وَاسْأَلْ مَنْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رُسُلِنَا أَجَعَلْنَا مِنْ دُونِ الرَّحْمَٰنِ آلِهَةً يُعْبَدُونَ
Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum engkau, “Apakah Kami menjadikan tuhan-tuhan yang disembah selain Ar-Rahman?”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَاسْأَلْ مَنْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رُسُلِنَاwa-s'al man arsalnaa min qablika min rusulinaadan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum engkau
- أَجَعَلْنَا مِنْ دُونِ الرَّحْمَٰنِ آلِهَةً يُعْبَدُونَa-ja'alnaa min duuni r-rahmaani aalihatan yu'baduunaapakah Kami menjadikan tuhan-tuhan yang disembah selain Ar-Rahman
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَاسْأَلْwa-s'aldan tanyakanlah
- مَنْmanorang yang
- أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
- مِنْmindari
- قَبْلِكَqablikasebelummu
- مِنْmindari
- رُسُلِنَاrusulinaarasul-rasul Kami
- أَجَعَلْنَاa-ja'alnaaapakah Kami menjadikan
- مِنْmindari
- دُونِduuniselain
- الرَّحْمَٰنِr-rahmaaniAr-Rahman
- آلِهَةًaalihatantuhan-tuhan
- يُعْبَدُونَyu'baduunamereka diabdi
Inti bacaan
Rangkaian (مِنْ دُونِ الرَّحْمَٰنِ, min duuni r-rahmaani) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 43:45 dan 67:20.
Penjelasan pilihan kata
Perintah di awal ayat, (وَاسْأَلْ, wa-s'al), berarti "dan tanyakanlah" dan berasal dari akar س-أ-ل, akar yang sama dengan (تُسْأَلُونَ, tus'aluuna) di 43:44. Perintah bertanya kepada orang yang disapa dengan "engkau" punya sasaran yang berbeda-beda di ayat lain. Di 10:94 bunyinya (فَاسْأَلِ الَّذِينَ يَقْرَءُونَ الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكَ, fa-s'ali lladziina yaqra'uuna l-kitaaba min qablika) yang berarti "tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca Kitab sebelummu". Di 17:101 bunyinya (فَاسْأَلْ بَنِي إِسْرَائِيلَ, fa-s'al banii israa'iila) yang berarti "maka tanyakanlah kepada Bani Israil", dan di 7:163 bunyinya (وَاسْأَلْهُمْ عَنِ الْقَرْيَةِ, wa-s'alhum 'ani l-qaryati) yang berarti "dan tanyakanlah kepada mereka tentang negeri". Di ayat ini sasarannya adalah rasul-rasul, dan isi pertanyaannya langsung menyusul.
Sasaran itu disebut dengan (مَنْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رُسُلِنَا, man arsalnaa min qablika min rusulinaa) yang berarti "orang yang telah Kami utus sebelum engkau, dari rasul-rasul Kami". Kata (مَنْ, man) yang berarti "orang yang" diikuti kata kerja (أَرْسَلْنَا, arsalnaa) yang berarti "Kami mengutus", dan (مِنْ رُسُلِنَا, min rusulinaa) yang berarti "dari rasul-rasul Kami" menjelaskan siapa mereka. Terjemahan menyatukan keduanya menjadi "rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum engkau", dan tidak menambahkan kata "pengikut" karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya. Kata (رُسُلِنَا, rusulinaa) berakar ر-س-ل dan muncul tiga kali, di 17:77, 43:45, dan 57:27. Bunyi di 17:77 paling dekat dengan ayat ini, yaitu (مَنْ قَدْ أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنْ رُسُلِنَا, man qad arsalnaa qablaka min rusulinaa) yang berarti "orang yang telah Kami utus sebelummu dari rasul-rasul Kami". Rangkaian (مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رُسُلِنَا, min qablika min rusulinaa) hanya ada di ayat ini.
Pertanyaannya dimulai dengan (أَجَعَلْنَا, a-ja'alnaa) yang berarti "apakah Kami menjadikan". Bentuk ini terdiri dari huruf tanya, kata kerja dari akar ج-ع-ل, dan pelaku "Kami", dan bunyi persisnya hanya ada di ayat ini. Di surah yang sama kata kerja itu dipakai dengan pelaku lain: (وَجَعَلُوا لَهُ مِنْ عِبَادِهِ جُزْءًا, wa-ja'aluu lahu min 'ibaadihi juz'an) yang berarti "dan mereka menjadikan sebagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bagian dari-Nya" di 43:15, dan (وَجَعَلُوا الْمَلَائِكَةَ, wa-ja'aluu l-malaa'ikata) yang berarti "dan mereka menjadikan malaikat" di 43:19. Karena itu pelaku kata kerja berganti dari "mereka" di dua ayat itu menjadi "Kami" di sini.
