الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ مَهْدًا وَجَعَلَ لَكُمْ فِيهَا سُبُلًا لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagi kalian, dan menjadikan bagi kalian jalan-jalan padanya, agar kalian mendapat petunjuk,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ مَهْدًاalladzii ja'ala lakumu l-ardha mahdanyang menjadikan bumi sebagai hamparan bagi kalian
  2. وَجَعَلَ لَكُمْ فِيهَا سُبُلًا لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَwa-ja'ala lakum fiihaa subulan la'allakum tahtaduunadan menjadikan bagi kalian jalan-jalan padanya, agar kalian mendapat petunjuk

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. الَّذِيalladziiyang
  2. جَعَلَja'alamenjadikan
  3. لَكُمُlakumubagi kalian
  4. الْأَرْضَl-ardhabumi
  5. مَهْدًاmahdanhamparan
  6. وَجَعَلَwa-ja'aladan Dia menjadikan
  7. لَكُمْlakumbagi kalian
  8. فِيهَاfiihaapadanya
  9. سُبُلًاsubulanjalan-jalan
  10. لَعَلَّكُمْla'allakumagar kalian
  11. تَهْتَدُونَtahtaduunamemperoleh petunjuk

Inti bacaan

Susunan (جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ, ja'ala lakumu l-ardha) muncul enam kali di Al-Qur'an (2:22, 20:53, 40:64, 43:10, 67:15, 71:19), dan kata sesudah bumi berbeda di tiap ayat kecuali mahdan di 20:53 dan 43:10.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (الَّذِي, alladzii) yang berarti "yang", kata yang menerangkan siapa yang dibicarakan di 43:9. Kata kerja (جَعَلَ, ja'ala) yang berarti "menjadikan" berakar ج-ع-ل dan muncul dua kali di ayat ini, di awal dan sesudah huruf wa, dan terjemahan memakai "menjadikan" di keduanya. Kata (لَكُمُ, lakumu) yang berarti "bagi kalian" tersusun dari li yang berarti "bagi" dan kum yang berarti "kalian". Kata ganti kalian ini menyapa pendengar, berbeda dari kata ganti mereka di 43:9.

Susunan (جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ, ja'ala lakumu l-ardha) yang berarti "menjadikan bagi kalian bumi" muncul enam kali di enam surah, yaitu 2:22, 20:53, 40:64, 43:10, 67:15, dan 71:19. Kata yang menyusul bumi berbeda di tiap ayat: (فِرَاشًا, firaasyan) di 2:22, (مَهْدًا, mahdan) di 20:53 dan 43:10, (قَرَارًا, qaraaran) yang berarti "tempat menetap" di 40:64, (ذَلُولًا, dzaluulan) yang berarti "mudah" di 67:15, dan (بِسَاطًا, bisaathan) di 71:19. Di antara kelima kata itu, mahdan muncul dua kali.

Kata mahdan yang berarti "hamparan" berakar م-ه-د. Bentuk persis ini muncul dua kali di dua surah, yaitu 20:53 dan 43:10. Kata benda yang sama dengan akhiran lain muncul di tiga ayat, yaitu 3:46, 5:110, dan 19:29, dalam (فِي الْمَهْدِ, fii l-mahdi) yang berarti "dalam buaian", dan di 19:29 seorang anak kecil berada di sana. Terjemahan memakai "buaian" di 3:46 dan 5:110, "ayunan" di 19:29, dan "hamparan" di 43:10, sebab di 43:10 tempat ini diterima oleh kalian yang banyak dan tempatnya bumi. Bentuk lain dari akar yang sama, (مِهَادًا, mihaadan), ada di 78:6 dan diterjemahkan "hamparan".

