وَلَوْلَا أَنْ يَكُونَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً لَجَعَلْنَا لِمَنْ يَكْفُرُ بِالرَّحْمَٰنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِنْ فِضَّةٍ وَمَعَارِجَ عَلَيْهَا يَظْهَرُونَ

Seandainya bukan karena manusia akan menjadi satu umat, pastilah sudah Kami buatkan bagi orang-orang yang kufur kepada Ar-Rahman, loteng-loteng dari perak untuk rumah-rumah mereka, dan tangga-tangga yang mereka naiki,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَوْلَا أَنْ يَكُونَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةًwa-lawlaa an yakuuna n-naasu ummatan waahidatanseandainya bukan karena manusia akan menjadi satu umat
  2. لَجَعَلْنَا لِمَنْ يَكْفُرُ بِالرَّحْمَٰنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِنْ فِضَّةٍ وَمَعَارِجَ عَلَيْهَا يَظْهَرُونَla-ja'alnaa li-man yakfuru bi-r-rahmaani li-buyuutihim suqufan min fidhdhatin wa-ma'aarija 'alayhaa yazhharuunapastilah sudah Kami buatkan bagi orang-orang yang kufur kepada Ar-Rahman, loteng-loteng dari perak untuk rumah-rumah mereka, dan tangga-tangga yang mereka naiki

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. وَلَوْلَاwa-lawlaadan sekiranya tidak
  2. أَنْanbahwa
  3. يَكُونَyakuunaada
  4. النَّاسُn-naasumanusia
  5. أُمَّةًummatanumat
  6. وَاحِدَةًwaahidatansatu
  7. لَجَعَلْنَاla-ja'alnaasungguh Kami akan menjadikan
  8. لِمَنْli-manbagi orang yang
  9. يَكْفُرُyakfurukufur
  10. بِالرَّحْمَٰنِbi-r-rahmaanipada Ar-Rahman
  11. لِبُيُوتِهِمْli-buyuutihimbagi rumah-rumah mereka
  12. سُقُفًاsuqufanatap
  13. مِنْmindari
  14. فِضَّةٍfidhdhatinperak
  15. وَمَعَارِجَwa-ma'aarijadan tangga
  16. عَلَيْهَا'alayhaaatasnya
  17. يَظْهَرُونَyazhharuunamereka naik

Inti bacaan

Skenario hipotetis kemewahan berlimpah yang tidak diberikan justru demi mencegah 'manusia menjadi satu umat yang kufur', pembatasan kekayaan duniawi sebagai perlindungan dari godaan materialisme massal, bukan kekurangan kasih sayang.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(Kami tidak menghendaki)' dan '(yang kufur)' tidak dipakai: masing-masing over-interpretasi terhadap struktur kondisional elips yang tak dinyatakan eksplisit di teks Arab.

Tafsiran

Ayat ini menjelaskan mengapa kemewahan duniawi tidak diberikan berlimpah kepada orang kafir, bukan karena mereka tak layak, melainkan untuk mencegah manusia tergoda seragam menuju kekufuran demi kemewahan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut alasan menahan kemewahan bukan kelayakan mereka, melainkan akibatnya pada yang lain. Bukan hukuman. Yang ditahan ditahan demi orang banyak.
  • Yang disebut loteng perak dan tangga untuk menaikinya. Sampai ke tangganya. Rincian itu memperlihatkan bahwa yang ditahan bukan hal kecil.
  • Allah memakai sebutan Ar-Rahman di ayat tentang orang yang mengingkari-Nya. Nama kasih. Yang diingkari disebut dengan sifat yang paling menyayangi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “(Allah) Yang Maha Pengasih,” diterjemahkan “Ar-Rahmaan,”. Dalam ayat ini, 'rahmaan' bertakrif (memakai kata sandang al-).