat keterangan tentang bacaan itu. Ayat 43:5 kemudian menyapa lagi dengan kata kalian, dan 43:6 menoleh kepada para nabi terdahulu. Ayat 43:4 karena itu menjadi jeda di antara ayat-ayat yang berbicara kepada pendengar, dan isi jeda itu ialah keterangan tentang kedudukan, tanpa tuntutan apa pun.
Dua sifat di ujung ayat ini juga menghubungkan permulaan Surah 43 dengan penutup Surah 42. Di 42:51 pasangan 'aliyyun hakiimun dikatakan tentang Dia yang berbicara lewat wahyu, dan 42:52 melanjutkan dengan Kami yang mewahyukan dan menjadikan sesuatu cahaya. Di 43:4 pasangan yang sama dikatakan tentang apa yang berada dalam induk Kitab. Dua sifat itu hanya dipasangkan dua kali di Al-Qur'an, dan keduanya berada di sekitar batas dua surah yang bertetangga, 42:51 menjelang akhir Surah 42 dan 43:4 di awal Surah 43. Pokok yang disifati berbeda: Dia di 42:51 dan benda di sisi Kami di 43:4. Teks tidak menghubungkan keduanya, dan kesamaan bunyi itu dicatat sebagai pola.
Renungan dan Hikmah
- Benda yang di 43:3 dijadikan bacaan berbahasa Arab berada di sisi Kami dalam induk Kitab menurut 43:4. Di 13:39 induk Kitab disebut berada di sisi-Nya, sesudah ayat itu menyatakan bahwa Allah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan. Teks tidak menjelaskan hubungan antara bacaan di 43:3 dan induk Kitab di 43:4. Pembaca yang menyimpan bacaan di rumahnya dapat memperhatikan ke mana pikirannya pergi ketika ayat menyebut tempat bagi bacaan yang sedang dipegangnya. Apakah tempat yang disebut di sisi Kami mengubah cara pembaca memegang bacaan di tangannya?
- Pasangan tinggi dan penuh hikmah dikatakan tentang Dia di 42:51, yaitu Allah yang berbicara lewat wahyu, dan dikatakan tentang apa yang berada dalam induk Kitab di 43:4. Dua sifat itu tidak dipasangkan di tempat lain dalam Al-Qur'an. Pembaca yang mendengar kedua sifat itu menjelang akhir sebuah surah dan di awal surah berikutnya mendengar dua pernyataan dengan kata yang sama dan pokok bahasan berbeda. Orang yang mengenali sebuah ungkapan dari tempat lain dapat memperhatikan apakah kedua pokok itu disamakan atau dibiarkan berdiri masing-masing. Apa yang terjadi pada sebuah pernyataan ketika pembaca mengenali bunyinya sebelum memeriksa siapa yang dibicarakan?
- Sifat penuh hikmah dikenakan pada bacaan atau tanda-tandanya di lima ayat: 3:58, 10:1, 31:2, 36:2, dan 43:4. Di 45:2 sifat yang sama berdampingan dengan digdaya dan dikatakan tentang Allah yang menurunkan Kitab. Di 43:4 sifat itu disebut tentang apa yang berada di sisi Kami, tanpa menunggu penilaian pembaca ketika membacanya. Pembaca yang pernah menutup sebuah ayat dengan perasaan tidak mendapat apa-apa dapat memperhatikan bahwa ayat ini menyebut sifat itu lebih dulu daripada pengalaman siapa pun. Apakah perasaan tidak mendapat apa-apa berbicara tentang ayat itu, atau tentang kesiapan pembaca pada saat itu?
- Ayat 43:3 memakai kata kalian, 43:4 tidak, dan 43:5 memakai kata itu lagi. Di tengah, 43:4 hanya mengatakan sesuatu tentang kedudukan bacaan, tanpa menuntut dan tanpa menyapa. Pembaca yang baru saja disapa lalu dibiarkan menyimak keterangan tentang bacaan berada dalam keadaan yang berbeda dari 43:3 dan 43:5: pembaca tidak diminta berbuat apa-apa dan hanya diberi tahu. Seseorang yang selalu mencari tugas dalam setiap ayat dapat memperhatikan bagaimana rasanya menerima sebuah keterangan yang tidak menugaskan apa pun kepadanya. Apakah keterangan semacam itu tetap bekerja pada pembaca yang menerimanya?
- Kitab ditaruh di sisi Kami di dua ayat: di 43:4 sebagai induk Kitab, dan di 23:62 sebagai kitab yang berbicara dengan benar, tepat sesudah pernyataan bahwa Kami tidak membebani satu jiwa kecuali sesuai kesanggupannya. Teks tidak menyamakan kedua kitab itu. Pembaca yang mendengar kata kitab di sisi Kami mudah menyatukan keduanya dalam satu gambar, padahal ayat-ayatnya tidak memintanya. Orang yang menyimpan satu gambar untuk setiap kata dapat memeriksa ayat mana yang melahirkan gambar itu. Dari kedua ayat ini, berapa banyak yang datang dari teks dan berapa banyak yang dibawa dari tempat lain?
- Induk Kitab muncul tiga kali: di 3:7 sebagai sebutan bagi ayat-ayat yang dikukuhkan, di 13:39 sebagai sesuatu yang berada di sisi-Nya sesudah Allah menghapus dan menetapkan, dan di 43:4 sebagai tempat bagi benda yang dibicarakan di 43:3. Di 3:7 ayat itu bermula dengan Dia yang menurunkan Kitab kepadamu. Tiga konteks berbeda memakai kata yang sama, dan teks tidak menetapkan bahwa ketiganya merujuk pada benda yang sama. Pembaca yang membawa satu arti ke ketiga tempat itu dapat bertanya apakah arti itu lahir dari ayat pertama yang dibacanya. Apa yang berubah pada sebuah kata ketika dibaca di tiga ayat sekaligus dan bukan di satu ayat?