أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَ ۚ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۚ وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا ۗ وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kamilah yang membagikan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempekerjakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَa-hum yaqsimuuna rahmata rabbikaapakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu
  2. نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَاnahnu qasamnaa baynahum ma'iisyatahum fii l-hayaati d-dunyaaKamilah yang membagikan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia
  3. وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّاwa-rafa'naa ba'dhahum fawqa ba'dhin darajaatin li-yattakhidza ba'dhuhum ba'dhan sukhriyyandan Kami meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempekerjakan sebagian yang lain
  4. وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَwa-rahmatu rabbika khayrun mimmaa yajma'uunadan rahmat Tuhanmu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan

Terjemahan per kata (25 kata)

  1. أَهُمْa-humapakah mereka
  2. يَقْسِمُونَyaqsimuunamereka membagi
  3. رَحْمَتَrahmatarahmat
  4. رَبِّكَrabbikaTuhanmu
  5. نَحْنُnahnuKami
  6. قَسَمْنَاqasamnaaKami membagi
  7. بَيْنَهُمْbaynahumdi antara mereka
  8. مَعِيشَتَهُمْma'iisyatahumpenghidupan mereka
  9. فِيfiidalam
  10. الْحَيَاةِl-hayaatikehidupan
  11. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  12. وَرَفَعْنَاwa-rafa'naadan Kami mengangkat
  13. بَعْضَهُمْba'dhahumsebagian mereka
  14. فَوْقَfawqadi atas
  15. بَعْضٍba'dhinsebagian
  16. دَرَجَاتٍdarajaatinderajat
  17. لِيَتَّخِذَli-yattakhidzauntuk menjadikan
  18. بَعْضُهُمْba'dhuhumsebagian mereka
  19. بَعْضًاba'dhansebagian
  20. سُخْرِيًّاsukhriyyanbahan olokan
  21. وَرَحْمَتُwa-rahmatudan rahmat
  22. رَبِّكَrabbikaTuhanmu
  23. خَيْرٌkhayrunlebih baik
  24. مِمَّاmimmaadaripada apa yang
  25. يَجْمَعُونَyajma'uunamereka kumpulkan

Inti bacaan

Kata ma'iisyah, seperti (مَعِيشَتَهُمْ, ma'iisyatahum) di 43:32, muncul tiga kali di Al-Qur'an (20:124, 28:58, 43:32), dan hanya di 43:32 ada pihak yang disebut membaginya.

Penjelasan pilihan kata

Pertanyaan pembuka (أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَ, a-hum yaqsimuuna rahmata rabbika) yang berarti "apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu" memakai kata kerja (يَقْسِمُونَ, yaqsimuuna) yang berarti "mereka membagi-bagi". Bentuk itu muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 43:32. Jawabannya memakai kata kerja berakar sama, (نَحْنُ قَسَمْنَا, nahnu qasamnaa) yang berarti "Kamilah yang membagikan", dan bentuk ini pun hanya ada di 43:32. Catatan morfologi menandai kata kerja pertanyaan sebagai perbuatan yang belum selesai dan kata kerja jawaban sebagai perbuatan yang selesai. Kedua kalimat itu juga memuat kata ganti yang berdiri sendiri di depan kata kerja, yaitu hum pada (أَهُمْ, a-hum) dan (نَحْنُ, nahnu), sehingga "mereka" dan "Kami" ditempatkan berhadapan pada kata kerja berakar sama.

