أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَ ۚ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۚ وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا ۗ وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ
Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kamilah yang membagikan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempekerjakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَa-hum yaqsimuuna rahmata rabbikaapakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu
- نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَاnahnu qasamnaa baynahum ma'iisyatahum fii l-hayaati d-dunyaaKamilah yang membagikan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia
- وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّاwa-rafa'naa ba'dhahum fawqa ba'dhin darajaatin li-yattakhidza ba'dhuhum ba'dhan sukhriyyandan Kami meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempekerjakan sebagian yang lain
- وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَwa-rahmatu rabbika khayrun mimmaa yajma'uunadan rahmat Tuhanmu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan
Terjemahan per kata (25 kata)
- أَهُمْa-humapakah mereka
- يَقْسِمُونَyaqsimuunamereka membagi
- رَحْمَتَrahmatarahmat
- رَبِّكَrabbikaTuhanmu
- نَحْنُnahnuKami
- قَسَمْنَاqasamnaaKami membagi
- بَيْنَهُمْbaynahumdi antara mereka
- مَعِيشَتَهُمْma'iisyatahumpenghidupan mereka
- فِيfiidalam
- الْحَيَاةِl-hayaatikehidupan
- الدُّنْيَاd-dunyaadunia
- وَرَفَعْنَاwa-rafa'naadan Kami mengangkat
- بَعْضَهُمْba'dhahumsebagian mereka
- فَوْقَfawqadi atas
- بَعْضٍba'dhinsebagian
- دَرَجَاتٍdarajaatinderajat
- لِيَتَّخِذَli-yattakhidzauntuk menjadikan
- بَعْضُهُمْba'dhuhumsebagian mereka
- بَعْضًاba'dhansebagian
- سُخْرِيًّاsukhriyyanbahan olokan
- وَرَحْمَتُwa-rahmatudan rahmat
- رَبِّكَrabbikaTuhanmu
- خَيْرٌkhayrunlebih baik
- مِمَّاmimmaadaripada apa yang
- يَجْمَعُونَyajma'uunamereka kumpulkan
Inti bacaan
Prinsip penting pembagian rezeki: 'meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain, agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain'. Konkretnya: keragaman status ekonomi dirancang mendorong saling ketergantungan dan kerja sama, bukan hierarki tanpa tujuan, ditutup penegasan bahwa nilai spiritual ('rahmat Tuhanmu') tetap lebih tinggi dari akumulasi materi apa pun.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini menjawab satu keberatan yang tidak pernah diucapkan terang-terangan, yaitu keberatan atas siapa yang mendapat apa.
Pertanyaan pembukanya tajam: apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu. Bentuknya pertanyaan, dan yang diuji bukan pendapat mereka melainkan kedudukan yang diam-diam mereka ambil. Orang yang keberatan atas pembagian sedang berdiri di tempat pembaginya.
Jawabannya menyebut Allah sendiri yang membagi penghidupan. Lalu disebut alasan adanya perbedaan derajat, yaitu “agar sebagian mereka dapat mempekerjakan sebagian yang lain” (سُخْرِيًّا, sukhriyyan). Kata itu hanya sekali muncul di seluruh Al-Qur'an, dan maknanya berkaitan dengan hubungan kerja dan jasa. Jadi perbedaan itu disebut punya guna: ia yang membuat orang saling membutuhkan. Kalau semua sama, tidak ada yang perlu siapa pun.
Penutupnya memindahkan seluruh perkara ke tempat lain: rahmat Tuhanmu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan. Yang dibandingkan bukan bagian seseorang dengan bagian orang lain, melainkan seluruh yang bisa dikumpulkan manusia dengan sesuatu yang tak masuk hitungan itu sama sekali. Pertengkaran tentang pembagian diselesaikan dengan menunjukkan bahwa yang diperebutkan bukan yang paling berharga.
Kata kerja pada pertanyaan pembukanya tak terulang. Bentuk “mereka membagi-bagi” (يَقْسِمُونَ, yaqsimuuna) hanya sekali muncul di seluruh Al-Qur'an, yaitu di ayat ini. Bentuknya menyatakan perbuatan yang sedang berlangsung, bukan yang sesekali. Yang digambarkan bukan orang yang pernah keberatan, melainkan orang yang terus-menerus bertindak seolah pembagian itu urusannya.
Jawaban yang menyusul memakai kata kerja yang sama dengan kata pada pertanyaannya, hanya berganti pelaku. Mereka membagi, lalu disebut Kamilah yang membagi. Pengulangan kata kerja dengan pelaku yang ditukar adalah cara membantah yang tidak memerlukan penjelasan tambahan: yang dipersoalkan bukan bahwa pembagian itu ada, melainkan siapa yang berhak melakukannya.
Alasan yang diberikan bagi adanya perbedaan derajat memakai kata yang juga tak terulang, yaitu “agar sebagian mereka dapat mempekerjakan sebagian yang lain” (سُخْرِيًّا, sukhriyyan). Kata itu berkaitan dengan hubungan kerja dan jasa. Yang dinyatakan bukan bahwa sebagian lebih mulia, melainkan bahwa perbedaan itu yang membuat orang saling membutuhkan. Kalau semua sama, tidak ada yang perlu siapa pun.
