فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُمُ الْعَذَابَ إِذَا هُمْ يَنْكُثُونَ

Maka, ketika Kami hilangkan azab itu dari mereka, seketika itu, mereka mengingkari janji.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُمُ الْعَذَابَfa-lammaa kasyafnaa 'anhumu l-'adzaabamaka, ketika Kami hilangkan azab itu dari mereka
  2. إِذَا هُمْ يَنْكُثُونَidzaa hum yankutsuunaseketika itu, mereka mengingkari janji

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
  2. كَشَفْنَاkasyafnaaKami menyingkap
  3. عَنْهُمُ'anhumudari mereka
  4. الْعَذَابَl-'adzaabaazab
  5. إِذَاidzaaseketika itu
  6. هُمْhummereka
  7. يَنْكُثُونَyankutsuunamereka melanggar

Inti bacaan

Susunan (كَشَفْنَا عَنْهُمُ, kasyafnaa 'anhumu) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:135 dan 43:50, dan hanya 7:135 yang menyela dengan keterangan waktu sebelum pengingkaran.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَلَمَّا كَشَفْنَا, fa-lammaa kasyafnaa) yang berarti "maka ketika Kami hilangkan". Awalan fa menyambung ayat ini dengan 43:49, dan lammaa menandai satu peristiwa yang sudah terjadi ketika peristiwa berikutnya muncul. Pelakunya Kami, sama seperti pada (وَأَخَذْنَاهُمْ, wa-akhadznaahum) yang berarti "dan Kami timpakan kepada mereka" di 43:48. Kata kerja kasyafa berakar ك-ش-ف. Bentuk (كَشَفْنَا, kasyafnaa) muncul tujuh kali di enam surah, yaitu di 7:135, 10:12, 10:98, 21:84, 23:75, 43:50, dan 50:22. Enam di antaranya berobjek sesuatu yang menimpa orang, yaitu azab di 7:135, 10:98, dan 43:50, serta kesusahan atau bahaya di 10:12, 21:84, dan 23:75. Ayat 50:22 berobjek penutup, (غِطَاءَكَ, ghithaa'aka) yang berarti "penutupmu", dan di sana terjemahan memakai "singkapkan". Karena objek 43:50 adalah azab, terjemahan memakai "hilangkan". Susunan (كَشَفْنَا عَنْهُمُ, kasyafnaa 'anhumu) yang berarti "Kami hilangkan dari mereka" muncul dua kali, yaitu di 7:135 dan 43:50. Kata (الْعَذَابَ, l-'adzaaba) yang berarti "azab itu" memakai kata benda yang sama dengan (بِالْعَذَابِ, bi-l-'adzaabi) di 43:48, sehingga kata sandang al- menunjuk kembali pada azab yang ditimpakan di ayat itu.

Kata (إِذَا هُمْ, idzaa hum) yang berarti "seketika itu mereka" menandai kejadian yang menyusul langsung tanpa jarak. Kata itu berada dalam kerangka "fa-lammaa ... idzaa hum" yang ada di enam ayat, yaitu 7:135, 10:23, 21:12, 29:65, 43:47, dan 43:50. Empat di antaranya memuat kata kerja pembebasan sebelum kerangka itu, yaitu kasyafnaa di 7:135 dan 43:50, (أَنْجَاهُمْ, anjaahum) yang berarti "Dia menyelamatkan mereka" di 10:23, dan (نَجَّاهُمْ, najjaahum) yang berarti "Dia menyelamatkan mereka" di 29:65. Sesudah pembebasan itu datang kata kerja yang sedang berlangsung, yaitu (يَنْكُثُونَ, yankutsuuna) di 7:135 dan 43:50, (يَبْغُونَ, yabghuuna) yang berarti "mereka berbuat aniaya" di 10:23, dan (يُشْرِكُونَ, yusyrikuuna) yang berarti "mereka mempersekutukan" di 29:65. Di 7:135 ada keterangan waktu sebelum kerangka itu, yaitu (إِلَىٰ أَجَلٍ هُمْ بَالِغُوهُ, ilaa ajalin hum baalighuuhu) yang berarti "hingga batas waktu yang mereka capai". Keterangan itu tidak ada di 43:50.

