قَالَ أَوَلَوْ جِئْتُكُمْ بِأَهْدَىٰ مِمَّا وَجَدْتُمْ عَلَيْهِ آبَاءَكُمْ ۖ قَالُوا إِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ

Ia berkata, “Apakah sekalipun aku membawa kepada kalian petunjuk yang lebih baik daripada apa yang kalian dapati padanya nenek moyang kalian?” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami kufur terhadap apa yang kalian diutus dengannya.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قَالَ أَوَلَوْ جِئْتُكُمْ بِأَهْدَىٰ مِمَّا وَجَدْتُمْ عَلَيْهِ آبَاءَكُمْqaala a-wa-law ji'tukum bi-ahdaa mimmaa wajadtum 'alayhi aabaa'akumia berkata, apakah sekalipun aku membawa kepada kalian petunjuk yang lebih baik daripada apa yang kalian dapati padanya nenek moyang kalian
  2. قَالُوا إِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُونَqaaluu innaa bi-maa ursiltum bihi kaafiruunamereka menjawab, sesungguhnya kami kufur terhadap apa yang kalian diutus dengannya

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. أَوَلَوْa-wa-lawapakah walaupun
  3. جِئْتُكُمْji'tukumaku datang kepada kalian
  4. بِأَهْدَىٰbi-ahdaalebih mendapat petunjuk
  5. مِمَّاmimmaadaripada apa yang
  6. وَجَدْتُمْwajadtumkalian dapati
  7. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  8. آبَاءَكُمْaabaa'akumbapak-bapak kalian
  9. قَالُواqaaluumereka berkata
  10. إِنَّاinnaasesungguhnya kami
  11. بِمَاbi-maapada apa yang
  12. أُرْسِلْتُمْursiltumkalian diutus
  13. بِهِbihidengannya
  14. كَافِرُونَkaafiruunaorang-orang kafir

Inti bacaan

Susunan (أَوَلَوْ, a-wa-law) muncul tujuh kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:170, 5:104, 7:88, 26:30, 31:21, 39:43, dan 43:24.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (قَالَ, qaala) yang berarti "ia berkata", kata kerja tunggal yang pelakunya tidak disebut. Di 43:23 pelaku tunggal yang terdekat disebut (نَذِيرٍ, nadziirin), seorang pemberi peringatan, sedangkan jawaban sesudahnya memakai bentuk jamak qaaluu. Pertanyaannya dibuka dengan (أَوَلَوْ, a-wa-law) yang berarti "apakah sekalipun", tersusun dari huruf tanya a-, wa-, dan law, "sekiranya". Susunan a-wa-law muncul tujuh kali di seluruh Al-Qur'an, tersebar di tujuh surah, yaitu di 2:170, 5:104, 7:88, 26:30, 31:21, 39:43, dan 43:24. Di 2:170, 5:104, dan 31:21 pertanyaan itu menyusul ucapan tentang apa yang didapati dari nenek moyang. Di 26:30, (قَالَ أَوَلَوْ جِئْتُكَ بِشَيْءٍ مُبِينٍ, qaala a-wa-law ji'tuka bi-syay'in mubiinin) yang berarti "ia berkata, apakah sekalipun aku membawa kepadamu sesuatu yang jelas" dijawab di 26:31 dengan (فَأْتِ بِهِ, fa-ti bihi) yang berarti "maka datangkanlah itu". Jawaban di 43:24 berbeda dari itu.

Kata (جِئْتُكُمْ, ji'tukum) yang berarti "aku membawa kepada kalian" tersusun dari ji'tu, "aku datang", dan -kum, "kalian", dari akar ج-ي-ء. Bentuk ji'tukum muncul lima kali di tiga surah, yaitu di 3:49, 3:50, 7:105, 43:24, dan 43:63; jumlah surahnya lebih kecil karena surah 3 dan surah 43 masing-masing memuatnya dua kali. Di 3:50, 7:105, dan 43:63 kata itu disusul bi- dan sesuatu yang dibawa. Di 7:105, (قَدْ جِئْتُكُمْ بِبَيِّنَةٍ, qad ji'tukum bi-bayyinatin) yang berarti "sungguh aku datang kepada kalian dengan bukti yang nyata". Di 43:63, (قَدْ جِئْتُكُمْ بِالْحِكْمَةِ, qad ji'tukum bi-l-hikmati) yang berarti "sungguh aku datang kepada kalian dengan membawa hikmah". Di 43:24 benda yang dibawa disebut dengan (بِأَهْدَىٰ, bi-ahdaa).

