وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ
Dan sesungguhnya mereka benar-benar menghalangi mereka dari jalan, sedangkan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِwa-innahum la-yashudduunahum 'ani s-sabiilidan sesungguhnya mereka benar-benar menghalangi mereka dari jalan
- وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَwa-yahsabuuna annahum muhtaduunasedangkan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk
Terjemahan per kata (7 kata)
- وَإِنَّهُمْwa-innahumdan sesungguhnya mereka
- لَيَصُدُّونَهُمْla-yashudduunahumsungguh mereka menghalangi mereka
- عَنِ'anidari
- السَّبِيلِs-sabiilijalan
- وَيَحْسَبُونَwa-yahsabuunadan mereka mengira
- أَنَّهُمْannahumbahwa mereka
- مُهْتَدُونَmuhtaduunaorang-orang yang mendapat petunjuk
Inti bacaan
Pengaruh yang menyesatkan namun 'mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk', bahaya tersembunyi dari kesesatan yang terasa seperti kebenaran bagi pelakunya sendiri.
Tafsiran
Ayat ini mengungkap ironi tragis: dihalangi dari jalan yang benar, namun tetap mengira diri berada di jalan yang benar.
Renungan dan Hikmah
- Yang menghalangi disebut Allah teman yang ditetapkan. Bukan musuh dari luar. Yang menemani.
- Mereka merasa mendapat petunjuk sambil dihalangi. Bukan tahu tersesat. Mengira lurus.
- Penyesalannya baru Allah sebutkan saat mereka bertemu. Di dunia mengira lurus. Di sana baru sadar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar s-d-d, s-b-l, h-s-b, h-d-y): yasudduunahum an as-sabiil wa yahsabuuna annahum muhtaduun diterjemahkan 'menghalangi dari jalan, sedang mengira mereka mendapat petunjuk' (akar s-d-d + akar h-s-b + akar h-d-y HDY, tipu-diri: yakin di jalan-benar padahal disesatkan; bahaya kepastian-palsu, cf. 18:104, 7:30). Selaras.