فَانْتَقَمْنَا مِنْهُمْ ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ
Maka, Kami membalas mereka; maka, perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَانْتَقَمْنَا مِنْهُمْfa-ntaqamnaa minhummaka, Kami membalas mereka
- فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَfa-nzhur kayfa kaana 'aaqibatu l-mukadzdzibiinamaka, perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan
Terjemahan per kata (7 kata)
- فَانْتَقَمْنَاfa-ntaqamnaamaka Kami membalas
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- فَانْظُرْfa-nzhurmaka perhatikanlah
- كَيْفَkayfabagaimana
- كَانَkaanaadalah
- عَاقِبَةُ'aaqibatukesudahan
- الْمُكَذِّبِينَl-mukadzdzibiinaorang-orang yang mendustakan
Inti bacaan
Susunan (عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ, 'aaqibatu l-mukadzdzibiina) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 3:137, 6:11, 16:36, dan 43:25, dan hanya di 43:25 perintah memperhatikannya berbentuk tunggal.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَانْتَقَمْنَا, fa-ntaqamnaa) yang berarti "maka Kami membalas". Awalan (فَ, fa) berarti "maka", kata kerjanya berakar ن-ق-م, dan akhiran (نَا, -naa) berarti "Kami". Bentuk kata kerja ini dengan akhiran Kami muncul lima kali di empat surah, yaitu 7:136, 15:79, 30:47, 43:25, dan 43:55, sehingga surah 43 memuat dua dari kelimanya. Rangkaian (فَانْتَقَمْنَا مِنْهُمْ, fa-ntaqamnaa minhum) yang berarti "maka Kami membalas mereka" muncul tiga kali, yaitu di 7:136, 15:79, dan 43:25. Di 7:136 rangkaian itu disusul penenggelaman di laut beserta sebabnya, (بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا, bi-annahum kadzdzabuu) yang berarti "karena mereka telah mendustakan". Di 15:79 rangkaian yang sama disusul keterangan letak, yaitu di jalan raya yang nyata. Di 43:25 tidak ada sambungan seperti itu, sehingga cara dan tempat pembalasan tidak ditulis, dan terjemahan memakai "membalas" tanpa "menenggelamkan" atau "membinasakan". Di 43:55 bentuk tanpa awalan fa didahului sebab, (فَلَمَّا آسَفُونَا, fa-lammaa aasafuunaa) yang berarti "maka ketika mereka membuat Kami murka", lalu disusul penenggelaman.
Kata (فَانْظُرْ, fa-nzhur) yang berarti "maka perhatikanlah" berakar ن-ظ-ر dan berbentuk perintah untuk satu orang. Nama orang itu tidak ditulis. Di 43:23 pendengar juga dipanggil dengan kata ganti tunggal, (مِنْ قَبْلِكَ, min qablika) yang berarti "sebelummu". Perintah ini disusul (كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ, kayfa kaana 'aaqibatu) yang berarti "bagaimana akibat" sebanyak sembilan kali di enam surah, yaitu 7:84, 7:103, 10:39, 10:73, 27:14, 27:51, 28:40, 37:73, dan 43:25. Di delapan ayat selain 43:25, kata 'aaqibatu disusul sebutan pihak atau perbuatan, yaitu (الْمُجْرِمِينَ, l-mujrimiina) yang berarti "orang-orang yang berdosa" di 7:84, (الْمُفْسِدِينَ, l-mufsidiina) yang berarti "orang-orang yang berbuat kerusakan" di 7:103 dan 27:14, (الظَّالِمِينَ, zh-zhaalimiina) yang berarti "orang-orang zalim" di 10:39 dan 28:40, (الْمُنْذَرِينَ, l-mundzariina) yang berarti "orang-orang yang diberi peringatan" di 10:73 dan 37:73, serta (مَكْرِهِمْ, makrihim) yang berarti "makar mereka" di 27:51. Di 43:25 kata itu disusul sebutan yang diambil dari perbuatan mendustakan, dan kedelapan ayat lain tidak memakai sebutan semacam itu.
