وَلَنْ يَنْفَعَكُمُ الْيَوْمَ إِذْ ظَلَمْتُمْ أَنَّكُمْ فِي الْعَذَابِ مُشْتَرِكُونَ
Dan sekali-kali tidak berguna bagi kalian pada hari ini, karena kalian telah berbuat zalim, bahwa kalian bersama-sama dalam azab.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَنْ يَنْفَعَكُمُ الْيَوْمَ إِذْ ظَلَمْتُمْwa-lan yanfa'akumu l-yawma idz zhalamtumdan sekali-kali tidak berguna bagi kalian pada hari ini, karena kalian telah berbuat zalim
- أَنَّكُمْ فِي الْعَذَابِ مُشْتَرِكُونَannakum fii l-'adzaabi musytarikuunabahwa kalian bersama-sama dalam azab
Terjemahan per kata (9 kata)
- وَلَنْwa-landan tidak akan
- يَنْفَعَكُمُyanfa'akumumemberi manfaat kepada kalian
- الْيَوْمَl-yawmahari ini
- إِذْidzketika
- ظَلَمْتُمْzhalamtumkalian berbuat zalim
- أَنَّكُمْannakumbahwa kalian
- فِيfiipada
- الْعَذَابِl-'adzaabiazab
- مُشْتَرِكُونَmusytarikuunaorang-orang yang bersekutu
Inti bacaan
Rangkaian (فِي الْعَذَابِ مُشْتَرِكُونَ, fii l-'adzaabi musytarikuuna) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:33 dan 43:39.
Penjelasan pilihan kata
Ketiadaan manfaat ditulis dengan (وَلَنْ يَنْفَعَكُمُ, wa-lan yanfa'akumu) yang berarti "dan sekali-kali tidak berguna bagi kalian". Kata lan diterjemahkan "sekali-kali tidak", kata kerjanya yanfa'u berakar ن-ف-ع, dan akhiran -kum berarti "kalian". Bentuk yanfa'akumu tertulis di dua ayat, yaitu 33:16 dan 43:39. Di 33:16, (لَنْ يَنْفَعَكُمُ الْفِرَارُ, lan yanfa'akumu l-firaaru) yang berarti "lari itu tidak akan berguna bagi kalian", lari dinyatakan tidak berguna. Di 43:39 bagian kalimat yang dimulai dengan (أَنَّكُمْ, annakum) yang berarti "bahwa kalian", yakni kenyataan bahwa kalian bersama-sama dalam azab, dinyatakan tidak berguna. Terjemahan menaruh bagian itu di ujung kalimat, sesudah alasannya.
Kata (إِذْ ظَلَمْتُمْ, idz zhalamtum) yang berarti "karena kalian telah berbuat zalim" muncul sekali, di 43:39. Kata idz ditandai sebagai kata keterangan waktu dalam data morfologi korpus. Di 4:64, (إِذْ ظَلَمُوا, idz zhalamuu) yang berarti "setelah menzalimi", terjemahannya memakai "setelah", dan di 24:13, (فَإِذْ لَمْ يَأْتُوا, fa-idz lam ya'tuu) yang berarti "maka karena mereka tidak membawa", terjemahannya memakai "karena". Di 43:39 kata itu berdiri sesudah "pada hari ini" dan membuka perbuatan yang dikenai akibat, sehingga terjemahan mengikuti 24:13 dan memilih "karena". Bacaan waktu, "ketika kalian berbuat zalim", juga cocok dengan kata itu, dan kedua bacaan menaruh kezaliman sebagai latar bagi ketiadaan manfaat hari ini.
Kata (ظَلَمْتُمْ, zhalamtum) yang berarti "kalian telah berbuat zalim" berakar ظ-ل-م dan berbentuk lampau dengan pelaku kalian. Bentuk ini tertulis di dua ayat, yaitu 2:54 dan 43:39. Di 2:54, (ظَلَمْتُمْ أَنْفُسَكُمْ, zhalamtum anfusakum) yang berarti "kalian telah menzalimi diri kalian sendiri", sasaran kezalimannya disebut. Di 43:39 sasaran itu tidak ada, dan terjemahan memakai "berbuat zalim" tanpa objek serta tidak menambahkan "diri sendiri".
