وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَابًا وَسُرُرًا عَلَيْهَا يَتَّكِئُونَ
dan bagi rumah-rumah mereka, pintu-pintu, dan dipan-dipan yang mereka bersandar di atasnya,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَابًا وَسُرُرًا عَلَيْهَا يَتَّكِئُونَwa-li-buyuutihim abwaaban wa-sururan 'alayhaa yattaki'uunadan bagi rumah-rumah mereka, pintu-pintu, dan dipan-dipan yang mereka bersandar di atasnya
Terjemahan per kata (5 kata)
- وَلِبُيُوتِهِمْwa-li-buyuutihimdan bagi rumah-rumah mereka
- أَبْوَابًاabwaabanpintu-pintu
- وَسُرُرًاwa-sururandan dipan-dipan
- عَلَيْهَا'alayhaaatasnya
- يَتَّكِئُونَyattaki'uunamereka bersandar
Inti bacaan
Detail kemewahan lanjutan (pintu, dipan) yang sengaja ditahan, konsistensi prinsip bahwa kelimpahan materi berlebih bisa menjadi risiko spiritual kolektif jika tersebar tanpa batas.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini menyambung ke 43:35 tanpa titik penuh.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan daftar kemewahan hipotetis: pintu-pintu megah dan dipan-dipan kenyamanan.
Renungan dan Hikmah
- Allah merinci kemewahan yang tidak jadi diberikan. Pintu-pintu. Dan dipan-dipan.
- Yang ditahan bukan kebutuhan, melainkan kelebihan. Bukan makanan. Perak dan tangga.
- Alasannya disebut Allah di ayat sebelumnya. Bukan pelit. Supaya tidak semua orang berpaling.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar b-y-t, b-w-b, s-r-r, w-k-a): buyuut diterjemahkan 'rumah' (akar b-y-t); abwaab diterjemahkan 'pintu' (akar b-w-b); surur diterjemahkan 'dipan' (akar s-r-r); yattaki'uun diterjemahkan 'bersandar' (akar w-k-'). gloss '(perak)' dibuang.