Sebutan itu ialah (الْمُكَذِّبِينَ, l-mukadzdzibiina) yang berarti "orang-orang yang mendustakan", berakar ك-ذ-ب. Sebutan ini menamai orang yang melakukan kata kerja (كَذَّبَ, kadzdzaba) yang berarti "mendustakan", dan kata kerja itu dipakai di 10:39 untuk orang-orang sebelum mereka. Bentuk persis (الْمُكَذِّبِينَ, l-mukadzdzibiina) muncul tujuh kali di tujuh surah, yaitu 3:137, 6:11, 16:36, 43:25, 56:92, 68:8, dan 73:11. Tiga di antaranya, yaitu 3:137, 6:11, dan 16:36, memuat (عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ, 'aaqibatu l-mukadzdzibiina) yang berarti "akibat orang-orang yang mendustakan" seperti 43:25. Ketiganya memakai perintah untuk banyak orang, yaitu (فَانْظُرُوا, fa-nzhuruu) di 3:137 dan 16:36 serta (انْظُرُوا, nzhuruu) di 6:11, dan ketiganya didahului perintah (سِيرُوا فِي الْأَرْضِ, siiruu fii l-ardhi) yang berarti "berjalanlah di bumi". Di 43:25 perintahnya untuk satu orang dan tidak ada perintah berjalan sebelumnya, dan yang mendahuluinya satu kalimat tentang perbuatan Kami.
Kata (عَاقِبَةُ, 'aaqibatu) yang berarti "akibat" berakar ع-ق-ب, akar yang sama dengan (عَقِبِهِ, 'aqibihi) di 43:28, dan keterangan akar itu ada di sana. Kata ganti (هُمْ, -hum) di (مِنْهُمْ, minhum) berarti "mereka". Ayat ini tidak menunjuk siapa mereka, tetapi pihak terdekat yang berbicara sebelumnya ialah yang menjawab di 43:24, (قَالُوا إِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ, qaaluu innaa bi-maa ursiltum bihi kaafiruuna) yang berarti "mereka berkata, 'Sesungguhnya kami kufur terhadap apa yang kalian diutus dengannya'". Sebutan di 43:24 ialah (كَافِرُونَ, kaafiruuna) yang berarti "yang kufur", dan sebutan "yang mendustakan" baru ditulis di 43:25. Dapat dibaca bahwa kedua sebutan itu menunjuk pihak yang sama, tetapi ayat tidak menyatakannya.
Tafsiran
Ayat ini menaruh satu perbuatan Kami dan satu perintah memperhatikan di ujung rangkaian 43:22 sampai 43:24. Rangkaian itu bergerak dari ucapan "kami mendapati nenek moyang kami" di 43:22 dan 43:23, ke tawaran petunjuk yang lebih baik di 43:24, lalu ke jawaban "kami kufur terhadap apa yang kalian diutus dengannya". Sesudah jawaban itu tidak ada ucapan lain yang ditulis. Yang ditulis langsung adalah pembalasan, sehingga ujung rangkaian ini berupa tindakan, tidak lagi percakapan.
Pembalasan itu ditulis tanpa rincian. Dibandingkan dengan 43:55 yang menulis penenggelaman dan sebabnya, 43:25 hanya menulis bahwa pembalasan terjadi, lalu perhatian pembaca dialihkan ke akibatnya. Surah yang sama juga menulis pembalasan sebagai hal yang masih akan terjadi di 43:41, (فَإِنَّا مِنْهُمْ مُنْتَقِمُونَ, fa-innaa minhum muntaqimuuna) yang berarti "maka sesungguhnya Kami akan membalas mereka", dan akar kata kerjanya sama dengan fa-ntaqamnaa.
Perintah memperhatikan membawa pembaca dari kalimat tentang Kami ke kalimat tentang pihak yang terkena. Kalimat kedua tidak memuat kata kerja pembalasan lagi. Isinya pertanyaan "bagaimana" dan sebutan bagi mereka yang mendustakan. Sebutan itu menamai pihak yang di 43:24 menyebut dirinya kufur, dan penamaannya ditulis dalam kalimat yang diucapkan Kami, tidak dalam ucapan mereka sendiri.
Ayat 43:26 memindahkan pembicaraan ke Ibrahim, dan keterangannya ada di sana.