Kata (يَنْكُثُونَ, yankutsuuna) yang berarti "mereka mengingkari janji" berakar ن-ك-ث. Akar ini ada di enam ayat pada lima surah, yaitu 7:135, 9:12, 9:13, 16:92, 43:50, dan 48:10. Arti dasarnya terlihat di 16:92, tempat bentuk benda (أَنْكَاثًا, ankaatsan) berarti "cerai-berai" untuk benang yang diurai kembali sesudah dipintal kuat. Di 9:12, (نَكَثُوا أَيْمَانَهُمْ, nakatsuu aymaanahum) berarti "mereka melanggar sumpah", dan ayat itu menambahkan (مِنْ بَعْدِ عَهْدِهِمْ, min ba'di 'ahdihim) yang berarti "sesudah perjanjian mereka". Di 48:10, (فَمَنْ نَكَثَ, fa-man nakatsa) berarti "siapa yang melanggar janji". Di 43:50 dan 7:135 kata kerja ini berdiri tanpa objek. Terjemahan mengisinya dengan "janji" karena ayat sebelumnya memuat ucapan yang berfungsi sebagai janji, yaitu "sesungguhnya kami benar-benar akan mendapat petunjuk" di 43:49, sebagaimana 7:134 mendahului 7:135 dengan janji beriman. Bentuk sedang berlangsung pada yankutsuuna dipertahankan lewat "mengingkari", dan terjemahan tidak memakai "telah mengingkari" karena ayat ini menulis pengingkaran sebagai keadaan yang berjalan, tanpa menandainya sudah selesai.

Tafsiran

Ayat ini menunjukkan bagaimana ucapan di 43:49 diperlakukan. Kalimat "kami benar-benar akan mendapat petunjuk" tidak menyebut dirinya janji. Kata kerja yankutsuuna, yang menunjuk pelanggaran atas ikatan, baru hadir di sini, dan lewat kata kerja itu ucapan di 43:49 terbaca sebagai ikatan yang dilanggar.

Tiga ayat berurutan memuat satu lingkaran. Ayat 43:48 menimpakan azab, 43:49 memuat permintaan, dan 43:50 menghilangkan azab itu. Kata benda azabnya sama di 43:48 dan 43:50, dan pelakunya sama, yaitu Kami. Kedua ayat itu menulis Kami sebagai pihak yang menimpakan dan pihak yang menghilangkan. Permintaan di 43:49 dialamatkan kepada orang lain, dan ayat ini tidak menulis penghilangan azab sebagai akibat seruan orang itu. Keduanya berurutan tanpa kata penghubung sebab.

Dibandingkan dengan 7:135, ayat ini menyempitkan jarak antara kelegaan dan pengingkaran sampai tidak tersisa. Di 7:135 ada batas waktu yang mereka capai, sehingga ada masa di antara. Di 43:50 kelegaan dan pengingkaran berada dalam satu kalimat tanpa masa di antaranya, dan pembaca tidak diberi ruang untuk membayangkan masa percobaan.

Pengingkaran itu ditulis sebagai perilaku yang sedang berlangsung, dan tidak ditulis sebagai ucapan penarikan. Ayat ini tidak memuat satu pun kata yang diucapkan mereka. Ayat 43:51 meneruskan dengan ucapan Firaun kepada kaumnya, dan ucapan di 43:51 sampai 43:53 dapat dibaca sebagai wujud pengingkaran itu, walaupun ayat-ayat tersebut tidak menyebutnya demikian.

