Ayat 43:19
وَجَعَلُوا الْمَلَائِكَةَ الَّذِينَ هُمْ عِبَادُ الرَّحْمَٰنِ إِنَاثًا ۚ أَشَهِدُوا خَلْقَهُمْ ۚ سَتُكْتَبُ شَهَادَتُهُمْ وَيُسْأَلُونَ
Dan mereka menjadikan malaikat, yang merupakan hamba-hamba Ar-Rahman itu, sebagai perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan mereka? Kesaksian mereka akan dituliskan dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَجَعَلُوا الْمَلَائِكَةَ الَّذِينَ هُمْ عِبَادُ الرَّحْمَٰنِ إِنَاثًاwa-ja'aluu l-malaa'ikata lladziina hum 'ibaadu r-rahmaani inaatsandan mereka menjadikan malaikat, yang merupakan hamba-hamba Ar-Rahman itu, sebagai perempuan
- أَشَهِدُوا خَلْقَهُمْa-syahiduu khalqahumapakah mereka menyaksikan penciptaan mereka
- سَتُكْتَبُ شَهَادَتُهُمْ وَيُسْأَلُونَsa-tuktabu syahaadatuhum wa-yus'aluunakesaksian mereka akan dituliskan dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban
Terjemahan per kata (12 kata)
- وَجَعَلُواwa-ja'aluudan mereka menjadikan
- الْمَلَائِكَةَl-malaa'ikatapara malaikat
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- هُمْhummereka
- عِبَادُ'ibaaduhamba-hamba
- الرَّحْمَٰنِr-rahmaaniAr-Rahman
- إِنَاثًاinaatsanperempuan
- أَشَهِدُواa-syahiduuapakah mereka menyaksikan
- خَلْقَهُمْkhalqahumpenciptaan mereka
- سَتُكْتَبُsa-tuktabuakan dicatat
- شَهَادَتُهُمْsyahaadatuhumkesaksian mereka
- وَيُسْأَلُونَwa-yus'aluunadan mereka ditanya
Inti bacaan
Tantangan bukti 'apakah mereka menyaksikan penciptaannya?' atas klaim jenis kelamin malaikat, tuntutan verifikasi empiris terhadap klaim tanpa dasar, disertai peringatan bahwa klaim itu akan dicatat dan dipertanggungjawabkan.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(yang mereka karang sendiri itu)' tidak dipakai: 'shahaadatuhum' dibiarkan tanpa keterangan tambahan yang tak eksplisit di teks Arab.
Tafsiran
Ayat ini memperluas polemik ke klaim tentang jenis kelamin malaikat: tuduhan tanpa dasar yang kelak akan dipertanggungjawabkan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menuntut saksi mata untuk klaim mereka. Apakah kalian hadir. Yang tidak melihat tidak berhak menetapkan.
- Kesaksian palsu itu disebut akan dituliskan. Bukan dilupakan. Ucapan sembarangan pun masuk catatan.
- Malaikat disebut Allah hamba-hamba-Nya lebih dahulu. Kedudukannya ditegaskan sebelum dibantah. Yang dinisbahi disebut milik-Nya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “(Allah) Yang Maha Pengasih” diterjemahkan “Ar-Rahman”. Dalam ayat ini, 'rahmaan' bertakrif (memakai kata sandang al-).
Ayat 43:20
وَقَالُوا لَوْ شَاءَ الرَّحْمَٰنُ مَا عَبَدْنَاهُمْ ۗ مَا لَهُمْ بِذَٰلِكَ مِنْ عِلْمٍ ۖ إِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ
Dan mereka berkata, “Sekiranya Ar-Rahman menghendaki, tentulah kami tidak menyembah mereka.” Mereka tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang itu. Mereka hanyalah mengira-ngira.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَقَالُوا لَوْ شَاءَ الرَّحْمَٰنُ مَا عَبَدْنَاهُمْwa-qaaluu law syaa'a r-rahmaanu maa 'abadnaahumdan mereka berkata, sekiranya Ar-Rahman menghendaki, tentulah kami tidak menyembah mereka
- مَا لَهُمْ بِذَٰلِكَ مِنْ عِلْمٍmaa lahum bi-dzaalika min 'ilminmereka tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang itu
- إِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَin hum illaa yakhrushuunamereka hanyalah mengira-ngira
Terjemahan per kata (15 kata)
- وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
- لَوْlawsekiranya
- شَاءَsyaa'amenghendaki
- الرَّحْمَٰنُr-rahmaanuAr-Rahman
- مَاmaatidaklah
- عَبَدْنَاهُمْ'abadnaahumkami mengabdi kepada mereka
- مَاmaatidaklah
- لَهُمْlahumbagi mereka
- بِذَٰلِكَbi-dzaalikadengan itu
- مِنْmindari
- عِلْمٍ'ilminpengetahuan
- إِنْintidaklah
- هُمْhummereka
- إِلَّاillaakecuali
- يَخْرُصُونَyakhrushuunamereka mengira-ngira
Inti bacaan
Dalih determinisme kosong 'sekiranya Ar-Rahman menghendaki, tentulah kami tidak menyembah mereka' dibantah tegas: 'mereka tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun. hanyalah mengira-ngira', argumen yang menyalahgunakan konsep kehendak Tuhan untuk membenarkan pilihan sendiri tanpa dasar pengetahuan.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(malaikat)' tidak dipakai: identitas 'mereka' (yang disembah) sudah jelas dari konteks 43:19, tidak perlu disisipkan kembali sebagai label berkurung.
Tafsiran
Ayat ini membongkar dalih fatalisme mereka: berlindung di balik kehendak Allah untuk membenarkan penyembahan tanpa dasar pengetahuan.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam mereka memakai kehendak-Nya sebagai alasan. Nama-Nya dipinjam. Yang dipakai membenarkan justru yang mereka tinggalkan.
- Bantahannya bukan menyangkal kehendak-Nya, melainkan menyebut mereka tak punya pengetahuan. Bukan isi dalihnya. Yang dipersoalkan dari mana mereka tahu.
- Allah menutup dengan mereka hanyalah mengira-ngira. Kata mengira. Kalimat yang terdengar seperti keyakinan disebut sebagai terkaan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “(Allah) Yang Maha Pengasih” diterjemahkan “Ar-Rahman”. Yakhrushuun diterjemahkan 'mengira-ngira' (sebelumnya 'menduga-duga'), seragam dengan 6:116, 6:148, 10:66 dan kata per katanya, supaya 'duga' tersisa untuk akar zh-n-n (30 Sep 2026).