وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعْبُدُونَ
Dan ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian sembah,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِwa-idz qaala ibraahiimu li-abiihi wa-qawmihidan ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya
- إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعْبُدُونَinnanii baraa'un mimmaa ta'buduunasesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian sembah
Terjemahan per kata (9 kata)
- وَإِذْwa-idzdan ketika
- قَالَqaalaberkata
- إِبْرَاهِيمُibraahiimuIbrahim
- لِأَبِيهِli-abiihikepada bapaknya
- وَقَوْمِهِwa-qawmihidan kaumnya
- إِنَّنِيinnaniisesungguhnya aku
- بَرَاءٌbaraa'unberlepas diri
- مِمَّاmimmaadari apa yang
- تَعْبُدُونَta'buduunakalian menyembah
Inti bacaan
Frasa (مِمَّا تَعْبُدُونَ, mimmaa ta'buduuna) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 43:26 dan 60:4.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ, wa-idz qaala ibraahiimu) yang berarti "dan ketika Ibrahim berkata". Awalan (وَ, wa) berarti "dan" dan menyambung ayat ini dengan 43:25, sedangkan (إِذْ, idz) berarti "ketika". Susunan ini muncul lima kali di empat surah, yaitu 2:126, 2:260, 6:74, 14:35, dan 43:26. Dua dari kelimanya, yaitu 6:74 dan 43:26, melanjutkan dengan (لِأَبِيهِ, li-abiihi) yang berarti "kepada bapaknya", sehingga (وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ, wa-idz qaala ibraahiimu li-abiihi) muncul dua kali. Di 6:74 bapak itu diberi nama dan ucapan Ibrahim dibuka dengan pertanyaan, sedangkan di 43:26 bapak itu tidak diberi nama dan ucapannya berupa pernyataan.
Penerima ucapan di 43:26 ada dua, (لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ, li-abiihi wa-qawmihi) yang berarti "kepada bapaknya dan kaumnya". Pasangan ini muncul empat kali, yaitu di 21:52, 26:70, 37:85, dan 43:26, dan tidak ada ayat lain yang menyebut kedua penerima itu bersama, dengan urutan apa pun. Di tiga ayat yang lain Ibrahim bertanya, yaitu (مَا هَٰذِهِ التَّمَاثِيلُ, maa haadzihi t-tamaatsiilu) yang berarti "patung-patung apakah ini" di 21:52, (مَا تَعْبُدُونَ, maa ta'buduuna) yang berarti "apa yang kalian sembah" di 26:70, dan (مَاذَا تَعْبُدُونَ, maadzaa ta'buduuna) yang berarti "apa yang kalian sembah" di 37:85. Di 43:26 Ibrahim menyatakan sikap. Terjemahan membuka tanda kutip di sini lalu menutupnya di 43:27, karena ucapan itu bersambung ke (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali" di ayat berikutnya.
Kata (بَرَاءٌ, baraa'un) yang berarti "berlepas diri" berakar ب-ر-أ, dan bentuk persis ini muncul sekali, di 43:26. Terjemahan menggabungkannya dengan (إِنَّنِي, innanii) yang berarti "sesungguhnya aku" menjadi "sesungguhnya aku berlepas diri". Kata innanii muncul tujuh kali di lima surah, yaitu 6:19, 6:161, 11:2, 20:14, 20:46, 41:33, dan 43:26. Dua dari ketujuhnya disusul pernyataan lepas diri, yaitu (وَإِنَّنِي بَرِيءٌ, wa-innanii barii'un) yang berarti "dan sesungguhnya aku berlepas diri" di 6:19 dan (إِنَّنِي بَرَاءٌ, innanii baraa'un) di 43:26, sedangkan lima lainnya disusul pernyataan lain.
Akar ب-ر-أ muncul juga sebagai (بَرِيءٌ, barii'un) sembilan kali di tujuh surah, yaitu 6:19, 6:78, 8:48, 9:3, 10:41, 11:35, 11:54, 26:216, dan 59:16. Dalam rangkaian ucapan Ibrahim yang dibuka di 6:74, (إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ, innii barii'un mimmaa tusyrikuuna) yang berarti "sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian persekutukan" ada di 6:78. Di 60:4 Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya berkata (إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ, innaa bura'aa'u minkum) yang berarti "sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian". Hal yang dilepaskan disebut lewat perbuatan mempersekutukan, (تُشْرِكُونَ, tusyrikuuna), di 6:78, sedangkan di 43:26 dan 60:4 disebut lewat perbuatan menyembah, (مِمَّا تَعْبُدُونَ, mimmaa ta'buduuna) yang berarti "dari apa yang kalian sembah". Frasa mimmaa ta'buduuna muncul dua kali, yaitu di 43:26 dan 60:4. Di 60:4 frasa itu diikuti (مِنْ دُونِ اللَّهِ, min duuni llaahi) yang berarti "selain Allah", sedangkan di 43:26 keterangan itu tidak ada dan batasnya baru ditulis di 43:27.
Tafsiran
Ayat ini memindahkan pembicaraan dari akibat sekelompok orang ke seorang yang berbicara kepada bapak dan kaumnya. Pemindahan itu ditandai awalan (وَإِذْ, wa-idz) dan nama baru, Ibrahim. Ucapannya ditulis sebagai satu kalimat yang belum selesai: bagian pertama ada di 43:26, dan bagian kedua dibuka (إِلَّا, illaa) di 43:27. Ayat ini sendiri hanya memuat bagian yang menolak, yaitu berlepas diri dari apa yang disembah bapak dan kaumnya, tanpa menyebut apa yang dikecualikan.
