وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ

Siapa yang berpaling dari peringatan Ar-Rahman, Kami tetapkan baginya setan, maka, ia menjadi teman baginya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِwa-man ya'syu 'an dzikri r-rahmaanisiapa yang berpaling dari peringatan Ar-Rahman
  2. نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌnuqayyidh lahu syaythaanan fa-huwa lahu qariinunKami tetapkan baginya setan, maka, ia menjadi teman baginya

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. وَمَنْwa-mandan orang yang
  2. يَعْشُya'syuberpaling
  3. عَنْ'andari
  4. ذِكْرِdzikriperingatan
  5. الرَّحْمَٰنِr-rahmaaniAr-Rahman
  6. نُقَيِّضْnuqayyidhKami menetapkan
  7. لَهُlahubaginya
  8. شَيْطَانًاsyaythaanansetan
  9. فَهُوَfa-huwamaka dia
  10. لَهُlahubaginya
  11. قَرِينٌqariinunpendamping

Inti bacaan

Kata kerja (نُقَيِّضْ, nuqayyidh) berakar ق-ي-ض dan akar itu muncul dua kali di Al-Qur'an (41:25, 43:36), dengan Kami sebagai pelaku di keduanya.

Penjelasan pilihan kata

Kalimat ini berbentuk syarat dan jawabannya. Kata kerja (يَعْشُ, ya'syu) yang berarti "berpaling" dan kata kerja jawaban (نُقَيِّضْ, nuqayyidh) yang berarti "Kami tetapkan" sama-sama tercatat dalam bentuk yang menandai syarat, sehingga kalimat (وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ, wa-man ya'syu 'an dzikri r-rahmaani) yang berarti "dan siapa yang berpaling dari peringatan Ar-Rahman" dijawab oleh penetapan setan. Kata kerja ya'syu berakar ع-ش-و dan muncul sekali sebagai kata kerja, yaitu di 43:36. Korpus mencatat empat belas kemunculan akar itu, dan tiga belas yang lain berupa kata benda penunjuk waktu petang atau malam, yaitu 3:41, 6:52, 12:16, 18:28, 19:11, 19:62, 24:58, 30:18, 38:18, 38:31, 40:46, 40:55, dan 79:46. Dari kata benda itu arti kata kerjanya tidak dapat diturunkan secara pasti, jadi padanan "berpaling" diambil dari tempat kata kerja itu berdiri.

Tempat itu adalah susunan (عَنْ ذِكْرِ, 'an dzikri) yang berarti "dari peringatan". Susunan itu muncul dua belas kali di sebelas surah, yaitu 5:91, 18:28, 18:101, 20:124, 21:42, 23:71, 24:37, 38:32, 43:36, 53:29, 63:9, dan 72:17. Kata kerja di depannya berbeda-beda. Di 20:124 dan 72:17 kata kerjanya (أَعْرَضَ, a'radha) dan (يُعْرِضْ, yu'ridh) yang diterjemahkan "berpaling", di 53:29 (تَوَلَّىٰ, tawallaa) yang diterjemahkan "berpaling", di 18:28 (أَغْفَلْنَا, aghfalnaa) yang diterjemahkan "Kami lalaikan", di 5:91 (يَصُدَّكُمْ, yashuddakum) yang diterjemahkan "menghalangi kalian", dan di 18:101 kata bendanya (غِطَاءٍ, ghithaa'in) yang berarti "penutup". Di 43:36 kata kerjanya ya'syu tidak punya padanan lain di korpus, dan terjemahan "berpaling" mengikuti padanan yang paling sering dipakai untuk tempat itu, yaitu di lima dari sebelas ayat lain, 20:124, 21:42, 23:71, 53:29, dan 72:17. Ungkapan penuhnya (ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ, dzikri r-rahmaani) yang berarti "peringatan Ar-Rahman" muncul dua kali di dua surah, yaitu 21:36 dan 43:36. Di 21:36 orang-orang yang kufur disebut (هُمْ كَافِرُونَ, hum kaafiruuna) terhadap peringatan itu, dan di 43:36 orang itu berpaling darinya. Di surah ini kata dzikr dipakai untuk sesuatu yang diwahyukan, misalnya (لَذِكْرٌ لَكَ وَلِقَوْمِكَ, la-dzikrun laka wa-li-qawmika) yang berarti "benar-benar peringatan bagimu dan bagi kaummu" di 43:44, sedangkan 43:36 sendiri tidak merinci isi peringatan itu.

