فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِآيَاتِنَا إِذَا هُمْ مِنْهَا يَضْحَكُونَ

Maka, ketika ia datang kepada mereka dengan tanda-tanda Kami, seketika itu, mereka menertawakannya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِآيَاتِنَاfa-lammaa jaa'ahum bi-aayaatinaamaka, ketika ia datang kepada mereka dengan tanda-tanda Kami
  2. إِذَا هُمْ مِنْهَا يَضْحَكُونَidzaa hum minhaa yadhakuunaseketika itu, mereka menertawakannya

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
  2. جَاءَهُمْjaa'ahumdatang kepada mereka
  3. بِآيَاتِنَاbi-aayaatinaapada tanda-tanda Kami
  4. إِذَاidzaaseketika itu
  5. هُمْhummereka
  6. مِنْهَاminhaadarinya
  7. يَضْحَكُونَyadhakuunamereka menertawakan

Inti bacaan

Bunyi (إِذَا هُمْ مِنْهَا, idzaa hum minhaa) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 21:12 dan 43:47.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَلَمَّا جَاءَهُمْ, fa-lammaa jaa'ahum) yang berarti "maka, ketika ia datang kepada mereka". Kata (فَلَمَّا, fa-lammaa) memuat (فَ, fa) yang berarti "maka" dan lammaa yang berarti "ketika". Kata kerja (جَاءَهُمْ, jaa'ahum) berarti "ia datang kepada mereka", dengan satu pelaku laki-laki yang tidak disebut namanya di ayat ini. Pelaku itu adalah Musa menurut 43:46, ayat yang langsung mendahuluinya. Rangkaian (فَلَمَّا جَاءَهُمْ, fa-lammaa jaa'ahum) muncul dalam bentuk persis ini enam kali di enam surah, yaitu di 2:89, 28:36, 35:42, 40:25, 43:47, dan 61:6. Sesudahnya, tiga ayat memuat ucapan yang dibuka (قَالُوا, qaaluu) yang berarti "mereka berkata": 28:36, 40:25, dan 61:6, misalnya (قَالُوا هَٰذَا سِحْرٌ مُبِينٌ, qaaluu haadzaa sihrun mubiinun) yang berarti "mereka berkata, 'Ini sihir yang nyata'" di 61:6. Di 2:89 kata berikutnya (كَفَرُوا بِهِ, kafaruu bihi) berarti "mereka kufur kepadanya", dan di 35:42 (مَا زَادَهُمْ إِلَّا نُفُورًا, maa zaadahum illaa nufuuran) berarti "ia tidak menambah kepada mereka kecuali lari menjauh". Di 43:47 tanggapannya tawa, tanpa kata-kata yang dikutip.

Benda yang dibawa disebut dengan (بِآيَاتِنَا, bi-aayaatinaa) yang berarti "dengan tanda-tanda Kami", bunyi yang sama dengan 43:46. Sambungannya (جَاءَهُمْ بِآيَاتِنَا, jaa'ahum bi-aayaatinaa) hanya ada di ayat ini. Di 28:36 pelakunya ditulis dengan nama, (فَلَمَّا جَاءَهُمْ مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا, fa-lammaa jaa'ahum muusaa bi-aayaatinaa) yang berarti "ketika Musa mendatangi mereka dengan tanda-tanda Kami", sedangkan 43:47 melanjutkan nama yang disebut di ayat sebelumnya.

Tanggapan itu dibuka dengan (إِذَا هُمْ, idzaa hum) yang berarti "seketika itu, mereka". Terjemahan menulis "seketika itu" karena tanggapan yang menyusul dicatat tanpa jeda antara kedatangan dan tanggapan. Bunyi (إِذَا هُمْ, idzaa hum) muncul dua puluh dua kali di empat belas surah. Tujuh di antaranya berada dalam ayat yang juga memuat fa-lammaa, yaitu 6:44, 7:135, 10:23, 21:12, 29:65, 43:47, dan 43:50. Ketujuh ayat itu mencatat tanggapan yang terjadi segera: (إِذَا هُمْ يَنْكُثُونَ, idzaa hum yankutsuuna) yang berarti "seketika itu mereka mengingkari janji" di 7:135 dan 43:50, (إِذَا هُمْ يَبْغُونَ, idzaa hum yabghuuna) yang berarti "seketika itu mereka berbuat aniaya" di 10:23, (إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ, idzaa hum yusyrikuuna) yang berarti "seketika itu mereka mempersekutukan" di 29:65, dan di ayat ini tawa. Terjemahan 43:47 memakai "seketika itu", sama dengan 43:50.