Kata (مَعِيشَتَهُمْ, ma'iisyatahum) yang berarti "penghidupan mereka" berakar ع-ي-ش. Bentuk tunggal ma'iisyah muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 20:124, 28:58, dan 43:32, sedangkan bentuk jamaknya (مَعَايِشَ, ma'aayisya) ada di 7:10 dan 15:20. Di 20:124, (مَعِيشَةً ضَنْكًا, ma'iisyatan dhankan) yang berarti "penghidupan yang sempit" menjadi bagian orang yang berpaling dari peringatan, dan di 28:58 penghidupan disebut sebagai hal yang membuat sebuah negeri yang dibinasakan itu angkuh. Di kedua ayat itu tidak ada pihak yang disebut membaginya, sedangkan di 43:32 pembaginya disebut dengan jelas. Frasa (فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا, fii l-hayaati d-dunyaa) yang berarti "dalam kehidupan dunia" menjadi keterangan tempat bagi pembagian itu.

Kalimat berikutnya, (وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ, wa-rafa'naa ba'dhahum fawqa ba'dhin darajaatin) yang berarti "dan Kami meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat", memakai susunan fawqa ba'dhin darajaatin yang muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:165 dan 43:32. Di 6:165, (وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَبْلُوَكُمْ, wa-rafa'a ba'dhakum fawqa ba'dhin darajaatin li-yabluwakum) menyebut tujuan "untuk menguji kalian", sedangkan 43:32 menyebut tujuan lain, (لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا, li-yattakhidza ba'dhuhum ba'dhan sukhriyyan). Susunan yang sama jadi memiliki dua tujuan yang berbeda, dan kontras itu ditulis di ayat masing-masing. Kata (دَرَجَاتٍ, darajaatin) juga dipakai untuk akhirat di 17:21, (وَلَلْآخِرَةُ أَكْبَرُ دَرَجَاتٍ, wa-la-l-aakhiratu akbaru darajaatin) yang berarti "dan sungguh akhirat lebih besar derajatnya", sehingga kata itu tidak terbatas pada tingkatan di dunia.

Kata (سُخْرِيًّا, sukhriyyan) yang berarti "dipekerjakan" berakar س-خ-ر dan bentuk persisnya, dengan tanda dhamma pada huruf pertama, muncul sekali di 43:32. Kata dengan huruf yang sama tetapi tanda kasra, (سِخْرِيًّا, sikhriyyan), muncul dua kali di 23:110 dan 38:63, dan di keduanya terjemahan memakai "bahan ejekan" dan "olok-olokan". Kedua ayat itu juga memakai kata kerja yang sama dengan 43:32, yaitu bentuk dari ittakhadza yang berarti "menjadikan": (فَاتَّخَذْتُمُوهُمْ سِخْرِيًّا, fa-ttakhadztumuuhum sikhriyyan) di 23:110 dan (أَتَّخَذْنَاهُمْ سِخْرِيًّا, a-ttakhadznaahum sikhriyyan) di 38:63. Bacaan "bahan ejekan" untuk 43:32 karena itu mungkin, dan terjemahan menolaknya karena tiga hal. Pertama, catatan morfologi mencatat suxoriy~ di 43:32 sebagai lema yang berbeda dari sixoriy~ di 23:110 dan 38:63. Kedua, di 23:110 ejekan ditandai oleh (تَضْحَكُونَ, tadhakuuna) yang berarti "kalian menertawakan", sedangkan 43:32 tidak memuat kata penanda semacam itu. Ketiga, kata derajat dalam bentuk jamak tak tentu muncul di dua belas ayat, yaitu 2:253, 3:163, 4:96, 6:83, 6:132, 6:165, 8:4, 12:76, 17:21, 43:32, 46:19, dan 58:11, dan di sebelas ayat selain 43:32 tidak ada hubungan dengan ejekan, sedangkan 23:110 dan 38:63 tidak memuat kata derajat. Akar yang sama membentuk kata kerja (سَخَّرَ, sakhkhara) yang berarti "menundukkan" di 43:13, tempat kapal dan hewan ternak yang ditunggangi disebut ditundukkan bagi manusia untuk dipakai, sehingga makna "dipekerjakan" memiliki pasangan dalam surah yang sama.

