وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ فَقَالَ إِنِّي رَسُولُ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Sungguh, Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda Kami kepada Firaun dan para pembesarnya, lalu, ia berkata, “Sesungguhnya aku utusan Tuhan seisi alam.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِwa-la-qad arsalnaa muusaa bi-aayaatinaa ilaa fir'awna wa-mala'ihisungguh, Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda Kami kepada Firaun dan para pembesarnya
- فَقَالَ إِنِّي رَسُولُ رَبِّ الْعَالَمِينَfa-qaala innii rasuulu rabbi l-'aalamiinalalu, ia berkata, sesungguhnya aku utusan Tuhan seisi alam
Terjemahan per kata (12 kata)
- وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
- أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
- مُوسَىٰmuusaaMusa
- بِآيَاتِنَاbi-aayaatinaapada tanda-tanda Kami
- إِلَىٰilaakepada
- فِرْعَوْنَfir'awnaFiraun
- وَمَلَئِهِwa-mala'ihidan para pemukanya
- فَقَالَfa-qaalalalu ia berkata
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- رَسُولُrasuulurasul
- رَبِّrabbiTuhan
- الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam
Inti bacaan
Pengutusan Musa dengan identifikasi diri yang jelas 'aku adalah utusan dari Tuhan seisi alam', deklarasi otoritas yang lugas sejak awal pertemuan dengan penguasa.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(kaum)' dan '(Musa)' tidak dipakai: 'mala'ihi' diterjemahkan langsung 'para pembesarnya' tanpa kata tambahan.
Tafsiran
Ayat ini membuka kisah ketiga tentang Musa dalam surah ini: pola pengulangan yang menegaskan kesamaan tantangan setiap rasul.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut Musa datang membawa tanda, bukan datang berunding. Bekalnya bukti. Bukan tawaran.
- Yang diperkenalkan kedudukannya, bukan namanya. Utusan Tuhan seisi alam. Bukan Musa bin Imran.
- Kisah ini muncul lagi di surah yang sama. Allah mengulangnya. Yang berulang tantangannya, bukan ceritanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
' akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti.