وَمَا نُرِيهِمْ مِنْ آيَةٍ إِلَّا هِيَ أَكْبَرُ مِنْ أُخْتِهَا ۖ وَأَخَذْنَاهُمْ بِالْعَذَابِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Dan tidaklah Kami perlihatkan suatu tanda kepada mereka kecuali ia lebih besar daripada saudarinya, dan Kami timpakan kepada mereka azab agar mereka kembali.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمَا نُرِيهِمْ مِنْ آيَةٍ إِلَّا هِيَ أَكْبَرُ مِنْ أُخْتِهَاwa-maa nuriihim min aayatin illaa hiya akbaru min ukhtihaadan tidaklah Kami perlihatkan suatu tanda kepada mereka kecuali ia lebih besar daripada saudarinya
  2. وَأَخَذْنَاهُمْ بِالْعَذَابِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَwa-akhadznaahum bi-l-'adzaabi la'allahum yarji'uunadan Kami timpakan kepada mereka azab agar mereka kembali

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. نُرِيهِمْnuriihimKami memperlihatkan kepada mereka
  3. مِنْmindari
  4. آيَةٍaayatintanda
  5. إِلَّاillaakecuali
  6. هِيَhiyaia
  7. أَكْبَرُakbarulebih besar
  8. مِنْmindari
  9. أُخْتِهَاukhtihaasaudarinya
  10. وَأَخَذْنَاهُمْwa-akhadznaahumdan Kami menimpakan kepada mereka
  11. بِالْعَذَابِbi-l-'adzaabidengan azab
  12. لَعَلَّهُمْla'allahumagar mereka
  13. يَرْجِعُونَyarji'uunakembali

Inti bacaan

Eskalasi tanda yang 'lebih besar daripada tanda sebelumnya' disertai azab 'agar mereka kembali', pola peningkatan bukti dan tekanan secara bertahap sebagai kesempatan berulang untuk berubah.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(sebelumnya)' dan '(ke jalan yang benar)' tidak dipakai. 'Ukhtihaa' diterjemahkan literal 'saudarinya': sebuah idiom Arab yang menyebut tanda sebelumnya sebagai 'saudari' dari tanda berikutnya.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan eskalasi tanda-tanda mukjizat yang diberikan kepada Firaun: setiap tanda baru lebih besar dari sebelumnya, disertai azab sebagai kesempatan bertobat.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut tiap tanda lebih besar daripada saudarinya. Menaik. Buktinya ditambah terus, bukan diulang sama.
  • Kata yang dipakai saudarinya. Tanda-tanda itu bersaudara. Rangkaiannya digambarkan sebagai keluarga, bukan sebagai daftar.
  • Allah menyebut maksud azabnya agar mereka kembali. Bukan agar binasa. Yang ditimpakan dinyatakan sebagai ajakan pulang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti.