وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ
Siapa yang berpaling dari peringatan Ar-Rahman, Kami tetapkan baginya setan, maka, ia menjadi teman baginya.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِwa-man ya'syu 'an dzikri r-rahmaanisiapa yang berpaling dari peringatan Ar-Rahman
- نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌnuqayyidh lahu syaythaanan fa-huwa lahu qariinunKami tetapkan baginya setan, maka, ia menjadi teman baginya
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- يَعْشُya'syuberpaling
- عَنْ'andari
- ذِكْرِdzikriperingatan
- الرَّحْمَٰنِr-rahmaaniAr-Rahman
- نُقَيِّضْnuqayyidhKami menetapkan
- لَهُlahubaginya
- شَيْطَانًاsyaythaanansetan
- فَهُوَfa-huwamaka dia
- لَهُlahubaginya
- قَرِينٌqariinunpendamping
Inti bacaan
Konsekuensi berpaling dari peringatan: 'Kami biarkan setan menyesatkannya. ia selalu menemaninya', pilihan mengabaikan pengajaran membuka ruang bagi pengaruh negatif yang terus melekat.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(Al-Qur'an)' dan '(menyesatkannya)' tidak dipakai: masing-masing tidak berpadanan kata dalam teks Arab.
Tafsiran
Ayat ini menjelaskan konsekuensi spiritual berpaling dari peringatan Allah: kekosongan itu diisi oleh pendamping setan yang terus menyertai.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut kekosongan yang segera terisi. Yang menolak pengingat. Yang datang menggantikannya.
- Kata teman dipakai, bukan kata musuh. Yang menemani terasa akrab. Justru itu bahayanya.
- Sebabnya disebut berpaling, bukan tidak tahu. Allah menaruh urutannya. Menolak dahulu, ditemani kemudian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “(Allah) Yang Maha Pengasih” diterjemahkan “Ar-Rahmaan”. Dalam ayat ini, 'rahmaan' bertakrif (memakai kata sandang al-).