حَتَّىٰ إِذَا جَاءَنَا قَالَ يَا لَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِقَيْنِ فَبِئْسَ الْقَرِينُ

Sehingga apabila ia datang kepada Kami, ia berkata, “Aduhai, sekiranya antara aku dan engkau ada jarak sejauh timur dan barat.” Maka, seburuk-buruk teman.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. حَتَّىٰ إِذَا جَاءَنَا قَالَhattaa idzaa jaa'anaa qaalasehingga apabila ia datang kepada Kami, ia berkata
  2. يَا لَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِقَيْنِyaa layta baynii wa-baynaka bu'da l-masyriqayniaduhai, sekiranya antara aku dan engkau ada jarak sejauh timur dan barat
  3. فَبِئْسَ الْقَرِينُfa-bi'sa l-qariinumaka, seburuk-buruk teman

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. حَتَّىٰhattaasampai
  2. إِذَاidzaaapabila
  3. جَاءَنَاjaa'anaadatang kepada kami
  4. قَالَqaalaberkata
  5. يَاyaawahai
  6. لَيْتَlaytasekiranya
  7. بَيْنِيbayniiantaraku
  8. وَبَيْنَكَwa-baynakadan antaramu
  9. بُعْدَbu'dajauh
  10. الْمَشْرِقَيْنِl-masyriqaynidua tempat terbit
  11. فَبِئْسَfa-bi'samaka seburuk-buruk
  12. الْقَرِينُl-qariinupendamping

Inti bacaan

Pasangan (بَيْنِي وَبَيْنَكَ, baynii wa-baynaka) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 28:28 dan 43:38, dan di 28:28 berarti kesepakatan antara dua orang, sedangkan di 43:38 berarti jarak.

Penjelasan pilihan kata

Kedatangan di ayat ini ditulis dengan (حَتَّىٰ إِذَا جَاءَنَا, hattaa idzaa jaa'anaa) yang berarti "sehingga apabila ia datang kepada Kami". Rangkaian ini muncul sekali, di 43:38. Kata (جَاءَنَا, jaa'anaa) tersusun dari kata kerja jaa'a bentuk lampau dengan pelaku tunggal laki-laki dan akhiran -naa yang berarti "kami". Bentuk jaa'anaa tertulis di enam ayat, yaitu 5:19, 5:84, 20:72, 40:29, 43:38, dan 67:9. Di lima ayat selain 43:38, akhiran -naa menunjuk orang yang berbicara tentang apa yang datang kepada mereka sendiri. Terjemahan membaca akhiran di 43:38 sebagai pembicara yang di 43:36 berkata (نُقَيِّضْ, nuqayyidh) yang berarti "Kami tetapkan", karena kedua ayat berurutan dan sama-sama memakai bentuk pertama jamak, lalu menulisnya "Kami" berhuruf besar. Ayat 43:38 sendiri tidak menyebut siapa pembicara itu. Kata kerja jaa'anaa dan qaala sama-sama bertunggal pelaku, jadi ayat ini berbicara tentang satu orang.

Kata (يَا لَيْتَ, yaa layta) yang berarti "aduhai, sekiranya" membuka ucapan orang itu. Kata layta tertulis di empat belas ayat. Di sebelas ayat akhiran kata ganti menempel langsung pada layta, misalnya (يَا لَيْتَنِي, yaa laytanii) yang berarti "aduhai, sekiranya aku" di 4:73, 18:42, 19:23, 25:27, 69:25, 78:40, dan 89:24. Tiga ayat menaruh kata lain langsung sesudah layta, yaitu (يَا لَيْتَ لَنَا, yaa layta lanaa) yang berarti "aduhai, sekiranya kita mempunyai" di 28:79, (يَا لَيْتَ قَوْمِي, yaa layta qawmii) yang berarti "aduhai, sekiranya kaumku" di 36:26, dan (يَا لَيْتَ بَيْنِي, yaa layta baynii) di ayat ini. Harapan di tiga ayat itu menyangkut harta seperti milik Qarun di 28:79, pengetahuan kaum di 36:26, dan jarak di 43:38. Pasangan (بَيْنِي وَبَيْنَكَ, baynii wa-baynaka) yang berarti "antara aku dan engkau" muncul dua kali, di 28:28 dan 43:38. Di 28:28, (ذَٰلِكَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ, dzaalika baynii wa-baynaka) yang berarti "itu antara aku dan engkau", pasangan ini menyebut kesepakatan antara dua orang. Di 43:38 pasangan ini menyebut ruang di antara dua pihak yang diinginkan terbentang.

Kata (بُعْدَ, bu'da) yang berarti "jarak" berakar ب-ع-د, dan bentuk ini muncul sekali, di 43:38. Kata (الْمَشْرِقَيْنِ, l-masyriqayni) adalah bentuk dua dari masyriq, "tempat terbit", akar ش-ر-ق. Bentuk dua itu tertulis di dua ayat, yaitu 43:38 dan 55:17. Di 55:17, (رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِ, rabbu l-masyriqayni wa-rabbu l-maghribayni) yang berarti "Tuhan dua tempat terbit dan Tuhan dua tempat terbenam", bentuk dua itu berpasangan dengan (الْمَغْرِبَيْنِ, l-maghribayni). Di 43:38 pasangan itu tidak ada. Teks memuat bentuk dua dari "tempat terbit" dan tidak memuat kata untuk "barat". Terjemahan kalimat ini tetap memakai "timur dan barat" sebagai ukuran jarak, sedangkan kata per katanya menulis "dua tempat terbit" supaya bentuk dua pada kata Arabnya tidak hilang.

