وَكَمْ أَرْسَلْنَا مِنْ نَبِيٍّ فِي الْأَوَّلِينَ

Dan betapa banyak nabi yang Kami utus di kalangan orang-orang yang terdahulu,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَكَمْ أَرْسَلْنَا مِنْ نَبِيٍّ فِي الْأَوَّلِينَwa-kam arsalnaa min nabiyyin fii l-awwaliinadan betapa banyak nabi yang Kami utus di kalangan orang-orang yang terdahulu

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. وَكَمْwa-kamdan betapa banyak
  2. أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
  3. مِنْmindari
  4. نَبِيٍّnabiyyinnabi
  5. فِيfiidi kalangan
  6. الْأَوَّلِينَl-awwaliinaorang-orang terdahulu

Inti bacaan

Susunan (كَمْ أَهْلَكْنَا, kam ahlaknaa) muncul sepuluh kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:6, 17:17, 19:74, 19:98, 20:128, 28:58, 32:26, 36:31, 38:3, dan 50:36, sedangkan (كَمْ أَرْسَلْنَا, kam arsalnaa) hanya di 43:6.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَكَمْ, wa-kam) yang berarti "dan betapa banyak", tersusun dari (وَ, wa) yang berarti "dan" dan (كَمْ, kam) yang berarti "betapa banyak". Kata kam menyatakan jumlah yang besar tanpa menyebut bilangan. Terjemahan memakai "betapa banyak" di ayat ini karena kalimatnya tidak meminta jawaban, sama dengan 7:4, 17:17, 19:74, 19:98, 21:11, 28:58, 32:26, 38:3, 44:25, 50:36, dan 53:26. Kam paling sering disusul (أَهْلَكْنَا, ahlaknaa) yang berarti "Kami binasakan", dan susunan (كَمْ أَهْلَكْنَا, kam ahlaknaa) muncul sepuluh kali, yaitu di 6:6, 17:17, 19:74, 19:98, 20:128, 28:58, 32:26, 36:31, 38:3, dan 50:36. Susunan (كَمْ أَرْسَلْنَا, kam arsalnaa) yang berarti "betapa banyak Kami utus" hanya ada di ayat ini. Di 3:146 jumlah nabi dikatakan dengan kata lain, (وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ, wa-ka-ayyin min nabiyyin) yang berarti "dan betapa banyak nabi".

Kata kerja (أَرْسَلْنَا, arsalnaa) yang berarti "Kami utus" berakar ر-س-ل. Susunan (أَرْسَلْنَا مِنْ, arsalnaa min) muncul sebelas kali di sembilan surah, yaitu di 4:64, 12:109, 14:4, 15:10, 16:43, 21:25, 22:52, 30:47, 43:6, 43:23, dan 43:45, dan tiga di antaranya ada di surah ini. Tiga ayat Surah 43 yang memakai kata utus menyebut yang diutus dengan tiga kata berbeda: (نَبِيٍّ, nabiyyin) yang berarti "nabi" di 43:6 dan 43:7, (نَذِيرٍ, nadziirin) yang berarti "pemberi peringatan" di 43:23, dan (رُسُلِنَا, rusulinaa) yang berarti "rasul-rasul Kami" di 43:45. Kata nabi berakar ن-ب-أ. Susunan (مِنْ نَبِيٍّ, min nabiyyin) muncul empat kali, yaitu di 3:146, 7:94, 43:6, dan 43:7, dan terjemahan memakai "nabi" tanpa "seorang" di ayat ini karena kata Arabnya tidak menyebut bilangan.

Keterangan tempatnya, (فِي الْأَوَّلِينَ, fii l-awwaliina), berarti "di kalangan orang-orang yang terdahulu". Huruf fii berarti "di" atau "dalam", dan terjemahan memakai "di kalangan" seperti di 15:10, (فِي شِيَعِ الْأَوَّلِينَ, fii syiya'i l-awwaliina) yang berarti "di kalangan golongan-golongan terdahulu", dan di 37:72, (فِيهِمْ, fiihim) yang berarti "di kalangan mereka". Di 7:94, (فِي قَرْيَةٍ, fii qaryatin) berarti "di suatu negeri". Huruf lain, (إِلَىٰ, ilaa) yang berarti "kepada", dipakai bila pengutusan menuju seseorang, yaitu (رُسُلًا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ, rusulan ilaa qawmihim) yang berarti "rasul-rasul kepada kaum mereka" di 30:47 dan (أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ, arsalnaa ilayhimu) yang berarti "Kami mengutus kepada mereka" di 36:14. Dua huruf itu diberi dua padanan, "di kalangan" untuk fii dan "kepada" untuk ilaa, sehingga "kepada" tidak dipakai untuk fii.