Kata (سُبُلًا, subulan) yang berarti "jalan-jalan" berakar س-ب-ل dan memakai akhiran -an untuk benda tak tentu. Bentuk persis ini muncul lima kali di lima surah, yaitu 16:15, 20:53, 21:31, 43:10, dan 71:20. Susunan (فِيهَا سُبُلًا, fiihaa subulan) yang berarti "padanya jalan-jalan" muncul dua kali di dua surah, yaitu 20:53 dan 43:10. Di 20:53 kata kerjanya (وَسَلَكَ, wa-salaka) dari akar س-ل-ك, dalam (وَسَلَكَ لَكُمْ فِيهَا سُبُلًا, wa-salaka lakum fiihaa subulan) yang berarti "dan membuat bagi kalian padanya jalan-jalan", sedangkan di 43:10 kata kerjanya ja'ala. Ayat 43:10 menambahkan tujuan yang tidak ada di 20:53. Bentuk jamak dari akar yang sama dengan kata sandang, (السُّبُلَ, s-subula), ada di 6:153, (وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ, wa-laa tattabi'uu s-subula) yang berarti "dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan lain", dengan arti jalan-jalan yang tidak diikuti.

Kata (لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ, la'allakum tahtaduuna) yang berarti "agar kalian mendapat petunjuk" tersusun dari la'alla yang berarti "agar", akhiran -kum yang berarti "kalian", dan kata kerja tahtaduuna dari akar ه-د-ي. Susunan ini muncul enam kali di lima surah, yaitu 2:53, 2:150, 3:103, 7:158, 16:15, dan 43:10, dan 16:15 berbunyi (وَأَنْهَارًا وَسُبُلًا لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ, wa-anhaaran wa-subulan la'allakum tahtaduuna) yang berarti "dan sungai-sungai dan jalan-jalan, agar kalian mendapat petunjuk". Akar yang sama dipakai untuk menemukan arah di perjalanan, misalnya (وَبِالنَّجْمِ هُمْ يَهْتَدُونَ, wa-bi-n-najmi hum yahtaduuna) yang berarti "dan dengan bintang-bintang mereka mendapat petunjuk" di 16:16, dan (لِتَهْتَدُوا بِهَا فِي ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ, li-tahtaduu bihaa fii zhulumaati l-barri wa-l-bahri) yang berarti "agar kalian mendapat petunjuk dengannya dalam kegelapan di darat dan di laut" di 6:97. Terjemahan memakai "mendapat petunjuk" untuk makna arah di jalan (6:97, 16:16) dan untuk makna arahan hidup (7:158).

Tafsiran

Ayat ini membuka daftar keterangan tentang siapa yang disebut dua sifat di 43:9, dan butir pertamanya adalah tempat berpijak beserta jalan di atasnya. Daftar itu berjalan sampai 43:12. Tujuan petunjuk disebut di 43:10 dan tidak di dua ayat sesudahnya, yang memuat air dari langit dan pasangan tanpa tujuan di ayatnya sendiri.

Sapaan berpindah di ayat ini. Ayat 43:9 membicarakan mereka sebagai pihak ketiga, lalu 43:10 menyebut kalian. Teks tidak menyatakan siapa kalian itu dibanding mereka, dan kelanjutannya, 43:11 dan 43:12, tetap memakai kalian. Perpindahan itu membuat daftar ini terbaca sebagai sesuatu yang diucapkan kepada pendengar, tidak lagi tentang orang lain.

