أَوْ نُرِيَنَّكَ الَّذِي وَعَدْنَاهُمْ فَإِنَّا عَلَيْهِمْ مُقْتَدِرُونَ
Atau, Kami perlihatkan kepadamu apa yang telah Kami ancamkan kepada mereka. Sesungguhnya Kami berkuasa penuh atas mereka.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَوْ نُرِيَنَّكَ الَّذِي وَعَدْنَاهُمْaw nuriyannaka lladzii wa'adnaahumatau, Kami perlihatkan kepadamu apa yang telah Kami ancamkan kepada mereka
- فَإِنَّا عَلَيْهِمْ مُقْتَدِرُونَfa-innaa 'alayhim muqtadiruunasesungguhnya Kami berkuasa penuh atas mereka
Terjemahan per kata (7 kata)
- أَوْawatau
- نُرِيَنَّكَnuriyannakaKami perlihatkan kepadamu
- الَّذِيlladziiyang
- وَعَدْنَاهُمْwa'adnaahumKami menjanjikan mereka
- فَإِنَّاfa-innaamaka sesungguhnya Kami
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- مُقْتَدِرُونَmuqtadiruunayang berkuasa
Inti bacaan
Bunyi (نُرِيَنَّكَ, nuriyannaka) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 10:46, 13:40, 40:77, dan 43:42.
Penjelasan pilihan kata
Kemungkinan kedua dibuka dengan (أَوْ نُرِيَنَّكَ, aw nuriyannaka) yang berarti "atau, Kami perlihatkan kepadamu". Kata aw menyambung ayat ini ke 43:41 sebagai kemungkinan kedua. Kata kerja nuriyannaka berakar ر-أ-ي dalam bentuk penyebab, yaitu membuat orang lain melihat, diikuti nun penguat dan akhiran -ka yang berarti "engkau". Bentuk nuriyannaka tertulis di empat ayat, yaitu 10:46, 13:40, 40:77, dan 43:42. Di tiga ayat pertama sasarannya (بَعْضَ الَّذِي نَعِدُهُمْ, ba'dha lladzii na'iduhum) yang berarti "sebagian dari apa yang Kami janjikan kepada mereka". Di 43:42 sasarannya (الَّذِي وَعَدْنَاهُمْ, lladzii wa'adnaahum) tanpa kata ba'dha, yang berarti "apa yang telah Kami ancamkan kepada mereka". Di 23:95, (نُرِيَكَ مَا نَعِدُهُمْ, nuriyaka maa na'iduhum) yang berarti "memperlihatkan kepadamu apa yang Kami ancamkan kepada mereka", kata ba'dha juga tidak ada dan nun penguat tidak dipakai. Terjemahan 43:42 tidak menambahkan "sebagian".
Kata (وَعَدْنَاهُمْ, wa'adnaahum) yang berarti "Kami telah menjanjikan kepada mereka" berakar و-ع-د, berbentuk lampau, dan muncul sekali. Kata kerja yang sama dengan sasaran tunggal, (وَعَدْنَاهُ, wa'adnaahu), ada di 28:61, (أَفَمَنْ وَعَدْنَاهُ وَعْدًا حَسَنًا, a-fa-man wa'adnaahu wa'dan hasanan) yang berarti "maka apakah orang yang Kami janjikan kepadanya janji yang baik". Di 9:68, (وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ, wa'ada llaahu l-munaafiqiina) yang berarti "Allah menjanjikan orang-orang munafik", isi yang dijanjikan buruk, yaitu (نَارَ جَهَنَّمَ, naara jahannama) yang berarti "api Jahanam". Akar ini dipakai untuk isi yang baik dan untuk isi yang buruk. Terjemahan 43:42 dan 23:95 memakai "ancamkan", sedangkan 10:46, 13:40, dan 40:77 memakai "janjikan" untuk akar yang sama, dan pilihan "ancamkan" di 43:42 mengikuti 43:41 yang menulis isinya sebagai pembalasan atas mereka.
