أَفَأَنْتَ تُسْمِعُ الصُّمَّ أَوْ تَهْدِي الْعُمْيَ وَمَنْ كَانَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
Maka, apakah engkau dapat menjadikan orang-orang yang tuli mendengar, atau memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta, dan kepada orang yang berada dalam kesesatan yang nyata?
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- أَفَأَنْتَ تُسْمِعُ الصُّمَّa-fa-anta tusmi'u sh-shummamaka, apakah engkau dapat menjadikan orang-orang yang tuli mendengar
- أَوْ تَهْدِي الْعُمْيَaw tahdii l-'umyaatau memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta
- وَمَنْ كَانَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍwa-man kaana fii dhalaalin mubiinindan kepada orang yang berada dalam kesesatan yang nyata
Terjemahan per kata (11 kata)
- أَفَأَنْتَa-fa-antamaka apakah engkau
- تُسْمِعُtusmi'uengkau memperdengarkan
- الصُّمَّsh-shummaorang-orang tuli
- أَوْawatau
- تَهْدِيtahdiiengkau memberi petunjuk
- الْعُمْيَl-'umyaorang-orang buta
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- كَانَkaanaadalah
- فِيfiidalam
- ضَلَالٍdhalaalinkesesatan
- مُبِينٍmubiininyang nyata
Inti bacaan
Pertanyaan retoris tentang batas kemampuan persuasi: 'apakah engkau dapat menjadikan orang-orang tuli bisa mendengar?', pengakuan realistis bahwa ada batas kemampuan mengubah orang yang benar-benar menutup diri.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(Nabi Muhammad)', '(kebenaran)', '(dapatkah)', dan '(hatinya)' tidak dipakai: 'tuli' dan 'buta' di sini adalah metafora ketertutupan hati, dijelaskan di sini bukan disisipkan ke terjemahan.
Tafsiran
Ayat ini menghibur Nabi dengan pertanyaan retoris: ketidakmampuan menyadarkan orang yang menutup diri bukanlah kegagalan pribadinya.
Renungan dan Hikmah
- Allah memakai tuli dan buta untuk menggambarkan mereka. Bukan bodoh. Yang digambarkan alat menangkapnya, bukan kemampuan berpikirnya.
- Bentuknya pertanyaan tentang kemampuan: apakah engkau dapat. Bukan perintah. Yang dilonggarkan bebannya, bukan tugasnya.
- Allah menghibur dengan menyebut batas, bukan dengan janji. Kepada yang lelah. Yang menenangkan bahwa hasilnya memang bukan tanggungannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.