Objek kata kerja itu adalah (آلِهَةً, aalihatan) yang berarti "tuhan-tuhan", bentuk jamak tak bersandang dari akar أ-ل-ه. Bentuk persis ini muncul tiga belas kali di sembilan surah, yaitu di 6:19, 6:74, 18:15, 19:81, 21:21, 21:24, 21:99, 25:3, 36:23, 36:74, 37:86, 43:45, dan 46:28. Di sembilan ayat, yaitu 6:74, 18:15, 19:81, 21:21, 21:24, 25:3, 36:23, 36:74, dan 46:28, kata itu bersama kata kerja "mengambil" yang pelakunya manusia, sedangkan 43:45 memakai kata kerja "menjadikan" dengan pelaku "Kami". Pihak yang dikecualikan ditulis (مِنْ دُونِ الرَّحْمَٰنِ, min duuni r-rahmaani) yang berarti "selain Ar-Rahman". Bunyi ini ada dua kali, di 43:45 dan 67:20. Ar-Rahman adalah nama Allah, sebab 17:110 menyandingkan keduanya sebagai nama yang diseru, (ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ, d'uu llaaha awi d'uu r-rahmaana) yang berarti "serulah Allah atau serulah Ar-Rahman".
Kata terakhir, (يُعْبَدُونَ, yu'baduuna), berarti "mereka disembah" dan berakar ع-ب-د. Bentuknya pasif, jadi yang menyembah tidak disebut. Bentuk pasif dari akar ع-ب-د hanya ada di ayat ini di seluruh mushaf, sedangkan bentuk aktifnya yang menyebut penyembah ada di 43:20, (مَا عَبَدْنَاهُمْ, maa 'abadnaahum) yang berarti "kami tidak menyembah mereka", dan di 43:26, (مِمَّا تَعْبُدُونَ, mimmaa ta'buduuna) yang berarti "dari apa yang kalian sembah". Terjemahan 43:45 memakai "yang disembah" untuk (آلِهَةً يُعْبَدُونَ, aalihatan yu'baduuna).
Tafsiran
Ayat ini mengalihkan Nabi dari dirinya sendiri kepada saksi di luar dirinya. Dua ayat sebelumnya membicarakan apa yang dipegang dan siapa yang akan ditanya, dan 43:45 memerintahkan Nabi bertanya kepada mereka yang diutus sebelumnya. Isi pertanyaannya menyangkut tuhan-tuhan: apakah Kami menjadikan tuhan-tuhan yang disembah selain Ar-Rahman. Ayat 10:94 dan 17:101 juga mengarahkan Nabi bertanya, tetapi kepada pembaca Kitab dan Bani Israil. Di 43:45 sasarannya adalah para rasul sendiri, yaitu pihak yang menerima wahyu.
Surah ini sudah menuliskan tuduhan yang menjadi latar pertanyaan itu. Ayat 43:15 dan 43:19 menyebut apa yang dijadikan oleh "mereka": sebagian hamba-hamba-Nya sebagai bagian dari-Nya, dan malaikat sebagai perempuan. Ayat 43:20 mencatat pembelaan mereka, (لَوْ شَاءَ الرَّحْمَٰنُ مَا عَبَدْنَاهُمْ, law syaa'a r-rahmaanu maa 'abadnaahum) yang berarti "sekiranya Ar-Rahman menghendaki, tentulah kami tidak menyembah mereka", sehingga kehendak Ar-Rahman dipakai sebagai alasan. Ayat 43:45 membalik subjeknya dan bertanya apakah pihak yang berbicara dengan kata Kami pernah menjadikan tuhan-tuhan selain Ar-Rahman.
Jawaban atas pertanyaan sejenis dapat dibaca di ayat lain. Ayat 43:26 sampai 43:28, dalam surah yang sama, memuat ucapan Ibrahim, (إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعْبُدُونَ, innanii baraa'un mimmaa ta'buduuna) yang berarti "sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian sembah", kecuali (الَّذِي فَطَرَنِي, alladzii fatharanii) yang berarti "Dia yang menciptakanku". Ayat 43:28 menyebut bahwa Ibrahim menjadikannya (كَلِمَةً بَاقِيَةً, kalimatan baaqiyatan) yang berarti "suatu perkataan yang kekal". Ayat 16:36 memuat isi seruan setiap rasul yang diutus pada setiap umat, (أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ, ani 'buduu llaaha) yang berarti "mengabdilah kepada Allah", dan 21:25 menyebut bahwa kepada setiap rasul yang diutus sebelum Nabi diwahyukan, (لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا, laa ilaaha illaa anaa) yang berarti "tidak ada tuhan kecuali Aku". Ayat-ayat itu berbeda konteks dengan 43:45, dan hanya menunjukkan bahwa isi pertanyaan itu dijawab di tempat lain dalam Al-Qur'an.
