أَفَنَضْرِبُ عَنْكُمُ الذِّكْرَ صَفْحًا أَنْ كُنْتُمْ قَوْمًا مُسْرِفِينَ
Maka, apakah Kami akan memalingkan peringatan dari kalian sepenuhnya karena kalian kaum yang melampaui batas?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَفَنَضْرِبُ عَنْكُمُ الذِّكْرَ صَفْحًاa-fa-nadhribu 'ankumu dz-dzikra shafhanmaka, apakah Kami akan memalingkan peringatan dari kalian sepenuhnya
- أَنْ كُنْتُمْ قَوْمًا مُسْرِفِينَan kuntum qawman musrifiinakarena kalian kaum yang melampaui batas
Terjemahan per kata (8 kata)
- أَفَنَضْرِبُa-fa-nadhribumaka apakah Kami membiarkan
- عَنْكُمُ'ankumudari kalian
- الذِّكْرَdz-dzikraperingatan
- صَفْحًاshafhanberpaling
- أَنْankarena
- كُنْتُمْkuntumkalian adalah
- قَوْمًاqawmankaum
- مُسْرِفِينَmusrifiinaorang-orang yang melampaui batas
Inti bacaan
Susunan (كُنْتُمْ قَوْمًا, kuntum qawman) muncul lima kali di Al-Qur'an, yaitu di 9:53, 37:30, 43:5, 45:31, dan 48:12, dan tiap kali disusul sifat yang berbeda.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (أَفَنَضْرِبُ, a-fa-nadhribu) yang berarti "maka, apakah Kami akan memalingkan", tersusun dari (أَ, a) huruf tanya yang berarti "apakah", (فَ, fa) yang berarti "maka", dan (نَضْرِبُ, nadhribu) yang berarti "Kami akan memalingkan". Huruf fa menyambung pertanyaan ini ke ayat-ayat sebelumnya. Kata kerja (ضَرَبَ, dharaba) berakar ض-ر-ب, dan bentuk (نَضْرِبُ, nadhribu) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 29:43, 43:5, dan 59:21. Di 29:43 dan 59:21 bunyinya (نَضْرِبُهَا, nadhribuhaa) yang berarti "Kami buat", dengan perumpamaan-perumpamaan sebagai benda yang dibuat. Di 43:5 kata kerja itu langsung diikuti (عَنْكُمُ, 'ankumu) yang berarti "dari kalian", dan susunan (نَضْرِبُ عَنْكُمُ, nadhribu 'ankumu) hanya ada di ayat ini. Terjemahan memakai "memalingkan" karena kata penghubung 'an menentukan arahnya, yaitu sesuatu bergerak menjauh dari kalian.
Benda yang dipalingkan ialah (الذِّكْرَ, dz-dzikra) yang berarti "peringatan", dari akar ذ-ك-ر. Bentuk persis ini muncul enam kali di enam surah, yaitu di 15:9, 16:44, 25:18, 36:11, 43:5, dan 68:51, dan terjemahan memakai "peringatan" di keenamnya. Di 15:9 kata itu menjadi objek kata kerja menurunkan, dan di 36:11 menjadi objek kata kerja mengikuti, sehingga di korpus peringatan dapat diturunkan dan dapat diikuti. Di Surah 43 akar yang sama menjadi kata benda tiga kali, yaitu di 43:5, 43:36, dan 43:44.
Kata (صَفْحًا, shafhan), yang di terjemahan menjadi "sepenuhnya", hanya muncul di ayat ini. Akarnya ص-ف-ح muncul delapan kali di tujuh ayat, yaitu 2:109, 5:13, 15:85, 24:22, 43:5, 43:89, dan 64:14. Enam di antaranya kata kerja. Di 2:109, 5:13, 24:22, dan 64:14 kata kerja itu berdampingan dengan kata kerja untuk memaafkan dari akar ع-ف-و, misalnya (فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا, fa-'fuu wa-shfahuu) di 2:109. Di 43:89 kata kerja itu berdiri sendiri, (فَاصْفَحْ عَنْهُمْ, fa-shfah 'anhum) yang berarti "maka, berpalinglah dari mereka". Bentuk bendanya (الصَّفْحَ, sh-shafha) ada di 15:85, (فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ, fa-shfahi sh-shafha l-jamiila) yang berarti "maka maafkanlah dengan pemaafan yang baik". Di ayat ini kata bendanya tidak diberi sifat seperti jamiil dan tidak berdampingan dengan kata memaafkan, sehingga artinya tidak dapat dipastikan dari ayat-ayat tadi. Terjemahan memilih "sepenuhnya" sebagai keterangan bagi memalingkan, dan padanan itu pilihan penerjemah. Tidak ada ayat lain yang memakai akar ini untuk menyatakan takaran penuh, dan ayat-ayat lain memakainya untuk sikap terhadap pihak lain, sebagai memaafkan atau berpaling.
