وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِمَا ضَرَبَ لِلرَّحْمَٰنِ مَثَلًا ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ

Apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira tentang apa yang ia jadikan perumpamaan bagi Ar-Rahman, jadilah wajahnya menghitam, dan ia menahan kesedihan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِمَا ضَرَبَ لِلرَّحْمَٰنِ مَثَلًاwa-idzaa busysyira ahaduhum bi-maa dharaba li-r-rahmaani matsalanapabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira tentang apa yang ia jadikan perumpamaan bagi Ar-Rahman
  2. ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌzhalla wajhuhu muswaddan wa-huwa kazhiimunjadilah wajahnya menghitam, dan ia menahan kesedihan

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. وَإِذَاwa-idzaadan apabila
  2. بُشِّرَbusysyiradiberi kabar gembira
  3. أَحَدُهُمْahaduhumsalah seorang mereka
  4. بِمَاbi-maatentang apa yang
  5. ضَرَبَdharabamembuat
  6. لِلرَّحْمَٰنِli-r-rahmaanibagi Ar-Rahman
  7. مَثَلًاmatsalanperumpamaan
  8. ظَلَّzhallajadilah
  9. وَجْهُهُwajhuhuwajahnya
  10. مُسْوَدًّاmuswaddanmenghitam
  11. وَهُوَwa-huwasedang ia
  12. كَظِيمٌkazhiimunyang menahan kesedihan

Inti bacaan

Kalimat penutup (ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ, zhalla wajhuhu muswaddan wa-huwa kazhiimun) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 16:58 dan 43:17.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَإِذَا بُشِّرَ, wa-idzaa busysyira) yang berarti "dan apabila diberi kabar gembira". Kata kerja busysyira berakar ب-ش-ر dan berbentuk pasif, sehingga pembawa kabar tidak disebut. Bentuk persis (بُشِّرَ, busysyira) muncul tiga kali di dua surah, yaitu 16:58, 16:59, dan 43:17, karena Surah 16 memuatnya di dua ayat. Di 16:58, (وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنْثَىٰ, wa-idzaa busysyira ahaduhum bi-l-untsaa) berarti "dan apabila salah seorang dari mereka diberi kabar tentang anak perempuan", sehingga isi kabarnya disebut terang. Di 43:17 isi kabar tidak disebut. Ayat ini menunjuk (بِمَا ضَرَبَ لِلرَّحْمَٰنِ مَثَلًا, bi-maa dharaba li-r-rahmaani matsalan) yang berarti "tentang apa yang ia jadikan perumpamaan bagi Ar-Rahman" tanpa menamai isinya. Ayat 43:16 menyebut anak-anak perempuan sebagai yang diandaikan diambil oleh Dia, dan 16:58 menyebut anak perempuan sebagai isi kabar yang sama, sehingga isi kabar di 43:17 dibaca dari dua ayat itu.

Rangkaian (ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا, dharaba llaahu matsalan) yang berarti "Allah membuat perumpamaan" muncul tujuh kali di empat surah, yaitu 14:24, 16:75, 16:76, 16:112, 39:29, 66:10, dan 66:11, dengan Allah sebagai pelaku. Di 43:17 pelaku dharaba adalah orang ketiga tunggal laki-laki, dan sebutan terdekatnya ialah (أَحَدُهُمْ, ahaduhum) yang berarti "salah seorang di antara mereka", sehingga terjemahan menulis "ia". Dua ayat lain menyebut manusia yang membuat perumpamaan bagi Allah. Di 16:74, (فَلَا تَضْرِبُوا لِلَّهِ الْأَمْثَالَ, fa-laa tadhribuu li-llaahi l-amtsaala) berarti "Maka janganlah kalian membuat perumpamaan-perumpamaan bagi Allah", dan di 36:78, (وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا, wa-dharaba lanaa matsalan) berarti "dan ia membuat perumpamaan bagi Kami". Kata (مَثَلًا, matsalan) di 43:17 karena itu berarti sesuatu yang dibuat manusia untuk Ar-Rahman, berlawanan dengan tujuh ayat di atas yang pelakunya Allah.

