وَجَعَلُوا الْمَلَائِكَةَ الَّذِينَ هُمْ عِبَادُ الرَّحْمَٰنِ إِنَاثًا ۚ أَشَهِدُوا خَلْقَهُمْ ۚ سَتُكْتَبُ شَهَادَتُهُمْ وَيُسْأَلُونَ

Dan mereka menjadikan malaikat, yang merupakan hamba-hamba Ar-Rahman itu, sebagai perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan mereka? Kesaksian mereka akan dituliskan dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَجَعَلُوا الْمَلَائِكَةَ الَّذِينَ هُمْ عِبَادُ الرَّحْمَٰنِ إِنَاثًاwa-ja'aluu l-malaa'ikata lladziina hum 'ibaadu r-rahmaani inaatsandan mereka menjadikan malaikat, yang merupakan hamba-hamba Ar-Rahman itu, sebagai perempuan
  2. أَشَهِدُوا خَلْقَهُمْa-syahiduu khalqahumapakah mereka menyaksikan penciptaan mereka
  3. سَتُكْتَبُ شَهَادَتُهُمْ وَيُسْأَلُونَsa-tuktabu syahaadatuhum wa-yus'aluunakesaksian mereka akan dituliskan dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. وَجَعَلُواwa-ja'aluudan mereka menjadikan
  2. الْمَلَائِكَةَl-malaa'ikatapara malaikat
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. هُمْhummereka
  5. عِبَادُ'ibaaduhamba-hamba
  6. الرَّحْمَٰنِr-rahmaaniAr-Rahman
  7. إِنَاثًاinaatsanperempuan
  8. أَشَهِدُواa-syahiduuapakah mereka menyaksikan
  9. خَلْقَهُمْkhalqahumpenciptaan mereka
  10. سَتُكْتَبُsa-tuktabuakan dicatat
  11. شَهَادَتُهُمْsyahaadatuhumkesaksian mereka
  12. وَيُسْأَلُونَwa-yus'aluunadan mereka ditanya

Inti bacaan

Frasa (عِبَادُ الرَّحْمَٰنِ, 'ibaadu r-rahmaani) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 25:63 dan 43:19.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَجَعَلُوا, wa-ja'aluu) yang berarti "dan mereka menjadikan", dari akar ج-ع-ل. Bentuk persis wa-ja'aluu muncul delapan kali di enam surah, yaitu di 6:100, 6:136, 13:33, 14:30, 27:34, 37:158, 43:15, dan 43:19. Surah ini memakainya dua kali, dan keduanya menyangkut hamba Ar-Rahman. Di 43:15, (وَجَعَلُوا لَهُ مِنْ عِبَادِهِ جُزْءًا, wa-ja'aluu lahu min 'ibaadihi juz'an) yang berarti "dan mereka menjadikan sebagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bagian dari-Nya", perbuatan itu mengenai sebagian hamba. Di 43:19 perbuatan itu mengenai malaikat, dan kata kerjanya mengambil dua objek, yaitu (الْمَلَائِكَةَ, l-malaa'ikata) dan (إِنَاثًا, inaatsan). Terjemahan menyusun keduanya dengan kata "sebagai".

Kata (الْمَلَائِكَةَ, l-malaa'ikata) yang berarti "malaikat" berakar م-ل-ك. Bentuk dengan akhiran -ata ini muncul sembilan kali di sembilan surah, yaitu di 3:80, 6:111, 15:8, 16:2, 25:22, 37:150, 39:75, 43:19, dan 53:27. Klaim bahwa malaikat itu perempuan tercatat di empat ayat, yaitu 17:40, 37:150, 43:19, dan 53:27, dengan empat kata kerja yang berbeda. Di 17:40 kata kerjanya (وَاتَّخَذَ, wa-ttakhadza) yang berarti "dan Dia mengambil", dan di 37:150 (خَلَقْنَا, khalaqnaa) yang berarti "Kami menciptakan". Pada keduanya klaim itu dihadapkan sebagai pertanyaan tentang perbuatan Tuhan. Di 53:27 kata kerjanya (لَيُسَمُّونَ, la-yusammuuna) yang berarti "benar-benar menamai", dan di 43:19 (وَجَعَلُوا, wa-ja'aluu). Pada kedua ayat terakhir itu perbuatannya dinisbahkan kepada manusia.