Kata (مُقْتَدِرُونَ, muqtadiruuna) yang berarti "yang berkuasa penuh" berakar ق-د-ر dan berbentuk pelaku jamak. Bentuk jamak ini muncul sekali, di 43:42. Bentuk tunggalnya tertulis di tiga ayat, yaitu (مُقْتَدِرًا, muqtadiran) di 18:45 dan (مُقْتَدِرٍ, muqtadirin) di 54:42 dan 54:55, dan terjemahan memakai "berkuasa penuh" di keempat ayat itu. Di 23:95 bentuk lain dari akar yang sama, (لَقَادِرُونَ, la-qaadiruuna), diterjemahkan "kuasa", sehingga 23:95 dan 43:42 sama-sama menyebut kuasa Kami dengan dua kata yang berbeda. Kata (مُقْتَدُونَ, muqtaduuna) di 43:23, yang berarti "mengikuti jejak", mirip bunyinya, tetapi berakar ق-د-و dan menunjuk orang yang mengikuti jejak nenek moyang. Kata (عَلَيْهِمْ, 'alayhim) yang berarti "atas mereka" menyertai kuasa penuh itu, sedangkan pembalasan di 43:41 disertai (مِنْهُمْ, minhum) yang berarti "dari mereka".
Tafsiran
Ayat ini menyebut kemungkinan kedua dengan satu perbedaan dari tiga ayat yang berkerangka sama. Di 10:46, 13:40, dan 40:77 Kami memperlihatkan sebagian dari yang dijanjikan, sedangkan di 43:42 kata ba'dha tidak ada dan Kami memperlihatkan apa yang telah dijanjikan. Perbedaan itu dapat dibaca sebagai kemungkinan melihat seluruhnya. Kata kerja janjinya juga berganti dari bentuk sekarang, na'iduhum, ke bentuk lampau, wa'adnaahum, sehingga ayat ini menyangkut sesuatu yang sudah dikatakan sebelumnya.
Penutup ayat ini beralih dari pembalasan ke kuasa. Di 43:41 Kami membalas dari mereka, dan di 43:42 Kami berkuasa penuh atas mereka. Kata kuasa penuh ditulis di 18:45 untuk Allah atas segala sesuatu, dan di 54:55 untuk Raja yang di sisi-Nya ada tempat kedudukan yang benar bagi orang-orang bertakwa menurut 54:54. Kata yang sama ditulis di 54:42 bagi azab yang menimpa mereka yang mendustakan semua tanda-tanda. Di empat ayat yang memuat kata ini, kuasa penuh ditulis menghadap dua arah, dan 43:42 mengarahkannya kepada pihak yang dibicarakan sejak 43:37.
Ayat 43:43 menyusul dengan perintah, (فَاسْتَمْسِكْ, fa-stamsik) yang berarti "maka, berpegang teguhlah". Perintah itu datang sesudah dua kemungkinan dan jaminan di 43:41 dan 43:42, sedangkan di 40:77 perintah bersabar datang sebelum dua kemungkinan. Letak perintah di dua tempat itu berbeda, dan keduanya menaruh jaminan dan perintah bersebelahan.
Ayat ini tidak menyebut apakah engkau akan melihat apa yang dijanjikan, dan tidak menyebut bentuk yang akan diperlihatkan. Ayat ini menulis kedua kemungkinan itu berada dalam kuasa Kami.
Renungan dan Hikmah
- Dari empat ayat yang berkerangka sama, tiga menulis bahwa yang diperlihatkan adalah sebagian dari yang dijanjikan, dan satu, ayat ini, menulisnya tanpa kata sebagian. Di 13:40 tugas orang yang disapa dengan "engkau" ditulis sebagai menyampaikan, sedangkan perhitungan ditulis sebagai milik Kami. Dua ayat itu menaruh hasil pada Kami, entah yang terlihat sebagian maupun seluruhnya. Pembaca yang mengukur pekerjaannya dari apa yang sempat terlihat olehnya dapat memperhatikan bahwa ayat-ayat ini tidak memperlakukan sebagian sebagai kegagalan, dan seluruh sebagai ganjaran bagi penyampai. Seberapa banyak dari hasil pekerjaannya yang pembaca anggap harus terlihat oleh matanya sendiri sebelum pekerjaan itu terasa berarti?