Renungan dan Hikmah
- Karena pembalasan di ayat ini tidak disertai cara, tempat, dan waktu, pembaca yang menjumpai kekosongan itu dapat mengisinya dengan gambaran dari ayat lain atau dari ingatannya sendiri. Di 14:47 pembalasan disebut sesudah larangan mengira Allah mengingkari janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya, lalu Allah disebut digdaya dan memiliki pembalasan. Ayat itu menyandingkan pembalasan dengan janji, sedangkan 43:25 tidak menuliskan janji apa pun. Gambaran apa yang muncul ketika kata membalas dibaca tanpa rincian, dan apakah gambaran itu berasal dari ayat atau dari tempat lain?
- Tawaran di 43:24 berbunyi petunjuk yang lebih baik daripada apa yang didapati pada nenek moyang, dan jawabannya berbunyi kami kufur terhadap apa yang kalian diutus dengannya. Jawaban itu tidak menyebut petunjuk yang ditawarkan, tidak menimbang apakah petunjuk itu lebih baik, dan tidak menyebut nenek moyang. Ayat 43:25 sesudahnya langsung menulis pembalasan. Pembaca yang pernah menjawab sebuah tawaran dengan kalimat yang tidak menyentuh isi tawarannya dapat meletakkan jawabannya sendiri di samping jawaban itu, lalu membaca ulang tawarannya. Apa isi tawaran itu, dan apa yang sudah ditimbang sebelum jawaban diberikan?
- Di 43:24 pihak itu menyebut dirinya kufur, dan di 43:25 pihak yang membalas menyebut mereka orang-orang yang mendustakan. Hal yang didustakan tidak ditulis di 43:25. Di 6:21 hal itu ditulis, yaitu tanda-tanda-Nya, dan ayat tersebut menyandingkannya dengan mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, lalu menyebut orang yang demikian zalim dan tidak beruntung. Dengan sandingan itu, sebutan di 43:25 dapat dibaca sebagai nama bagi sikap terhadap tanda-tanda dari Allah, meskipun ayat ini tidak menuliskannya. Ketika pembaca menolak sesuatu, apakah penolakannya disebut kufur atau mendustakan, dan apakah kedua sebutan itu berarti sama baginya?
- Ayat ini meminta pembaca memperhatikan akibat, dan engkau yang dituju tidak diberi nama. Di 40:21 hal serupa diminta lewat pertanyaan tentang orang-orang yang berjalan di bumi lalu memperhatikan kesudahan orang-orang sebelum mereka, dan ayat itu menulis bahwa Allah mengazab mereka karena dosa-dosa mereka serta tidak ada pelindung bagi mereka dari Allah. Di 43:25 tidak ada perjalanan dan tidak ada daftar dosa, sehingga perhatian jatuh pada akibat itu sendiri dan pada nama yang diberikan kepada pihak yang mengalaminya. Pembaca yang memperhatikan akhir sebuah kisah dapat bertanya, apakah yang dilihatnya hanya nasib orang lain atau sebuah peringatan yang sampai kepadanya?
- Surah yang sama menulis pembalasan dalam tiga keadaan. Di 43:41 pembalasan masih akan terjadi, dan 43:42 menyusulkan bahwa Kami berkuasa penuh atas mereka. Di 43:25 pembalasan sudah terjadi tanpa rincian, dan di 43:55 sudah terjadi bersama penenggelaman. Pembaca yang membaca ketiganya berurutan melihat bahwa pembalasan di surah ini ditulis dari tiga sisi waktu, sehingga kata membalas tidak selalu menunjuk saat yang sama. Pembaca dapat memeriksa pada sisi waktu mana kabar semacam ini biasa ditaruhnya, pada yang sudah selesai atau pada yang masih akan datang, dan apakah penempatan itu pernah ditimbang ulang?
- Ucapan di 43:24, kami kufur terhadap apa yang kalian diutus dengannya, ditulis juga di 34:34 sebagai ucapan orang-orang yang bermewah-mewah, dan 34:35 menulis lanjutannya: kami lebih banyak harta dan anak, dan kami tidak akan diazab. Ayat 43:25 tidak memuat kalimat sejenis itu dan hanya menulis bahwa Kami membalas mereka. Dua ayat itu berada di surah yang berbeda dan tidak disamakan, tetapi keduanya memperlihatkan bahwa sebuah penolakan dapat disertai dugaan tentang akibatnya. Pembaca dapat membaca kembali alasan yang dipegangnya saat menolak sesuatu, lalu memeriksa apakah di antaranya ada dugaan tentang akibat penolakan itu yang belum pernah diucapkannya keras-keras.