Ayat 43:22

بَلْ قَالُوا إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَىٰ أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَىٰ آثَارِهِمْ مُهْتَدُونَ

Bahkan, mereka berkata, “Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu umat, dan sesungguhnya kami mengikuti petunjuk atas jejak-jejak mereka.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. بَلْ قَالُواbal qaaluubahkan, mereka berkata
  2. إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَىٰ أُمَّةٍinnaa wajadnaa aabaa'anaa alaa ummatinsesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu umat
  3. وَإِنَّا عَلَىٰ آثَارِهِمْ مُهْتَدُونَwa-innaa alaa aatsaarihim muhtaduunadan sesungguhnya kami mengikuti petunjuk atas jejak-jejak mereka
Aplikasi

Pola universal taklid buta: 'kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu umat, dan kami mengikuti jejak-jejak mereka', mengandalkan tradisi leluhur sebagai pembenaran tunggal tanpa evaluasi independen.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, w-j-d, a-b-w, a-m-m, a-ts-r, h-d-y): wajadnaa aabaa'anaa alaa ummah wa innaa alaa aathaarihim muhtaduun diterjemahkan 'mendapati nenek moyang menganut suatu umat, & kami mengikuti jejak mereka' (akar w-j-d + akar '-b-w + akar '-m-m + akar h-d-y HDY, dasar-otoritas mereka HANYA warisan leluhur, bukan bukti; inti taklid yang dikritik terjemahan ini, cf. 2:170, 5:104, 31:21). Selaras.

Ayat 43:23

وَكَذَٰلِكَ مَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَا إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَىٰ أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَىٰ آثَارِهِمْ مُقْتَدُونَ

Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelummu seorang pemberi peringatan pun ke suatu negeri, kecuali orang-orang yang bermewah-mewah di negeri itu berkata, “Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu umat, dan sesungguhnya kami mengikuti jejak-jejak mereka.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَكَذَٰلِكَ مَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيرٍwa-ka-dzaalika maa arsalnaa min qablika fii qaryatin min nadziirindan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelummu seorang pemberi peringatan pun ke suatu negeri
  2. إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَاillaa qaala mutrafuuhaakecuali orang-orang yang bermewah-mewah di negeri itu berkata
  3. إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَىٰ أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَىٰ آثَارِهِمْ مُقْتَدُونَinnaa wajadnaa aabaa'anaa alaa ummatin wa-innaa alaa aatsaarihim muqtaduunasesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu umat, dan sesungguhnya kami mengikuti jejak-jejak mereka
Aplikasi

Konfirmasi bahwa pola ini berulang di SETIAP negeri yang didatangi pemberi peringatan, terutama diucapkan oleh 'orang-orang yang bermewah-mewah', kenyamanan status quo sering menjadi penghalang utama menerima perubahan, bukan kurangnya bukti.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-s-l, q-b-l, q-r-y, n-dz-r, q-w-l, t-r-f, w-j-d, a-b-w, a-m-m, a-ts-r, q-d-w): mutrafuuhaa diterjemahkan 'orang-orang mewahnya' (akar t-r-f, elite kaya=penolak-tetap rasul, cf. 34:34); alaa aathaarihim muqtaduun diterjemahkan 'mengikuti jejak mereka' (akar '-ts-r + akar q-d-w, taklid universal: dalih tiap kaum penolak, pola berulang). gloss '(Nabi Muhammad)/(di negeri itu)/(agama)' dibuang.