أَوَمَنْ يُنَشَّأُ فِي الْحِلْيَةِ وَهُوَ فِي الْخِصَامِ غَيْرُ مُبِينٍ

Apakah orang yang dibesarkan dalam perhiasan, sedangkan ia tidak jelas dalam pertengkaran?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَوَمَنْ يُنَشَّأُ فِي الْحِلْيَةِa-wa-man yunasysya'u fii l-hilyatiapakah orang yang dibesarkan dalam perhiasan
  2. وَهُوَ فِي الْخِصَامِ غَيْرُ مُبِينٍwa-huwa fii l-khishaami ghayru mubiininsedangkan ia tidak jelas dalam pertengkaran

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. أَوَمَنْa-wa-manapakah orang yang
  2. يُنَشَّأُyunasysya'udibesarkan
  3. فِيfiidalam
  4. الْحِلْيَةِl-hilyatiperhiasan
  5. وَهُوَwa-huwasedangkan ia
  6. فِيfiidalam
  7. الْخِصَامِl-khishaamipertengkaran
  8. غَيْرُghayrutidak
  9. مُبِينٍmubiininyang nyata

Inti bacaan

Bentuk (يُنَشَّأُ, yunasysya'u) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 43:18.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (أَوَمَنْ, a-wa-man) yang berarti "apakah orang yang". Kata itu tersusun dari (أَ, a) yang menandai pertanyaan, (وَ, wa) yang berarti "dan", dan (مَنْ, man) yang berarti "orang yang". Bentuk persis a-wa-man muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:122 dan 43:18. Di 6:122, (أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا, a-wa-man kaana maytan) berarti "Apakah orang yang tadinya mati", dan ayat itu menyusulkan pembandingnya, (كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ, ka-man matsaluhu fii zh-zhulumaati) yang berarti "seperti orang yang perumpamaannya berada dalam kegelapan". Di 43:18 pembanding itu tidak disebut, dan kata kerja utama kalimat ini juga tidak tertulis. Terjemahan membuka dengan "apakah", sama dengan 6:122 dan sama dengan glos kata per kata ayat ini. Kata (أَمِ, ami) yang di terjemahan menjadi "ataukah" tidak ada di ayat ini, sehingga "ataukah" tidak dipakai. Huruf wa pada a-wa-man tidak diterjemahkan, seperti di 6:122.

Kata kerja (يُنَشَّأُ, yunasysya'u) yang berarti "dibesarkan" berakar ن-ش-أ, berbentuk pasif, dan hanya muncul di 43:18. Pelaku yang membesarkan tidak disebut. Bentuk lain dari akar ini, (أَنْشَأَ, ansya'a), memiliki Allah sebagai pelaku dan diterjemahkan "menumbuhkan". Contohnya (أَنْشَأَكُمْ, ansya'akum) di 6:98, 11:61, dan 53:32, yang berarti "Dia menumbuhkan kalian". Bentuk di 43:18 berbeda dari bentuk itu, dan terjemahan memakai "dibesarkan" untuk orang yang tumbuh dalam suatu keadaan yang diatur pihak lain. Teks tidak menyebut siapa yang membesarkan.

Kata (الْحِلْيَةِ, l-hilyati) yang berarti "perhiasan" berakar ح-ل-ي, dan bentuk bersandang ini hanya muncul di 43:18. Tanpa kata sandang, (حِلْيَةً, hilyatan) muncul di 16:14 dan 35:12 untuk perhiasan yang diambil dari laut, (حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا, hilyatan talbasuunahaa) yang berarti "perhiasan yang kalian pakai". Kata kerja (يُحَلَّوْنَ, yuhallawna) di 18:31, 22:23, dan 35:33 berarti "mereka diberi perhiasan" berupa gelang. Di semua ayat itu perhiasan adalah benda yang dikenakan pada tubuh. Di 43:18 kata itu didahului (فِي, fii) yang berarti "dalam", sehingga perhiasan digambarkan sebagai tempat tumbuh, bukan benda yang dipakai. Ayat tidak menyebut jenis perhiasan itu, tidak menyebut siapa yang memakainya, dan tidak menyebut perempuan.