Ungkapan penutup (خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ, khayrun mimmaa yajma'uuna) yang berarti "lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan" muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 3:157, 10:58, dan 43:32. Di 3:157 pembandingnya adalah (لَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَحْمَةٌ, la-maghfiratun mina llaahi wa-rahmatun) yang berarti "pastilah ampunan dari Allah dan rahmat", di 10:58 (بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ, bi-fadhli llaahi wa-bi-rahmatihi) yang berarti "dengan karunia Allah dan rahmat-Nya", dan di 43:32 rahmat Tuhanmu. Rahmat ada di ketiganya. Frasa rahmat Tuhanmu sendiri ditulis dua kali dalam satu ayat dengan akhiran berbeda, (رَحْمَتَ رَبِّكَ, rahmata rabbika) sebagai yang dibagi-bagi dalam pertanyaan, dan (وَرَحْمَتُ رَبِّكَ, wa-rahmatu rabbika) sebagai yang lebih baik dalam penutup.

Tafsiran

Ayat ini menjawab 43:31 dengan memindahkan perkara dari siapa yang pantas menerima ke siapa yang membagi. Keberatan di 43:31 menimbang penerima, dan 43:32 membuka dengan pertanyaan yang menaruh penimbang itu sendiri di depan: apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu. Jawaban pertama datang dalam bentuk pernyataan, bahwa penghidupan dibagikan oleh Kami dalam kehidupan dunia. Dengan begitu pembagian yang mereka persoalkan ditempatkan di wilayah yang berlainan dari rahmat yang mereka sangka sedang dibagi.

Kalimat tentang derajat menjelaskan mengapa pembagian itu tidak rata. Ayat menyebut tujuannya dengan pekerjaan, yaitu sebagian dapat mempekerjakan sebagian yang lain, dan tidak menyebut tingkatan itu sebagai tanda kemuliaan. Ketimpangan dalam penghidupan di sini digambarkan sebagai susunan yang membuat orang memerlukan orang lain, dan kepemilikan tidak disebut sebagai ukuran nilai. Teks tidak menyebut apakah posisi di derajat tertentu bersifat tetap sepanjang hidup seseorang.

Penutup ayat menggeser ukuran sekali lagi. Pertanyaan pembuka bertanya tentang rahmat, dan penutup menyatakan bahwa rahmat itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan. Ayat membandingkan rahmat dengan kumpulan, dan tidak membandingkan bagian seseorang dengan bagian orang lain. Perselisihan tentang siapa mendapat apa karena itu diletakkan di bawah sesuatu yang lebih tinggi: barang yang diperebutkan disebut lebih rendah daripada rahmat. Pola yang sama tampak di 3:157 dan 10:58, tempat yang lebih baik daripada kumpulan itu juga berupa rahmat, walau konteks tiga ayat itu berbeda: 3:157 berbicara tentang gugur dan mati di jalan Allah, 10:58 tentang bergembira dengan karunia, dan 43:32 tentang keberatan atas pembagian.

Ayat ini memakai dua sebutan dalam satu rangkaian, "Tuhanmu" ketika menyebut pemilik rahmat dan "Kami" ketika menyebut pembagi penghidupan serta peninggi derajat. Ayat tidak menerangkan hubungan kedua sebutan itu. Tiga ayat sesudahnya, 43:33 sampai 43:35, menguraikan benda-benda yang dikumpulkan itu satu per satu, dan 43:35 menutup dengan tempat akhirat di sisi Tuhanmu.