Kata (الْأَوَّلِينَ, l-awwaliina) yang berarti "orang-orang yang terdahulu" berakar أ-و-ل dan muncul tiga puluh dua kali di sembilan belas surah, yaitu di 6:25, 8:31, 8:38, 15:10, 15:13, 16:24, 18:55, 23:24, 23:68, 23:83, 25:5, 26:26, 26:137, 26:184, 26:196, 27:68, 28:36, 35:43, 37:71, 37:126, 37:168, 43:6, 43:8, 44:8, 46:17, 56:13, 56:39, 56:49, 68:15, 77:16, 77:38, dan 83:13. Di surah ini kata itu ada dua kali, di ayat ini dan di 43:8, (وَمَضَىٰ مَثَلُ الْأَوَّلِينَ, wa-madhaa matsalu l-awwaliina) yang berarti "dan telah berlalu perumpamaan orang-orang yang terdahulu", dan terjemahan di kedua tempat sama. Teks tidak menyebut jumlah nabi dan tidak menyebut nama mereka, sehingga "betapa banyak" tetap tanpa bilangan. Koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat bersambung ke 43:7.

Tafsiran

Ayat 43:6 mengalihkan bacaan dari pertanyaan ke contoh. Ayat 43:5 bertanya tentang peringatan dan kaum yang melampaui batas, lalu 43:6 menoleh ke belakang dengan kata Kami yang sama: betapa banyak nabi yang Kami utus di kalangan orang-orang terdahulu. Pertanyaan di 43:5 tidak dijawab dengan "ya" atau "tidak", dan 43:6 memberi bahan untuk menimbangnya lewat sejarah pengutusan.

Ayat ini bergantung pada dua ayat sesudahnya. Ayat 43:7 melanjutkan dengan (وَمَا يَأْتِيهِمْ مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ, wa-maa ya'tiihim min nabiyyin illaa kaanuu bihi yastahzi'uuna) yang berarti "dan tidak datang seorang nabi pun kepada mereka kecuali mereka selalu mengolok-oloknya", dan 43:8 menyebut bahwa Kami membinasakan yang lebih keras kekuatannya serta telah berlalu perumpamaan orang-orang terdahulu. Kata al-awwaliina membuka rangkaian di 43:6 dan menutupnya di 43:8, sehingga olok-olok di 43:7 terkurung di antara dua sebutan yang sama.

Rangkaian ini punya padanan di Surah 15. Ayat 15:10 berbunyi (وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ فِي شِيَعِ الْأَوَّلِينَ, wa-la-qad arsalnaa min qablika fii syiya'i l-awwaliina) yang berarti "dan sungguh Kami telah mengutus sebelummu di kalangan golongan-golongan terdahulu", 15:11 memuat kalimat olok-olok dengan rasul, dan 15:13 menutup dengan (وَقَدْ خَلَتْ سُنَّةُ الْأَوَّلِينَ, wa-qad khalat sunnatu l-awwaliina) yang berarti "padahal telah berlalu ketetapan orang-orang terdahulu". Kalimat olok-olok yang sama, (إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ, illaa kaanuu bihi yastahzi'uuna), muncul tiga kali, yaitu di 15:11, 36:30, dan 43:7. Bedanya, 15:11 dan 36:30 menyebut rasul yang datang, 43:7 menyebut nabi, dan 15:13 menutup dengan ketetapan sedangkan 43:8 menutup dengan contoh.