Kata (الْقَرِينُ, l-qariinu) yang berarti "teman" berakar ق-ر-ن dan memakai kata sandang al-. Bentuk tunggal kata qariin tertulis di enam ayat, yaitu 4:38, 37:51, 43:36, 43:38, 50:23, dan 50:27, dan terjemahan memakai "teman" di semuanya. Di 43:36 kata itu tanpa sandang, (قَرِينٌ, qariinun), dan di 43:38 bersandang, sehingga l-qariinu terbaca sebagai teman yang sudah disebut. Di 43:36 pihak yang menjadi teman tertulis jelas, karena (شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ, syaythaanan fa-huwa lahu qariinun) menyambung setan dengan kata teman. Di 4:38, (وَمَنْ يَكُنِ الشَّيْطَانُ لَهُ قَرِينًا فَسَاءَ قَرِينًا, wa-man yakuni sy-syaythaanu lahu qariinan fa-saa'a qariinan) yang berarti "dan siapa yang setan menjadi temannya, maka seburuk-buruk teman", pihak yang dinilai juga setan. Di 37:51, (إِنِّي كَانَ لِي قَرِينٌ, innii kaana lii qariinun) yang berarti "sesungguhnya aku dahulu mempunyai seorang teman", kata itu menyebut teman milik penuturnya tanpa menyebut setan.

Kata (فَبِئْسَ, fa-bi'sa) yang berarti "maka seburuk-buruk" memakai kata kerja penilaian bi'sa dari akar ب-ء-س. Rangkaian fa-bi'sa tertulis di tujuh ayat, yaitu 3:187, 38:56, 38:60, 39:72, 40:76, 43:38, dan 58:8. Enam ayat lain menilai benda atau tempat, yaitu apa yang mereka beli di 3:187, tempat tinggal di 38:56, 39:72, dan 40:76, tempat menetap di 38:60, dan tempat kembali di 58:8. Ayat 43:38 menilai seorang teman. Kata kerja penilaian di 4:38 berbeda, yaitu (فَسَاءَ, fa-saa'a), tetapi artinya dalam terjemahan sama, "maka seburuk-buruk".

Tafsiran

Ayat ini menutup keadaan yang ditulis 43:37 dengan satu kedatangan. Dua kata kerja yang masih berlangsung di ayat sebelumnya berhenti pada kata hattaa, dan sesudahnya ada satu pelaku tunggal yang datang lalu berkata. Ucapannya berupa harapan yang ditujukan kepada teman itu sendiri, lewat kata ganti "engkau" pada (وَبَيْنَكَ, wa-baynaka), dan kutipan ucapan itu tidak memuat permintaan kepada Kami. Isi harapannya jarak, dan kutipan itu tidak memuat penyesalan atas perbuatan atau keinginan untuk kembali.

Di 25:27 sampai 25:29 ada rangkaian yang mirip, dengan isi yang berbeda. Orang zalim di sana berkata (يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا, yaa laytanii ttakhadztu ma'a r-rasuuli sabiilan) yang berarti "aduhai, sekiranya aku mengambil jalan bersama Rasul", lalu menyebut temannya, dan di 25:29 berkata (لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ, laqad adhallanii 'ani dz-dzikri) yang berarti "sungguh ia telah menyesatkanku dari peringatan". Peringatan, teman, dan setan muncul di rangkaian itu seperti di 43:36 sampai 43:38. Arah kata kerja datang berbeda: di 25:29 peringatan yang datang kepada orang itu, sedangkan di 43:38 orang itu yang datang kepada Kami. Di 43:36 orang itu berpaling dari peringatan, dan di 43:38 orang itu datang kepada Kami.

Surah yang sama menulis nasib pertemanan di 43:67, (الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ, l-akhillaa'u yawma'idzin ba'dhuhum li-ba'dhin 'aduwwun illaa l-muttaqiina) yang berarti "teman-teman akrab pada hari itu, sebagian mereka musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa". Kata yang dipakai di sana akhillaa', bukan qariin, jadi 43:67 tidak menafsirkan 43:38. Arahnya sejalan: hubungan yang tadinya dekat berbalik, dan 43:67 menyebut satu pengecualian.

Kalimat penutup, fa-bi'sa l-qariinu, tidak didahului kata kerja ucapan yang baru. Terjemahan menaruhnya di luar tanda kutip sebagai penilaian atas teman itu, tetapi teks tidak menandai batas ucapan. Bila dibaca sebagai lanjutan ucapan orang itu, isinya tetap sama, yaitu teman itu buruk, dan perbedaannya terletak pada pihak yang menilai. Ayat tidak mencatat jawaban teman itu. Di 50:27 ada ucapan seorang qariin kepada Tuhan, tetapi adegan di sana berbeda dan tidak dipakai untuk melengkapi ayat ini.