Susunan ayat ini sejajar dengan 20:53, tetapi tidak sama. Kedua ayat menyebut bumi sebagai hamparan dan jalan-jalan di dalamnya, lalu air dari langit. Ayat 20:53 mengikuti jalan itu dengan air dan tumbuhan, dan 43:10 mengikutinya dengan tujuan petunjuk lalu air di ayat berikutnya. Jadi 43:10 menaruh petunjuk di tempat yang di 20:53 ditempati kelanjutan ciptaan. Di 16:15 tujuan yang sama menutup daftar gunung, sungai, dan jalan, dan di 16:16 bintang masuk ke daftar itu sebagai penunjuk arah. Pada ayat 2:53, 2:150, 3:103, dan 7:158 tujuan itu mengikuti Kitab, arah menghadap, penjelasan tanda-tanda, dan ajakan mengikuti, sehingga tujuan petunjuk di 43:10 dan 16:15 melekat pada ciptaan di bumi, sedangkan di empat ayat lainnya melekat pada wahyu dan perintah.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 43:10 menaruh bumi dalam kalimat yang dijadikan bagi kalian, dan pelakunya Dia yang diterangkan di ayat sebelumnya. Lantai tempat pembaca berdiri sekarang masuk ke dalam kalimat itu. Tanah yang diinjak setiap hari dapat luput dipikirkan sebagai sesuatu yang disediakan, karena tanah itu sudah ada sebelum ada yang menanyakannya. Ayat ini menyebutnya lebih dulu, sebelum air, pasangan, dan kendaraan. Kapan terakhir pembaca memikirkan siapa yang menyediakan lantai tempat melangkah, dan apakah pikiran itu mengubah cara melangkahnya?
  • Jalan-jalan di 43:10 adalah sesuatu yang dijadikan bagi kalian, dan bentuk jamak dari kata yang sama di 6:153 adalah sesuatu yang tidak diikuti, karena mencerai-beraikan dari jalan-Nya. Ayat 6:153 menyebut jalan lain di samping jalan yang lurus, sedangkan 43:10 menyebut jalan yang diadakan Dia bagi kalian, jadi keduanya tidak disamakan. Pembaca yang menghadapi banyak pilihan dapat bertanya, jalan mana yang dijadikan bagi pembaca, dan jalan mana yang terlihat ramai hanya karena banyak orang melewatinya?
  • Ayat 43:10 mengikat jalan dengan tujuan petunjuk, dan akar yang sama dipakai di 6:97 untuk bintang yang dijadikan penunjuk di kegelapan darat dan laut. Di dua ayat itu sesuatu yang diciptakan diberi tujuan memberi arah. Di 3:103 tujuan yang sama menyertai penjelasan tanda-tanda oleh Allah. Orang yang berjalan setiap hari di jalan yang sudah ada dapat memperhatikan bahwa jalan itu mengantar ke tempat dan disebut pula bagian dari cara mendapat arah. Ke arah mana jalan yang dipakai pembaca paling sering membawanya, dan apakah arah itu yang dituju?
  • Daftar keterangan di 43:10 sampai 43:12 dimulai dari yang paling dekat dengan kaki, yaitu bumi dan jalan, lalu naik ke air dari langit, lalu ke pasangan dan kendaraan. Urutan itu bergerak dari tempat berpijak ke hal-hal yang terjadi di atas dan di sekitar pembaca. Hal pertama dalam urutan itu ada di bawah kaki setiap hari dan mudah luput dari perhatian. Hal biasa apa dalam sehari yang layak ditaruh paling awal dalam daftar syukur pembaca, dan hal apa yang selalu tertinggal dari daftar itu?
  • Ayat 43:9 membicarakan mereka, dan 43:10 mulai memakai kata kalian. Perpindahan itu terjadi di tengah deskripsi tentang apa yang telah dilakukan Dia, tanpa ayat yang menyatakan bahwa sekarang pembicaraan ditujukan kepada orang lain. Pembaca yang mengikuti pembicaraan sebagai pendengar dapat mendapati dirinya sudah termasuk di dalamnya sebelum menyadarinya. Pada kalimat mana dalam bacaan, ceramah, atau percakapan pembaca pernah merasa kata mereka tiba-tiba berubah menjadi kata kalian tanpa pemberitahuan?
  • Kata yang di 43:10 dipakai untuk bumi sebagai hamparan dipakai di 3:46, 5:110, dan 19:29 untuk tempat seorang anak berbaring sebelum dewasa. Ayat 43:10 tidak menghubungkan keduanya. Pembaca tetap dapat memperhatikan bahwa satu akar menjangkau dua benda dengan ukuran yang jauh berbeda. Apa yang berubah dalam cara pembaca menginjak tanah bila tanah itu dibayangkan sebagai tempat yang disiapkan bagi orang yang masih perlu dijaga?