وَزُخْرُفًا ۚ وَإِنْ كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۚ وَالْآخِرَةُ عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِينَ
dan perhiasan emas; dan semua itu tidak lain hanya kesenangan hidup dunia, sedangkan akhirat di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَزُخْرُفًاwa-zukhrufandan perhiasan emas
- وَإِنْ كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَاwa-in kullu dzaalika lammaa mataa'u l-hayaati d-dunyaadan semua itu tidak lain hanya kesenangan hidup dunia
- وَالْآخِرَةُ عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِينَwa-l-aakhiratu 'inda rabbika li-l-muttaqiinasedangkan akhirat di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertakwa
Terjemahan per kata (12 kata)
- وَزُخْرُفًاwa-zukhrufandan perhiasan
- وَإِنْwa-indan tidaklah
- كُلُّkullusetiap
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- لَمَّاlammaaketika
- مَتَاعُmataa'ukesenangan
- الْحَيَاةِl-hayaatikehidupan
- الدُّنْيَاd-dunyaadunia
- وَالْآخِرَةُwa-l-aakhiratudan akhirat
- عِنْدَ'indadi sisi
- رَبِّكَrabbikaTuhanmu
- لِلْمُتَّقِينَli-l-muttaqiinabagi orang-orang yang bertakwa
Inti bacaan
Kata zukhruf, seperti (وَزُخْرُفًا, wa-zukhrufan) di 43:35, muncul empat kali di Al-Qur'an (6:112, 10:24, 17:93, 43:35), dan di 43:35 kedudukannya sesudah perak.
Penjelasan pilihan kata
Kata (وَزُخْرُفًا, wa-zukhrufan) yang berarti "dan perhiasan emas" menjadi benda ketiga dalam daftar yang dimulai di 43:33, sesudah perak. Kata zukhruf muncul empat kali di empat surah, yaitu 6:112, 10:24, 17:93, dan 43:35. Di 10:24, (أَخَذَتِ الْأَرْضُ زُخْرُفَهَا, akhadzati l-ardhu zukhrufahaa) yang berarti "bumi mengambil perhiasannya" disusul oleh musnahnya tanaman oleh ketetapan Kami pada malam atau siang, sedangkan di 6:112, (زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا, zukhrufa l-qawli ghuruuran) yang berarti "perkataan yang dihias sebagai tipuan" menyebut hiasan pada ucapan. Di 17:93, (بَيْتٌ مِنْ زُخْرُفٍ, baytun min zukhrufin) yang berarti "sebuah rumah dari emas" menjadikan zukhruf bahan rumah. Arabnya tidak menyebut jenis logam, dan emas ditulis dengan kata lain, (ذَهَبٍ, dzahabin), di 43:53. Padanan "perhiasan emas" di 43:35 karena itu memadukan dua hal: arti hiasan seperti di 10:24 dan 6:112, dan bahan rumah seperti di 17:93 yang diterjemahkan "rumah dari emas". Pembacaan "hiasan" tanpa penentu logam tetap terbuka, dan perbedaannya tidak mengubah kedudukan kata itu sebagai benda ketiga dalam daftar.
Kalimat (وَإِنْ كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا, wa-in kullu dzaalika lammaa mataa'u l-hayaati d-dunyaa) memakai susunan in, lalu kull, lalu lammaa, yang muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 36:32, 43:35, dan 86:4. Di 86:4 terjemahan memakai "melainkan" ("tidak ada satu jiwa pun melainkan atasnya ada penjaga"), dan terjemahan 43:35 memakai "tidak lain" untuk padanan yang sama. Kata (كُلُّ ذَٰلِكَ, kullu dzaalika) yang berarti "semua itu" muncul dua kali di dua surah, yaitu 17:38 dan 43:35, dan di keduanya kata penunjuk jauh dzaalika merangkum rangkaian yang baru disebut. Di 43:35 rangkuman itu mencakup loteng, tangga, pintu, dipan, dan perhiasan.
