إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهْدِينِ

kecuali Dia yang menciptakanku; maka, sesungguhnya Dia akan memberiku petunjuk.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِيillaa lladzii fatharaniikecuali Dia yang menciptakanku
  2. فَإِنَّهُ سَيَهْدِينِfa-innahu sa-yahdiinimaka, sesungguhnya Dia akan memberiku petunjuk

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. إِلَّاillaakecuali
  2. الَّذِيlladziiyang
  3. فَطَرَنِيfatharaniimenciptakanku
  4. فَإِنَّهُfa-innahumaka sesungguhnya dia
  5. سَيَهْدِينِsa-yahdiiniDia akan memberiku petunjuk

Inti bacaan

Pembedaan tegas 'kecuali Dia yang menciptakanku; Dia akan memberiku petunjuk', penolakan Ibrahim bukan nihilisme tanpa arah, melainkan berlandaskan orientasi jelas kepada Pencipta sejati.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan 'dari asal-mula' tidak dipakai: 'fataranii' diterjemahkan langsung 'menciptakanku' tanpa tambahan yang tak ada di teks Arab. Kutipan ganda yang terbuka sejak 43:26 ditutup di akhir ayat ini.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan pengecualian tunggal Ibrahim: hanya Sang Pencipta yang berhak disembah, karena hanya Dia yang memberi petunjuk sejati.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam Ibrahim menolak semua kecuali satu. Bukan menolak segalanya. Yang tersisa satu, dan itu cukup.
  • Alasannya penciptaan, bukan kebiasaan turun-temurun. Dia yang menciptakanku. Hubungannya dimulai sebelum ia sempat memilih.
  • Kalimatnya ditutup dengan harapan, bukan dengan penolakan. Ia yakin Allah akan menunjukinya. Yang memutus juga yang menyambung.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar f-t-r, h-d-y): illaa alladhii fataranii diterjemahkan 'kecuali Dia yang menciptakanku dari asal-mula' (akar f-t-r, Sang Pencipta-Asali); sa-yahdiin diterjemahkan 'Dia akan memberiku petunjuk' (akar h-d-y HDY, cf. 26:62, 37:99). gloss '(kamu menyembah)/(Allah)' dibuang.