Dua ayat saja yang memakai (إِذَا هُمْ مِنْهَا, idzaa hum minhaa) yang berarti "seketika itu mereka darinya", yaitu 21:12 dan 43:47. Di 21:12 kelanjutannya (يَرْكُضُونَ, yarkudhuuna) yang berarti "mereka berlari", sesudah (أَحَسُّوا بَأْسَنَا, ahassuu ba'sanaa) yang berarti "mereka menyadari azab Kami". Di 43:47 kelanjutannya (يَضْحَكُونَ, yadhakuuna) yang berarti "mereka tertawa", sesudah tanda-tanda Kami datang.

Kata kerja (يَضْحَكُونَ, yadhakuuna) berakar ض-ح-ك dan muncul tiga kali di dua surah, yaitu di 43:47, 83:29, dan 83:34. Di ketiga ayat itu min dan sasaran tawa mendahului kata kerja: (مِنْهَا, minhaa) yang berarti "darinya" di sini, (مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا, mina lladziina aamanuu) yang berarti "terhadap orang-orang yang beriman" di 83:29, dan (مِنَ الْكُفَّارِ, mina l-kuffaari) yang berarti "terhadap orang-orang kufar" di 83:34. Karena itu terjemahan memakai "menertawakan" yang berobjek. Bentuk (وَكُنْتُمْ مِنْهُمْ تَضْحَكُونَ, wa-kuntum minhum tadhakuuna) di 23:110 juga berobjek, sedangkan (وَتَضْحَكُونَ وَلَا تَبْكُونَ, wa-tadhakuuna wa-laa tabkuuna) di 53:60 tanpa objek diterjemahkan "kalian tertawa". Kata ganti perempuan tunggal pada minhaa menunjuk kata benda perempuan yang disebut sebelumnya di ayat ini, yaitu tanda-tanda Kami. Pelaku yang datang ditunjuk dengan kata ganti laki-laki tunggal, dan penerimanya dengan kata ganti laki-laki jamak.

Tafsiran

Ayat ini mencatat tanggapan pertama atas tanda-tanda yang dibawa Musa, dan tanggapan itu berupa tawa. Pengutusan di 43:46 diakhiri ucapan Musa, dan 43:47 tidak menyebut jawaban dengan kata-kata. Ayat ini mencatat mereka tertawa seketika ke arah tanda-tanda itu. Bila ayat ini dibandingkan dengan 28:36, 40:25, dan 61:6, tanggapan di tiga ayat itu berupa ucapan, sihir atau perintah membunuh, sedangkan di 43:47 tidak ada ucapan yang dikutip. Perbandingan itu menunjukkan bahwa penuturan tentang para utusan memuat beberapa jenis tanggapan, dan ayat ini mencatat tawa.

Sasaran tawa itu tanda-tanda, tidak Musa sendiri. Tanda-tanda Kami adalah hal yang disebut dua kali berturut-turut di 43:46 dan 43:47, lalu sekali lagi dalam bentuk tunggal di 43:48. Karena kata ganti pada minhaa bersifat perempuan tunggal, sasaran tawa itu paling dekat dengan tanda-tanda, dan ayat 43:46 menyebut tanda-tanda itu sebagai bekal pengutusan. Dengan demikian orang-orang itu menertawakan sesuatu yang dibawa atas nama pihak yang mengutus Musa, yaitu Tuhan seisi alam menurut ucapan Musa di ayat sebelumnya.

Tanggapan mereka berbeda dengan tanggapan di 21:12. Di sana ayat yang sama bunyinya, idzaa hum minhaa, mencatat bahwa ketika mereka menyadari azab Kami, mereka berlari darinya. Di 43:47 ketika tanda-tanda Kami datang, mereka tertawa. Kedua ayat berbeda konteksnya, karena 21:12 berbicara tentang negeri-negeri yang dihancurkan dan 43:47 tentang mereka yang didatangi Musa, tetapi keduanya mencatat gerak yang segera: lari ketika azab disadari, tawa ketika tanda-tanda datang.

