بَلْ مَتَّعْتُ هَٰؤُلَاءِ وَآبَاءَهُمْ حَتَّىٰ جَاءَهُمُ الْحَقُّ وَرَسُولٌ مُبِينٌ
Bahkan, Aku memberi mereka ini dan nenek moyang mereka kenikmatan, hingga kebenaran dan seorang rasul yang menjelaskan datang kepada mereka.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- بَلْ مَتَّعْتُ هَٰؤُلَاءِ وَآبَاءَهُمْbal matta'tu haa'ulaa'i wa-aabaa'ahumbahkan, Aku memberi mereka ini dan nenek moyang mereka kenikmatan
- حَتَّىٰ جَاءَهُمُ الْحَقُّ وَرَسُولٌ مُبِينٌhattaa jaa'ahumu l-haqqu wa-rasuulun mubiinunhingga kebenaran dan seorang rasul yang menjelaskan datang kepada mereka
Terjemahan per kata (9 kata)
- بَلْbalbahkan
- مَتَّعْتُmatta'tuAku beri kesenangan
- هَٰؤُلَاءِhaa'ulaa'imereka ini
- وَآبَاءَهُمْwa-aabaa'ahumdan bapak-bapak mereka
- حَتَّىٰhattaasampai
- جَاءَهُمُjaa'ahumudatang kepada mereka
- الْحَقُّl-haqqukebenaran
- وَرَسُولٌwa-rasuulundan seorang rasul
- مُبِينٌmubiinunyang nyata
Inti bacaan
Susunan (هَٰؤُلَاءِ وَآبَاءَهُمْ, haa'ulaa'i wa-aabaa'ahum) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 21:44 dan 43:29.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (بَلْ, bal) yang berarti "bahkan", lalu (مَتَّعْتُ, matta'tu) yang berarti "Aku memberi kenikmatan". Kata kerja (مَتَّعَ, matta'a) berakar م-ت-ع, dan akhiran (تُ, -tu) berarti "Aku". Bentuk persis matta'tu muncul sekali, di ayat ini. Bentuk lampau kata kerja yang sama dengan pelaku yang disebut lewat akhiran muncul sembilan kali di sembilan surah, yaitu 10:98, 15:88, 20:131, 21:44, 25:18, 26:205, 28:61, 37:148, dan 43:29. Tujuh di antaranya memakai akhiran Kami, yaitu (مَتَّعْنَا, matta'naa) yang berarti "Kami memberi kenikmatan" di 10:98, 15:88, 20:131, 21:44, 26:205, 28:61, dan 37:148, satu memakai akhiran Engkau, yaitu (مَتَّعْتَهُمْ, matta'tahum) yang berarti "Engkau memberi mereka kenikmatan" di 25:18, dan satu memakai akhiran Aku, yaitu 43:29. Ayat-ayat di sekitar 43:29 memakai Kami, seperti (أَرْسَلْنَا, arsalnaa) yang berarti "Kami mengutus" di 43:23 dan (فَانْتَقَمْنَا, fa-ntaqamnaa) di 43:25, sehingga akhiran Aku di ayat ini berdiri di antara ayat-ayat yang memakai Kami.
Kata (وَآبَاءَهُمْ, wa-aabaa'ahum) yang berarti "dan nenek moyang mereka" berakar أ-ب-و dan muncul tiga kali, yaitu di 21:44, 25:18, dan 43:29. Di ketiganya kata itu mengikuti kata kerja memberi kenikmatan dan disusul (حَتَّىٰ, hattaa) yang berarti "hingga", tetapi batas yang ditulis berbeda: (حَتَّىٰ طَالَ عَلَيْهِمُ الْعُمُرُ, hattaa thaala 'alayhimu l-'umuru) yang berarti "hingga panjang usia mereka" di 21:44, (حَتَّىٰ نَسُوا الذِّكْرَ, hattaa nasuu dz-dzikra) yang berarti "hingga mereka melupakan peringatan" di 25:18, dan (حَتَّىٰ جَاءَهُمُ الْحَقُّ, hattaa jaa'ahumu l-haqqu) yang berarti "hingga kebenaran datang kepada mereka" di 43:29. Pasangan (هَٰؤُلَاءِ وَآبَاءَهُمْ, haa'ulaa'i wa-aabaa'ahum) yang berarti "mereka ini dan nenek moyang mereka" muncul dua kali, yaitu di 21:44 dan 43:29. Kata (هَٰؤُلَاءِ, haa'ulaa'i) adalah penunjuk dekat, sehingga terjemahan memakai "mereka ini", dan ayat tidak menyebut siapa yang ditunjuk. Kata nenek moyang di sini sama dengan terjemahan (آبَاءَنَا, aabaa'anaa) yang berarti "nenek moyang kami" di 43:22 dan 43:23.
