وَقَالُوا لَوْلَا نُزِّلَ هَٰذَا الْقُرْآنُ عَلَىٰ رَجُلٍ مِنَ الْقَرْيَتَيْنِ عَظِيمٍ

Dan mereka berkata, “Mengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada seorang pembesar dari dua negeri itu?”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
  2. لَوْلَا نُزِّلَ هَٰذَا الْقُرْآنُ عَلَىٰ رَجُلٍ مِنَ الْقَرْيَتَيْنِ عَظِيمٍlawlaa nuzzila haadzaa l-qur'aanu 'alaa rajulin mina l-qaryatayni 'azhiiminmengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada seorang pembesar dari dua negeri itu

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
  2. لَوْلَاlawlaamengapa tidak
  3. نُزِّلَnuzziladiturunkan
  4. هَٰذَاhaadzaaini
  5. الْقُرْآنُl-qur'aanuAl-Qur'an
  6. عَلَىٰ'alaaatas
  7. رَجُلٍrajulinseorang lelaki
  8. مِنَminadari
  9. الْقَرْيَتَيْنِl-qaryataynidua negeri
  10. عَظِيمٍ'azhiiminyang besar

Inti bacaan

Kriteria keliru 'mengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada pembesar?', anggapan bahwa kebenaran seharusnya datang melalui status sosial tinggi, mengabaikan bahwa nilai pesan tidak bergantung pada kedudukan pembawanya.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(juga)', '(salah satu)', dan '(Makkah dan Taif)' tidak dipakai: identifikasi historis spesifik seperti nama kedua negeri tidak dinyatakan eksplisit oleh teks Arab sendiri. 'Haadzaa' (dekat) benar diterjemahkan 'ini' untuk 'al-qur'anu'; 'al-qaryatayni' (berartikel definit, bukan demonstrativa) diterjemahkan 'dua negeri itu'.

Tafsiran

Ayat ini mengungkap standar duniawi mereka dalam menilai kelayakan seorang rasul: mengukur berdasarkan status sosial, bukan kebenaran pesan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam keberatan mereka: mengapa tidak diturunkan kepada seorang pembesar. Bukan tentang isinya. Yang ditolak orangnya, dan itu memindahkan perkara dari kebenaran ke kedudukan.
  • Mereka menyebut pembesar dari dua negeri itu. Alamatnya jelas. Ukuran yang mereka pakai kedudukan yang sudah ada, dan itu ukuran buatan mereka sendiri.
  • Allah merekam keberatan itu tanpa satu pun pertanyaan tentang apakah isinya benar. Yang dipersoalkan pengantarnya. Penolakan yang berhenti pada pembawa memang tak pernah sampai pada bawaannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.