Di 60:4 pernyataan serupa membawa batasnya dalam kalimat yang sama, yaitu "selain Allah". Di 43:26 batas itu belum ada, jadi penolakan ditulis lebih dulu dalam bentuk yang lebar dan pengecualiannya ditunda ke ayat berikutnya. Susunan ini membuat 43:26 baru lengkap bersama 43:27.
Ucapan ini dibuka berbeda dari 43:22 dan 43:23. Di dua ayat itu ucapan dibuka (إِنَّا, innaa) yang berarti "sesungguhnya kami", dan isinya (وَجَدْنَا آبَاءَنَا, wajadnaa aabaa'anaa) yang berarti "kami mendapati nenek moyang kami". Di 43:26 ucapan dibuka (إِنَّنِي, innanii) yang berarti "sesungguhnya aku", dan isinya sikap pembicara sendiri. Dua ucapan itu berdiri berdekatan: yang pertama bersandar pada orang-orang terdahulu dan memakai kata kami, yang kedua bersandar pada pembicaranya dan memakai kata aku.
Bersama 43:27 dan 43:28, ayat ini membentuk satu bagian dengan tiga langkah: penolakan di 43:26, pengecualian beserta janji petunjuk di 43:27, dan perpindahan perkataan itu kepada keturunan di 43:28. Kalimat Ibrahim terpotong di antara 43:26 dan 43:27, jadi dua ayat itu harus dibaca berpasangan, dan langkah ketiga baru menyusul sesudah kalimat itu selesai.
Renungan dan Hikmah
- Di 43:26 bapak disebut sebelum kaum dan tidak diberi nama, berbeda dari 6:74 yang menyebut Azar. Pembaca yang pernah harus menyatakan ketidaksetujuan di depan orang tua dan banyak orang sekaligus dapat melihat bahwa ayat ini menaruh orang terdekat di depan, tidak di belakang. Di 19:42 ucapan Ibrahim kepada bapaknya dibuka dengan panggilan wahai Bapakku, lalu pertanyaan. Ketika sebuah sikap harus dinyatakan di depan keluarga, siapa yang pertama kali disebut, dan apakah urutan itu sudah dipikirkan?
- Di 60:4 pernyataan lepas diri kepada kaum disusul kata kecuali, lalu ucapan Ibrahim kepada bapaknya: akan memohonkan ampunan bagi bapaknya, dan tidak kuasa menolak sesuatu apa pun bagi bapaknya dari Allah. Ayat itu menaruh lepas diri dan permohonan ampunan dalam satu rangkaian tanpa menulis mana yang diucapkan lebih dulu. Dengan 43:26, pembaca melihat dua ucapan Ibrahim kepada orang yang sama dicatat di dua ayat yang berbeda dan tidak saling menghapus. Pembaca yang tidak sependapat dengan keyakinan orang terdekatnya dapat bertanya, apa yang diputuskannya dalam hubungan itu dan apa yang tetap dipertahankannya?
- Ayat 43:26 berhenti pada penolakan tanpa batas, dan batasnya baru ditulis di 43:27 sebagai pengecualian bagi Dia yang menciptakan pembicara. Di 60:4 batas itu ditulis dalam satu napas dengan penolakan, yaitu selain Allah. Susunan dua ayat ini membuat pembaca menunggu sebentar untuk mengetahui apa yang tidak dilepaskan. Pembaca dapat membandingkan caranya sendiri mengucapkan tidak: apakah batasnya disebut bersama penolakan atau menyusul kemudian, dan apa yang dipikirkan pendengar pada jeda di antara keduanya?
- Kata sesungguhnya aku di 43:26 disusul lepas diri. Di 6:161 kata yang sama disusul pengakuan bahwa Tuhanku telah memberiku petunjuk ke jalan yang lurus. Dua ujung kalimat aku itu menunjukkan bahwa kata aku dapat membawa penerimaan dan dapat membawa penolakan. Ketika pembaca berkata aku dalam sebuah perkara, apakah kalimat itu sedang menerima sesuatu dari Tuhan atau sedang menolak sesuatu dari orang lain?
- Pertanyaan membuka tempat bagi jawaban orang lain, sedangkan pernyataan menutup tempat itu. Ibrahim bertanya di tiga ayat dan menyatakan sikap di 43:26, dan ayat-ayat itu tidak menulis apakah keduanya terjadi pada pertemuan yang sama. Pembaca dapat memeriksa perkara yang pernah ditutupnya dengan pernyataan dan bertanya, apakah pertanyaan sempat diajukan lebih dulu, atau pernyataan sudah mengambil tempatnya sebelum ada jawaban yang didengar?
- Di 43:26 hal yang dilepaskan disebut lewat perbuatan orang lain, yaitu apa yang kalian sembah, tidak lewat nama benda atau nama tokoh. Di 6:78 hal yang dilepaskan disebut lewat perbuatan mempersekutukan. Cara menyebut seperti itu menaruh perhatian pada apa yang dilakukan orang terhadap sesuatu, dan nama sesuatu itu tidak ditulis. Pembaca yang menolak kebiasaan orang di sekitarnya dapat memeriksa apakah yang ditolaknya disebut dengan nama atau dengan perbuatan, dan apakah perbedaan itu mengubah apa yang sebenarnya diucapkannya kepada mereka?