وَقَالُوا لَوْلَا نُزِّلَ هَٰذَا الْقُرْآنُ عَلَىٰ رَجُلٍ مِنَ الْقَرْيَتَيْنِ عَظِيمٍ
Dan mereka berkata, “Mengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada seorang pembesar dari dua negeri itu?”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
- لَوْلَا نُزِّلَ هَٰذَا الْقُرْآنُ عَلَىٰ رَجُلٍ مِنَ الْقَرْيَتَيْنِ عَظِيمٍlawlaa nuzzila haadzaa l-qur'aanu 'alaa rajulin mina l-qaryatayni 'azhiiminmengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada seorang pembesar dari dua negeri itu
Terjemahan per kata (10 kata)
- وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
- لَوْلَاlawlaamengapa tidak
- نُزِّلَnuzziladiturunkan
- هَٰذَاhaadzaaini
- الْقُرْآنُl-qur'aanuAl-Qur'an
- عَلَىٰ'alaaatas
- رَجُلٍrajulinseorang lelaki
- مِنَminadari
- الْقَرْيَتَيْنِl-qaryataynidua negeri
- عَظِيمٍ'azhiiminyang besar
Inti bacaan
Pertanyaan (لَوْلَا نُزِّلَ, lawlaa nuzzila) muncul empat kali di Al-Qur'an (6:37, 25:32, 43:31, 47:20, yang terakhir dengan kata kerja bentuk perempuan), dan di 43:31 saja yang ditanyakan adalah penerimanya.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَقَالُوا, wa-qaaluu) yang berarti "dan mereka berkata", menyusul 43:30 yang mencatat ucapan (هَٰذَا سِحْرٌ, haadzaa sihrun) yang berarti "ini sihir". Susunan (وَقَالُوا لَوْلَا, wa-qaaluu lawlaa) yang berarti "dan mereka berkata, mengapa tidak" muncul lima kali di empat surah, yaitu 6:8, 6:37, 20:133, 29:50, dan 43:31. Di empat tempat pertama orang-orang itu menuntut sesuatu yang diberikan kepada pembawa pesan: malaikat di 6:8, tanda di 6:37 dan 20:133, serta tanda-tanda di 29:50. Di 43:31 mereka menuntut penerimanya diganti, sedangkan Al-Qur'an yang diturunkan tidak diperkarakan dalam ayat ini.
Pertanyaan (لَوْلَا نُزِّلَ, lawlaa nuzzila) yang berarti "mengapa tidak diturunkan" ada empat kali di empat surah, yaitu 6:37, 25:32, 43:31, dan 47:20, dengan kata kerja bentuk perempuan di 47:20, dan terjemahan memakai "mengapa tidak diturunkan" di keempatnya. Pertanyaan itu menyangkut tanda di 6:37, menyangkut Al-Qur'an yang turun (جُمْلَةً وَاحِدَةً, jumlatan waahidatan) yang berarti "sekaligus" di 25:32, dan menyangkut sebuah surah di 47:20. Pihak yang bertanya pun berlainan: orang-orang yang kufur di 25:32 dan orang-orang yang beriman di 47:20. Karena golongan penanyanya berganti-ganti, arah pertanyaan ditentukan oleh apa yang ditanyakan sesudah kata kerjanya. Di 43:31 hal itu berupa (عَلَىٰ رَجُلٍ, 'alaa rajulin) yang berarti "kepada seorang lelaki".
Kata (هَٰذَا الْقُرْآنُ, haadzaa l-qur'aanu) yang berarti "Al-Qur'an ini" muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 6:19, 10:37, dan 43:31. Kata haadzaa yang berarti "ini" melekat pada sihir di 43:30 dan pada Al-Qur'an di 43:31, dan terjemahan memakai "ini" di keduanya. Ucapan "ini sihir" sendiri tercatat empat kali di empat surah, yaitu 27:13, 43:30, 46:7, dan 61:6.