Penutupnya memindahkan seluruh perkara ke tempat lain. Yang dibandingkan bukan bagian seorang dengan bagian yang lain, melainkan seluruh yang bisa dikumpulkan manusia dengan sesuatu yang tak masuk hitungan itu sama sekali. Sebuah pertengkaran tentang pembagian diselesaikan bukan dengan menghitung ulang, melainkan dengan menunjukkan bahwa yang diperebutkan bukan barang yang paling berharga di ruangan itu.
Tafsiran
Ayat ini menjawab keberatan yang jarang diucapkan terang-terangan, yaitu keberatan atas siapa mendapat apa. Bentuk jawabannya pertanyaan, dan pertanyaan itu menyasar bukan pendapat mereka melainkan kedudukan yang diam-diam mereka ambil.
Orang yang keberatan atas sebuah pembagian sedang berdiri di tempat pembaginya, meski ia tidak pernah menyatakannya begitu. Ayat ini menyingkap kedudukan itu dengan menanyakannya secara langsung, lalu menjawabnya dengan mengulang kata kerja yang sama dan menukar pelakunya. Mereka membagi, dan Kamilah yang membagi. Bantahan semacam itu tidak memerlukan penjelasan tambahan.
Alasan bagi adanya perbedaan pun disebut, dan alasannya bukan tentang keutamaan. Perbedaan disebut berguna karena ia yang membuat orang saling membutuhkan. Kalau semua sama, tidak ada yang perlu siapa pun, dan tidak ada yang punya alasan untuk mendatangi orang lain. Bacaan itu memindahkan perbedaan dari wilayah penilaian ke wilayah pengaturan.
Penutupnya menyelesaikan perkara dengan cara yang tidak diduga. Yang dibandingkan bukan bagian seorang dengan bagian yang lain, melainkan seluruh yang bisa dikumpulkan manusia dengan sesuatu yang tak masuk hitungan itu sama sekali. Pertengkaran tentang pembagian tidak diselesaikan dengan menghitung ulang, melainkan dengan menunjukkan bahwa yang diperebutkan bukan barang yang paling berharga di ruangan itu. Orang yang menyadari hal tersebut berhenti bertengkar bukan karena kalah, melainkan karena pokok perkaranya bergeser.
Renungan dan Hikmah
- Allah bertanya apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu. Bentuknya pertanyaan. Yang diuji bukan pendapat mereka, melainkan atas dasar apa mereka merasa berhak menilai. Bentuk pertanyaan itu tidak menunggu jawaban. Ia dipakai untuk memperlihatkan kepada yang ditanya bahwa ia sedang berdiri di kedudukan yang tidak pernah diberikan kepadanya, dan sekali kedudukan itu disebut, keberatannya kehilangan pijakan tanpa perlu dibantah isinya.
- Jawabannya: Kamilah yang membagikan penghidupan mereka. Pembagian itu sudah ada pemiliknya. Yang keberatan atas pilihan-Nya sedang mempersoalkan hal yang bukan urusannya. Kata yang dipakai untuk pembagian itu sama akarnya dengan kata pada pertanyaan sebelumnya. Pertanyaannya memakai kata membagi, dan jawabannya memakai kata membagi juga. Pengulangan itu menegaskan bahwa pekerjaan yang mereka rebut memang pekerjaan yang sudah ada pelakunya.
- Alasan yang disebut agar sebagian mereka memanfaatkan sebagian yang lain. Perbedaan itu berguna. Yang tidak sama justru itu yang membuat orang saling memerlukan. Alasan itu mengubah cara membaca perbedaan. Kalau tujuannya saling memerlukan, maka perbedaan bukan tanda siapa yang lebih disayang, melainkan alat supaya orang tidak sanggup hidup sendirian. Yang di atas memerlukan yang di bawah persis seperti sebaliknya.
- Allah bertanya apakah mereka yang membagi-bagi rahmat-Nya, sehingga orang yang keberatan atas pembagian sedang berdiri di tempat yang bukan tempatnya. Kapan terakhir kali keluhan kita tentang bagian orang lain sebenarnya keluhan tentang siapa yang berhak membagi? Keluhan tentang bagian orang lain jarang berhenti pada orang itu. Ia biasanya bergerak naik sampai ke pihak yang membagikan. Yang diucapkan tentang tetangga sering sebenarnya ditujukan ke atas, cuma tidak pernah diakui sejauh itu, sebab mengakuinya berarti mengubah seluruh perkaranya.
- Ayat ini memakai dua kata yang berbeda dan tidak menukarnya. Yang ditanyakan apakah mereka membagi rahmat Tuhanmu, sedangkan yang dinyatakan Allah bagikan penghidupan mereka di dunia. Rahmat dan penghidupan tidak disamakan. Penghidupan itu yang bertingkat-tingkat dan yang kelihatan berbeda dari orang ke orang, sedangkan rahmat tidak pernah disebut ikut dibagi bertingkat. Perbedaan dua kata itu menjaga pembaca dari kesimpulan yang paling mudah diambil, yaitu bahwa yang berpenghasilan lebih besar berarti lebih dikasihi.
- Ayat ini ditutup dengan menyebut bahwa rahmat Tuhanmu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan. Penutup itu bukan hiburan bagi yang kebagian sedikit. Ia keterangan tentang ukuran. Seluruh perbedaan derajat yang baru saja disebutkan berada di lapis yang lebih rendah daripada satu hal yang tidak masuk hitungan siapa pun, dan orang yang sibuk mengukur lapis bawah biasanya belum sempat memeriksa apakah ia punya bagian di lapis atas.