وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ فَقَالَ إِنِّي رَسُولُ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Sungguh, Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda Kami kepada Firaun dan para pemukanya, lalu, ia berkata, “Sesungguhnya aku utusan Tuhan seisi alam.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِwa-la-qad arsalnaa muusaa bi-aayaatinaa ilaa fir'awna wa-mala'ihisungguh, Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda Kami kepada Firaun dan para pemukanya
- فَقَالَ إِنِّي رَسُولُ رَبِّ الْعَالَمِينَfa-qaala innii rasuulu rabbi l-'aalamiinalalu, ia berkata, sesungguhnya aku utusan Tuhan seisi alam
Terjemahan per kata (12 kata)
- وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
- أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
- مُوسَىٰmuusaaMusa
- بِآيَاتِنَاbi-aayaatinaapada tanda-tanda Kami
- إِلَىٰilaakepada
- فِرْعَوْنَfir'awnaFiraun
- وَمَلَئِهِwa-mala'ihidan para pemukanya
- فَقَالَfa-qaalalalu ia berkata
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- رَسُولُrasuulurasul
- رَبِّrabbiTuhan
- الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam
Inti bacaan
Rangkaian (رَسُولُ رَبِّ الْعَالَمِينَ, rasuulu rabbi l-'aalamiina) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 26:16 dan 43:46.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا, wa-la-qad arsalnaa muusaa bi-aayaatinaa) yang berarti "sungguh, Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda Kami". Kata kerja (أَرْسَلْنَا, arsalnaa) berakar ر-س-ل, akar yang sama dengan (رُسُلِنَا, rusulinaa) di 43:45, sehingga kata "mengutus" muncul di dua ayat berurutan: untuk rasul-rasul sebelum Nabi di 43:45 dan untuk Musa di 43:46. Rangkaian pembuka ini muncul empat kali di empat surah, yaitu di 11:96, 14:5, 40:23, dan 43:46. Di 11:96 dan 40:23 bunyinya menyambung ke (بِآيَاتِنَا وَسُلْطَانٍ مُبِينٍ, bi-aayaatinaa wa-sulthaanin mubiinin) yang berarti "dengan tanda-tanda Kami dan keterangan yang nyata". Di 14:5 bunyinya menyambung ke perintah (أَنْ أَخْرِجْ قَوْمَكَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ, an akhrij qawmaka mina zh-zhulumaati ilaa n-nuuri) yang berarti "keluarkanlah kaummu dari berbagai kegelapan kepada cahaya". Di 43:46 bunyinya menyambung ke alamat pengutusan. Kata (آيَاتِنَا, aayaatinaa) berakar أ-ي-ي dan diterjemahkan "tanda-tanda Kami".
Alamat itu ditulis (إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ, ilaa fir'awna wa-mala'ihi) yang berarti "kepada Firaun dan para pemukanya". Kata (وَمَلَئِهِ, wa-mala'ihi) berakar م-ل-أ dan tersusun dari (وَ, wa) yang berarti "dan", kata benda mala' yang berarti "pemuka", dan akhiran -hi yang berarti "-nya". Rangkaian dengan akhiran tunggal itu muncul enam kali di enam surah, yaitu di 7:103, 10:75, 11:97, 23:46, 28:32, dan 43:46. Terjemahan memakai "pemuka" di 7:103, 10:75, 10:83, 11:97, 23:46, dan 43:46. Di 11:97 pemuka itu disebut bersama sikap mereka, (فَاتَّبَعُوا أَمْرَ فِرْعَوْنَ, fa-ttaba'uu amra fir'awna) yang berarti "maka mereka mengikuti perintah Firaun".
Kata kerja ucapan di sini adalah (فَقَالَ, fa-qaala) yang berarti "lalu ia berkata". Awalan fa menyambungnya langsung ke pengutusan, dan ayat ini tidak menyebut kepada siapa Musa berkata. Di 7:104 ucapan yang serupa dibuka dengan sapaan, sedangkan di 43:46 kata pertama yang dikutip adalah pernyataan tentang diri.