Renungan dan Hikmah

  • Ucapan di 43:38 berisi harapan tentang jarak antara pembicara dan temannya, dan tidak berisi harapan tentang langkahnya sendiri. Penyesalan di 25:27 arahnya lain, karena orang zalim di sana berharap seandainya mengambil jalan bersama Rasul, yaitu harapan tentang langkah yang diambilnya sendiri. Keduanya berada dalam rangkaian yang menyebut peringatan dan setan, yaitu di 25:29 dan di 43:36. Penyesalan dapat menunjuk dua arah, ke langkah yang pernah diambil atau ke orang yang berjalan di sampingnya. Bila pembaca harus mengucapkan kalimat penyesalan hari ini, siapa atau apa yang akan disebut di dalamnya?
  • Pelaku di 43:38 tunggal, yaitu satu orang yang datang kepada Kami lalu berkata, padahal 43:37 memakai kata ganti jamak. Di 19:95 tertulis bahwa semuanya akan datang kepada-Nya dalam keadaan sendiri-sendiri, dan di 6:94 dikatakan kepada mereka bahwa mereka datang kepada Kami sendiri-sendiri, dengan para pemberi syafaat yang mereka anggap tidak terlihat bersama mereka. Kedua ayat itu berbicara tentang peristiwa yang lebih luas, dan keselarasannya dengan 43:38 terletak pada bentuk tunggal itu saja. Pembaca yang hidup di antara banyak suara dapat membayangkan saat ketika kata ganti jamak berganti menjadi satu orang, lalu bertanya apa yang dibawanya kepada-Nya selain dirinya sendiri?
  • Teman di 43:36 ditulis sebagai sesuatu yang ditetapkan, dengan kata kerja Kami tetapkan, sesudah orangnya berpaling dari peringatan. Di 25:28 orang zalim berkata seandainya dirinya tidak menjadikan si fulan sebagai teman akrab, dan kata kerja di sana berarti menjadikan atau mengambil, yaitu langkah orangnya sendiri. Dua kata kerja itu menaruh pertemanan di dua tempat berbeda, yang satu diambil dan yang lain ditetapkan. Harapan di 43:38 menyebut jarak dan tidak menyebut pihak yang memulai hubungan itu. Pembaca dapat memilah teman-temannya menjadi dua kelompok, yang dipilihnya dengan kehendak sendiri dan yang hadir sebagai akibat dari arah yang telah ditempuhnya, tanpa pernah merasa memilih.
  • Teks mencatat dua label untuk pihak yang sama dalam dua ayat yang hampir berurutan. Di 43:36 pihak itu disebut teman dengan kata yang netral, dan di 43:38 disebut seburuk-buruk teman setelah kata sandang menandai teman yang sama. Di antara keduanya ada 43:37, yang mencatat perasaan lurus orang yang dihalangi, tanpa penilaian apa pun atas temannya. Ayat tidak mencatat kapan penilaian seburuk-buruk itu pertama terlintas dalam pikiran penuturnya. Pembaca dapat menimbang bahwa sebuah penilaian atas orang dekat bisa datang jauh lebih lambat daripada hubungannya. Kapan terakhir pembaca mengubah label atas seseorang yang sudah lama berada di dekatnya, dan apa yang menyebabkan label baru itu muncul?
  • Surah ini menulis dua pernyataan yang menyebut golongan yang sama. Di 43:35 akhirat di sisi Tuhanmu disebut bagi orang-orang yang bertakwa, dan di 43:67 teman-teman akrab pada hari itu saling bermusuhan kecuali orang-orang yang bertakwa. Kedua ayat menyisihkan golongan itu dari keadaan umum, dan harapan di 43:38 dapat dibaca sejalan dengan keadaan umum yang ditulis 43:67. Dari ayat-ayat itu yang disebut sebagai pengecualian adalah takwa, sedangkan lamanya hubungan dan eratnya kebersamaan tidak disebut. Pembaca dapat menimbang apakah kedekatan yang dijaganya sekarang bertumpu pada hal yang dicatat sebagai pengecualian, atau pada hal yang tidak disinggung ayat-ayat itu.
  • Jarak yang dibayangkan penutur 43:38 untuk memisahkan dirinya dari temannya memakai kata dua tempat terbit, dan kata itu di 55:17 ditulis bersama kata Tuhan: Tuhan dua tempat terbit dan Tuhan dua tempat terbenam. Ayat 43:38 tidak merujuk ke 55:17, dan kesamaan kata tidak membuat keduanya satu peristiwa. Yang dapat dicatat adalah bahwa ruang yang dipakai sebagai ukuran harapan itu, menurut 55:17, disebut bersama kata Tuhan. Sejauh apa pun jarak yang dibayangkan, ruang itu tidak ditulis sebagai ruang yang tak punya sebutan. Pembaca dapat bertanya ke mana ia membayangkan dirinya menjauh dari sesuatu yang telah ditetapkan, dan adakah tempat di sana yang tidak disebut bersama kata Tuhan?