Kalimat dilanjutkan dengan (أَنْ كُنْتُمْ قَوْمًا مُسْرِفِينَ, an kuntum qawman musrifiina) yang berarti "karena kalian kaum yang melampaui batas". Susunan (أَنْ كُنْتُمْ, an kuntum) yang berarti "karena kalian" hanya ada di ayat ini. Susunan (كُنْتُمْ قَوْمًا, kuntum qawman) yang berarti "kalian adalah kaum" muncul lima kali, yaitu di 9:53, 37:30, 43:5, 45:31, dan 48:12, dan tiap kali disusul sifat berbeda, di antaranya (فَاسِقِينَ, faasiqiina) di 9:53, (طَاغِينَ, thaaghiina) di 37:30, (مُسْرِفِينَ, musrifiina) di ayat ini, dan (مُجْرِمِينَ, mujrimiina) di 45:31. Kata (مُسْرِفِينَ, musrifiina) berakar س-ر-ف dan muncul sepuluh kali, yaitu di 6:141, 7:31, 10:12, 10:83, 21:9, 26:151, 40:43, 43:5, 44:31, dan 51:34. Di 6:141 dan 7:31 kata itu menyertai larangan berlebihan sesudah perintah makan, dan terjemahan memakai "berlebih-lebihan" di 6:141 dan "berlebihan" di 7:31. Di delapan ayat sisanya, termasuk ayat ini, kata itu menyebut pihak yang dinilai, sehingga terjemahan memakai "melampaui batas". Sebutan kaum dengan sifat itu ada di tiga ayat, yaitu (قَوْمٌ مُسْرِفُونَ, qawmun musrifuuna) di 7:81 dan 36:19, serta ayat ini. Titik tanya di ujung terjemahan menandai bahwa seluruh kalimat adalah pertanyaan.
Tafsiran
Ayat 43:5 berbentuk pertanyaan, dan jawabannya tidak tertulis di ayat ini. Sesudah 43:3 dan 43:4 menyatakan apa yang Kami jadikan dan tempatnya, 43:5 bertanya apakah Kami akan memalingkan peringatan dari kalian karena kalian kaum yang melampaui batas. Kata kalian di sini sama dengan kata kalian di 43:3, (لَعَلَّكُمْ, la'allakum) yang berarti "agar kalian", sehingga pihak yang di 43:3 disebut sebagai tujuan agar berakal dan pihak yang di 43:5 disebut kaum yang melampaui batas memakai kata yang sama, tanpa pembeda di antaranya.
Nama benda yang dibicarakan berganti dari ayat ke ayat: Kitab di 43:2, bacaan di 43:3, apa yang ada dalam induk Kitab di 43:4, dan peringatan di 43:5. Di surah yang sama, 43:44 menyebut (وَإِنَّهُ لَذِكْرٌ, wa-innahu la-dzikrun) yang berarti "dan sesungguhnya ia benar-benar peringatan", sehingga sebutan peringatan di 43:5 dapat dibaca menunjuk benda yang sama dengan ayat-ayat sebelumnya, meskipun ayat ini sendiri tidak menyatakan kesamaan itu.
Jawaban atas pertanyaan ini dapat dibaca datang lewat contoh di ayat-ayat sesudahnya. Ayat 43:6 menyebut betapa banyak nabi yang diutus di kalangan orang-orang terdahulu, 43:7 menyebut bahwa tidak seorang nabi pun datang kepada mereka kecuali diolok-olok, dan 43:8 menyebut bahwa Kami membinasakan pihak yang lebih keras kekuatannya. Dalam contoh itu pengutusan terjadi berkali-kali meskipun olok-olok mengikutinya. Teks tidak menyatakan "ya" atau "tidak" untuk pertanyaan di 43:5 sendiri.
