وَاسْأَلْ مَنْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رُسُلِنَا أَجَعَلْنَا مِنْ دُونِ الرَّحْمَٰنِ آلِهَةً يُعْبَدُونَ
Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum engkau, “Apakah Kami menjadikan tuhan-tuhan yang disembah selain Ar-Rahman?”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَاسْأَلْ مَنْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رُسُلِنَاwa-s'al man arsalnaa min qablika min rusulinaadan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum engkau
- أَجَعَلْنَا مِنْ دُونِ الرَّحْمَٰنِ آلِهَةً يُعْبَدُونَa-ja'alnaa min duuni r-rahmaani aalihatan yu'baduunaapakah Kami menjadikan tuhan-tuhan yang disembah selain Ar-Rahman
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَاسْأَلْwa-s'aldan tanyakanlah
- مَنْmanorang yang
- أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
- مِنْmindari
- قَبْلِكَqablikasebelummu
- مِنْmindari
- رُسُلِنَاrusulinaarasul-rasul Kami
- أَجَعَلْنَاa-ja'alnaaapakah Kami menjadikan
- مِنْmindari
- دُونِduuniselain
- الرَّحْمَٰنِr-rahmaaniAr-Rahman
- آلِهَةًaalihatantuhan-tuhan
- يُعْبَدُونَyu'baduunamereka diabdi
Inti bacaan
Metode verifikasi lintas generasi: 'tanyakanlah kepada pengikut rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum engkau', konsistensi pesan tauhid bisa diverifikasi lewat catatan sejarah kenabian terdahulu, bukan klaim baru yang berdiri sendiri.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(Nabi Muhammad)', '(pengikut)', dan '(Allah) yang' tidak dipakai. 'Wa-s'al man arsalnaa' dibiarkan literal 'tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami': bentuk ini secara tradisional dipahami sebagai perintah merujuk pada ajaran para rasul terdahulu, tanpa perlu menyisipkan kata 'pengikut' yang tak ada di teks.
Tafsiran
Ayat ini menantang secara retoris: memeriksa seluruh sejarah kenabian untuk membuktikan bahwa tauhid selalu menjadi inti ajaran setiap rasul.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyuruh menanyakan kepada rasul-rasul yang diutus sebelumnya. Riwayatnya panjang. Yang diperiksa bukan pendapat sekarang, melainkan apakah pernah ada yang membawa keterangan berbeda.
- Yang ditanyakan apakah Dia pernah menjadikan tuhan-tuhan yang disembah selain Ar-Rahman. Jawabannya sudah diketahui. Pertanyaan itu menutup kemungkinan mereka mengaku mewarisi ajaran lama.
- Allah memakai nama Ar-Rahman pada pertanyaan tentang penyembahan. Bukan nama kekuasaan. Yang berhak disembah disebut dengan sifat yang paling melunakkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Maha Pengasih” diterjemahkan “Ar-Rahmaan”. Dalam ayat ini, 'rahmaan' bertakrif (memakai kata sandang al-).