Cara pertanyaan itu sampai kepada rasul-rasul yang diutus lebih dulu tidak diterangkan ayat ini, dan jawaban mereka pun tidak dikutip.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 43:45 mengarahkan Nabi bertanya kepada mereka yang diutus sebelumnya, tidak kepada pendapat yang ramai pada zamannya. Ayat 10:94 dan 17:101 menyebut sasaran lain, yaitu pembaca Kitab dan Bani Israil, dan keduanya tidak disamakan dengan 43:45. Pembaca yang hendak menguji sebuah anggapan tentang Tuhan dapat memeriksa kepada siapa pertanyaan semacam itu biasa diajukannya: orang yang paling sering dijumpai, atau orang yang menerima kabar itu dari sumbernya? Apa yang berubah pada jawabannya bila saksi seperti yang disebut ayat ini yang ditanyai?
- Ayat 43:15 dan 43:19 memakai kata kerja menjadikan dengan pelaku mereka, dan 43:45 memakai kata kerja yang sama dengan pelaku Kami. Pertanyaannya, apakah Kami menjadikan tuhan-tuhan selain Ar-Rahman, yaitu selain Allah. Pembaca yang menganggap sebuah praktik wajar dapat mencobakan pembalikan itu: bila pelaku praktik itu diganti dengan Allah, apakah kalimatnya masih terdengar masuk akal?
- Pertanyaan di 43:45 tidak diikuti jawaban, tetapi 16:36 memuat seruan para rasul, mengabdilah kepada Allah dan jauhilah tagut, dan 43:26 sampai 43:28 memuat ucapan Ibrahim yang berlepas diri dari apa yang disembah kaumnya kecuali Dia yang menciptakannya. Ayat-ayat itu berbicara dalam konteks lain, dan keduanya tidak dikutip sebagai jawaban ayat ini. Perbedaan antara pertanyaan yang dibiarkan terbuka di satu ayat dan pertanyaan yang dijawab di ayat lain memberi pembaca alasan untuk membuka rujukan sebelum menyimpulkan.
- Surah ini memakai nama Ar-Rahman tujuh kali, yaitu di 43:17, 43:19, 43:20, 43:33, 43:36, 43:45, dan 43:81. Tiga di antaranya muncul dalam pembicaraan tentang penyembahan: dalih mereka di 43:20, pertanyaan di 43:45, dan pengandaian di 43:81. Ayat 17:110 menyebut bahwa Allah dan Ar-Rahman sama-sama nama yang boleh diseru. Ayat-ayat di surah ini tidak menjelaskan mengapa nama itu yang dipakai dalam soal penyembahan. Pembaca dapat bertanya, apa yang terasa berbeda dalam pertanyaan di 43:45 bila nama yang dipakai Allah, dan apa yang terasa berbeda bila Ar-Rahman?
- Kata disembah di 43:45 berbentuk pasif, sehingga siapa yang menyembah tidak tertulis. Ayat 43:20 dan 43:26 menyebut penyembahnya dengan kata kami dan kalian, tetapi 43:45 tidak menunjuk kelompok mana pun. Karena itu pertanyaan di ayat ini dapat dibaca tanpa membatasi alamatnya. Bila seorang rasul bertanya kepada pembaca tentang apa saja yang diperlakukan sebagai tuhan, dalam kata maupun dalam kebiasaan, jawaban apa yang akan diberikan pembaca, dan apakah jawaban itu sama dengan yang diberikannya kepada orang lain?
- Ayat 43:45 menyebut mereka rasul-rasul Kami, dan pertanyaan yang diajukan kepada mereka menyangkut pihak yang mengutus mereka: apakah Kami menjadikan tuhan-tuhan selain Ar-Rahman. Para utusan dipilih sebagai tempat bertanya tentang pengutusnya. Pembaca yang mendengar banyak anggapan tentang Allah dapat menimbang siapa yang paling layak ditanya tentang Dia, orang yang menyimpulkannya dari jauh atau orang yang diutus oleh-Nya. Ayat ini tidak mengutip jawaban para rasul, dan pembaca dapat mencari jawabannya dalam seruan yang dikutip dari mereka di ayat lain.