وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِمَا ضَرَبَ لِلرَّحْمَٰنِ مَثَلًا ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ

Apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira tentang apa yang ia jadikan perumpamaan bagi Ar-Rahman, jadilah wajahnya menghitam, dan ia menahan amarah.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِمَا ضَرَبَ لِلرَّحْمَٰنِ مَثَلًاwa-idzaa busysyira ahaduhum bi-maa dharaba li-r-rahmaani matsalanapabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira tentang apa yang ia jadikan perumpamaan bagi Ar-Rahman
  2. ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌzhalla wajhuhu muswaddan wa-huwa kazhiimunjadilah wajahnya menghitam, dan ia menahan amarah

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. وَإِذَاwa-idzaadan apabila
  2. بُشِّرَbusysyiradiberi kabar gembira
  3. أَحَدُهُمْahaduhumsalah seorang mereka
  4. بِمَاbi-maatentang apa yang
  5. ضَرَبَdharabamembuat
  6. لِلرَّحْمَٰنِli-r-rahmaanibagi Ar-Rahman
  7. مَثَلًاmatsalanperumpamaan
  8. ظَلَّzhallajadilah
  9. وَجْهُهُwajhuhuwajahnya
  10. مُسْوَدًّاmuswaddanmenghitam
  11. وَهُوَwa-huwasedang ia
  12. كَظِيمٌkazhiimunyang menahan kesedihan

Inti bacaan

Kemunafikan yang terbongkar sendiri: ketika 'diberi kabar gembira' tentang anak perempuan, wajah mereka 'merah padam karena menahan sedih', merendahkan sesuatu bagi diri sendiri namun menisbahkannya kepada Tuhan.

Tafsiran

Ayat ini mengungkap kemunafikan mereka sendiri: menyandangkan anak perempuan kepada Allah, namun bereaksi dengan kegeraman saat kabar serupa menimpa diri mereka.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyandingkan dua sikap orang yang sama. Untuk dirinya tidak mau. Untuk Tuhannya diberikan.
  • Frasa kabar gembira dipakai, padahal reaksinya sebaliknya. Bahasanya menyindir. Yang digembirakan justru muram.
  • Wajahnya disebut menghitam, dan amarahnya ditahan. Allah menyebut keduanya. Yang tampak dan yang ditelan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “(Allah) Yang Maha Pengasih,” diterjemahkan “Ar-Rahmaan,”. Dalam ayat ini, 'rahmaan' bertakrif (memakai kata sandang al-).