Jumlah nabi dan nama mereka tidak tertulis di ayat ini. Di 40:78 dikatakan bahwa di antara rasul-rasul yang diutus ada yang Kami kisahkan dan ada yang tidak, (مِنْهُمْ مَنْ قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَنْ لَمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ, minhum man qashashnaa 'alayka wa-minhum man lam naqshush 'alayka). Dengan ayat itu, "betapa banyak" di 43:6 dapat dibaca mencakup yang namanya tidak pernah tertulis, meskipun 43:6 sendiri tidak memuat pernyataan itu.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 43:6 mengatakan betapa banyak nabi diutus tanpa menyebut satu angka atau satu nama pun. Di 40:78 Kami disebut telah mengutus rasul-rasul, ada yang dikisahkan dan ada yang tidak, dan tanda yang dibawa seorang rasul hanya datang dengan izin Allah. Pembaca yang mengenal nama-nama tertentu saja mudah menyangka bahwa daftar itu lengkap, padahal ayat ini membiarkan jumlahnya terbuka. Orang yang menghitung dengan nama yang diketahuinya dapat memperhatikan berapa banyak yang tidak masuk hitungannya. Seberapa luas sebenarnya yang dimaksud ayat ini ketika tidak ada satu pun bilangan yang disebut?
  • Rangkaian pengutusan dan olok-olok ada di 15:10 sampai 15:13 dan muncul lagi di 43:6 sampai 43:8, dengan kalimat olok-olok yang sama di 15:11, 36:30, dan 43:7. Bedanya, yang datang di 15:11 dan 36:30 adalah rasul, sedangkan di 43:7 adalah nabi. Pembaca yang pernah membaca bagian di surah lain mudah melewati bagian ini sebagai ulangan, dan melewatkan bahwa kata dan susunannya bergeser sedikit. Orang yang merasa sudah hafal sebuah bagian dapat memperhatikan perbedaan kecil yang ditinggalkan oleh ingatannya. Apa yang tidak terlihat dari sebuah cerita yang dianggap sudah dikenal?
  • Kata betapa banyak disusul kata kerja binasakan di sepuluh ayat, dan disusul kata kerja utus hanya di 43:6. Ayat ini menyebut banyaknya pengutusan. Pembaca yang terbiasa mengingat kisah orang-orang terdahulu sebagai kisah kehancuran akan mendapati bahwa kalimat ini mengarahkan hitungan ke tempat lain. Orang yang mengukur sejarah dengan jumlah yang runtuh dapat memperhatikan apa yang terjadi bila mulai menghitung yang datang kepada mereka. Mana yang lebih banyak dalam ingatannya, yang runtuh atau yang diutus?
  • Ayat 43:6 mengatakan nabi diutus di kalangan orang-orang terdahulu, dan di 14:4 dikatakan bahwa Kami tidak mengutus seorang rasul pun kecuali dengan bahasa kaumnya, lalu Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk siapa yang Dia kehendaki. Orang yang menunggu peringatan datang dari tempat yang jauh dapat memperhatikan apakah peringatan itu sudah ada di dekatnya sejak lama. Dari tempat apa pembaca biasanya mengharap sebuah peringatan datang, dan apakah di sana terdengar suara yang sebahasa dengan pembaca?
  • Tiga ayat Surah 43 yang memakai kata utus menyebut yang diutus dengan tiga kata: nabi di 43:6, pemberi peringatan di 43:23, dan rasul-rasul di 43:45. Di 43:45 pembaca diperintahkan bertanya kepada rasul-rasul itu apakah Kami menjadikan tuhan-tuhan yang disembah selain Ar-Rahman. Teks tidak menyatakan bahwa ketiga kata itu menunjuk golongan yang berbeda, dan pembaca dapat memperhatikan kata mana yang paling akrab baginya. Orang yang memakai satu kata saja untuk semua yang diutus mungkin tidak mendengar bahwa surah ini berganti kata. Sebutan mana yang paling sering dipakainya, dan apa yang tidak terdengar karena kebiasaan itu?
  • Ayat 43:8 menutup rangkaian dengan perumpamaan orang-orang terdahulu yang telah berlalu, dan di 33:62 disebut sunah Allah yang berlaku pada orang-orang yang telah berlalu sebelumnya, tanpa perubahan padanya. Dua ayat itu sama-sama menyebut orang-orang terdahulu sebagai sesuatu yang telah lewat dan tetap dibicarakan. Pembaca yang membaca kisah lama sebagai kisah milik orang lain dapat memperhatikan di mana pembaca berdiri ketika ayat berkata telah berlalu. Apakah sesuatu yang disebut telah berlalu masih menyentuh orang yang membacanya sekarang?