وَلَمَّا جَاءَهُمُ الْحَقُّ قَالُوا هَٰذَا سِحْرٌ وَإِنَّا بِهِ كَافِرُونَ

Dan ketika kebenaran datang kepada mereka, mereka berkata, “Ini adalah sihir, dan sesungguhnya kami kufur terhadapnya.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَمَّا جَاءَهُمُ الْحَقُّwa-lammaa jaa'ahumu l-haqqudan ketika kebenaran datang kepada mereka
  2. قَالُوا هَٰذَا سِحْرٌ وَإِنَّا بِهِ كَافِرُونَqaaluu haadzaa sihrun wa-innaa bihi kaafiruunamereka berkata, ini adalah sihir, dan sesungguhnya kami kufur terhadapnya

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. وَلَمَّاwa-lammaadan ketika
  2. جَاءَهُمُjaa'ahumudatang kepada mereka
  3. الْحَقُّl-haqqukebenaran
  4. قَالُواqaaluumereka berkata
  5. هَٰذَاhaadzaaini
  6. سِحْرٌsihrunsihir
  7. وَإِنَّاwa-innaadan sesungguhnya kami
  8. بِهِbihipadanya
  9. كَافِرُونَkaafiruunaorang-orang kafir

Inti bacaan

Rangkaian (بِهِ كَافِرُونَ, bihi kaafiruuna) muncul lima kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:76, 34:34, 41:14, 43:24, dan 43:30.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَلَمَّا جَاءَهُمُ الْحَقُّ, wa-lammaa jaa'ahumu l-haqqu) yang berarti "dan ketika kebenaran datang kepada mereka". Awalan (وَ, wa) berarti "dan" dan menyambung ke 43:29, (لَمَّا, lammaa) berarti "ketika", dan (جَاءَهُمُ, jaa'ahumu) berarti "datang kepada mereka". Di 10:76 dan 28:48 susunan yang sama dibuka (فَلَمَّا جَاءَهُمُ الْحَقُّ, fa-lammaa jaa'ahumu l-haqqu) yang berarti "maka ketika kebenaran datang kepada mereka", sedangkan 43:30 dibuka dengan wa dan bukan fa.

Tanggapan mereka ditulis (قَالُوا هَٰذَا سِحْرٌ, qaaluu haadzaa sihrun) yang berarti "mereka berkata, ini adalah sihir". Kata (هَٰذَا, haadzaa) adalah penunjuk dekat dan diterjemahkan "ini". Kata (سِحْرٌ, sihrun) berakar س-ح-ر dan muncul lima belas kali di empat belas surah, yaitu 5:110, 6:7, 10:76, 10:77, 11:7, 27:13, 28:36, 34:43, 37:15, 43:30, 46:7, 52:15, 54:2, 61:6, dan 74:24. Sembilan di antaranya memberi sifat (مُبِينٌ, mubiinun) yang berarti "yang nyata", yaitu 5:110, 6:7, 10:76, 11:7, 27:13, 34:43, 37:15, 46:7, dan 61:6. Tiga memberi sifat lain, yaitu (مُفْتَرًى, muftaran) yang berarti "yang dibuat-buat" di 28:36, (مُسْتَمِرٌّ, mustamirrun) yang berarti "yang terus-menerus" di 54:2, dan (يُؤْثَرُ, yu'tsaru) yang berarti "yang dipelajari" di 74:24. Dua berupa pertanyaan, yaitu (أَسِحْرٌ هَٰذَا, a-sihrun haadzaa) yang berarti "sihirkah ini" di 10:77 dan (أَفَسِحْرٌ هَٰذَا, a-fa-sihrun haadzaa) yang berarti "apakah ini sihir" di 52:15. Ayat 43:30 menulis sihrun tanpa sifat, sehingga terjemahan memakai "sihir" tanpa "yang nyata". Sifat mubiin yang sama dipakai di 43:29 untuk rasul, (رَسُولٌ مُبِينٌ, rasuulun mubiinun).

Kata (كَافِرُونَ, kaafiruuna) yang berarti "yang kufur" berakar ك-ف-ر. Rangkaian (إِنَّا بِهِ كَافِرُونَ, innaa bihi kaafiruuna) yang berarti "sesungguhnya kami kufur terhadapnya" muncul sekali, di ayat ini. Rangkaian (بِهِ كَافِرُونَ, bihi kaafiruuna) muncul lima kali, yaitu di 7:76, 34:34, 41:14, 43:24, dan 43:30. Tiga di antaranya, yaitu 34:34, 41:14, dan 43:24, memuat (إِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ, innaa bi-maa ursiltum bihi kaafiruuna) yang berarti "sesungguhnya kami kufur terhadap apa yang kalian diutus dengannya", dan di sana yang dikufuri disebut sebagai apa yang diutuskan. Di 43:30 yang dikufuri ditunjuk oleh (بِهِ, bihi) yang berarti "terhadapnya", kata ganti laki-laki tunggal yang kembali kepada (الْحَقُّ, l-haqqu) di awal ayat, yaitu kata laki-laki tunggal terdekat yang disebut sebelumnya. Di 34:43 dan 46:7 pasangan (الَّذِينَ كَفَرُوا لِلْحَقِّ, lladziina kafaruu li-l-haqqi) menyebut pihak yang berkata sebagai orang-orang yang kufur, sedangkan di 43:30 kata kufur berada dalam ucapan mereka sendiri.