Kata (أَهْدَىٰ, ahdaa) berakar ه-د-ي, akar yang sama dengan muhtaduuna di 43:22, dan berbentuk "lebih". Kata itu muncul tujuh kali di tujuh surah, yaitu di 4:51, 6:157, 17:84, 28:49, 35:42, 43:24, dan 67:22. Terjemahan memakai "lebih mendapat petunjuk" di 6:157, 35:42, dan 67:22, "lebih memberi petunjuk" di 28:49, dan "lebih benar jalannya" di 4:51 dan 17:84 karena kata jalan mengikutinya. Di 43:24 tidak ada kata jalan, dan bi- menaruh ahdaa sebagai sesuatu yang dibawa, sehingga terjemahan memakai "petunjuk yang lebih baik". Di 6:157, (لَكُنَّا أَهْدَىٰ مِنْهُمْ, la-kunnaa ahdaa minhum) yang berarti "tentu kami lebih mendapat petunjuk daripada mereka" mengikuti pengandaian bahwa kitab diturunkan kepada mereka. Di 35:42, (لَيَكُونُنَّ أَهْدَىٰ, la-yakuununna ahdaa) yang berarti "niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk" mengikuti sumpah dengan nama Allah bahwa mereka demikian bila datang seorang pemberi peringatan, dan ayat yang sama menyebut bahwa ketika pemberi peringatan itu datang, hal itu tidak menambah mereka kecuali keberpalingan.

Frasa (مِمَّا وَجَدْتُمْ عَلَيْهِ آبَاءَكُمْ, mimmaa wajadtum 'alayhi aabaa'akum) yang berarti "daripada apa yang kalian dapati padanya nenek moyang kalian" memakai kata kerja wajadtum, "kalian dapati", dari akar yang sama dengan wajadnaa di 43:22. Kata ganti -hi pada 'alayhi menunjuk maa, "apa yang", dan aabaa'akum, "nenek moyang kalian", berkedudukan sebagai objek wajadtum. Karena itu nenek moyang berada pada posisi yang didapati, dan "padanya" menunjuk apa yang mereka pegang. Susunan (عَلَيْهِ آبَاءَنَا, 'alayhi aabaa'anaa) yang berarti "padanya nenek moyang kami" muncul empat kali di empat surah dalam ucapan orang-orang yang menyebut warisan, yaitu di 2:170, 5:104, 10:78, dan 31:21. Di 43:24 pemberi peringatan memakai susunan serupa dengan kata ganti kalian.

Jawaban (قَالُوا إِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ, qaaluu innaa bi-maa ursiltum bihi kaafiruuna) yang berarti "mereka menjawab, sesungguhnya kami kufur terhadap apa yang kalian diutus dengannya" memuat (أُرْسِلْتُمْ, ursiltum) dari akar ر-س-ل, berbentuk pasif dan jamak. Pengutusnya tidak disebut di ayat ini. Bentuk jamak itu berbeda dari pemberi peringatan tunggal di 43:23 dan pembicara tunggal di 43:24, dan ayat tidak menerangkan selisih itu. Kata (كَافِرُونَ, kaafiruuna) berakar ك-ف-ر dan berbentuk jamak pelaku. Susunan bi-maa ursiltum bihi kaafiruuna muncul tiga kali, yaitu di 34:34, 41:14, dan 43:24. Di 43:30, (وَإِنَّا بِهِ كَافِرُونَ, wa-innaa bihi kaafiruuna) yang berarti "dan sesungguhnya kami kufur terhadapnya" memakai kata ganti bihi untuk kebenaran yang datang. Jawaban di 43:24 tidak memuat kata perbandingan apa pun, sehingga pertanyaan "apakah sekalipun lebih baik" tidak dijawab dengan ya atau tidak.

Tafsiran

Ayat ini memuat ucapan pemberi peringatan dalam bentuk aku untuk pertama kali dalam rangkaian 43:19 sampai 43:24. Di 43:19 sampai 43:23 penutur ayat dan orang-orang yang dikutip berbicara. Di sini pemberi peringatan itu muncul dan mengajukan satu pertanyaan, lalu orang-orang yang tadi mengutip warisan menjawab.

Pertanyaannya menerima lebih dulu apa yang mereka katakan di 43:22. Pemberi peringatan tidak membantah bahwa mereka mendapati nenek moyang mereka pada suatu jalan, dan memakai akar kata petunjuk yang sama dengan yang mereka pakai untuk diri mereka. Pemberi peringatan mengajukan satu pengandaian: bila apa yang dibawanya lebih berpetunjuk daripada apa yang mereka dapati. Dengan demikian pertanyaan itu mengambil ukuran mereka sendiri dan menanyakan akibat bila ada yang melampaui ukuran itu.

Jawaban mereka tidak menyentuh pengandaian itu. Mereka berbicara tentang isi kiriman yang dibawa para utusan, yaitu apa yang kalian diutus dengannya, dan menyatakan kufur terhadapnya. Tidak ada kata yang menimbang apakah isi itu lebih baik atau tidak. Susunan jawabannya sama dengan 34:34, tempat kalimat itu diucapkan oleh orang-orang yang bermewah-mewah. Di 43:23 dan 43:24 dalih warisan datang lebih dulu, lalu, sesudah pertanyaan, penolakan. Urutan ini tidak tampak di 34:34, yang hanya mengutip penolakan.

Ayat berikutnya, 43:25, menyatakan akibatnya dengan kata Kami: Kami membalas mereka. Rangkaian ini berakhir pada dua ucapan yang berhadapan, tawaran yang lebih baik dan penolakan, lalu satu kalimat pembalasan. Pertanyaan tentang saksi, pengetahuan, dan kitab di 43:19 sampai 43:21 tidak muncul lagi di ayat ini, dan jawaban mereka tidak memuat salah satu dari ketiganya.

