وَكَذَٰلِكَ مَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَا إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَىٰ أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَىٰ آثَارِهِمْ مُقْتَدُونَ
Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelummu seorang pemberi peringatan pun ke suatu negeri, kecuali orang-orang yang bermewah-mewah di negeri itu berkata, “Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu umat, dan sesungguhnya kami mengikuti jejak-jejak mereka.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَكَذَٰلِكَ مَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيرٍwa-ka-dzaalika maa arsalnaa min qablika fii qaryatin min nadziirindan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelummu seorang pemberi peringatan pun ke suatu negeri
- إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَاillaa qaala mutrafuuhaakecuali orang-orang yang bermewah-mewah di negeri itu berkata
- إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَىٰ أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَىٰ آثَارِهِمْ مُقْتَدُونَinnaa wajadnaa aabaa'anaa 'alaa ummatin wa-innaa 'alaa aatsaarihim muqtaduunasesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu umat, dan sesungguhnya kami mengikuti jejak-jejak mereka
Terjemahan per kata (21 kata)
- وَكَذَٰلِكَwa-ka-dzaalikadan demikianlah
- مَاmaatidaklah
- أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
- مِنْmindari
- قَبْلِكَqablikasebelummu
- فِيfiidi
- قَرْيَةٍqaryatinnegeri
- مِنْmindari
- نَذِيرٍnadziirinpemberi peringatan
- إِلَّاillaakecuali
- قَالَqaalaberkata
- مُتْرَفُوهَاmutrafuuhaaorang-orang bermewahnya
- إِنَّاinnaasesungguhnya kami
- وَجَدْنَاwajadnaakami mendapati
- آبَاءَنَاaabaa'anaaleluhur kami
- عَلَىٰ'alaaatas
- أُمَّةٍummatinumat
- وَإِنَّاwa-innaadan sesungguhnya kami
- عَلَىٰ'alaaatas
- آثَارِهِمْaatsaarihimjejak mereka
- مُقْتَدُونَmuqtaduunaorang-orang yang mengikuti
Inti bacaan
Konfirmasi bahwa pola ini berulang di setiap negeri yang didatangi pemberi peringatan, terutama diucapkan oleh 'orang-orang yang bermewah-mewah', kenyamanan status quo sering menjadi penghalang utama menerima perubahan, bukan kurangnya bukti.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan pola berulang sepanjang sejarah: setiap kali pemberi peringatan diutus, kaum berada yang selalu berlindung di balik tradisi leluhur.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut jawaban yang sama muncul di tiap negeri. Yang mengucapkan yang bermewah-mewah. Yang berlindung di balik leluhur.
- Yang menghalangi kenyamanan, bukan kekurangan bukti. Buktinya ada. Yang tidak mau berubah keadaannya.
- Kata demikianlah dipakai Allah untuk menyambungkan pola. Bukan cerita satu tempat. Berlaku di semua.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar r-s-l, q-b-l, q-r-y, n-dz-r, q-w-l, t-r-f, w-j-d, a-b-w, a-m-m, a-ts-r, q-d-w): mutrafuuhaa diterjemahkan 'orang-orang mewahnya' (akar t-r-f, elite kaya=penolak-tetap rasul, cf. 34:34); alaa aathaarihim muqtaduun diterjemahkan 'mengikuti jejak mereka' (akar '-ts-r + akar q-d-w, taklid universal: dalih tiap kaum penolak, pola berulang). gloss '(Nabi Muhammad)/(di negeri itu)/(agama)' dibuang.