Anak kalimat (الَّذِينَ هُمْ عِبَادُ الرَّحْمَٰنِ, lladziina hum 'ibaadu r-rahmaani) yang berarti "yang merupakan hamba-hamba Ar-Rahman" memberi tahu pembaca milik siapa malaikat itu sebelum klaim tentang mereka dipersoalkan. Kata (عِبَادُ, 'ibaadu) yang berarti "hamba-hamba" berakar ع-ب-د, akar yang sama dengan "mengabdi". Frasa (عِبَادُ الرَّحْمَٰنِ, 'ibaadu r-rahmaani) muncul dua kali, yaitu di 25:63 dan 43:19. Di 25:63 frasa itu menyebut orang-orang yang berjalan di bumi, dan di 43:19 menyebut malaikat. Di 21:26, (بَلْ عِبَادٌ مُكْرَمُونَ, bal 'ibaadun mukramuuna) yang berarti "sebaliknya, mereka adalah hamba-hamba yang dimuliakan" menjawab ucapan "Ar-Rahman telah menjadikan anak". Ayat 21:26 tidak memuat kata malaikat, sedangkan 43:19 memuatnya.

Kata (إِنَاثًا, inaatsan) yang berarti "perempuan" berakar أ-ن-ث dan berbentuk jamak tak tentu. Bentuk persis ini muncul enam kali di lima surah, yaitu di 4:117, 17:40, 37:150, 42:49, 42:50, dan 43:19. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 42 memuatnya dua kali. Kata Arab untuk anak perempuan, (بَنَاتٍ, banaatin), ada di 43:16 dan tidak ada di 43:19, sehingga terjemahan 43:19 memakai "perempuan" tanpa "anak".

Kata (أَشَهِدُوا, a-syahiduu) yang berarti "apakah mereka menyaksikan" terdiri dari huruf tanya a- dan kata kerja syahiduu dari akar ش-ه-د. Objeknya (خَلْقَهُمْ, khalqahum) yang berarti "penciptaan mereka" memuat khalq, "penciptaan", dan -hum, "mereka". Kata ganti -hum paling dekat menunjuk malaikat yang baru disebut, sedangkan pelaku menyaksikan adalah orang-orang yang menjadikan malaikat perempuan. Kedua bentuk ini masing-masing hanya muncul di 43:19. Pertanyaan yang sama, yaitu apakah mereka hadir saat perkara terjadi, diajukan di tiga ayat lain. Di 37:150, (وَهُمْ شَاهِدُونَ, wa-hum syaahiduuna) yang berarti "sedang mereka menyaksikan" menutup pertanyaan tentang malaikat. Di 6:144, (أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ, am kuntum syuhadaa'a) yang berarti "ataukah kalian menjadi saksi" bertanya tentang saat Allah menetapkan sebuah larangan. Ayat 18:51 mengangkat soal yang sama dalam bentuk pernyataan, yaitu (مَا أَشْهَدْتُهُمْ خَلْقَ السَّمَاوَاتِ, maa asyhadtuhum khalqa s-samaawaati) yang berarti "Aku tidak menghadirkan mereka menyaksikan penciptaan langit".

Kata (سَتُكْتَبُ, sa-tuktabu) yang berarti "akan dituliskan" tersusun dari awalan sa-, "akan", dan kata kerja pasif dari akar ك-ت-ب. Penulisnya tidak disebut. Bentuk aktif (سَنَكْتُبُ, sa-naktubu) yang berarti "Kami akan menuliskan" ada di dua ayat, yaitu 3:181 dan 19:79. Kata (شَهَادَتُهُمْ, syahaadatuhum) yang berarti "kesaksian mereka" berakar ش-ه-د, sama dengan "menyaksikan" pada pertanyaan sebelumnya, sehingga pertanyaan dan akibatnya tersambung oleh satu akar.

