فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِآيَاتِنَا إِذَا هُمْ مِنْهَا يَضْحَكُونَ
Maka, ketika ia datang kepada mereka dengan tanda-tanda Kami, seketika itu, mereka menertawakannya.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِآيَاتِنَاfa-lammaa jaa'ahum bi-aayaatinaamaka, ketika ia datang kepada mereka dengan tanda-tanda Kami
- إِذَا هُمْ مِنْهَا يَضْحَكُونَidzaa hum minhaa yadhakuunaseketika itu, mereka menertawakannya
Terjemahan per kata (7 kata)
- فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
- جَاءَهُمْjaa'ahumdatang kepada mereka
- بِآيَاتِنَاbi-aayaatinaapada tanda-tanda Kami
- إِذَاidzaaseketika itu
- هُمْhummereka
- مِنْهَاminhaadarinya
- يَضْحَكُونَyadhakuunamereka menertawakan
Inti bacaan
Respons awal 'mentertawakannya', reaksi meremehkan yang mengabaikan substansi pesan demi mempertahankan kenyamanan status quo.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(Musa)' tidak dipakai: subjek 'ia' sudah jelas dari konteks 43:46.
Tafsiran
Ayat ini menampilkan respons awal yang meremehkan: tawa mengejek sebagai reaksi pertama terhadap tanda-tanda kekuasaan Allah.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut tawanya datang seketika. Bukan sesudah menimbang. Langsung tertawa.
- Yang ditertawakan tanda-tanda, bukan orangnya. Bukan mengejek Musa. Mengejek buktinya.
- Tawa itu direkam Allah sebagai reaksi pertama. Bukan bantahan. Tawa sebagai cara menghindar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti.