أَمْ آتَيْنَاهُمْ كِتَابًا مِنْ قَبْلِهِ فَهُمْ بِهِ مُسْتَمْسِكُونَ
Ataukah Kami memberi mereka suatu kitab sebelumnya, lalu, mereka berpegang teguh padanya?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَمْ آتَيْنَاهُمْ كِتَابًا مِنْ قَبْلِهِam aataynaahum kitaaban min qablihiataukah Kami memberi mereka suatu kitab sebelumnya
- فَهُمْ بِهِ مُسْتَمْسِكُونَfa-hum bihi mustamsikuunalalu, mereka berpegang teguh padanya
Terjemahan per kata (8 kata)
- أَمْamatau
- آتَيْنَاهُمْaataynaahumKami memberi mereka
- كِتَابًاkitaabankitab
- مِنْmindari
- قَبْلِهِqablihisebelumnya
- فَهُمْfa-hummaka mereka
- بِهِbihipadanya
- مُسْتَمْسِكُونَmustamsikuunaorang-orang yang berpegang
Inti bacaan
Pertanyaan retoris 'apakah Kami memberi mereka suatu kitab sebelumnya, lalu mereka berpegang teguh padanya?', menantang klaim otoritas tekstual yang sebenarnya tidak pernah ada untuk mendukung posisi mereka.
Tafsiran
Ayat ini mempertanyakan dasar keyakinan mereka: apakah ada kitab wahyu sebelumnya yang mendasari sikap mereka, atau hanya tradisi turun-temurun semata.
Renungan dan Hikmah
- Allah menuntut dasar tertulis, bukan kebiasaan. Adakah kitabnya. Sebelum ini.
- Frasa berpegang teguh dipakai. Bukan sekadar punya. Dipegang erat.
- Pertanyaannya dibiarkan tanpa jawaban. Allah tidak menutupnya. Karena tidak ada kitab yang bisa disebut.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-t-y, k-t-b, q-b-l, m-s-k): am aataynaahum kitaaban min qablihi fa-hum bihi mustamsikuun diterjemahkan 'apakah Kami beri mereka kitab, lalu mereka berpegang padanya' (akar '-t-y + akar k-t-b + akar m-s-k, tuntutan bukti: adakah dasar kitab bagi syirik mereka? tidak; cf. 30:35, 35:40, 37:157). gloss '(Al-Qur'an)/(pada kitab itu)' dibuang.