Kata (مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا, mataa'u l-hayaati d-dunyaa) yang berarti "kesenangan hidup dunia" muncul lima kali di lima surah, yaitu 3:14, 9:38, 28:60, 42:36, dan 43:35, dan tujuh kali di enam surah bila akhiran diabaikan, dengan tambahan 10:23 dan 28:61. Kata mataa' berakar م-ت-ع dan kata kerja berakar sama, (مَتَّعْتُ, matta'tu) yang berarti "Aku memberi kenikmatan", ada di 43:29, yaitu ayat yang menyatakan pemberian itu berlangsung hingga kebenaran datang. Surah ini memakai akar itu sekali untuk perbuatan memberi dan sekali untuk nama keseluruhan pemberiannya, dan kontras antara keduanya terletak pada pelaku: yang pertama dinyatakan dengan Aku, yang kedua tanpa pelaku. Di 9:38, (فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ, fa-maa mataa'u l-hayaati d-dunyaa fii l-aakhirati illaa qaliilun) yang berarti "maka kenikmatan hidup dunia dibanding akhirat tidak lain kecuali sedikit" memberi ukuran perbandingan dengan akhirat, sehingga kata itu tidak berdiri sendiri sebagai penilaian.
Dua ayat memuat urutan yang hampir sama dengan 43:35: apa yang diberikan disebut kesenangan hidup dunia, lalu apa yang ada pada Allah disebut lebih baik. Ungkapan (وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ, wa-maa 'inda llaahi khayrun wa-abqaa) yang berarti "dan apa yang di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal" muncul dua kali di dua surah, yaitu 28:60 dan 42:36. Di 43:35 bagian kedua berbeda: (وَالْآخِرَةُ عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِينَ, wa-l-aakhiratu 'inda rabbika li-l-muttaqiina) yang berarti "sedangkan akhirat di sisi Tuhanmu bagi orang-orang yang bertakwa" tidak memakai kata lebih baik dan lebih kekal, dan menyebut penerimanya dengan huruf li. Susunan akhirat di sisi Tuhanmu itu muncul sekali.
Kata (لِلْمُتَّقِينَ, li-l-muttaqiina) yang berarti "bagi orang-orang yang bertakwa" muncul delapan belas kali di enam belas surah, yaitu 2:2, 2:66, 3:133, 3:138, 5:46, 7:128, 11:49, 21:48, 24:34, 25:74, 26:90, 28:83, 38:49, 43:35, 50:31, 68:34, 69:48, dan 78:31. Di 3:133, (أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ, u'iddat li-l-muttaqiina) yang berarti "disediakan bagi orang-orang yang bertakwa" menyebut taman, dan di 26:90 serta 50:31, (وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ, wa-uzlifati l-jannatu li-l-muttaqiina) yang berarti "dan taman didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa" menyebut hal yang sama dengan kata kerja lain. Susunan yang paling dekat dengan 43:35 ada di 68:34, (إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ, inna li-l-muttaqiina 'inda rabbihim jannaati n-na'iimi) yang berarti "sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa, di sisi Tuhan mereka ada taman-taman kenikmatan", dan susunan 'inda rabbihim jannaati hanya muncul sekali.
Tafsiran
Ayat ini menutup daftar benda di 43:33 sampai 43:35 dengan satu kata benda terakhir, lalu menimbang seluruh daftar dalam satu kalimat. Kalimat itu menyebut semua yang baru disebut sebagai kesenangan hidup dunia, dan kalimat berikutnya menaruh akhirat di sisi Tuhanmu bagi orang yang bertakwa. Dua kalimat itu tidak mengatakan bahwa benda-benda tadi tercela, dan tidak mengatakan bahwa akhirat sama dengan semua benda itu pada bentuk yang lebih baik. Ayat ini menyusun dua kolom: kolom pertama bernama kesenangan hidup dunia, dan kolom kedua berisi akhirat di sisi Tuhanmu.
Ayat ini menjawab pertanyaan yang dibuka di 43:31 dengan ukuran lain. Di 43:31 sifat besar dikenakan pada seorang lelaki oleh orang-orang yang berkeberatan. Di 43:35 kata besar tidak muncul, dan manusia di sana disifati bertakwa. Penerima akhirat disebut lewat sifat itu, dan ayat tidak menyebut negeri asal atau jumlah benda sebagai ukuran. Hubungan ini terbaca dari susunan lima ayat itu, dan kata-kata ayat 43:35 sendiri tidak merujuk ke 43:31.
Ayat ini juga menutup satu lingkaran di surah yang sama. Di 43:29 pemberian kenikmatan disebut berlangsung sampai kebenaran datang, dan di 43:35 seluruh pemberian itu diberi nama dengan kata berakar sama.
