وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ خَلَقَهُنَّ الْعَزِيزُ الْعَلِيمُ

Dan jika engkau bertanya kepada mereka, “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi,” pastilah mereka akan menjawab, “Yang menciptakannya adalah Sang Digdaya, Sang Berilmu.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَwa-la-in sa'altahum man khalaqa s-samaawaati wa-l-ardhadan jika engkau bertanya kepada mereka, siapakah yang menciptakan langit dan bumi
  2. لَيَقُولُنَّ خَلَقَهُنَّ الْعَزِيزُ الْعَلِيمُla-yaquulunna khalaqahunna l-'aziizu l-'aliimupastilah mereka akan menjawab, yang menciptakannya adalah Sang Digdaya, Sang Berilmu

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. وَلَئِنْwa-la-indan sungguh jika
  2. سَأَلْتَهُمْsa'altahumengkau bertanya kepada mereka
  3. مَنْmanorang yang
  4. خَلَقَkhalaqamenciptakan
  5. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  6. وَالْأَرْضَwa-l-ardhadan bumi
  7. لَيَقُولُنَّla-yaquulunnasungguh mereka akan berkata
  8. خَلَقَهُنَّkhalaqahunnamenciptakan mereka
  9. الْعَزِيزُl-'aziizuSang Digdaya
  10. الْعَلِيمُl-'aliimuSang Berilmu

Inti bacaan

Pengakuan verbal yang kontradiktif: mereka mengakui 'Yang menciptakannya adalah Sang Digdaya, Sang Berilmu' namun tetap tidak konsisten dalam praktik penyembahan mereka sehari-hari.

Penjelasan pilihan kata

Kutipan kedua (jawaban hipotetis mereka) dibuka dan ditutup mandiri di ayat ini: kalimat kondisional 'jika kau tanya... mereka akan menjawab...' sudah lengkap secara gramatikal; uraian di 43:10-14 (bumi sebagai hamparan, air hujan, pasangan makhluk, hingga ajaran doa naik kendaraan) dipahami sebagai narasi Al-Qur'an sendiri yang ditujukan kepada pembaca, bukan lanjutan ucapan hipotetis orang musyrik.

Tafsiran

Ayat ini menggunakan pertanyaan retoris untuk mengungkap kontradiksi: mereka mengakui Allah sebagai Pencipta, namun tetap menyembah selain-Nya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut mereka pasti menjawab Sang Digdaya lagi Sang Berilmu. Jawabannya sudah ada pada mereka. Yang kurang bukan pengetahuan, melainkan apa yang mereka lakukan dengannya.
  • Yang mereka sebut dua sifat: digdaya dan berilmu. Bukan sekadar pencipta. Pengakuan mereka ternyata lebih lengkap daripada yang diperlukan untuk menyangkal sesembahan lain.
  • Allah menyuruh bertanya, bukan memberitahu. Jawabannya keluar dari mulut mereka sendiri. Yang paling sulit dibantah adalah pengakuan yang tak diminta siapa pun.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

wa-la-in sa'altaHUM = 2MS (Nabi) diterjemahkan 'Jika ENGKAU menanyakan' (terjemahan lain 'kamu' terlarang); sebutan TAKRIF diterjemahkan Sang Digdaya. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.