Terjemahan menyatukan rajulin dan sifat (عَظِيمٍ, 'azhiimin) yang berarti "besar" menjadi "seorang pembesar". Sifat 'azhiimin muncul delapan belas kali di lima belas surah, yaitu 3:174, 6:15, 7:59, 7:116, 9:101, 10:15, 19:37, 26:135, 26:156, 26:189, 28:79, 37:107, 39:13, 41:35, 43:31, 46:21, 68:4, dan 83:5. Tujuh belas kemunculan lain menyifati hari (sepuluh kali), karunia, sihir, azab, bagian, sembelihan, dan akhlak, dan hanya di 43:31 sifat itu dikenakan pada seorang lelaki. Di 28:79 dan 41:35, (ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ, dzuu hazhzhin 'azhiimin) yang berarti "pemilik bagian yang besar" menyifati bagian yang dimiliki seseorang, sedangkan orangnya tidak disebut besar. Ukuran berpindah dari yang dimiliki ke orang yang memilikinya. Pemindahan itu sudah ada dalam ucapan mereka di 43:31, sehingga padanan "pembesar" mengikuti susunan Arabnya.
Bentuk dua (الْقَرْيَتَيْنِ, l-qaryatayni) yang berarti "dua negeri itu" muncul sekali, di 43:31. Terjemahan memakai "itu" untuk kata sandang al- pada bentuk ini. Nama kedua negeri tidak ada dalam ayat ini maupun dalam ayat-ayat di sekitarnya, jadi terjemahan tidak menambahkan nama apa pun.
Di tempat lain asal penerima dinyatakan berbeda. Di 7:63 dan 7:69, (رَجُلٍ مِنْكُمْ, rajulin minkum) yang berarti "seorang lelaki dari golongan kalian" menjadi penerima peringatan dari Tuhan, dan di 10:2, (رَجُلٍ مِنْهُمْ, rajulin minhum) yang berarti "seorang lelaki di antara mereka" menjadi penerima wahyu. Susunan (عَلَىٰ رَجُلٍ, 'alaa rajulin) sendiri muncul empat kali di tiga surah, yaitu 7:63, 7:69, 34:7, dan 43:31. Di 34:7 penuturnya orang-orang yang kufur, yang menunjuk seorang lelaki yang memberitakan hidup baru sesudah hancur, jadi susunan itu tidak selalu bermuatan sama dengan 43:31.
Tafsiran
Ayat ini mencatat keberatan atas siapa yang menerima Al-Qur'an, dan tidak memuat pertanyaan tentang isinya. Keberatan itu datang tepat setelah 43:30 menyebut yang datang sebagai sihir. Dua ucapan itu bertetangga dan hanya disambung dengan kata dan: yang pertama menolak apa yang datang, yang kedua menanyakan kepada siapa hal itu seharusnya diturunkan. Ayat tidak menyebut apakah penuturnya orang yang sama pada saat yang sama, dan ketegangan di antara keduanya dibiarkan terbuka.
Ukuran yang dipakai di sini sudah muncul lebih awal dalam surah yang sama. Di 43:23, (مُتْرَفُوهَا, mutrafuuhaa) yang berarti "orang-orang yang bermewah-mewah di negeri itu" menjawab setiap pemberi peringatan dengan merujuk kepada nenek moyang mereka. Di 43:31 negeri kembali disebut, kali ini sebagai tempat asal yang dikehendaki bagi penerima. Di surah-surah lain permintaan kepada pembawa pesan berbentuk benda: rumah dari emas di 17:93, harta karun atau kebun di 25:8, dan gelang emas di 43:53. Semua permintaan itu menimbang pembawa pesan dengan sesuatu yang tampak dari luar, dan 43:31 menimbangnya dengan kedudukan asal.
Surah ini membuka dengan sebutan lain bagi kitab itu sendiri. Di 43:4, (لَعَلِيٌّ حَكِيمٌ, la-'aliyyun hakiimun) yang berarti "benar-benar tinggi dan penuh hikmah" menggambarkan kitab yang berada di sisi Kami, sedangkan di 43:31 ukuran besar dikenakan pada manusia yang diminta menerimanya. Kedua ukuran itu sama-sama menyangkut tinggi dan besar, tetapi menyasar benda yang berbeda, dan ayat ini tidak mempertemukan keduanya. Jawabannya baru datang di 43:32 dengan pertanyaan tentang siapa yang membagi rahmat Tuhanmu.
Dalam kalimat 43:31 perdebatan berada pada alamat penurunan Al-Qur'an. Keberatan di 25:32 menyangkut cara penurunan, yaitu sekaligus, sehingga pembahasan di sana juga bergeser dari isi ke bentuk penurunannya.