Batas ayat ini terlihat pada kata bagi. Akhirat disebut milik orang-orang yang bertakwa, dan ayat tidak menyebut siapa yang tidak termasuk di dalamnya, serta tidak memerinci sifat takwa itu. Isinya dapat dibandingkan dengan 28:60 dan 42:36 yang memakai urutan serupa tetapi menyebut apa yang di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal.
Renungan dan Hikmah
- Setelah loteng, tangga, pintu, dipan, dan perhiasan disebut satu per satu, ayat menimbangnya dengan satu kata benda, kesenangan hidup dunia. Daftar yang diurai panjang dirangkum pendek. Pembaca yang menyusun daftar miliknya sendiri, rumah, kendaraan, tabungan, jabatan, dapat mencoba menamainya dengan satu kata dan melihat apakah nama itu terasa terlalu ringan atau pas. Ayat tidak memerintahkan pembaca membuang daftar itu. Kata apa yang akan dipilih pembaca untuk seluruh isi daftarnya, dan siapa yang menyebut kata itu?
- Ayat ini menaruh dua kolom berdampingan: kesenangan hidup dunia, dan akhirat di sisi Tuhanmu. Di 28:60 dan 42:36 kolom kedua disebut lebih baik dan lebih kekal, sedangkan di 43:35 kolom kedua disebut milik orang-orang yang bertakwa tanpa kata pembanding. Pembaca yang mengukur hidupnya dengan satu kolom saja dapat memeriksa apakah kolom kedua pernah terisi dalam perhitungannya. Apa saja yang dicatat pembaca sebagai yang berada di sisi Allah, dan berapa sering kolom itu dibuka?
- Akhirat dalam ayat ini disebut milik orang-orang yang bertakwa, dengan huruf yang sama dipakai di 3:133 untuk taman yang disediakan dan di 26:90 serta 50:31 untuk taman yang didekatkan. Ayat tidak menyebut siapa yang tidak masuk dan tidak merinci sifat itu. Pembaca yang terbiasa mengandaikan bahwa bagian itu otomatis menjadi miliknya dapat membaca ulang kata bagi. Di sisi Tuhanmu, apa yang membuat seseorang terhitung sebagai penerima, dan dari mana pembaca mengetahui bahwa dirinya termasuk?
- Di 43:29 pemberian kenikmatan kepada mereka dan nenek moyang mereka disebut berlangsung sampai kebenaran datang, dan di 43:35 seluruh pemberian itu dinamai kesenangan hidup dunia. Ucapan pertama menceritakan apa yang diterima, ucapan kedua memberi nama pada yang diterima, dan nama itu muncul sesudah daftar benda yang panjang. Pembaca dapat mengamati urutan serupa pada dirinya: sesuatu diterima lebih dulu, nama baru melekat kemudian. Nama apa yang selama ini dipasang pembaca pada pemberian dalam hidupnya, dan kapan nama itu terakhir ditinjau?
- Kata hiasan di 10:24 muncul pada bumi yang mengambil perhiasannya sebelum ketetapan Kami datang pada malam atau siang, dan di 6:112 pada perkataan yang dihias sebagai tipuan. Di 10:24 hiasan bertemu akhir yang mendadak, dan di 6:112 hiasan disebut tipuan. Di 43:35 kedua kata itu tidak muncul, dan hiasan masuk dalam daftar yang dinamai kesenangan. Pembaca dapat membandingkan tiga penggunaan itu tanpa menyamakannya, lalu bertanya hiasan apa dalam hidupnya yang pernah tampak tetap, dan mana yang ternyata berpindah tangan?
- Di 43:31 ukuran besar dipakai orang-orang yang berkeberatan untuk menilai seorang lelaki, dan di 43:35 manusia disifati bertakwa. Sebutan besar tidak muncul lagi di rangkaian ini. Pembaca yang pernah menimbang orang dengan ukuran besar atau kecil, di pekerjaan, di kampung, atau di keluarga, dapat melihat bahwa ayat penutup rangkaian ini memakai ukuran yang lain dan menyebutnya di sisi Tuhanmu. Kata apa yang lebih sering dipasang pembaca pada orang lain, dan kata apa yang diharapkannya dipasang pada dirinya?