Kata (مُشْتَرِكُونَ, musytarikuuna) yang berarti "bersama-sama" berakar ش-ر-ك dan menunjuk pelaku yang berbagi sesuatu. Bentuk ini tertulis di dua ayat, yaitu 37:33 dan 43:39, dan keduanya berbunyi (فِي الْعَذَابِ مُشْتَرِكُونَ, fii l-'adzaabi musytarikuuna) yang berarti "bersama-sama dalam azab". Rangkaian (فِي الْعَذَابِ, fii l-'adzaabi) tertulis di delapan ayat, yaitu 5:80, 30:16, 34:8, 34:14, 34:38, 37:33, 43:39, dan 50:26. Akar ش-ر-ك dipakai di banyak ayat lain untuk mempersekutukan sesuatu dengan Allah, sedangkan bentuk musytarikuuna menyebut berbagi azab, sehingga terjemahan memakai "bersama-sama" dan tidak memakai "bersekutu". Di 37:27 sampai 37:33 kata ini jatuh sesudah dua pihak saling menuduh, dan di 43:39 jatuh sesudah ucapan yang meniadakan manfaat kebersamaan itu.
Tafsiran
Ayat ini memindahkan pembicaraan dari harapan satu orang di 43:38 ke pernyataan kepada banyak orang. Kata gantinya "kalian" berbentuk jamak, dan ayat tidak menyebut siapa yang berbicara kepada mereka. Isinya satu peniadaan, yaitu bahwa keadaan sama-sama berada dalam azab tidak berguna bagi mereka. Peniadaan itu dapat dibaca sebagai jawaban atas harapan akan manfaat dari kebersamaan. Kata ganti berpindah dari "mereka" di 43:37, ke "ia" di 43:38, lalu ke "kalian" di 43:39, sehingga pembicaraan yang semula tentang pihak lain berakhir sebagai sapaan langsung.
Percakapan yang memuat harapan serupa tertulis di 40:47 dan 40:48. Di 40:47 orang-orang yang lemah bertanya kepada orang-orang yang menyombongkan diri apakah mereka dapat melepaskan sebagian api dari mereka. Jawabannya di 40:48 adalah (إِنَّا كُلٌّ فِيهَا, innaa kullun fiihaa) yang berarti "sesungguhnya kita semua berada di dalamnya", disusul (إِنَّ اللَّهَ قَدْ حَكَمَ بَيْنَ الْعِبَادِ, inna llaaha qad hakama bayna l-'ibaadi) yang berarti "sesungguhnya Allah telah memutuskan di antara hamba-hamba". Di 40:48 kebersamaan dipakai sebagai alasan tidak dapat menolong, dan di 43:39 kebersamaan dinyatakan tidak berguna. Kedua ayat berada di surah yang berbeda dan menuturkan adegan yang berbeda, sehingga kesamaan keduanya terbatas pada fungsi kebersamaan itu.
Di 37:27 sampai 37:33 dua pihak saling menuduh, yang satu berkata bahwa pihak lain dahulu mendatangi mereka dari arah kanan, dan pihak lain menjawab bahwa mereka sendiri sesat. Ayat 37:33 menutup pertukaran itu dengan pernyataan bahwa mereka bersama-sama dalam azab. Ayat 43:39 memakai kata yang sama di ujung ucapan yang meniadakan manfaatnya.
Alasan yang tertulis di ayat ini satu, yaitu kezaliman mereka sendiri, dan teman yang dinilai buruk di 43:38 tidak disebut sebagai alasan. Bentuk azab itu, sasaran kezaliman, dan waktu berlakunya "hari ini" tidak diterangkan di ayat ini. Ayat berikutnya, 43:40, beralih ke pertanyaan yang ditujukan kepada orang yang disapa dengan "engkau".
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini meniadakan manfaat dari keadaan sama-sama berada di dalam azab. Meniadakan sesuatu mengandaikan bahwa sesuatu itu pernah dibayangkan ada, dan bentuk kalimatnya membuat pembaca bertanya manfaat apa yang dikira akan datang dari kebersamaan itu. Ayat tidak menjawabnya. Pembaca dapat memperhatikan kebiasaannya sendiri ketika menghadapi akibat dari sebuah keputusan, seberapa sering pembaca mencari tahu siapa lagi yang menanggungnya, dan apa yang diharapkannya dari jawaban itu, apakah keringanan, pembenaran, atau sekadar teman. Ayat ini menyatakan satu dari ketiganya, kebersamaan sebagai keringanan, tidak berguna.