Kata (الْخِصَامِ, l-khishaami) yang berarti "pertengkaran" berakar خ-ص-م, dan bentuk persis itu muncul dua kali, yaitu di 2:204 dan 43:18. Di 2:204, (وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ, wa-huwa aladdu l-khishaami) berarti "padahal ia penentang yang paling keras", tentang seseorang yang perkataannya mengagumkan. Akar yang sama dipakai untuk manusia di 16:4 dan 36:77, (فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ, fa-idzaa huwa khashiimun mubiinun) yang berarti "lalu tiba-tiba ia menjadi penentang yang nyata", sebagai kelanjutan dari penciptaan manusia dari setetes mani. Kedua ayat itu menyebut manusia pada umumnya sebagai penentang yang nyata. Sosok di 43:18 digambarkan sebaliknya, yaitu tidak jelas dalam pertengkaran, dan penggambaran itu berada di dalam pertanyaan.

Kata (غَيْرُ مُبِينٍ, ghayru mubiinin) yang berarti "tidak jelas" memakai kata (مُبِينٍ, mubiinin), kata benda pelaku dari akar ب-ي-ن. Di Surah 43 kata ini muncul enam kali, yaitu di 43:2, 43:15, 43:18, 43:29, 43:40, dan 43:62. Di 43:2, (وَالْكِتَابِ الْمُبِينِ, wa-l-kitaabi l-mubiini) berarti "Demi Kitab yang jelas", dan di 43:15, (كَفُورٌ مُبِينٌ, kafuurun mubiinun) berarti "pengingkar yang nyata". Di 43:15 kata itu menyifati keingkaran manusia yang terlihat terang, dan di 43:18 kata yang sama dinegasikan untuk orang yang berada dalam pertengkaran. Terjemahan "tidak jelas" menjaga kata "jelas" dan tidak menambahkan "memberi alasan" atau "membela diri", karena kata Arabnya tidak menyebut benda yang dijelaskan.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan rangkaian pertanyaan yang menguji tuduhan di 43:15, dengan melukiskan seseorang tanpa menyebut siapa. Ayat tidak memuat kata perempuan, anak, atau nama Allah. Yang ada adalah orang yang dibesarkan dalam perhiasan dan tidak jelas dalam pertengkaran. Kaitannya dengan anak-anak perempuan di 43:16 dan kabar di 43:17 dibaca dari urutan ayat, dan ayat 43:18 sendiri tidak menyatakannya. Kata kerja utama kalimat ini tidak tertulis, sehingga terjemahan tidak menambahkannya.

Gambaran itu berada di dalam pertanyaan, dan ayat tidak menyatakan bahwa setiap orang yang dibesarkan dalam perhiasan pasti tidak jelas dalam pertengkaran. Ayat 16:4 dan 36:77 menyebut manusia, yang diciptakan dari setetes mani, sebagai penentang yang nyata, sehingga sosok di 43:18 tidak menjadi aturan umum tentang manusia. Sosok itu muncul di dalam pertanyaan, dan ayat tidak menyatakan siapa yang memegangnya sebagai ukuran.

Kata mubiin menghubungkan 43:15 dengan 43:18. Di 43:15 manusia disebut pengingkar yang nyata, dan di 43:18 sosok itu disebut tidak jelas dalam pertengkaran. Dua ayat itu memakai kata yang sama pada dua sisi, dan tidak ada kata sambung di antaranya selain urutan ayat. Pembaca dapat membaca keduanya sebagai dua sisi satu penilaian, tetapi kaitan itu bersandar pada kata yang sama dan tidak dinyatakan oleh teks.

Dalam rangkaian 43:16 sampai 43:19, tiap ayat menguji tuduhan dari sudut yang berlainan. Ayat 43:16 menanyakan pembagian, 43:17 mencatat reaksi seseorang, 43:18 melukiskan sosok yang dipegang sebagai ukuran, dan 43:19 menanyakan apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat yang dijadikan perempuan. Ayat 43:18 tidak memuat bukti sendiri. Ayat ini menunjuk sosok yang dibicarakan oleh tuduhan, dan membiarkan tuduhan itu diuji oleh ayat sesudahnya.