Pernyataan itu berbunyi (إِنِّي رَسُولُ رَبِّ الْعَالَمِينَ, innii rasuulu rabbi l-'aalamiina) yang berarti "sesungguhnya aku utusan Tuhan seisi alam". Kata (رَسُولُ, rasuulu) berakar ر-س-ل, sama dengan "mengutus" di awal ayat, sehingga pengutusan oleh Kami dan pengakuan sebagai utusan tersambung pada akar yang sama. Rangkaian (رَسُولُ رَبِّ الْعَالَمِينَ, rasuulu rabbi l-'aalamiina) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 26:16 dalam bentuk (إِنَّا رَسُولُ رَبِّ الْعَالَمِينَ, innaa rasuulu rabbi l-'aalamiina) yang berarti "sesungguhnya kami utusan Tuhan seisi alam", dan di ayat ini. Di 7:104 bunyinya berbeda, (إِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ, innii rasuulun min rabbi l-'aalamiina) yang berarti "sesungguhnya aku adalah rasul dari Tuhan seisi alam". Gelar (رَبِّ الْعَالَمِينَ, rabbi l-'aalamiina) sendiri muncul tiga puluh tiga kali di enam belas surah, mulai dari 1:2 sampai 83:6, dan di 43:46 gelar itu termuat dalam kutipan ucapan Musa.
Tafsiran
Ayat ini mengganti pembicaraan tentang rasul-rasul secara umum di 43:45 dengan satu contoh, yaitu Musa. Pertanyaan di ayat sebelumnya ditujukan kepada para rasul yang diutus lebih dulu, dan 43:46 menceritakan salah satu pengutusan itu dengan kata kerja yang sama, arsalnaa. Hubungan kedua ayat terbaca dari kata kerja yang berulang dan letaknya yang berurutan.
Susunan ayat ini menaruh tanda-tanda lebih dulu daripada ucapan. Musa diutus dengan tanda-tanda Kami, kepada Firaun dan para pemukanya, dan baru sesudah itu Musa berkata. Ucapan pertama yang dikutip menyatakan siapa pengutusnya, tanpa tuntutan apa pun. Di 7:105 ucapan yang menyusul pernyataan serupa memuat isi, (قَدْ جِئْتُكُمْ بِبَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ, qad ji'tukum bi-bayyinatin min rabbikum) yang berarti "sungguh aku datang kepada kalian dengan bukti yang nyata dari Tuhan kalian", lalu permintaan agar Bani Israil dilepaskan. Di 43:46 kutipan itu berhenti pada perkenalan diri, dan apa yang terjadi sesudahnya dituturkan oleh 43:47.
Perkenalan diri itu berbeda cara dengan perkenalan Firaun dalam surah yang sama. Musa menyebut dirinya lewat pihak yang mengutusnya, Tuhan seisi alam. Di 43:51 Firaun menyebut dirinya lewat apa yang dimilikinya, (أَلَيْسَ لِي مُلْكُ مِصْرَ, a-laysa lii mulku mishra) yang berarti "bukankah kerajaan Mesir milikku". Ayat 43:51 berasal dari bagian cerita yang berbeda, jadi keduanya tidak diadu sebagai jawaban dan pertanyaan. Di 26:23 Firaun menanggapi gelar yang sama dengan pertanyaan, (وَمَا رَبُّ الْعَالَمِينَ, wa-maa rabbu l-'aalamiina) yang berarti "siapa Tuhan seisi alam itu?", dan 26:16 memuat gelar itu dalam bentuk yang serupa dengan 43:46. Dua ayat di surah 26 itu menunjukkan bahwa gelar tersebut pernah ditanyakan balik kepada Musa dalam penuturan lain.