Kata kerja jawaban (نُقَيِّضْ, nuqayyidh) berakar ق-ي-ض dan muncul sekali. Kata lain dari akar itu ada satu, di 41:25, (وَقَيَّضْنَا لَهُمْ قُرَنَاءَ, wa-qayyadhnaa lahum quranaa'a) yang berarti "dan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman", dan terjemahan memakai "Kami tetapkan" di keduanya. Kata (شَيْطَانًا, syaythaanan) yang berarti "setan" dalam bentuk tak tentu ini muncul dua kali, di 4:117 dan 43:36. Di 4:117 kata itu disifati (مَرِيدًا, mariidan) yang berarti "yang membangkang", sedangkan di 43:36 tanpa sifat, sehingga terjemahan menulis "setan" saja. Kata (لَهُ, lahu) yang berarti "baginya" muncul dua kali dalam ayat ini, sekali pada penetapan setan dan sekali pada kedudukan teman, dan di kedua tempat penerimanya orang yang sama.

Kalimat terakhir (فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ, fa-huwa lahu qariinun) tidak memuat kata kerja. Terjemahan memakai "menjadi" untuk menyampaikan bahwa keadaan itu menyusul penetapan yang baru disebut. Kata (قَرِينٌ, qariinun) yang berarti "teman" berasal dari lema qariin dan bentuk tunggalnya muncul di enam ayat pada empat surah, yaitu 4:38, 37:51, 43:36, 43:38, 50:23, dan 50:27. Di 4:38, (وَمَنْ يَكُنِ الشَّيْطَانُ لَهُ قَرِينًا, wa-man yakuni sy-syaythaanu lahu qariinan) yang berarti "dan siapa yang setan menjadi temannya" memakai kata itu untuk setan, dan 43:38 menutup dengan (فَبِئْسَ الْقَرِينُ, fa-bi'sa l-qariinu) yang berarti "maka seburuk-buruk teman". Di 37:51 kata yang sama menyebut seorang teman yang dahulu dimiliki penuturnya, dan di 50:23 serta 50:27 menyebut pendamping yang menyertai seseorang. Kata itu sendiri karena itu netral, dan terjemahan memakai "teman" di semua tempat. Kata untuk musuh terpisah, yaitu (عَدُوٌّ مُبِينٌ, 'aduwwun mubiinun) yang berarti "musuh yang nyata" di 43:62, dan kontras sebutan itu menunjukkan bahwa surah yang sama menyebut setan dengan dua kata yang berlainan.

Tafsiran

Ayat ini berpindah dari penerima akhirat di 43:35 ke orang yang berpaling dari peringatan Ar-Rahman, lalu menyebut apa yang terjadi padanya. Ayat tidak menamai orang itu lawan kata bertakwa dan tidak memuat sebutan celaan. Seseorang berpaling, dan sesudahnya seorang teman ditetapkan baginya.

Kalimat syaratnya menyebut berpaling lebih dulu, dan jawabannya menyebut penetapan setan sesudahnya, sehingga urutan di dalam ayat berjalan dari tindakan orang itu ke tindakan Kami. Ayat tidak menyebut berapa lama berpaling yang dibutuhkan, dan tidak menyebut apakah penetapan itu dapat dicabut. Ayat ini juga tidak memakai kata musuh untuk setan, padahal 43:62 memakai kata itu di surah yang sama. Pergeseran sebutan itu memberi gambaran bahaya yang hadir lewat kedekatan, sebagai teman.

Keterkaitan dengan ayat-ayat di sekitarnya terlihat pada nama Ar-Rahman. Nama itu muncul di 43:33 sebagai yang diingkari, lalu kembali di 43:36 sebagai pemilik peringatan yang ditinggalkan. Kedua ayat menaruh orang yang menolak di hadapan nama yang sama. Keberatan di 43:31 tertuju pada pembawa pesan, sedangkan 43:36 tertuju pada peringatan itu sendiri, jadi dua ayat ini menunjukkan dua kemungkinan bentuk penolakan: yang menolak lewat pembawanya, dan yang menolak langsung pada isinya.

