وَقَالُوا لَوْلَا نُزِّلَ هَٰذَا الْقُرْآنُ عَلَىٰ رَجُلٍ مِنَ الْقَرْيَتَيْنِ عَظِيمٍ
Dan mereka berkata, “Mengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada seorang pembesar dari dua negeri itu?”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
- لَوْلَا نُزِّلَ هَٰذَا الْقُرْآنُ عَلَىٰ رَجُلٍ مِنَ الْقَرْيَتَيْنِ عَظِيمٍlaw-laa nuzzila haadzaa l-qur'aanu alaa rajulin mina l-qaryatayni azhiiminmengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada seorang pembesar dari dua negeri itu
Aplikasi
Kriteria keliru 'mengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada pembesar?', anggapan bahwa kebenaran seharusnya datang melalui status sosial tinggi, mengabaikan bahwa nilai pesan tidak bergantung pada kedudukan pembawanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama passthrough. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. Lih.. sebagian penerjemah: 'And they said: “Oh, that this Qur’an1 had but2 been sent down upon a great man of the two cities!”3' Akar akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.