Ayat 43:47 dan 43:48 melanjutkan penuturan itu dengan kata tanda yang berulang: tanda-tanda sebagai bekal pengutusan di 43:46, sebagai sasaran tawa di 43:47, dan sebagai rangkaian yang makin besar di 43:48. Tiga ayat berurutan itu menyebut tanda-tanda dari tiga sisi, dan ayat 43:46 adalah sisi yang pertama, yaitu saat tanda-tanda itu dibawa.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 43:46 menyebut Musa diutus dengan tanda-tanda Kami lebih dulu, baru kemudian Musa berkata. Di 7:105 ucapan Musa memuat kalimat bahwa Musa datang dengan bukti yang nyata dari Tuhan kalian. Dua ayat itu dari bagian cerita yang berbeda, dan hanya menunjukkan bahwa tanda dan kata berjalan bersama dalam penuturan tentang Musa. Pembaca yang hendak menyampaikan sesuatu kepada orang lain dapat menghitung apa yang dibawanya selain kata-kata, dan apakah ucapannya mendahului bekalnya atau mengikutinya?
- Musa memperkenalkan dirinya lewat pihak yang mengutusnya, sebagai utusan Tuhan seisi alam. Di 43:51 Firaun memperkenalkan dirinya lewat apa yang dimilikinya, kerajaan Mesir dan sungai-sungai yang mengalir di bawahnya. Pembaca yang ditanya tentang kedudukannya dapat memperhatikan dua cara menjawab itu: menyebut apa yang dimiliki atau menyebut siapa yang mengutus. Bila pertanyaan itu datang hari ini, dengan kata apa jawabannya dimulai, dan kepada siapa jawaban itu menunjuk?
- Gelar Tuhan seisi alam di ucapan Musa disebut di hadapan Firaun yang memegang kerajaan Mesir. Mesir adalah bagian dari seisi alam, sehingga gelar itu dapat dibaca mencakup wilayah yang diklaim Firaun. Ayat 26:23 mencatat Firaun menanyakan siapa Tuhan seisi alam itu. Pembaca dapat melihat bahwa gelar yang luas diucapkan di ruang yang sempit, di hadapan seorang penguasa dan lingkarannya, dan bahwa Allah disebut dengan gelar yang melampaui batas wilayah siapa pun.
- Pengutusan di 43:46 ditujukan kepada Firaun dan para pemukanya, tidak kepada Firaun sendirian. Di 11:97 para pemuka itu mengikuti perintah Firaun, dan perintah Firaun disebut tidak benar. Ayat 11:97 berasal dari bagian cerita lain dan ayat 43:46 tidak mencatat sikap para pemuka, jadi keduanya tidak disamakan. Pembaca yang berada di sekitar orang yang mengambil keputusan dapat memperhatikan bahwa pesan di ayat ini dialamatkan juga kepada lingkaran itu. Apa yang berubah pada tanggung jawab seorang pembantu keputusan bila pesan ditujukan kepadanya dan juga kepada atasannya?
- Kalimat pembuka ayat ini muncul di 11:96, 14:5, 40:23, dan 43:46 dengan sambungan yang berbeda: keterangan yang nyata, perintah mengeluarkan kaum dari kegelapan, dan alamat kepada Firaun. Empat sambungan itu menandakan bahwa satu pengutusan dapat dituturkan dari beberapa sisi. Pembaca yang menemukan kalimat serupa di tempat berlainan dapat memeriksa apa yang mengikutinya di tiap tempat. Sudahkah kalimat yang tampak diulang itu dibaca sampai ke sambungannya, dan tidak berhenti pada kalimat pembukanya?
- Dalam satu ayat, 43:46 memuat dua suara: Kami yang mengutus Musa, dan Musa yang berkata, aku utusan Tuhan seisi alam. Pengutus memakai kata Kami untuk dirinya, sedangkan Musa memakai gelar Tuhan seisi alam untuk pengutusnya, dan ayat tidak menerangkan alasan perbedaan itu. Pembaca dapat memperhatikan bahwa pesan tentang Allah di ayat ini sampai lewat mulut seorang manusia yang menyebut dirinya utusan. Bagaimana pembaca menyebut Allah ketika berbicara tentang-Nya kepada orang lain, dan apakah sebutan itu sama dengan yang dipakainya ketika berbicara kepada-Nya?