Renungan dan Hikmah

  • Kelegaan dan pengingkaran di 43:50 berada dalam satu kalimat. Ayat 7:135 masih menulis batas waktu yang mereka capai, sedangkan di sini tidak ada hari yang terlewat di antara keduanya. Pembaca yang pernah berjanji pada saat sempit, tentang kesehatan, uang, atau hubungan dengan orang lain, dapat memeriksa janji itu dengan hitungan hari. Berapa hari sesudah bebannya terangkat janji itu masih dipegang, dan pada hari keberapa janji itu mulai terasa seperti ucapan orang lain? Ayat ini tidak menyebut angka, sehingga pertanyaannya tinggal pada pembaca dan kalender pribadinya.
  • Di 43:48 Kami menimpakan azab, dan di 43:50 Kami menghilangkannya. Dua ayat itu menulis pelaku yang sama untuk kesulitan dan untuk kelegaan. Pembaca yang menerima kelegaan dapat memeriksa ke mana rasa terima kasihnya dikirim. Apakah kepada orang yang kebetulan dimintai tolong, kepada keadaan yang akhirnya berbalik, atau kepada Tuhan yang menurut ayat ini melakukan penghilangan itu? Bila kesulitan dan kelegaan datang dari alamat yang sama, apa yang berubah pada kebiasaan menyebut yang pertama musibah dan yang kedua keberuntungan?
  • Kalimat di 43:49 tidak menyebut dirinya janji. Namanya baru ditulis di 43:50, ketika dilanggar. Pembaca dapat mengingat kalimat yang pernah diucapkannya dalam keadaan terdesak, seperti aku akan berubah atau aku tidak akan mengulanginya, dan yang baru terasa sebagai janji sesudah tidak ditepati. Siapa yang menentukan sebuah kalimat sudah menjadi janji, orang yang mengucapkannya atau orang yang mendengarnya? Ayat ini menyebut pelanggaran lebih dulu daripada nama janjinya, sehingga ukuran janji diletakkan pada apa yang terjadi sesudahnya.
  • Antara permintaan di 43:49 dan penghilangan azab di 43:50 tidak ada kata penghubung sebab. Ayat itu hanya menulis urutan. Pembaca yang mengalami kelegaan dapat memeriksa sebab mana yang biasa ditautkannya padanya, misalnya doa yang dipanjatkan, orang yang dimintai bantuan, atau tindakan yang baru dilakukan. Apakah ada dasar selain urutan waktu? Ayat ini menulis Kami sebagai pelaku penghilangan, dan tidak menulis sebab lain di luar pelaku itu. Bila yang tertulis hanya urutan, sebab mana yang masih dapat dipegang?
  • Di 10:12 manusia menyeru Kami ketika kesusahan menimpa, lalu sesudah kesusahannya Kami hilangkan, orang itu berlalu seakan tidak pernah menyeru Kami. Ayat 43:50 menulis pola yang berdekatan dari sisi sekelompok orang, dan kedua ayat itu menaruh perubahan perilaku pada saat yang sama, yaitu ketika tekanan pergi. Pembaca dapat mencari tahu apa yang terjadi pada ingatannya tentang permintaan yang pernah diajukannya kepada Tuhan. Apakah permintaan itu masih diingat setelah bebannya hilang, atau sudah digantikan oleh urusan berikutnya?
  • Pengingkaran di 43:50 ditulis sebagai perilaku yang sedang berlangsung. Tidak ada kalimat yang berbunyi kami batalkan, dan tidak ada ucapan penarikan dari mereka. Janji dapat putus tanpa pernah diumumkan putus. Pembaca dapat bertanya adakah janji kepada Tuhan, kepada keluarga, atau kepada diri sendiri yang telah dibatalkannya tanpa pernah mengatakannya, hanya dengan membiarkan kebiasaan lama kembali mengisi waktu. Siapa yang akan menyadari pembatalan semacam itu lebih dulu, dan bagaimana pembatalan itu diketahui bila tidak ada kalimat yang mengumumkannya?