Renungan dan Hikmah

  • Gambaran tentang orang yang dibesarkan dalam perhiasan dan tidak jelas dalam pertengkaran ditaruh di dalam sebuah pertanyaan. Ayat tidak menyatakannya sebagai kenyataan tentang semua orang. Dengan begitu gambaran itu terbaca sebagai bahan pertanyaan, dan pembaca diajak melihat bahwa gambaran semacam itu dapat dipertanyakan. Pembaca dapat memeriksa gambaran-gambaran tentang golongan orang yang hidup dalam pikirannya, lalu bertanya apakah gambaran itu dipegangnya sebagai kenyataan atau diajukannya sebagai pertanyaan yang masih bisa dijawab oleh orang yang digambarkan?
  • Orang dalam ayat ini dibesarkan, dan ayat tidak menyebut siapa yang membesarkannya. Keadaan tumbuh dalam perhiasan dengan demikian bukan hasil pilihan orang itu sendiri. Ketidakjelasannya dalam pertengkaran dilekatkan pada seseorang yang keadaannya dibentuk pihak lain. Ayat tidak menyimpulkan bahwa asuhan itu menyebabkan ketidakjelasan tersebut. Pembaca dapat bertanya, dalam menilai kecakapan seseorang berbicara atau membela diri, seberapa banyak yang ia lihat sebagai milik orang itu sendiri dan seberapa banyak yang dibentuk oleh ruang tempatnya tumbuh.
  • Sosok ini muncul dalam rangkaian ayat yang menguji apa yang dinisbahkan kepada Ar-Rahman. Di 43:15 sampai 43:17, sebagian hamba-Nya dijadikan bagian dari-Nya, lalu dipertanyakan, lalu reaksi seseorang dicatat. Di 43:18 ayat melukiskan sosok yang digambarkan tidak jelas dalam pertengkaran. Ayat tidak menyatakan siapa yang menilai demikian, dan tidak mengatakan bahwa Dia menilai demikian. Pembaca dapat memeriksa sifat-sifat apa yang dilekatkannya kepada Tuhan, lalu bertanya apakah sifat itu juga dianggapnya pantas bagi dirinya sendiri atau bagi orang-orang yang dihormatinya.
  • Ayat menaruh ketidakjelasan dalam pertengkaran sebagai bahan pertanyaan, seakan-akan kecakapan berdebat menjadi ukuran pantas atau tidaknya sesuatu. Ayat tidak menyetujui ukuran itu dan tidak menolaknya dengan kalimat panjang; ayat membiarkannya muncul dalam pertanyaan. Ayat juga tidak menyatakan bahwa orang yang tidak jelas dalam pertengkaran bernilai rendah. Pembaca dapat bertanya seberapa jauh kefasihan berbicara pernah dipakainya untuk menimbang nilai seseorang, dan apakah ukuran itu sanggup bertahan bila ditaruh di samping kata hamba bagi Dia pada 43:15?
  • Kata depan "dalam" menaruh perhiasan sebagai ruang yang melingkupi orang yang dibesarkan. Ayat tidak mengatakan bahwa ruang itu buruk atau baik, dan hanya menyebutnya. Pembaca dapat memperhatikan benda-benda yang melingkupi orang-orang yang dinilainya, lalu bertanya apakah benda-benda itu ikut menentukan penilaiannya tanpa pernah disebut. Sosok yang digambarkan dibiarkan tanpa nama, sehingga pembaca tidak punya orang tertentu untuk dihakimi, dan hanya punya keadaan yang dapat ditimbang.
  • Kata yang sama dipakai di 43:15 untuk keingkaran manusia yang nyata dan di 43:18 untuk ketidakjelasan sosok dalam pertengkaran. Di 43:15 keingkaran digambarkan terang, dan di 43:18 argumen digambarkan tidak terang. Ayat tidak menyatakan bahwa dua hal itu berkaitan; letak kata yang sama pada dua ayat yang bertetangga membuka kemungkinan untuk membandingkan. Pembaca dapat bertanya apa yang dalam dirinya sudah terlihat terang oleh orang lain, dan apa yang dikiranya terang padahal belum pernah dijelaskannya kepada siapa pun, termasuk kepada Tuhan yang nikmat-Nya diingat di 43:13?