- Alasan yang ditulis ayat ini satu, yaitu kezaliman mereka sendiri, dan teman yang dinilai buruk di 43:38 tidak disebut sebagai alasan. Di 14:22 setan berkata, setelah perkara diputuskan, bahwa Allah menjanjikan kepada mereka janji yang benar, bahwa dirinya tidak punya keterangan atas mereka selain menyeru lalu mereka memenuhi seruan itu, dan menyuruh mereka mencela diri sendiri. Dua penuturan itu datang dari pembicara berbeda di surah berbeda, dan keduanya menaruh sebab pada perbuatan pihak yang menanggung akibatnya. Bila suatu hari kata "karena" harus diisi untuk akibat yang sedang ditanggung pembaca, apakah isinya perbuatan sendiri atau perbuatan teman?
- Di 40:47 orang-orang yang lemah bertanya kepada orang-orang yang menyombongkan diri apakah mereka dapat melepaskan sebagian api dari mereka. Di 40:48 jawabannya berupa pengakuan bahwa semuanya berada di dalamnya, disusul keterangan bahwa Allah telah memutuskan di antara hamba-hamba. Ayat itu dan 43:39 tidak mengatakan bahwa kebersamaan itu menyakitkan, dan keduanya mengatakan bahwa kebersamaan tidak mengubah keadaan. Pembaca yang sering berharap pada orang yang dianggapnya lebih kuat dapat memperhatikan bagian ini, yaitu bahwa jawaban dari orang yang kuat pun berbunyi "kita semua di dalamnya", dan bahwa keputusan diletakkan ayat itu pada pihak lain. Siapa di sekitar pembaca yang akan memberi jawaban semacam itu, dan pada siapa pembaca meletakkan keputusannya?
- Kata "hari ini" ditulis dua kali di surah ini dengan isi yang berlawanan. Di 43:39 hari ini membawa ketiadaan manfaat bagi pihak yang berbuat zalim, dan di 43:68 hari ini membawa kalimat "tidak ada ketakutan atas kalian pada hari ini, dan tidak pula kalian bersedih" bagi golongan lain. Waktunya sama-sama disebut hari ini, dan yang menyertainya berbeda. Satu waktu yang sama dapat dialami sebagai kesia-siaan oleh sebagian orang dan sebagai ketenangan oleh sebagian lain. Perbedaan kedua golongan dirinci di sekitarnya, karena 43:39 menyebut kezaliman dan 43:69 menyebut mereka yang beriman kepada tanda-tanda Kami dan berserah diri.
- Kata kerja berbuat zalim di 43:39 tidak diikuti sasaran, sedangkan di 2:54 sasarannya disebut, yaitu diri sendiri, dan di ayat itu kaum yang menzalimi diri disuruh bertobat kepada Pencipta mereka, lalu Dia menyambut tobat itu. Ketiadaan sasaran di 43:39 membiarkan pembaca mengisinya sendiri, apakah diri, sesama, atau sesuatu yang lain. Ayat tidak mengisinya. Pembaca dapat memperhatikan bahwa dua ayat yang memakai bentuk kata kerja yang sama menyebut kezaliman dari dua sisi, yang satu bersama jalan kembali kepada Dia yang menyambut tobat, dan yang lain bersama ketiadaan manfaat hari ini.
- Tiga ayat berurutan memakai tiga sudut bicara. Di 43:37 pihak yang dibicarakan disebut "mereka", di 43:38 satu orang yang disebut "ia" berkata "aku" dan "engkau", dan di 43:39 pembicaraan menyapa "kalian". Pembaca yang membaca ayat pertama sebagai cerita tentang orang lain mendapati sapaan langsung pada ayat ketiga, dan teks tidak memberi tanda siapa yang disapa selain mereka yang berbuat zalim. Perpindahan itu terjadi dalam tiga ayat tanpa jeda penjelasan. Pada kata ganti mana pembaca merasa dirinya berdiri ketika membaca tiga ayat ini, dan apakah tempat itu berubah dari ayat ke ayat?