Renungan dan Hikmah

  • Keberatan atas pembagian rezeki dan kedudukan dapat terdengar sebagai keluhan tentang keadilan, dan 43:32 menjawabnya dengan pertanyaan tentang kursi pembagi. Keberatan atas bagian orang lain dapat dibaca sebagai penunjukan diri sebagai penimbang yang lebih tepat, padahal ayat menyebut rahmat itu milik Tuhanmu. Pembaca dapat mengamati nada keberatannya sendiri ketika membicarakan orang yang tampak mendapat lebih: adakah di dalamnya pengandaian bahwa pembaca tahu pembagian yang seharusnya? Dan kepada siapa keluhan tentang pembagian itu sebenarnya ditujukan?
  • Ayat ini memakai dua kata untuk dua hal, penghidupan yang dibagi oleh Kami dalam kehidupan dunia, dan rahmat yang disebut milik Tuhanmu. Penghasilan, tempat tinggal, dan kecukupan sehari-hari dapat dimasukkan ke golongan pertama. Pembaca yang menghitung nasibnya dengan angka sedang menghitung benda dari golongan itu, sedangkan ayat tidak menyebut rahmat sebagai sesuatu yang dibagi oleh manusia. Apakah selama ini yang dihitung pembaca itu hal yang tepat ketika mengukur apakah hidupnya cukup atau kurang?
  • Tujuan derajat di 43:32 disebut dalam bahasa pekerjaan. Ayat tidak mengatakan bahwa yang di atas lebih mulia, dan tidak mengatakan bahwa yang di bawah lebih hina. Sebagian orang dapat mempekerjakan sebagian yang lain, dan susunan itu menjadi alasan orang saling memerlukan. Orang yang memanggil tukang, pegawai, atau pengemudi berada pada sisi yang mempekerjakan, dan kenyataan yang sama menempatkan orang lain pada sisi yang bekerja. Ayat tidak merinci sisi mana yang lebih beruntung. Di antara dua sisi itu, sisi mana yang paling sering ditempati pembaca, dan kapan terakhir kali pikirannya sampai pada orang yang berada di sisi lain?
  • Susunan yang sama dipakai di 6:165, tempat Dia menjadikan kalian khalifah di bumi, meninggikan sebagian atas sebagian beberapa derajat, dan menyebut tujuan menguji dalam apa yang diberikan-Nya. Di 43:32 tujuannya berbeda, yaitu sebagian dapat mempekerjakan sebagian yang lain. Ayat tidak mempertemukan kedua tujuan itu, dan masing-masing ditulis di ayatnya sendiri. Orang yang berada di tingkat lebih tinggi dapat memandang kelebihannya sebagai kesempatan mempekerjakan, dan dapat pula memandangnya sebagai bahan ujian atas apa yang diberikan kepadanya. Dari dua pandangan itu, mana yang lebih sering terpikir ketika tambahan datang?
  • Penutup 43:32 membandingkan rahmat dengan apa yang dikumpulkan, dan dua ayat lain memuat perbandingan yang sama. Di 3:157 pemenangnya ampunan dan rahmat bagi mereka yang gugur atau mati di jalan Allah, dan di 10:58 pemenangnya karunia Allah dan rahmat-Nya, sehingga orang diminta bergembira dengan itu. Di 10:58 kegembiraan diarahkan pada karunia dan rahmat, dan ketiga ayat menempatkan kumpulan di bawah rahmat. Pembaca dapat menengok kegembiraannya yang paling baru: atas apa ia bergembira, atas yang dikumpulkannya atau atas yang diterimanya tanpa dikumpulkan? Dan bila rahmat Tuhanmu lebih baik daripada kumpulan itu, seberapa sering rahmat itu terlintas ketika kumpulan bertambah?
  • Kata derajat tidak berhenti di dunia. Di 17:21, setelah kalimat tentang Kami melebihkan sebagian atas sebagian yang lain, disebut bahwa akhirat lebih besar derajatnya dan lebih besar keutamaannya. Ukuran tingkatan yang dipakai orang untuk saling membandingkan di dunia dengan demikian bertemu dengan ukuran yang sama di tempat lain, dan di sana tingkatan itu lebih besar. Pembaca yang sering membandingkan dirinya dengan orang di sekelilingnya dapat bertanya, derajat jenis apa yang sebenarnya sedang dikejarnya, dan siapa yang menimbang ukuran itu?