- Kata kuasa penuh ditulis di 18:45 untuk Allah atas segala sesuatu, di 54:42 untuk azab bagi orang-orang yang mendustakan, dan di 54:55 untuk Raja yang di sisi-Nya ada tempat kedudukan yang benar. Kuasa yang sama itu disebut dalam urusan perumpamaan hidup dunia, azab, dan kedudukan, dan 43:42 mengarahkannya pada mereka yang disebut sejak 43:37. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kata yang sama dipakai untuk dua posisi dalam jangkauan yang sama. Dalam rangkaian 54:54 sampai 54:55 posisi itu terkait dengan takwa, dan pada rangkaian 43:37 sampai 43:42 terkait dengan zalim. Di jangkauan yang sama itu, di posisi mana pembaca menempatkan dirinya?
- Di 40:77 perintah bersabar datang lebih dulu, disusul pernyataan bahwa janji Allah itu benar, lalu dua kemungkinan. Di 43:41 dan 43:42 dua kemungkinan datang lebih dulu, dan 43:43 menyusul dengan perintah berpegang teguh pada yang diwahyukan. Urutan itu berbeda, dan keduanya menaruh perintah dan jaminan bersebelahan. Pembaca yang sedang menunggu hasil dari sesuatu dapat memperhatikan bahwa perintah tidak ditunda sampai hasilnya terlihat, dan jaminan tidak menunggu perintah selesai dikerjakan. Dalam kehidupan sehari-hari kapan pembaca biasanya menunda pegangan sampai hasilnya kelihatan?
- Kata kerja Kami telah menjanjikan ditulis di 28:61 untuk janji yang baik dan di 43:42 untuk sesuatu yang diancamkan kepada mereka. Di 9:68 kata kerja yang sama dipakai untuk Allah yang menjanjikan api Jahanam kepada orang-orang munafik dan kufar. Satu akar ditulis bagi dua kelompok dan dua jenis isi. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kata janji dalam Al-Qur'an tidak otomatis berarti kabar baik, dan bahwa penerima janji menentukan isinya. Janji yang dipegang pembaca selama ini, janji siapa yang paling sering terulang dalam hatinya, dan isinya baik atau buruk?
- Ayat 43:41 menulis pembalasan sebagai sesuatu yang dilakukan, dengan kata dari mereka, sedangkan 43:42 menulis kuasa penuh sebagai sesuatu yang dimiliki, dengan kata atas mereka. Memiliki kuasa dan memakainya adalah dua kalimat berbeda, dan ayat-ayat ini menulis keduanya terpisah. Pembaca yang memegang kedudukan atas orang lain, sebagai atasan, orang tua, atau pemimpin, dapat memperhatikan bahwa dua kalimat itu tidak digabung. Kuasa yang dimiliki tidak otomatis dipakai pada setiap kesempatan, dan ayat tidak menyebut kapan kuasa itu dipakai. Sejauh mana kuasa yang dipegang pembaca sudah terasa seperti hak untuk membalas?
- Kata kerja janji di 43:42 berbentuk lampau, sehingga ayat ini menyangkut sesuatu yang sudah dikatakan lebih dulu. Di tiga ayat lain kata kerja yang sama berbentuk sekarang, yaitu sedang dijanjikan. Perbedaan bentuk itu menaruh ayat ini sesudah ucapan, bukan bersamaan dengannya. Pembaca yang menerima peringatan dari seseorang dapat memperhatikan jarak antara peringatan yang sudah dikatakan dan yang baru terlihat, karena apa yang diperlihatkan tidak datang sebagai kabar baru. Apa yang sudah dikatakan kepada pembaca lebih dulu dan belum pernah terlihat hasilnya?