Kata kerja (ظَلَّ, zhalla) yang berarti "jadilah" disusul (وَجْهُهُ, wajhuhu) yang berarti "wajahnya". Rangkaian (ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ, zhalla wajhuhu muswaddan wa-huwa kazhiimun) yang berarti "jadilah wajahnya menghitam, dan ia menahan" muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 16:58 dan 43:17. Kata (مُسْوَدًّا, muswaddan) berakar س-و-د, dan bentuk persisnya juga hanya ada di dua ayat itu. Akar yang sama dipakai untuk wajah di dua ayat lain, tetapi pada hari akhir: di 3:106, (وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ, wa-taswaddu wujuuhun) berarti "dan ada wajah yang menghitam", dan di 39:60, (وُجُوهُهُمْ مُسْوَدَّةٌ, wujuuhuhum muswaddatun) berarti "wajah mereka menghitam". Di 16:58 dan 43:17 menghitamnya wajah terjadi di dunia sebagai tanda keadaan batin.

Kata (كَظِيمٌ, kazhiimun) yang berarti "menahan" muncul tiga kali, yaitu di 12:84, 16:58, dan 43:17. Di 12:84, (وَابْيَضَّتْ عَيْنَاهُ مِنَ الْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيمٌ, wa-ibyadhdhat 'aynaahu mina l-huzni fa-huwa kazhiimun) berarti "dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan, maka dia menahan kepedihan", sehingga ayat itu sendiri menyebut sebabnya. Di 3:134, (وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ, wa-l-kaazhimiina l-ghayzha) berarti "dan orang-orang yang menahan amarah", dan benda yang ditahan disebut terang. Di 16:58 dan 43:17 tidak ada benda yang disebut. Terjemahan 43:17 memakai "kesedihan", sama dengan 16:58, karena kalimat penutup kedua ayat itu sama kata demi kata dan karena kata kesedihan juga ada di 12:84 pada bentuk kata yang sama. Bacaan "amarah" mungkin juga, sebab 3:134 memberi objek itu pada akar yang sama, dan 43:17 tidak memutuskannya.

Kata (لِلرَّحْمَٰنِ, li-r-rahmaani) tersusun dari (لِ, li) yang berarti "bagi", kata sandang, dan nama Ar-Rahman. Terjemahan menulis nama itu dengan huruf awal besar dan tidak memecahnya menjadi sifat, karena kata sandang menandainya sebagai nama. Nama yang sama muncul lagi dalam ayat-ayat berikutnya, yaitu 43:19 dan 43:20. Kata (مَثَلًا, matsalan) tanpa kata sandang membuat perumpamaan itu terbuka, dan ayat ini tidak menjelaskan bentuknya.

Tafsiran

Ayat ini memperlihatkan reaksi seseorang terhadap sesuatu yang sama dengan yang ia nisbahkan kepada Ar-Rahman. Seluruh ayat adalah satu kalimat dengan tiga bagian, yaitu keadaan (apabila diberi kabar), benda yang menjadi pokok kabar (apa yang ia jadikan perumpamaan bagi Ar-Rahman), dan reaksi (wajah menghitam dan menahan kesedihan). Ayat tidak menyebut isi kabarnya. Pembacaan bahwa isinya anak perempuan bertumpu pada 43:16 yang menanyakan pengambilan anak-anak perempuan, dan pada 16:58 yang menyebutnya terang.

Di 16:59, kelanjutan kalimat yang sama memuat reaksi yang lebih jauh, (يَتَوَارَىٰ مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ, yatawaaraa mina l-qawmi min suu'i maa busysyira bihi) yang berarti "ia bersembunyi dari orang banyak karena buruknya kabar yang disampaikan kepadanya". Ayat 43:17 tidak memuat bagian itu. Ayat ini berhenti pada wajah dan penahanan, sehingga ayat mencatat reaksi yang terlihat oleh orang di sekitarnya.

Ayat ini berfungsi sebagai bukti dari sisi pelaku sendiri. Ayat 43:16 menanyakan pembagian antara Dia dan kalian, dan 43:17 menunjukkan apa yang terjadi pada seseorang ketika sesuatu dari pembagian itu datang kepada dirinya. Ayat tidak menyatakan penilaiannya. Wajah yang menghitam dan penahanan itu dicatat tanpa kata penutup seperti yang ada di 16:59, sehingga pembaca sendiri yang membandingkan dua sisi: apa yang diperumpamakan bagi Ar-Rahman dan apa yang diterima oleh orang yang memperumpamakannya.

