وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَابًا وَسُرُرًا عَلَيْهَا يَتَّكِئُونَ

dan bagi rumah-rumah mereka, pintu-pintu, dan dipan-dipan yang mereka bersandar di atasnya,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَابًا وَسُرُرًا عَلَيْهَا يَتَّكِئُونَwa-li-buyuutihim abwaaban wa-sururan 'alayhaa yattaki'uunadan bagi rumah-rumah mereka, pintu-pintu, dan dipan-dipan yang mereka bersandar di atasnya

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَلِبُيُوتِهِمْwa-li-buyuutihimdan bagi rumah-rumah mereka
  2. أَبْوَابًاabwaabanpintu-pintu
  3. وَسُرُرًاwa-sururandan dipan-dipan
  4. عَلَيْهَا'alayhaaatasnya
  5. يَتَّكِئُونَyattaki'uunamereka bersandar

Inti bacaan

Lema surur yang berarti dipan, seperti (وَسُرُرًا, wa-sururan) di 43:34, muncul enam kali di Al-Qur'an (15:47, 37:44, 43:34, 52:20, 56:15, 88:13), dan lima di antaranya terletak dalam uraian tentang taman.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini memuat satu kata kerja saja, yaitu (يَتَّكِئُونَ, yattaki'uuna) yang berarti "mereka bersandar", dan kata kerja itu berada di dalam anak kalimat tentang dipan. Ayat ini tidak memuat kata kerja utama, karena kata kerja pembuat benda, (لَجَعَلْنَا, la-ja'alnaa) yang berarti "pastilah sudah Kami buatkan", berada di 43:33. Karena itu terjemahan 43:34 tidak menambahkan kata kerja dan berakhir dengan koma, seperti terjemahan 43:33. Frasa (لِبُيُوتِهِمْ, li-buyuutihim) yang berarti "bagi rumah-rumah mereka" muncul dua kali, di 43:33 dan 43:34, dan di 43:34 bentuknya (وَلِبُيُوتِهِمْ, wa-li-buyuutihim) yang berarti "dan bagi rumah-rumah mereka" dengan huruf wa di depannya. Pemilik tiap benda dengan demikian disebut lagi sebelum bendanya.

Kata (أَبْوَابًا, abwaaban) yang berarti "pintu-pintu" dalam bentuk ini muncul dua kali di dua surah, yaitu 43:34 dan 78:19. Di 78:19, (فَكَانَتْ أَبْوَابًا, fa-kaanat abwaaban) yang berarti "maka jadilah beberapa pintu" menyebut langit yang dibuka. Kata yang sama menunjuk pintu rumah di 43:34 dan pintu langit di 78:19.

Kata (وَسُرُرًا, wa-sururan) yang berarti "dan dipan-dipan" berakar س-ر-ر dan berasal dari lema surur, yang muncul enam kali di enam surah, yaitu 15:47, 37:44, 43:34, 52:20, 56:15, dan 88:13. Lima ayat selain 43:34 terletak dalam uraian tentang taman: 15:45 menyebut orang-orang yang bertakwa dalam taman-taman dan mata air, 37:43 dan 56:12 menyebut taman-taman kenikmatan, 52:17 menyebut taman-taman dan kenikmatan, dan 88:10 menyebut taman yang tinggi. Di 52:20 dan 88:13 dipan itu diberi sifat, (سُرُرٍ مَصْفُوفَةٍ, sururin mashfuufatin) yang berarti "dipan-dipan yang tersusun" dan (سُرُرٌ مَرْفُوعَةٌ, sururun marfuu'atun) yang berarti "dipan-dipan yang ditinggikan", sedangkan di 43:34 dipan tidak diberi sifat dan bahan pintu serta dipan tidak disebut. Kata sururan berbeda satu huruf dari (وَسُرُورًا, wa-suruuran) yang berarti "dan kegembiraan" di 76:11, dan dua kata itu berasal dari lema yang berbeda walaupun akarnya sama. Kata (مَسْرُورًا, masruuran) yang berarti "gembira" berakar sama dan muncul dua kali, di 84:9 dan 84:13.

Kata kerja (يَتَّكِئُونَ, yattaki'uuna) berakar و-ك-أ dan bentuknya muncul bersama bentuk pelakunya, (مُتَّكِئِينَ, muttaki'iina), di sembilan ayat, yaitu 18:31, 36:56, 38:51, 43:34, 52:20, 55:54, 55:76, 56:16, dan 76:13. Di delapan ayat selain 43:34 yang bersandar adalah penghuni taman, misalnya (مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ سُرُرٍ مَصْفُوفَةٍ, muttaki'iina 'alaa sururin mashfuufatin) di 52:20. Gerak itu ditaruh di rumah di dunia pada 43:34 saja. Akar yang sama membentuk kata benda muttaka'an yang berarti "tempat bersandar" di 12:31, yaitu tempat yang disiapkan seorang perempuan bagi mereka yang diundangnya, sehingga akar ini tidak terbatas pada taman. Kata (عَلَيْهَا يَتَّكِئُونَ, 'alayhaa yattaki'uuna) yang berarti "yang mereka bersandar di atasnya" muncul sekali di Al-Qur'an, dan susunan 'alayhaa lalu kata kerja gerak juga menutup 43:33 pada (عَلَيْهَا يَظْهَرُونَ, 'alayhaa yazhharuuna) yang berarti "yang mereka naiki".