Renungan dan Hikmah
- Keberatan di 43:31 diajukan sebagai pertanyaan, dan seluruh isinya berputar pada siapa yang menerima. Al-Qur'an dalam kalimat itu dipertanyakan alamatnya, tidak dipertanyakan wujudnya. Ayat berikutnya menjawab dengan menyebut rahmat Tuhanmu dan siapa yang membaginya, sehingga pertanyaan tentang penerima langsung dijawab sebagai pertanyaan tentang pembagi. Orang yang pernah menolak sebuah ajakan karena tidak menyukai pembawanya dapat mengamati apa yang terjadi pada isi ajakan itu selama penolakan berlangsung. Ayat ini tidak memuat pertanyaan tentang isi, dan pembaca dapat bertanya apakah penolakannya sendiri pernah memuat pertanyaan semacam itu, atau seluruhnya habis di pembawa?
- Ukuran di 43:31 adalah kedudukan seorang lelaki di negerinya, dan kedudukan itu dinilai besar atau tidak sebelum lelaki itu mengucapkan apa pun. Di tempat lain permintaan sejenis berbentuk benda: rumah dari emas di 17:93, harta karun atau kebun di 25:8, dan gelang emas di 43:53. Dalam semua permintaan itu pembawa pesan diminta membuktikan dirinya dengan sesuatu yang dapat dilihat dari luar. Orang yang menilai sebuah gagasan lewat jabatan, kampung, atau gelar pembawanya dapat memeriksa apakah ukuran itu pernah menyelamatkannya dari kekeliruan, dan apakah yang ditimbang gagasannya atau pembawanya saja?
- Kata haadzaa, "ini", dipakai di kedua ayat: di 43:30 untuk menyebut yang datang sebagai sihir, dan di 43:31 untuk menanyakan siapa yang pantas menerima Al-Qur'an ini. Dua ucapan itu dicatat berurutan dan hanya disambung dengan kata dan, sedangkan ketegangan yang tampak di antara keduanya tidak diselesaikan ayat. Ayat juga tidak menyebut apakah penuturnya orang yang sama. Pembaca dapat mengamati pola serupa pada dirinya sendiri, yaitu dua keberatan yang dipegang bersamaan dan tidak dapat sama-sama benar, masing-masing dipakai pada saat yang berbeda. Adakah keberatan semacam itu yang pembaca simpan tanpa pernah menaruhnya berdampingan?
- Di 7:63 peringatan dari Tuhan kalian datang kepada seorang lelaki dari golongan pendengarnya sendiri, dan 7:69 mengulang susunan itu. Di 10:2 wahyu turun kepada seorang lelaki di antara mereka, lalu orang-orang yang kufur berkata bahwa lelaki itu penyihir yang nyata. Di 43:31 penerima yang dikehendaki disebut berasal dari dua negeri dan bersifat besar, sebuah asal dan ukuran yang tidak ada pada ketiga ayat itu. Kedekatan pembawa dengan pendengarnya dapat terasa sebagai kekurangan, dapat pula terasa sebagai kemudahan. Orang yang lebih mudah mempercayai pendatang daripada tetangganya dapat bertanya apa yang sebenarnya diukurnya, jarak atau isi?
- Menurut 43:4 kitab itu berada di sisi Kami dan benar-benar tinggi serta penuh hikmah, sedangkan menurut 43:31 penerima yang diminta adalah seorang lelaki yang besar. Dua ukuran itu terdengar serupa, tetapi yang satu menyasar kitab dan yang lain menyasar manusia yang akan menerimanya. Surah ini menyebut ketinggian kitab sebelum mengutip ukuran lawan bicaranya. Pembaca dapat menimbang kata besar dan tinggi yang dipakainya sehari-hari: kepada gagasan yang diterimanya atau kepada orang yang membawanya kata itu lebih sering menempel, dan apakah pilihan itu pernah diambil dengan sengaja?
- Di 25:30 rasul berkata, "Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur'an ini sebagai sesuatu yang terabaikan", lalu 25:31 menjawab bahwa cukuplah Tuhanmu sebagai pemberi petunjuk dan penolong. Konteksnya berbeda dari 43:31, karena 25:30 berbicara tentang pengabaian dan 43:31 tentang keberatan atas penerima, tetapi keduanya memuat pembawa yang tidak diterima oleh pendengarnya. Dalam 25:31 pembawa itu tidak diminta mengganti dirinya dan tidak diminta membela kedudukannya. Siapa pun yang membawa sesuatu yang ditolak karena dirinya dapat bertanya kepada siapa pembelaannya disandarkan, dan apakah sandaran itu cukup baginya?