Ayat berikutnya memperlihatkan perubahan itu. Ayat 43:48 menyebut setiap tanda lebih besar daripada saudarinya, dan 43:49 mencatat ucapan mereka, wahai penyihir, serulah Tuhanmu untuk kami. Ayat 43:47 menyajikan kejadian pertama dalam rangkaian itu, dan kelanjutan tawanya tidak diceritakan.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 43:47 mencatat tawa muncul seketika begitu tanda-tanda datang, tanpa jeda yang diceritakan. Ayat 83:29 menyebut orang-orang yang berbuat dosa dahulu menertawakan orang-orang yang beriman, dan 83:34 menyebut orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kufar. Dua ayat itu berbicara tentang peristiwa lain, dan kata kerja yang sama dipakai bagi dua pihak di dua waktu. Pembaca dapat memeriksa kapan terakhir kali tawanya muncul lebih dulu daripada pertimbangannya, dan apa yang ditertawakannya waktu itu?
  • Sasaran tawa di 43:47 adalah tanda-tanda Kami, dan 43:46 menyebut tanda-tanda itu dibawa oleh utusan Tuhan seisi alam. Pembaca yang pernah menertawakan seorang pembawa pesan dapat memisahkan dua hal: menertawakan orangnya, atau menertawakan apa yang dibawanya. Ayat ini mencatat yang kedua. Apakah menertawakan tanda yang dibawa sama dengan menertawakan pihak yang mengutus pembawanya? Ayat ini tidak menjawabnya, dan pembaca yang menjawabnya perlu menyadari bahwa dirinya sedang menafsirkan.
  • Di 21:12 ketika mereka menyadari azab Kami, mereka berlari darinya, dan di 43:47 ketika tanda-tanda Kami datang, mereka tertawa darinya. Dua gerak itu diarahkan pada sesuatu yang tiba, dan yang satu berbentuk lari, yang lain berbentuk tawa. Pembaca dapat memeriksa gerak mana yang lebih sering menjadi tanggapannya ketika sesuatu yang mengusik rasa aman tiba: menjauh dengan cepat, atau meringankannya dengan tawa? Apa yang diselamatkan oleh masing-masing gerak itu?
  • Ayat 43:47 mencatat tawa tanpa mencatat satu kalimat bantahan pun, sedangkan 28:36 mencatat ucapan mereka yang menyebutnya sihir buatan. Tawa tidak memuat alasan, sehingga tidak ada yang dapat diuji dari tawa itu. Pembaca bisa melihat bahwa seseorang yang tertawa belum menyatakan keberatannya. Di 43:49, dua ayat sesudahnya, mereka berkata, wahai penyihir, serulah Tuhanmu untuk kami, jadi tawa itu kemudian berganti dengan ucapan yang meminta sesuatu dari Tuhan pembawa tanda. Apa yang sebenarnya dijaga oleh tawa itu pada saat tawa itu muncul?
  • Rangkaian jaa'ahum dengan fa-lammaa dalam bentuk persis itu dicatat enam kali dengan lima jenis tanggapan yang berlainan: kufur kepadanya di 2:89, lari menjauh yang bertambah di 35:42, ucapan sihir di 61:6 dan 28:36, perintah membunuh di 40:25, dan tawa di 43:47. Kedatangan itu disambut dengan cara yang berbeda-beda, sehingga enam ayat itu tidak diperlakukan sebagai satu peristiwa. Bila sesuatu yang diyakini pembaca berasal dari Tuhan sampai kepadanya, tanggapan manakah dari kelima jenis itu yang paling dekat dengan tanggapan pertamanya, dan seberapa cepat tanggapan itu muncul?
  • Kata seketika di 43:47 menaruh tawa tepat pada saat tanda-tanda datang, dan 43:50 memakai kata yang sama untuk ingkar janji tepat pada saat azab dihilangkan. Antara keduanya ada 43:48, yang menulis tanda-tanda yang tiap-tiapnya lebih besar daripada saudarinya, dan azab yang ditimpakan agar mereka kembali. Tanggapan pertama dan tanggapan terakhir dalam rangkaian itu sama-sama cepat, sementara di antaranya tertulis perlakuan berlapis yang ditujukan agar mereka kembali, dan ayat 43:48 menyebut perlakuan itu sebagai perbuatan Kami, tanpa menyebut lama waktunya. Apa yang dapat dilakukan pembaca dengan jarak antara kedatangan sebuah tanda dan tanggapannya, bila tanggapan itu sering datang lebih cepat daripada pertimbangan?