Nama Ar-Rahman berada dalam kalimat yang sama dengan wajah yang menghitam. Ayat 43:19 dan 43:20 memakai nama itu lagi, masing-masing untuk hamba-hamba-Nya dan untuk kehendak-Nya, sehingga rangkaian ayat dari 43:17 sampai 43:20 menyebut nama itu di tengah tuduhan yang diuji.

Renungan dan Hikmah

  • Kabar yang oleh ayat disebut kabar gembira diterima dengan wajah yang menghitam. Nada kata itu dan penilaian si penerima berjalan ke arah yang berlawanan, dan ayat tidak mengecam atau membela perasaan orang tersebut. Ayat hanya mencatat apa yang terjadi pada wajahnya. Pembaca dapat bertanya, kabar apa yang di lingkungannya disebut gembira, dan siapa yang menetapkan kabar itu gembira bagi penerimanya? Satu kabar yang sama dapat bergerak di antara dua penilaian, dan ayat ini menaruh keduanya dalam satu kalimat tanpa memberi tahu mana yang benar.
  • Penilaian orang itu terbaca dari wajahnya yang menghitam dan dari penahanan di dalam dirinya, tidak dari ucapan. Ayat tidak mengutip satu pun kalimat yang keluar dari mulutnya. Wajah dan penahanan menjadi saksi atas apa yang dianggap berat, sebelum ada alasan yang diucapkan. Pembaca dapat memperhatikan apa yang terjadi pada wajahnya sendiri ketika menerima kabar yang tidak ingin didengarnya, dan apa yang diperlihatkan wajah itu tentang ukuran yang selama ini dipegangnya tanpa sempat dikatakan.
  • Ayat menyebut kabar itu berasal dari apa yang orang itu jadikan perumpamaan bagi Ar-Rahman. Menurut pembacaan dari 43:16 dan 16:58, perumpamaan yang dibuat untuk Dia adalah sesuatu yang membuat pembuatnya menahan diri ketika sesuatu yang sama datang kepada dirinya. Ayat tidak menyatakan kesimpulannya, dan membiarkan pembaca menimbang jarak antara apa yang dilekatkan kepada Tuhan dan apa yang sanggup diterima untuk dirinya sendiri. Pembaca dapat bertanya, dari semua sifat yang pernah dilekatkannya kepada Tuhan dalam kata-kata, mana yang akan diterimanya bila sifat itu dikenakan kepada dirinya?
  • Ayat 16:74 melarang membuat perumpamaan bagi Allah, dan 43:17 memperlihatkan seseorang yang telah membuatnya. Larangan di satu ayat dan gambaran di ayat lain bekerja berdampingan: yang pertama menyebut batas, yang kedua menunjukkan wajah seseorang yang melewatinya. Ayat tidak merinci bentuk perumpamaan itu. Pembaca dapat memeriksa gambaran-gambaran yang hidup di kepalanya ketika menyebut Dia, lalu bertanya gambaran mana yang memang berasal dari ayat dan gambaran mana yang dibuatnya sendiri.
  • Orang dalam ayat ini menahan sesuatu di dalam dirinya, dan ayat tidak mencatat satu kata pun yang keluar darinya. Wajahnya yang berubah menjadi tanda yang tercatat. Ayat tidak menyatakan bahwa menahan itu salah. Yang dicatat adalah tempat penahanan itu bertemu dengan perumpamaan yang pernah dibuat orang tersebut bagi Ar-Rahman. Apa yang dilakukan seseorang dengan sesuatu yang ditahannya, bila sebagian dari tahanan itu ternyata lahir dari apa yang pernah diucapkannya tentang Tuhan?
  • Ayat ini tidak memuat kata yang menilai kesedihan orang itu. Penutup yang menilai ada di 16:59, sedangkan di sini kalimat berhenti pada wajah dan penahanan. Dengan begitu perasaan yang muncul ketika sebuah harapan tidak terpenuhi diakui ada, dan ayat memakainya sebagai petunjuk tentang perumpamaan yang dibuat orang itu. Pembaca yang pernah merasa kecewa oleh kabar tentang anaknya atau tentang rencananya dapat membaca ayat ini tanpa merasa dikecam, dan tetap menimbang dari mana harapan semula datang. Apakah harapan itu sudah diperiksa terhadap apa yang dikatakan Tuhan, atau dibiarkan tumbuh dari ukuran sekitarnya?