Bagian akhir ayat memuat dua hal yang datang. Kata (الْحَقُّ, l-haqqu) yang berarti "kebenaran" berakar ح-ق-ق dan memakai kata sandang, sedangkan (رَسُولٌ مُبِينٌ, rasuulun mubiinun) yang berarti "seorang rasul yang menjelaskan" tidak memakainya. Susunan rasuulun mubiinun muncul dua kali, yaitu di 43:29 dan 44:13, dan terjemahan di 44:13 sama. Susunan (جَاءَهُمُ الْحَقُّ, jaa'ahumu l-haqqu) yang berarti "kebenaran datang kepada mereka" muncul empat kali di tiga surah, yaitu 10:76, 28:48, 43:29, dan 43:30. Di 10:76 dan 28:48 susunan itu disusul (مِنْ عِنْدِنَا, min 'indinaa) yang berarti "dari sisi Kami", sedangkan di 43:29 dan 43:30 keterangan asal itu tidak ditulis. Pasangan (حَتَّىٰ جَاءَهُمُ, hattaa jaa'ahumu) muncul dua kali, yaitu di 10:93 dengan (الْعِلْمُ, l-'ilmu) yang berarti "pengetahuan" dan di 43:29. Ayat ini tidak menyebut apa yang dimaksud dengan kebenaran dan tidak menyebut siapa rasul itu.
Terjemahan memakai "memberi" dan "kenikmatan" untuk (مَتَّعَ, matta'a), sama dengan 21:44 dan 25:18 yang menulis "memberi mereka dan nenek moyang mereka kenikmatan".
Tafsiran
Ayat ini mengalihkan pembicaraan dari keturunan di 43:28 ke "mereka ini dan nenek moyang mereka", dan peralihan itu dibuka kata (بَلْ, bal) yang berarti "bahkan". Ayat tidak menyebut siapa yang ditunjuk dengan "mereka ini". Ayat menulis apa yang diberikan kepada mereka, yaitu kenikmatan, dan sampai kapan, yaitu hingga kebenaran dan seorang rasul datang.
Kenikmatan yang sama diberikan kepada satu generasi dan nenek moyangnya di tiga ayat, dengan tiga batas yang berlainan. Di 21:44 batasnya panjang usia, di 25:18 batasnya melupakan peringatan, dan di 43:29 batasnya datangnya kebenaran dan seorang rasul. Dua batas pertama berada di dalam waktu atau diri mereka, sedangkan batas ketiga tiba dari luar. Ayat 43:29 menaruh akhir kenikmatan pada sesuatu yang datang kepada mereka.
Ayat 43:30 menulis apa yang terjadi saat kebenaran datang. Sambungannya terlihat dari kalimat yang berulang: akhir 43:29 memuat (جَاءَهُمُ الْحَقُّ, jaa'ahumu l-haqqu) dan awal 43:30 memuat (وَلَمَّا جَاءَهُمُ الْحَقُّ, wa-lammaa jaa'ahumu l-haqqu) yang berarti "dan ketika kebenaran datang kepada mereka". Peristiwa yang sama ditulis dua kali berturut-turut: 43:29 memakainya sebagai batas masa, dan 43:30 sebagai awal sebuah tanggapan.