Kata terakhir (وَيُسْأَلُونَ, wa-yus'aluuna) yang berarti "dan mereka akan ditanya" berbentuk pasif dan berakar س-أ-ل. Bentuk persis yus'aluuna muncul dua kali, yaitu di 21:23 dan 43:19. Di 21:23, (وَهُمْ يُسْأَلُونَ, wa-hum yus'aluuna) yang berarti "dan mereka ditanya" berdampingan dengan pernyataan bahwa Dia tidak ditanya tentang apa yang Dia kerjakan. Terjemahan 43:19 memakai "dimintai pertanggungjawaban", seperti akar yang sama di 17:34, 17:36, dan 33:15 dalam (مَسْئُولًا, mas'uulan) serta di 43:44 dalam (تُسْأَلُونَ, tus'aluuna). Siapa yang bertanya dan kapan pertanyaan itu datang tidak tercantum di ayat.

Tafsiran

Ayat ini mengganti cara klaim itu ditimbang, dari perbandingan menjadi kesaksian. Di 43:16 klaim itu dibandingkan dengan pilihan si pembuat klaim sendiri, di 43:17 dengan perasaan salah seorang dari mereka, dan di 43:18 dengan keadaan orang yang dibesarkan dalam perhiasan. Ketiganya menimbang lewat perbandingan. Di 43:19 klaim dihadapkan pada saksi. Pertanyaan "Apakah mereka menyaksikan penciptaan mereka?" menanyakan apakah ada yang hadir.

Ayat ini bergerak dalam tiga langkah. Langkah pertama memuat perbuatan mereka, yaitu menjadikan malaikat perempuan. Langkah kedua memuat pertanyaan tentang kehadiran. Langkah ketiga memuat dua akibat yang menunjuk ke depan: kesaksian dituliskan dan mereka ditanya. Urutan itu sudah memperlakukan ucapan mereka sebagai kesaksian sebelum pertanyaannya terjawab, karena kata yang dituliskan itu kesaksian, sedangkan pertanyaan sebelumnya baru menanyakan apakah mereka menyaksikan. Ayat tidak menjawab pertanyaan itu atas nama mereka, dan tidak menyatakan bahwa mereka tidak hadir. Jawabannya dibiarkan pada mereka, dan ucapan mereka yang dikutip sesudahnya, di 43:20, berisi dalih tentang kehendak Ar-Rahman dan tidak memuat pernyataan hadir.

Dua akibat di ujung ayat memakai kata kerja pasif dan awalan masa depan. Ayat menunjuk ke suatu waktu tanpa menyebut kapan, dan menunjuk ke pencatat dan penanya tanpa menyebut siapa. Pihak yang disebut dengan jelas hanya Ar-Rahman, yang dipakai namanya dua kali berturut-turut: di 43:19 sebagai pemilik para malaikat, dan di 43:20 dalam ucapan mereka sendiri, "Sekiranya Ar-Rahman menghendaki".

Dalam rangkaian 43:19 sampai 43:24, ayat ini membuka daftar dasar yang ditanyakan. Di sini dasarnya kesaksian. Di 43:20 dasarnya pengetahuan, di 43:21 dasarnya kitab, dan di 43:22 barulah mereka sendiri menyebut dasar yang mereka punya.

