أَمِ اتَّخَذَ مِمَّا يَخْلُقُ بَنَاتٍ وَأَصْفَاكُمْ بِالْبَنِينَ
Ataukah Dia mengambil anak-anak perempuan dari apa yang Dia ciptakan, dan memilihkan bagi kalian anak-anak lelaki?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَمِ اتَّخَذَ مِمَّا يَخْلُقُ بَنَاتٍami ttakhadza mimmaa yakhluqu banaatinataukah Dia mengambil anak-anak perempuan dari apa yang Dia ciptakan
- وَأَصْفَاكُمْ بِالْبَنِينَwa-ashfaakum bi-l-baniinadan memilihkan bagi kalian anak-anak lelaki
Terjemahan per kata (7 kata)
- أَمِamiataukah
- اتَّخَذَttakhadzamengambil
- مِمَّاmimmaadari apa yang
- يَخْلُقُyakhluqumenciptakan
- بَنَاتٍbanaatinanak-anak perempuan
- وَأَصْفَاكُمْwa-ashfaakumdan Dia mengistimewakan kalian
- بِالْبَنِينَbi-l-baniinadengan anak-anak lelaki
Inti bacaan
Bentuk (أَصْفَاكُمْ, ashfaakum) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 17:40 dan 43:16.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbentuk pertanyaan dan dibuka dengan (أَمِ, ami) yang berarti "ataukah". Rangkaian (أَمِ اتَّخَذَ, ami ttakhadza) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 19:78 dan 43:16. Di 19:78, (أَطَّلَعَ الْغَيْبَ أَمِ اتَّخَذَ عِنْدَ الرَّحْمَٰنِ عَهْدًا, a-ththala'a l-ghayba ami ttakhadza 'inda r-rahmaani 'ahdan) berarti "Apakah dia melihat yang gaib, ataukah telah membuat perjanjian di sisi Ar-Rahman?", dan pertanyaan pertamanya disebut lebih dulu. Di 43:16 tidak ada pertanyaan pertama; kalimat sebelumnya, 43:15, berupa pernyataan. Terjemahan tetap memakai "ataukah" untuk ami dan tidak menambahkan pertanyaan pembanding.
Kata kerja (اتَّخَذَ, ttakhadza) yang berarti "mengambil" berakar أ-خ-ذ, dan pelakunya tidak disebut namanya di ayat ini. Terjemahan menulis "Dia" karena akhiran -hu pada (لَهُ, lahu) di 43:15 menunjuk Tuhan, dan karena kata kerja sesudahnya, (يَخْلُقُ, yakhluqu) yang berarti "Dia ciptakan", dipakai untuk pelaku yang sama. Di 17:40, kata kerja (وَاتَّخَذَ, wa-ttakhadza) berpelaku sama dengan (أَفَأَصْفَاكُمْ, a-fa-ashfaakum), dan pelaku itu disebut dalam ayat yang sama sebagai (رَبُّكُمْ, rabbukum) yang berarti "Tuhan kalian".
Rangkaian (مِمَّا يَخْلُقُ, mimmaa yakhluqu) yang berarti "dari apa yang Dia ciptakan" muncul dua kali, yaitu di 39:4 dan 43:16. Di 39:4, (لَوْ أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا لَاصْطَفَىٰ مِمَّا يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ, law araada llaahu an yattakhidza waladan la-shthafaa mimmaa yakhluqu maa yasyaa'u) berarti "Seandainya Allah hendak mengambil anak, pasti Dia memilih apa yang Dia kehendaki dari apa yang Dia ciptakan". Ayat itu mengandaikan sesuatu yang tidak terjadi dan menempatkan pilihan di antara ciptaan. Di 43:16 rangkaian yang sama menyatakan bahwa anak-anak perempuan yang diandaikan diambil itu berasal dari apa yang Dia ciptakan.