Nenek moyang disebut dengan peran berbeda di ayat-ayat sekitarnya. Di 43:22 dan 43:23 mereka menjadi sumber pegangan dalam ucapan orang-orang yang berbicara, dan di 43:29 mereka dihitung bersama anak-anaknya sebagai penerima kenikmatan yang sama.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menulis kenikmatan dan batasnya, dan tidak menulis apakah kenikmatan itu tanda diterima atau tanda ditolak. Di 10:98 dan 37:148 kenikmatan diberikan kepada kaum yang beriman, sedangkan di 15:88 dan 20:131 kenikmatan diberikan kepada beberapa golongan dengan larangan menujukan pandangan kepadanya. Di 20:131 kenikmatan disebut bunga kehidupan dunia untuk menguji, lalu ayat itu menulis bahwa rezeki Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal. Dari ayat-ayat itu, sebuah keadaan nikmat tidak dapat dinilai dari kenikmatannya saja. Bila hidup pembaca sedang lapang, apa yang diukurnya untuk menilai kelapangan itu, dan dari mana ukuran itu diambil?
- Di 21:44, 25:18, dan 43:29 kenikmatan diberikan kepada satu generasi dan nenek moyangnya, tetapi batasnya ditulis berbeda: panjang usia di 21:44, melupakan peringatan di 25:18, dan datangnya kebenaran di 43:29. Dua batas pertama berada di dalam waktu atau diri mereka, dan batas ketiga datang dari luar kepada mereka. Ayat 43:29 menaruh akhir kenikmatan pada sesuatu yang tiba, tidak pada sesuatu yang habis dengan sendirinya. Pembaca dapat memeriksa kenikmatan yang sedang dijalaninya dan bertanya, apa yang diperkirakan akan mengakhirinya, dan apakah perkiraan itu berasal dari dalam atau dari luar?
- Nenek moyang disebut dengan peran berbeda dalam rangkaian ini. Di 43:22 dan 43:23 mereka menjadi sumber pegangan, kami mendapati nenek moyang kami, dan di 43:29 mereka menjadi penerima kenikmatan bersama keturunannya. Di 25:17 Dia mengumpulkan orang-orang bersama apa yang mereka sembah selain Allah, dan para sembahan itu menjawab di 25:18 bahwa Engkau memberi mereka dan nenek moyang mereka kenikmatan. Pembaca yang mewarisi sesuatu dari orang tuanya dapat bertanya, apakah warisan itu sedang dijadikan pegangan atau sedang diperlakukan sebagai kenikmatan yang diterima bersama, dan apakah keduanya memerlukan pertanyaan yang sama?
- Kebenaran dan rasul datang bersama di 43:29, dan tanggapan terhadap kebenaran ditulis di 43:30. Tanggapan terhadap rasul ditulis di surah berikutnya: di 44:13 seorang rasul yang menjelaskan telah datang, lalu di 44:14 mereka berpaling darinya dan berkata, diajari, lagi gila. Dua tanggapan itu ditujukan pada dua hal yang berbeda, kebenaran disebut sihir dan rasul disebut diajari lagi gila. Pembaca dapat memeriksa apa yang ditolaknya dan siapa yang menyampaikannya, dan apakah penolakan terhadap pesan dan penolakan terhadap pembawanya ditulis dengan kata yang sama?
- Ayat ini memakai kata Aku untuk memberi kenikmatan, sedangkan 43:23 dan 43:25 memakai Kami. Di 20:14 pembicara yang memakai Aku menyebut dirinya Allah, dan di 43:29 pembicara tidak menyebut nama. Pergantian dari bentuk jamak ke bentuk tunggal dapat dibaca sebagai suara yang bergeser dari pihak yang melakukan banyak perbuatan ke pihak yang berbicara langsung. Ayat tidak menerangkan pergantian itu. Siapa yang sedang berbicara kepada pembaca pada kata Aku, dan apa yang berubah pada cara mendengar ketika kata itu menggantikan Kami?
- Kata mereka ini diterjemahkan dari penunjuk dekat, dan ayat tidak menyebut siapa yang ditunjuk. Penunjuk dekat yang sama muncul di 21:44 dan di 25:17 pada kelompok yang berbeda. Pembaca yang membaca penunjuk seperti itu dapat memeriksa kapan kata mereka ini dibacanya sebagai pihak lain, dan apa yang mengubah bacaan itu menjadi tentang dirinya sendiri. Ayat 43:29 tidak menyediakan nama yang memudahkan pembaca menaruh tuduhan di pihak lain.