Renungan dan Hikmah

  • Pertanyaan di 43:19 menanyakan apakah mereka hadir ketika malaikat diciptakan. Di 18:51 Allah menyatakan bahwa Dia tidak menghadirkan mereka yang disebut di 18:50 untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi, bahkan penciptaan diri mereka sendiri. Kedua ayat berbicara tentang kelompok yang berlainan, dan keduanya menyentuh soal yang sama, yaitu kehadiran saat sesuatu dijadikan. Pembaca pun tidak hadir ketika dirinya dijadikan, sehingga apa yang dipegangnya tentang asal-usulnya tidak berasal dari penglihatannya sendiri. Apa yang diketahuinya tentang penciptaan dirinya, dan dari siapa pengetahuan itu datang?
  • Ayat 43:19 menyebut kesaksian mereka akan dituliskan, tanpa menyebut siapa penulisnya. Di 3:181 dan 19:79 penulisnya disebut, yaitu Allah dengan kata Kami: Kami akan menuliskan apa yang mereka katakan. Di 43:80, dalam ayat tentang rahasia dan bisikan, utusan-utusan Kami yang berada di sisi mereka mencatat. Ketiga ayat itu tidak saling menggantikan, dan 43:19 tidak memilih salah satunya. Pembaca dapat membawa pertanyaan itu ke percakapannya sendiri: perkataan apa yang pernah diucapkannya dengan yakin tentang Tuhan, padahal pembaca tidak hadir ketika perkara itu terjadi, dan sanggupkah perkataan itu berdiri sebagai kesaksian?
  • Malaikat disebut hamba-hamba Ar-Rahman sebelum klaim tentang mereka dipersoalkan. Di 21:26, ucapan "Ar-Rahman telah menjadikan anak" dijawab dengan "sebaliknya, mereka adalah hamba-hamba yang dimuliakan", dan kata hamba di sana berdampingan dengan kata dimuliakan. Ayat 21:26 tidak memuat kata malaikat, sehingga persamaan kedua ayat terbatas pada cara menjawab: kedudukan pihak yang dibicarakan lebih dulu dinyatakan oleh Tuhan yang memilikinya. Seseorang yang menggambarkan pihak lain, entah manusia, entah makhluk yang tidak dilihatnya, dapat bertanya apakah gambarannya memakai kata yang dipakai pemiliknya sendiri, dan apa yang tersisa dari gambaran itu bila pemiliknya berkata lain?
  • Di 21:23 Dia tidak ditanya tentang apa yang Dia kerjakan, sedangkan mereka ditanya. Ayat 43:19 menutup dengan bentuk kata kerja yang sama, dan arah pertanyaannya sama: pembuat klaim yang menunggu pertanyaan, sedangkan malaikat yang dibicarakan tidak disebut ditanya apa pun. Pembaca yang pernah berbicara panjang tentang kehendak Tuhan atau tentang makhluk-Nya dapat memperhatikan di mana ayat ini menaruh pembicara. Pembicara berada di pihak yang ditanya, bukan di pihak yang menanya. Pertanyaan apa yang akan diajukannya kepada dirinya sendiri sebelum pertanyaan itu datang dari pihak lain?
  • Pertanyaan di 43:19 memakai kata kerja menyaksikan, dan akibatnya memakai kata benda kesaksian dari akar yang sama. Rangkaian itu memperlihatkan bahwa pernyataan yang diucapkan dengan nada pasti diperlakukan sebagai kesaksian, lengkap dengan tuntutan bahwa penyampainya hadir. Ayat ini tidak menyatakan bahwa setiap kalimat manusia dituliskan. Ayat menyebut kesaksian orang-orang yang telah menjadikan malaikat perempuan sebagai bagian yang dituliskan. Pembaca yang menyatakan sesuatu dengan nada "sebenarnya begini" tentang hal yang tidak ia lihat dapat menimbang dua nama untuk kalimatnya, kesaksian atau perkiraan. Di 43:20 nama yang dilekatkan pada ucapan mereka adalah mengira-ngira. Kalimat mana dari ucapannya akhir-akhir ini yang pantas disebut kesaksian?
  • Pertanyaan "apakah mereka menyaksikan" berhenti tanpa jawaban di 43:19. Ucapan mereka yang pertama dikutip sesudahnya, di 43:20, berisi dalih tentang kehendak Ar-Rahman dan tidak berisi pernyataan bahwa mereka hadir. Apakah mereka menjawab pertanyaan itu di tempat lain, ayat ini tidak mencatatnya. Bentuk percakapan semacam ini dikenal pembaca: seseorang ditanya dari mana pengetahuannya, lalu menjawab tentang hal lain, misalnya tentang apa yang menurutnya Tuhan kehendaki. Pertanyaan diajukan tentang kehadiran, dan jawaban datang tentang kehendak. Jawaban apa yang dimiliki pembaca bila pertanyaan "apakah engkau hadir?" sampai kepadanya?