Renungan dan Hikmah

  • Pemberi peringatan di 43:24 memakai akar kata petunjuk yang sama dengan yang dipakai orang-orang itu di 43:22 untuk diri mereka. Pemberi peringatan itu tidak lebih dulu menyatakan bahwa nenek moyang mereka tidak berpetunjuk. Pemberi peringatan menerima bahasa mereka dan menanyakan apa yang terjadi bila ada yang lebih berpetunjuk. Menurut 43:23, yang mengutusnya adalah Kami, yaitu Allah. Seseorang yang hendak menyampaikan sesuatu yang berbeda dari kebiasaan lawan bicaranya dapat memperhatikan cara itu, yaitu memulai dari ukuran yang dipakai lawan bicara sendiri. Sebagai lawan bicara, pembaca dapat bertanya, bila ada yang lebih berpetunjuk daripada pegangannya, ukuran apa yang akan dipakainya untuk mengetahuinya?
  • Di 6:157 orang-orang berkata, sekiranya kitab diturunkan kepada mereka, tentu mereka lebih mendapat petunjuk daripada kelompok lain. Di 35:42 mereka bersumpah dengan nama Allah bahwa bila datang seorang pemberi peringatan, mereka akan lebih mendapat petunjuk, dan ayat itu melanjutkan bahwa ketika pemberi peringatan datang, hal itu tidak menambah mereka kecuali keberpalingan. Dua ayat itu berasal dari dua surah dan kelompok yang tidak dinyatakan sama dengan kelompok di 43:24, tetapi tawaran di 43:24, petunjuk yang lebih baik, adalah barang yang diandaikan di sana. Pengandaian apa yang pernah diucapkan pembaca, misalnya "kalau saja ada yang menunjukkan jalan yang lebih baik, tentu aku berubah", dan bagaimana jawabannya ketika tawaran semacam itu sungguh datang?
  • Pertanyaan a-wa-law di 2:170 dan 5:104 menguji pegangan warisan dari ujung yang terburuk: sekalipun nenek moyang mereka tidak mengerti sesuatu pun dan tidak mendapat petunjuk, apakah mereka tetap mengikuti? Di kedua ayat itu pertanyaan tersebut menyusul ajakan mengikuti apa yang diturunkan Allah. Pertanyaan di 43:24 menguji dari ujung yang terbaik: sekalipun yang datang lebih berpetunjuk. Dua ujung itu sama-sama menanyakan ambang, yaitu seburuk apa pegangan lama atau sebaik apa pegangan baru sebelum seseorang mau memeriksa. Ambang apa yang dipakai pembaca untuk mulai memeriksa pegangannya sendiri, dan apakah ambang itu pernah dihitungnya?
  • Di 26:30 pertanyaan a-wa-law dijawab di 26:31 dengan permintaan untuk melihat isinya: maka datangkanlah itu, jika engkau termasuk orang-orang yang benar. Jawaban di 43:24 tidak meminta apa pun diperlihatkan dan tidak membandingkan. Jawaban itu menyatakan penolakan terhadap muatan kiriman dan tidak menimbang mutunya. Dua jawaban atas pertanyaan yang serupa memperlihatkan dua cara menghadapi tawaran: meminta isinya lebih dulu, atau menolak sebelum isinya dilihat. Bila tawaran yang lebih baik datang kepada pembaca, kata apa yang keluar lebih dulu, tunjukkan atau tidak? Dan seberapa sering kata kedua datang sebelum kata pertama sempat diucapkan?
  • Penolakan di 43:24 ditujukan pada apa yang kalian diutus dengannya, yaitu muatan kiriman. Bentuk kalian diutus menyebut adanya pengutus tanpa menamainya, dan di 43:23 pengutusnya disebut: Kami, yaitu Allah. Kalimat mereka dengan begitu menolak sesuatu yang dikirim, dan kiriman mempunyai pengirim. Pembaca yang menolak sebuah pesan dapat menanyakan apakah yang ditolaknya pembawa pesan, isi pesan, atau pengirimnya, dan dengan kata mana pembaca menyebut ketiganya ketika menjelaskan penolakannya kepada orang lain. Apakah ketiganya pernah dipisahkan sebelum kata tidak diucapkan?
  • Di 43:22 orang-orang yang dikutip memberi nama petunjuk bagi pegangan mereka, dan di 43:24 mereka memberi nama kufur bagi sikap mereka terhadap tawaran. Di 43:30 nama kufur diucapkan lagi: dan sesungguhnya kami kufur terhadapnya. Dua nama itu berasal dari ucapan yang dikutip dalam satu rangkaian di surah yang sama. Nama petunjuk terdengar selama pegangan itu belum ditawari yang lain, dan nama kufur terdengar ketika tawaran datang. Ayat tidak menerangkan hubungan sebab di antara kedua nama itu. Pembaca yang memberi nama terhormat bagi sikapnya dapat memperhatikan nama apa yang akan dipilih ketika sikap itu diuji, dan apakah nama itu masih sama.