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan daftar benda yang dibuatkan bagi rumah-rumah para pengingkar. Loteng dan tangga ada di 43:33, pintu dan dipan di 43:34, lalu perhiasan di 43:35. Tangga di 43:33 dan dipan di 43:34 masing-masing diikuti kata kerja gerak, naik dan bersandar, sedangkan loteng dan pintu berdiri tanpa kata kerja. Pasangan itu menggambarkan kemewahan sebagai ruang yang dipakai, naik di satu bagian dan beristirahat di bagian lain.

Kosakata ayat ini juga dipakai pada uraian taman di ayat lain. Dipan muncul di enam ayat dan lima di antaranya menyangkut taman, sedangkan kata kerja bersandar muncul di delapan ayat tentang penghuni taman dan di 43:34 tentang rumah di dunia. Ayat ini tidak menyatakan bahwa benda-benda itu tiruan benda taman. Teks mencatat kata-kata yang sama dipakai di dua tempat, dan ayat ketiga, 43:35, memberi bingkai: semua itu kesenangan hidup dunia, sedangkan akhirat di sisi Tuhanmu bagi orang yang bertakwa.

Ayat ini tidak memuat perasaan siapa pun. Tidak ada kegembiraan, kebanggaan, atau kegelisahan penghuni rumah itu, hanya benda dan satu gerak bersandar. Kata kegembiraan dengan akar yang sama muncul di tempat lain, misalnya 76:11 untuk orang-orang yang dilindungi Allah dari keburukan hari itu. Perbedaan itu menyisakan ruang yang tidak diisi ayat: apakah benda-benda yang ditulis lengkap itu menghasilkan kegembiraan atau tidak, ayat tidak memutuskan.

Daftar benda yang diandaikan diperpanjang di sini tanpa mengulang alasan pengandaian dari 43:33, dan 43:35 kemudian menimbangnya dengan satu kalimat.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini memuat pintu dan dipan tanpa kata kerja pembuat. Pelakunya, yang menyebut dirinya Kami, ada di ayat sebelumnya dan tidak diulang. Daftar seperti ini mudah dibaca sebagai deretan benda yang ada begitu saja, dan pembaca dapat mencoba menyebut isi rumahnya dengan cara yang sama, pintu, dipan, atap, tanpa menyebut siapa yang menyediakannya. Hanya bila daftar dibaca bersama kalimat di ayat sebelumnya, benda-benda itu kembali punya pembuat. Dalam daftar miliknya sendiri, di bagian mana pembuat benda-benda itu mulai terlewat disebut?
  • Dua ayat berturut-turut menaruh kata kerja gerak pada benda: tangga untuk dinaiki di 43:33, dan dipan untuk bersandar di 43:34. Pintu yang berada di antara keduanya tidak diberi kata kerja. Rumah yang digambarkan dengan cara itu punya tempat bagi usaha dan tempat bagi istirahat. Pembaca dapat menghitung berapa banyak benda di rumahnya dipakai untuk naik dan berapa untuk bersandar, serta bagian mana yang paling jarang disentuh. Dan bila keduanya sama-sama dibuatkan bagi pemilik rumah, seberapa besar bagian hidupnya yang dipakai untuk naik dibanding untuk bersandar?
  • Dipan dan bersandar muncul di 52:20 untuk orang-orang bertakwa di taman, lalu muncul lagi di 43:34 untuk rumah di dunia. Ayat 43:34 tidak mengatakan bahwa kemewahan di dunia meniru taman, dan tidak mengatakan sebaliknya. Ayat berikutnya memberi bingkai bahwa semua itu kesenangan hidup dunia, sedangkan akhirat di sisi Tuhanmu bagi orang yang bertakwa. Dua tempat yang memakai kata sama dan dibedakan oleh siapa yang diberi dan di mana, membuat pembaca bisa bertanya apa yang sebenarnya dinanti-nantikannya ketika membayangkan tempat bersandar yang nyaman. Apakah hanya bendanya, atau juga tempat dan pemberinya?
  • Pintu muncul di 43:34 sebagai perlengkapan rumah, di 78:19 sebagai langit yang dibuka, dan di 39:73 sebagai pintu taman yang dibuka ketika orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka tiba. Dalam dua ayat terakhir pintu itu dibuka, sedangkan di 43:34 pintu disebut ada. Orang yang hidup di balik pintunya sendiri dapat membedakan pintu yang dipasangnya dari pintu yang akan dibukakan untuknya. Dari kedua jenis pintu itu, mana yang lebih sering diperiksa kunci dan engselnya?
  • Dua ayat berturut-turut menyebut ulang rumah-rumah mereka sebelum tiap kelompok benda, seakan tiap benda perlu dikembalikan ke tempat pemakainya. Daftar yang dikaitkan dengan rumah menyangkut ruang yang paling dekat dengan penghuninya. Orang yang menyusun isi rumahnya dapat memperhatikan benda mana yang ditaruhnya untuk dirinya sendiri dan mana yang untuk dilihat tamu. Dalam pembagian itu, rumah yang paling sering dibayangkan pembaca lebih menyerupai ruang istirahat atau ruang pajangan?
  • Kegembiraan dengan akar yang sama dengan kata dipan tertulis di 76:11, tempat Allah melindungi orang-orang dari keburukan hari itu dan memberi mereka keceriaan dan kegembiraan. Di 43:34 dipan tertulis dan kegembiraan tidak ikut disebut. Dua kata itu dipisahkan oleh satu huruf dan oleh isi ayat masing-masing. Pembaca dapat membayangkan daftar barang yang dibelinya setahun terakhir, lalu mencari di antaranya yang membawa kegembiraan tanpa dikaitkan dengan keadaan orang lain. Barang apa saja yang masih tersisa setelah pencarian itu?