Akar yang sama dengan shafhan muncul lagi di ujung surah. Ayat 43:89 berbunyi (فَاصْفَحْ عَنْهُمْ, fa-shfah 'anhum) yang berarti "maka, berpalinglah dari mereka", dan ayat sebelumnya, 43:88, menyebut (قَوْمٌ, qawmun) yang berarti "kaum" yang tidak beriman. Pertanyaan apakah Kami akan memalingkan peringatan di 43:5 memuat shafhan dari akar ص-ف-ح, dan surah ini ditutup dengan perintah berpaling dari kaum dengan akar yang sama. Teks tidak menghubungkan kedua ayat itu, sehingga kesamaan akar dicatat sebagai pola.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 43:5 bertanya apakah Kami akan memalingkan peringatan, dan jawabannya tidak tertulis di ayat itu. Ayat-ayat sesudahnya memberi contoh: betapa banyak nabi diutus, dan tidak seorang pun datang tanpa diolok. Di 65:10 Allah disebut telah menurunkan peringatan kepada kalian, orang-orang yang berakal dan beriman. Pembaca yang menerima pertanyaan tanpa jawaban tertulis dapat memperhatikan jawaban apa yang segera disodorkan hatinya, dan dari mana jawaban itu datang. Apakah jawaban itu lahir dari bunyi ayat, atau dari harapan pembaca tentang bagaimana ayat itu seharusnya berakhir?
- Kata kalian di 43:3 dan di 43:5 tidak diberi pembeda, padahal yang pertama menyebut tujuan agar berakal dan yang kedua menyebut kaum yang melampaui batas. Pembaca yang membaca 43:3 sebagai kabar tentang dirinya dan 43:5 sebagai tuduhan kepada orang lain melewatkan bahwa kata yang dipakai sama. Teks tidak menyatakan bahwa kedua kalian itu pihak yang berbeda. Orang yang biasa menaruh dirinya di bagian ayat yang menyenangkan dapat memperhatikan di bagian mana ia berhenti membaca dirinya. Di antara dua sapaan itu, pembaca menempatkan dirinya pada sapaan yang mana, dan atas dasar apa?
- Di 36:19 sebutan kaum yang melampaui batas diucapkan sesudah pertanyaan apakah itu karena kalian diberi peringatan, dan di 43:5 sebutan yang sama muncul tepat sesudah kata peringatan. Dua ayat itu menaruh tuduhan melampaui batas di dekat peringatan, dan teks tidak menyatakan sebab di antara keduanya. Pembaca yang pernah diperingatkan lalu merasa dituduh dapat memperhatikan apa yang terjadi pada dirinya dalam jeda itu: mendengar isi peringatan, atau mendengar kesan tentang dirinya. Apakah peringatan yang sama terdengar lain bagi orang yang sedang membela diri?
- Surah 43 memuat di 43:5 pertanyaan apakah Kami akan memalingkan peringatan dari kalian, dengan kata shafhan dari akar ص-ف-ح, dan ditutup dengan perintah berpaling dari mereka, dengan akar yang sama. Tepat sebelum 43:89, ayat 43:88 mencatat ucapan, "Tuhanku, sesungguhnya mereka ini kaum yang tidak beriman", yang kembali menyebut kaum. Teks tidak menghubungkan kedua ayat itu. Pembaca yang menempuh surah ini dari awal sampai akhir mendapati bahwa berpaling ditaruh pada dua pihak yang berbeda. Apa yang membuat memalingkan peringatan di 43:5 dipertanyakan, sedangkan berpaling di 43:89 diperintahkan?
- Kata musrif dipakai di 7:31 bagi orang yang berlebihan dalam makan dan minum, dan di 43:5 bagi kaum. Di 7:31 Dia disebut tidak mencintai orang-orang yang berlebihan, sesudah perintah makan, minum, dan memakai perhiasan. Akar yang sama menjangkau perkara sehari-hari dan sebutan bagi sebuah kaum, tanpa tangga yang menghubungkan keduanya. Pembaca yang menimbang kaum melampaui batas jauh di luar dirinya dapat memperhatikan bahwa akar yang sama dipakai untuk perkara di piringnya sendiri. Di bagian hidupnya yang mana akar itu terdengar paling dekat?
- Dalam empat ayat berurutan benda yang dibicarakan disebut dengan empat kata dari empat akar berbeda: Kitab di 43:2, bacaan di 43:3, induk Kitab di 43:4 lewat kata ganti, dan peringatan di 43:5. Di 43:44 kata peringatan dipakai lagi untuk benda yang disebut dengan kata ganti. Ayat-ayat itu tidak menyatakan bahwa keempat sebutan menunjuk benda yang sama, dan pembaca dapat memperhatikan sebutan mana yang paling akrab di telinganya. Orang yang hanya memakai satu sebutan untuk bacaan ini mungkin tidak pernah mendengar apa yang dikatakan tiga sebutan lainnya. Sebutan mana yang jarang dipakainya, dan apa yang tidak terdengar karena itu?