وَقَالُوا لَوْ شَاءَ الرَّحْمَٰنُ مَا عَبَدْنَاهُمْ ۗ مَا لَهُمْ بِذَٰلِكَ مِنْ عِلْمٍ ۖ إِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

Dan mereka berkata, “Sekiranya Ar-Rahman menghendaki, tentulah kami tidak menyembah mereka.” Mereka tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang itu. Mereka hanyalah menduga-duga.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَقَالُوا لَوْ شَاءَ الرَّحْمَٰنُ مَا عَبَدْنَاهُمْwa-qaaluu law syaa'a r-rahmaanu maa 'abadnaahumdan mereka berkata, sekiranya Ar-Rahman menghendaki, tentulah kami tidak menyembah mereka
  2. مَا لَهُمْ بِذَٰلِكَ مِنْ عِلْمٍmaa lahum bi-dzaalika min 'ilminmereka tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang itu
  3. إِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَin hum illaa yakhrushuunamereka hanyalah menduga-duga

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
  2. لَوْlawsekiranya
  3. شَاءَsyaa'amenghendaki
  4. الرَّحْمَٰنُr-rahmaanuAr-Rahman
  5. مَاmaatidaklah
  6. عَبَدْنَاهُمْ'abadnaahumkami mengabdi kepada mereka
  7. مَاmaatidaklah
  8. لَهُمْlahumbagi mereka
  9. بِذَٰلِكَbi-dzaalikadengan itu
  10. مِنْmindari
  11. عِلْمٍ'ilminpengetahuan
  12. إِنْinjika
  13. هُمْhummereka
  14. إِلَّاillaakecuali
  15. يَخْرُصُونَyakhrushuunamereka mengira-ngira

Inti bacaan

Dalih determinisme kosong 'sekiranya Ar-Rahman menghendaki, tentulah kami tidak menyembah mereka' dibantah tegas: 'mereka tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun. hanyalah menduga-duga', argumen yang menyalahgunakan konsep kehendak Tuhan untuk membenarkan pilihan sendiri tanpa dasar pengetahuan.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(malaikat)' tidak dipakai: identitas 'mereka' (yang disembah) sudah jelas dari konteks 43:19, tidak perlu disisipkan kembali sebagai label berkurung.

Tafsiran

Ayat ini membongkar dalih fatalisme mereka: berlindung di balik kehendak Allah untuk membenarkan penyembahan tanpa dasar pengetahuan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam mereka memakai kehendak-Nya sebagai alasan. Nama-Nya dipinjam. Yang dipakai membenarkan justru yang mereka tinggalkan.
  • Bantahannya bukan menyangkal kehendak-Nya, melainkan menyebut mereka tak punya pengetahuan. Bukan isi dalihnya. Yang dipersoalkan dari mana mereka tahu.
  • Allah menutup dengan mereka hanyalah menduga-duga. Kata menduga. Kalimat yang terdengar seperti keyakinan disebut sebagai terkaan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “(Allah) Yang Maha Pengasih” diterjemahkan “Ar-Rahmaan”.