Kata (بَنَاتٍ, banaatin) yang berarti "anak-anak perempuan" berakar ب-ن-ي dan tanpa kata sandang, dan bentuk persis itu muncul dua kali, yaitu di 6:100 dan 43:16. Di 6:100, (وَخَرَقُوا لَهُ بَنِينَ وَبَنَاتٍ بِغَيْرِ عِلْمٍ, wa-kharaquu lahu baniina wa-banaatin bi-ghayri 'ilmin) berarti "dan mereka mengada-adakan anak laki-laki dan anak perempuan bagi-Nya tanpa pengetahuan". Bentuk bersandang (الْبَنَاتِ, l-banaati) muncul di 16:57 dan 37:153, dan (الْبَنَاتُ, l-banaatu) di 37:149 dan 52:39. Kata ini menunjuk hubungan anak. Kata untuk jenis perempuan, (إِنَاثًا, inaatsan), muncul enam kali di lima surah, yaitu 4:117, 17:40, 37:150, 42:49, 42:50, dan 43:19, dan di 43:19 kata itu dikenakan pada malaikat. Enam kemunculan itu berada di lima surah karena Surah 42 memuatnya di dua ayat.
Kata kerja (أَصْفَاكُمْ, ashfaakum) yang berarti "memilihkan bagi kalian" tersusun dari kata kerja ashfaa, berakar ص-ف-و, dan akhiran (كُمْ, -kum) yang berarti "kalian". Bentuk persis ashfaakum muncul dua kali, yaitu di 17:40 dan 43:16, dan (بِالْبَنِينَ, bi-l-baniina) yang berarti "dengan anak-anak lelaki" muncul di dua ayat yang sama. Di 17:40, (أَفَأَصْفَاكُمْ رَبُّكُمْ بِالْبَنِينَ, a-fa-ashfaakum rabbukum bi-l-baniina) berarti "Apakah Tuhan kalian memilihkan anak laki-laki untuk kalian". Akar yang sama muncul dalam pembicaraan tentang anak bagi Allah pada empat ayat, yaitu 17:40, 37:153, 39:4, dan 43:16. Di 37:153, (أَصْطَفَى الْبَنَاتِ عَلَى الْبَنِينَ, a-shthafaa l-banaati 'alaa l-baniina) berarti "Apakah Dia memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak lelaki?", dan di 39:4 (لَاصْطَفَىٰ, la-shthafaa) berarti "pasti Dia memilih". Terjemahan memakai "memilihkan bagi kalian" karena -kum menjadi penerima pilihan itu.
Tafsiran
Ayat ini mengubah tuduhan 43:15 menjadi pertanyaan yang diarahkan kepada pihak yang menuduh. Sampai 43:15 pembicaraan memakai "mereka", dan di 43:16 akhiran -kum menyapa langsung, sehingga cerita tentang pihak lain menjadi pembicaraan dengan pihak itu. Akhiran -kum dibaca sebagai lanjutan dari "mereka" karena letaknya yang berurutan.
Ayat ini menaruh dua kelompok anak berhadapan: anak-anak perempuan yang diandaikan diambil oleh Dia, dan anak-anak lelaki yang diandaikan dipilihkan bagi kalian. Ayat tidak menilai anak-anak perempuan. Pembagiannya yang ditanyakan, yaitu satu kelompok untuk Dia dan kelompok lain untuk kalian. Pembagian semacam itu dinilai terang di ayat lain. Di 53:21, (أَلَكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ الْأُنْثَىٰ, a-lakumu dz-dzakaru wa-lahu l-untsaa) berarti "Apakah bagi kalian yang lelaki, sedangkan bagi-Nya yang perempuan?", dan 53:22 menyusulkan (تِلْكَ إِذًا قِسْمَةٌ ضِيزَىٰ, tilka idzan qismatun dhiizaa) yang berarti "Kalau begitu, itu suatu pembagian yang tidak adil". Di 52:39, (أَمْ لَهُ الْبَنَاتُ وَلَكُمُ الْبَنُونَ, am lahu l-banaatu wa-lakumu l-banuuna) menanyakan pembagian yang sama dengan pembuka am seperti di 43:16. Di 43:16 pertanyaan tidak disusul penilaian; penilaiannya ditunjukkan oleh reaksi yang dicatat di 43:17.
Ayat 39:4 menjawab dari sisi yang lain. Seandainya Allah hendak mengambil anak, pilihan itu jatuh pada apa yang Dia ciptakan menurut kehendak-Nya. Ayat 6:100 menambahkan bahwa klaim semacam itu dibuat tanpa pengetahuan. Ayat 43:16 tidak mengulang keduanya. Ayat ini menaruh klaim itu di dalam sebuah pertanyaan dan membiarkan kedua jawaban itu tersedia di tempat lain.