Tafsiran

Ayat ini menulis tanggapan atas kedatangan yang disebut di akhir 43:29. Tanggapan itu terdiri atas dua kalimat yang disambung wa: satu memberi nama pada kebenaran yang datang, yaitu sihir, dan satu menyatakan sikap, yaitu kufur. Di antara keduanya tidak ada alasan yang ditulis, dan tidak ada kalimat yang menyebut apa yang dilihat atau diperiksa sebelum nama itu diberikan.

Dari 43:24 sampai 43:30 jawaban yang sama diucapkan dua kali, di awal dan di akhir rangkaian ayat itu. Di 43:24 jawaban kami kufur terhadap apa yang kalian diutus dengannya mengikuti tawaran petunjuk yang lebih baik, dan di 43:30 jawaban kami kufur terhadapnya mengikuti datangnya kebenaran. Di antara kedua jawaban itu tertulis pembalasan di 43:25, ucapan Ibrahim di 43:26 dan 43:27, perkataan yang dijadikan tetap ada di 43:28, serta kenikmatan di 43:29. Rangkaian itu berakhir pada ucapan yang sama dengan pembukanya.

Ayat 43:31 melanjutkan dengan (وَقَالُوا, wa-qaaluu) yang berarti "dan mereka berkata", yang membuka keberatan baru. Ayat 43:30 dan 43:31 dihubungkan wa yang sama, sehingga tanggapan di 43:30 dan keberatan di 43:31 berdiri berdampingan sebagai ucapan mereka. Keberatan di 43:31 menyangkut kepada siapa Al-Qur'an ini diturunkan, sedangkan tanggapan di 43:30 menyangkut apa yang datang. Dua ayat itu meletakkan keberatan pada dua hal yang berbeda, yaitu yang datang dan yang menerimanya.

Renungan dan Hikmah

  • Kebenaran datang dan sebuah nama langsung diberikan, ini adalah sihir, tanpa ayat yang menulis alasan atau pemeriksaan. Di 61:6 nama yang sama diberikan sesudah seorang rasul Allah datang membawa bukti-bukti, dan di 10:77 Musa menanggapi nama itu dengan pertanyaan apakah kebenaran yang datang disebut sihir, padahal para penyihir tidak beruntung. Dalam tiga ayat itu nama sihir ditulis sesudah kedatangan, dan uraian tentang apa yang diperiksa sebelumnya tidak ditulis. Pembaca dapat memeriksa nama yang pernah diberikannya pada sesuatu yang baru datang, lalu bertanya, apa yang sempat dilihat sebelum nama itu diucapkan?
  • Di 34:43 dan 46:7 ayat menyebut pihak yang berkata sebagai orang-orang yang kufur, lalu mengutip sebutan sihir yang nyata. Di 43:30 kata kufur berada dalam ucapan mereka sendiri, sehingga sikap itu dinyatakan oleh pemiliknya dan tidak menunggu sebutan dari pihak lain. Ucapan seperti itu memperlihatkan pihak yang tegas dengan sikapnya dan tidak memakai kata yang lebih lunak. Pembaca yang menyatakan sikap tegas atas sebuah perkara dapat memeriksa apakah kata yang dipakainya adalah kata yang juga akan dipakai orang lain untuk menyebut sikap itu.
  • Kalimat kami kufur terhadap apa yang kalian diutus dengannya ditulis di 34:34, 41:14, dan 43:24. Di 41:14 kalimat itu didahului alasan: sekiranya Tuhan kami menghendaki, tentu Dia menurunkan malaikat-malaikat. Di 43:24 dan 43:30 tidak ada alasan di depan kalimat kufur. Ayat-ayat itu berasal dari pihak yang berbeda dan tidak disamakan, tetapi tampak bahwa penolakan dapat datang dengan alasan yang ditulis dan dapat pula datang tanpa alasan. Ketika pembaca menolak, apakah alasannya sempat diucapkan, dan apakah alasan itu menyebut Tuhan atau menyebut sesuatu yang lain?
  • Di 3:60 dan 2:147 kebenaran disebut dari Tuhanmu, disusul larangan menjadi orang yang ragu. Di 10:76 dan 28:48 kebenaran yang datang disebut dari sisi Kami. Di 43:30 asal kebenaran itu tidak ditulis. Pembaca yang menerima sesuatu yang disebut benar dapat bertanya, apakah asalnya ditanyakan sebelum nama diberikan, dan apakah pertanyaan itu pernah mengubah nama yang akan diberikannya?
  • Di 43:29 rasul disebut yang menjelaskan, dan di 43:30 sihir ditulis tanpa sifat apa pun. Di sembilan ayat lain sihir diberi sifat yang nyata. Sifat yang menjelaskan jatuh pada pihak yang datang, dan sebutan tanpa sifat jatuh pada tanggapan atas kedatangannya. Pembaca dapat bertanya, dalam sebuah perselisihan, siapa yang memberi penjelasan dan siapa yang memberi nama, dan apakah penjelasan dijawab dengan penjelasan atau dengan nama?
  • Kata terhadapnya di 43:30 kembali kepada kebenaran yang disebut di awal ayat. Dalam satu ayat yang sama, kebenaran disebut sihir lalu dikufuri, sehingga nama dan sikap mengarah pada sasaran yang sama. Orang yang menamai sesuatu dengan nama yang buruk lalu menyatakan sikap kepadanya tidak perlu menjelaskan keduanya satu per satu, karena nama itu sudah memuat sikapnya. Pembaca dapat bertanya, bila nama yang diberikannya kepada suatu hal dihapus, sikap apa yang masih tersisa dan atas dasar apa?