فَإِمَّا نَذْهَبَنَّ بِكَ فَإِنَّا مِنْهُمْ مُنْتَقِمُونَ
Maka, sungguh, jika Kami membawamu pergi, sesungguhnya Kami akan membalas mereka;
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَإِمَّا نَذْهَبَنَّ بِكَfa-immaa nadzhabanna bikamaka, sungguh, jika Kami membawamu pergi
- فَإِنَّا مِنْهُمْ مُنْتَقِمُونَfa-innaa minhum muntaqimuunasesungguhnya Kami akan membalas mereka
Terjemahan per kata (6 kata)
- فَإِمَّاfa-immaamaka jika
- نَذْهَبَنَّnadzhabannasungguh Kami akan membawa pergi
- بِكَbikadirimu
- فَإِنَّاfa-innaamaka sesungguhnya Kami
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- مُنْتَقِمُونَmuntaqimuunaorang-orang yang membalas
Inti bacaan
Bunyi (نَذْهَبَنَّ, nadzhabanna) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 17:86 dan 43:41.
Penjelasan pilihan kata
Kemungkinan pertama dibuka dengan (فَإِمَّا, fa-immaa) yang berarti "maka, jika". Bentuk fa-immaa tertulis di tujuh ayat, yaitu 2:38, 8:57, 19:26, 20:123, 40:77, 43:41, dan 47:4. Di 40:77, (فَإِمَّا نُرِيَنَّكَ بَعْضَ الَّذِي نَعِدُهُمْ أَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ, fa-immaa nuriyannaka ba'dha lladzii na'iduhum aw natawaffayannaka) yang berarti "maka, jika Kami perlihatkan kepadamu sebagian dari apa yang Kami janjikan kepada mereka, atau Kami mewafatkanmu", kerangka dua kemungkinan yang disambung aw sudah muncul, dan kerangka yang sama ada di 10:46 dan 13:40. Di 43:41 dan 43:42 kerangka itu muncul lagi dengan urutan terbalik, yang pertama membawa pergi dan yang kedua memperlihatkan.
Kata (نَذْهَبَنَّ, nadzhabanna) berakar ذ-ه-ب dan berbentuk "Kami" dengan nun penguat di ujungnya, sehingga berarti "Kami benar-benar akan membawa pergi". Bentuk nadzhabanna tertulis di dua ayat, yaitu 17:86 dan 43:41, dan di keduanya kata kerja ini disambung huruf bi. Di 17:86, (لَنَذْهَبَنَّ بِالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ, la-nadzhabanna bi-lladzii awhaynaa ilayka) yang berarti "niscaya Kami lenyapkan apa yang Kami wahyukan kepadamu", sasaran yang dibawa pergi adalah benda, dan terjemahan memakai "lenyapkan". Di 43:41 sasarannya orang, (بِكَ, bika) yang berarti "dirimu". Kata kerja dzahaba dengan huruf bi dan sasaran orang tertulis juga di 12:13, (تَذْهَبُوا بِهِ, tadzhabuu bihi) yang berarti "kalian membawanya pergi", dan di 12:15, (ذَهَبُوا بِهِ, dzahabuu bihi) yang berarti "mereka membawanya pergi". Terjemahan 43:41 mengikuti dua ayat itu dan memakai "membawamu pergi".
Terjemahan tidak memakai "mewafatkan", yaitu padanan (نَتَوَفَّيَنَّكَ, natawaffayannaka) yang berarti "Kami mewafatkanmu". Bentuk natawaffayannaka tertulis di tiga ayat, yaitu 10:46, 13:40, dan 40:77, dengan akar و-ف-ي yang berbeda dari ذ-ه-ب. Di tiga ayat itu kata kerja tawaffaa berdiri sebagai alternatif dari "Kami perlihatkan kepadamu", dan nadzhabanna di 43:41 berdiri sebagai alternatif dari (نُرِيَنَّكَ, nuriyannaka) di 43:42. Kerangkanya sama dan kata kerjanya berbeda, sehingga padanan "mewafatkan" untuk kedua kata kerja itu menghapus perbedaan yang ditulis teks. Ayat 43:41 tidak menyebut ke mana engkau dibawa pergi, kapan, dan dengan cara apa, dan terjemahan tidak menambahkannya.