Ayat 43:15 menyatakan tuduhan, 43:16 menanyakan pembagiannya, 43:17 mencatat wajah seseorang yang menerima kabar, 43:18 menggambarkan orang yang dibesarkan dalam perhiasan, dan 43:19 menanyakan apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat.
Renungan dan Hikmah
- Pertanyaan ini menunjukkan sebuah pembagian: satu kelompok untuk Dia dan kelompok lain untuk kalian. Setiap pembagian membawa ukuran, dan ayat menanyakan pembagian itu kepada pihak yang membuatnya, tanpa menyebut ukuran apa yang dipakai. Jawabannya dibiarkan berada pada pihak yang ditanya. Pembaca dapat bertanya, dalam pembagian yang pernah dibuatnya antara dirinya dan orang lain, apakah ukuran yang dipakai masih akan diterimanya bila ia berdiri di sisi yang satunya?
- Ayat menyebut bahwa anak-anak perempuan yang diandaikan diambil itu berasal dari apa yang Dia ciptakan. Dengan kalimat itu, yang diandaikan diambil sudah diletakkan di antara ciptaan, dan ayat ini tidak menyebut sesuatu yang berdiri di antara Dia dan ciptaan-Nya. Bila pembaca menaruh seseorang atau sesuatu seakan-akan lebih dekat dengan Tuhan daripada makhluk lain, letak itu dapat diperiksa ulang dengan kalimat ini. Ayat tidak menyebut siapa atau apa yang dimaksud, dan hanya menyebut asalnya. Makhluk mana yang kedudukannya dalam pikiran pembaca melewati batas yang ditetapkan kalimat ini?
- Ayat ini tidak membantah dengan pernyataan panjang. Isinya pertanyaan yang jawabannya sudah dimiliki pihak yang ditanya, dan pihak itu dibiarkan menimbang sendiri. Bentuk ini mengubah perselisihan menjadi ruang berpikir, karena jawabannya tidak diberikan dari luar. Bagi pembaca, cara ini membuka kemungkinan untuk mengubah perdebatan yang sedang dihadapi menjadi satu pertanyaan jujur yang dapat dijawab sendiri oleh lawan bicara. Apa yang berubah dalam sebuah perselisihan bila pertanyaan menjadi hal pertama yang keluar dari mulut, dan penilaian menyusul kemudian?
- Ayat sebelumnya membicarakan mereka, dan ayat ini menyapa kalian. Perpindahan itu menghentikan cerita tentang orang lain dan menaruh pembicaraan langsung di depan pendengar. Tuduhan yang didengar sebagai cerita tentang pihak jauh berubah arah ketika ayat menyapa langsung. Ayat tidak mengatakan siapa yang disapa dan tidak menutup kemungkinan bahwa sapaan itu sampai pada pembaca. Dalam pembicaraan pembaca sendiri, kapan terakhir kata "mereka" berpindah menjadi "kalian" di depan orang yang dibicarakan?
- Anak-anak lelaki dalam ayat ini dikaitkan dengan kata memilihkan bagi kalian, seakan-akan sebuah kehormatan yang diberikan kepada penerimanya. Ayat tidak menyatakan bahwa anak lelaki lebih tinggi nilainya; kata itu diletakkan dalam pertanyaan, di tempat klaim yang dibicarakan. Dengan membaca kata memilihkan, pembaca dapat memeriksa pilihan-pilihan yang dianggapnya datang khusus kepada dirinya dan menimbang apa yang dipikirkannya tentang pihak yang tidak mendapat pilihan yang sama. Apakah anggapan bahwa dirinya dipilihkan sesuatu pernah dipakai untuk menyingkirkan orang lain dari pandangan?
- Ayat 6:100 menyebut klaim tentang anak bagi Dia dibuat tanpa pengetahuan, dan 43:16 menaruh klaim itu dalam bentuk pertanyaan. Pengetahuan menjadi ukuran sebelum pernyataan tentang Tuhan diucapkan. Pembaca dapat menghitung pernyataan tentang Tuhan yang pernah diucapkannya, lalu memisahkan yang diketahuinya dari yang hanya terdengar dari sekitarnya. Ayat tidak memberi daftar pernyataan mana yang benar, tetapi ayat menunjukkan bahwa pernyataan itu dapat ditanya kembali. Bagian mana dari pernyataan tentang Dia itu yang akan tetap berdiri bila ditanya dari mana pengetahuannya didapat?