Ayat berikutnya, 43:37, melanjutkan dengan orang-orang yang menghalangi dari jalan sementara mereka mengira mendapat petunjuk, lalu 43:38 menutup dengan perkataan orang yang datang kepada Kami dan menyebut seburuk-buruk teman. Ayat 43:36 sendiri berhenti pada keadaan sebagai teman, tanpa menyebut akibatnya.

Renungan dan Hikmah

  • Surah ini menyebut setan musuh yang nyata di 43:62, dan pada 43:36 menyebutnya teman bagi orang yang berpaling. Satu pihak yang sama diberi dua sebutan, tergantung kepada siapa pihak itu menghadap. Di 5:91 setan disebut menghalangi dari mengingat Allah, dan di 43:36 pihak itu hadir sebagai pendamping yang tidak perlu dilawan karena sudah ada di sisi. Pembaca dapat bertanya suara-suara mana yang menemani kesehariannya tanpa pernah dicurigainya, dan apakah suara itu pernah mengajaknya menjauh dari sesuatu yang sedang diingatkan kepadanya?
  • Dalam ayat ini berpaling disebut lebih dulu, penetapan setan kemudian. Peringatan yang ditinggalkan itu disebut milik Ar-Rahman, nama yang menurut 17:110 dapat diseru sama seperti Allah. Pembaca yang sedang menyalahkan lingkungan atas jarak yang pelan-pelan terbentuk antara dirinya dan sesuatu yang dulu diingatnya dapat meninjau urutan di dalam hidupnya sendiri, mulai dari saat jarak itu belum ada. Ayat ini tidak menyebut berapa lama waktu antara berpaling dan datangnya teman, jadi pembaca tidak dapat memastikan kapan urutan itu mulai. Mana yang datang lebih dulu dalam hidupnya, berpaling atau teman yang membenarkan?
  • Ayat ini memakai kata baginya dua kali: setan ditetapkan baginya, dan setan itu menjadi teman baginya. Kedua kali penerimanya orang yang sama, yang disebut sebagai siapa yang berpaling tanpa nama atau ciri lain. Ayat tidak menggambarkan watak atau latar orang itu. Pembaca dapat menaruh dirinya di tempat itu tanpa perlu menemukan ciri khusus yang membuat ayat ini berlaku atau tidak berlaku. Dalam daftar orang yang pernah berpaling dari sesuatu yang sudah diperingatkan kepadanya, adakah pembaca sendiri di sana?
  • Di 58:19 setan menguasai orang-orang lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah, sehingga urutannya dimulai oleh setan, sedangkan di 43:36 urutannya dimulai oleh orang yang berpaling, lalu setan ditetapkan baginya. Pembaca yang pernah lupa pada sesuatu yang penting dapat memeriksa apakah kelupaannya terasa seperti sesuatu yang menimpanya atau sesuatu yang dimulainya sendiri. Apa yang berubah dalam cara menyikapi kelupaan itu bila kedua arah ternyata mungkin?
  • Ayat sesudahnya, 43:37, menyebut bahwa mereka mengira mendapat petunjuk, dan 43:36 menyebut teman. Di antara dua ayat itu tidak ada kata yang menyebut kegelisahan orang yang berpaling. Perasaan sedang berada di jalan yang benar tercatat bersamaan dengan keadaan berpaling, jadi perasaan itu sendiri tidak dapat dipakai sebagai bukti arah. Seberapa sering rasa yakin dipakai sebagai alasan untuk tidak memeriksa arah hidup?
  • Di 43:31 keberatan dialamatkan kepada pembawa, dan di 43:36 yang ditinggalkan adalah peringatan itu sendiri. Dua bentuk penolakan itu berdekatan dalam satu surah, dan di 43:44 kata peringatan dikatakan sebagai peringatan bagi rasul dan kaumnya. Orang yang menjauh dari sebuah nasihat dapat memeriksa apakah jaraknya terbentuk terhadap orang yang menyampaikannya atau terhadap isinya. Seandainya ada jarak yang dirasakan pembaca terhadap peringatan Ar-Rahman, jarak itu terukur dari pembawanya atau dari isinya, dan siapa yang pertama kali menyadari bedanya?