Kata (مُنْتَقِمُونَ, muntaqimuuna) yang berarti "yang membalas" berakar ن-ق-م dan tertulis di tiga ayat, yaitu 32:22, 43:41, dan 44:16. Bunyi (انْتَقَمْنَا مِنْهُمْ, intaqamnaa minhum) yang berarti "Kami membalas mereka" tertulis di empat ayat, yaitu 7:136, 15:79, 43:25, dan 43:55, dan dua di antaranya ada di surah ini. Di 43:41 pasangan min dan hum yang sama muncul dalam bentuk pelaku, (فَإِنَّا مِنْهُمْ مُنْتَقِمُونَ, fa-innaa minhum muntaqimuuna) yang berarti "sesungguhnya Kami akan membalas mereka", dan terjemahan memakai "akan membalas" karena kalimatnya menunjuk perbuatan yang belum terjadi. Titik koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 43:42, yang dibuka dengan (أَوْ, aw) yang berarti "atau".
Tafsiran
Ayat ini menulis kemungkinan pertama dari dua, dan 43:42 menulis kemungkinan kedua, sehingga keduanya terbaca sebagai satu kalimat yang dipotong di tengah. Kemungkinan pertama menyebut kepergian orang yang disapa dengan "engkau" dan langsung menyusulkan penutupnya, yaitu Kami akan membalas mereka. Kepergian itu ditulis tanpa tujuan, tanpa waktu, dan tanpa penyebab, sedangkan penutupnya ditulis dengan penguat berlapis, yaitu fa, inna, dan kata ganti Kami.
Di tiga ayat yang memakai kerangka serupa, kalimat dua kemungkinan itu memiliki satu penutup bersama sesudah kemungkinan kedua. Di 10:46 penutupnya (فَإِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ, fa-ilaynaa marji'uhum) yang berarti "maka kepada Kami tempat kembali mereka", di 13:40 (فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُ, fa-innamaa 'alayka l-balaaghu) yang berarti "maka sesungguhnya tugasmu menyampaikan", dan di 40:77 (فَإِلَيْنَا يُرْجَعُونَ, fa-ilaynaa yurja'uuna) yang berarti "maka kepada Kamilah mereka dikembalikan". Di 43:41 dan 43:42 tiap kemungkinan membawa penutupnya sendiri, dan isinya berbeda: yang pertama menyebut pembalasan dari mereka, yang kedua menyebut kuasa atas mereka. Susunan itu membuat kedua kemungkinan sama-sama terjamin tanpa bergantung pada yang lain.
Surah ini sudah memuat bentuk lampau dari pembalasan yang sama. Di 43:25, (فَانْتَقَمْنَا مِنْهُمْ, fa-ntaqamnaa minhum) yang berarti "maka Kami membalas mereka", muncul sesudah 43:22 sampai 43:24 yang menuturkan orang-orang bermewah-mewah yang bersandar pada jejak nenek moyang, dan di 43:55 sesudah mereka membuat Kami murka. Ayat 43:41 menulis bentuk yang akan datang dari kata kerja yang sama, untuk pihak yang dibicarakan sejak 43:37.
Kata "mereka" di ayat ini tidak diberi nama. Pembacaan pertama menyambungnya ke orang-orang yang dihalangi dari jalan di 43:37 dan yang dibicarakan lagi di 43:39 dan 43:40, dan teks tidak memutuskan siapa tepatnya. Teks juga tidak menyebut kapan pembalasan itu terjadi dan bagaimana bentuknya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini dan ayat sesudahnya menulis dua kemungkinan, dan tiap kemungkinan membawa penutupnya sendiri, yaitu Kami akan membalas mereka dan Kami berkuasa penuh atas mereka. Di 40:77 kalimat dua kemungkinan dibuka dengan pernyataan bahwa janji Allah itu benar, dan di 10:46 ditutup dengan kata bahwa Allah menjadi saksi atas apa yang mereka lakukan. Dalam susunan-susunan itu hasil akhir tidak digantungkan pada kemungkinan mana yang terjadi. Pembaca yang menunggu hasil dari sesuatu yang diusahakannya dapat membedakan dua hal, yaitu kemungkinan yang belum diketahui dan penutup yang sudah ditulis. Bila kedua kemungkinan berakhir pada penutup yang sama, apa yang masih layak dicemaskan dari pilihan di antara keduanya?
- Di 3:4 Allah ditulis sebagai yang digdaya dan memiliki pembalasan, dan 39:37 bertanya, bukankah Allah Sang Digdaya, pemilik pembalasan. Dua ayat itu menyebut pembalasan sebagai sesuatu yang dimiliki Allah. Ayat 43:41 menulis pembalasan dengan kata ganti Kami, dan orang yang disapa dengan "engkau" di dalamnya tidak ditempatkan sebagai pembalas. Pembaca yang pernah disakiti dapat memperhatikan ke mana ayat-ayat ini menaruh urusan membalas, dan apa yang dilepaskan dari tangan penyampai karenanya. Bila pembalasan ditulis sebagai milik Allah, apa yang tersisa untuk dipegang erat oleh rasa ingin membalas?
- Pembalasan di 43:41 ditulis dalam bentuk yang akan datang, dan surah yang sama sudah memuat bentuk lampaunya di 43:25 dan 43:55. Di 43:25 pembalasan itu menyusul orang-orang bermewah-mewah yang bersandar pada jejak nenek moyang, dan di 43:55 menyusul mereka yang membuat Kami murka, lalu Kami tenggelamkan mereka semuanya. Dua ayat itu menjadi contoh yang sudah tertulis bagi kalimat yang belum terjadi. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kalimat tentang masa depan di ayat ini tidak berdiri tanpa rujukan, karena surahnya sendiri sudah menunjukkan bagaimana kata kerja yang sama bekerja pada pihak lain. Ayat tidak merinci apakah bentuknya akan sama.
- Di 18:104 orang-orang yang usahanya sia-sia mengira bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya, dan di 18:105 mereka disebut orang-orang yang kufur terhadap tanda-tanda Tuhan mereka, sehingga amal mereka sia-sia dan tidak ada penimbangan yang ditegakkan bagi mereka. Orang-orang di 43:37 juga mengira dirinya mendapat petunjuk, dan 43:41 dapat dibaca menyambung ke mereka. Dua ayat dari dua surah itu memperlihatkan bahwa perasaan telah berbuat benar tidak menghentikan perhitungan atas apa yang sebenarnya dikerjakan. Pembaca dapat memeriksa dasar rasa benarnya sendiri, apakah ia berasal dari penimbangan atas apa yang dikerjakan atau dari perasaan yang menemani pekerjaan itu.
- Ayat ini memakai kata kerja yang berarti membawa pergi dan tidak menyebut ke mana, kapan, atau bagaimana. Yang ditulis lengkap hanya penutupnya, yaitu apa yang tetap berlaku sesudah kepergian itu. Pembaca yang mengerjakan sesuatu yang hasilnya baru terlihat sesudah ia tiada dapat memperhatikan susunan ini, karena ayat tidak memberi tahu apa yang terjadi pada yang dibawa pergi dan memberi tahu apa yang berlaku bagi mereka yang ditinggalkan. Ayat ini tidak menjanjikan bahwa penyampai akan menyaksikan hasilnya. Bagaimana pembaca memandang pekerjaan yang hasilnya tidak akan disaksikan oleh pengerjanya sendiri?
- Tiga ayat berurutan membagi tiga peran. Di 43:39 sebab ditulis pada perbuatan mereka sendiri, yaitu karena mereka berbuat zalim. Di 43:40 penyampai ditanya tentang kesanggupannya terhadap telinga dan mata orang lain. Di 43:41 pembalasan ditulis pada Kami. Pembagian ini memisahkan siapa yang menjadi sebab, siapa yang menyampaikan, dan siapa yang membalas, dan tidak ada peran yang dibebankan dua kali. Pembaca yang mudah menggabungkan ketiganya, yaitu menjadi penuntut, penyampai, dan pembalas sekaligus bagi orang yang dianggapnya keliru, dapat melihat bahwa ayat-ayat ini menyebarkan peran itu ke tiga pihak yang berbeda. Peran mana yang paling sering diambil pembaca sendiri tanpa disadari?