وَنَادَىٰ فِرْعَوْنُ فِي قَوْمِهِ قَالَ يَا قَوْمِ أَلَيْسَ لِي مُلْكُ مِصْرَ وَهَٰذِهِ الْأَنْهَارُ تَجْرِي مِنْ تَحْتِي ۖ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

Firaun berseru di tengah kaumnya, ia berkata, “Wahai kaumku, bukankah kerajaan Mesir milikku, dan sungai-sungai ini mengalir di bawahku? Apakah kalian tidak melihat?

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَنَادَىٰ فِرْعَوْنُ فِي قَوْمِهِwa-naadaa fir'awnu fii qawmihiFiraun berseru di tengah kaumnya
  2. قَالَ يَا قَوْمِ أَلَيْسَ لِي مُلْكُ مِصْرَqaala yaa qawmi a-laysa lii mulku mishraia berkata, wahai kaumku, bukankah kerajaan Mesir milikku
  3. وَهَٰذِهِ الْأَنْهَارُ تَجْرِي مِنْ تَحْتِيwa-haadzihi l-anhaaru tajrii min tahtiidan sungai-sungai ini mengalir di bawahku
  4. أَفَلَا تُبْصِرُونَa-fa-laa tubshiruunaapakah kalian tidak melihat

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. وَنَادَىٰwa-naadaadan menyeru
  2. فِرْعَوْنُfir'awnuFiraun
  3. فِيfiipada
  4. قَوْمِهِqawmihikaumnya
  5. قَالَqaalaberkata
  6. يَاyaawahai
  7. قَوْمِqawmikaumku
  8. أَلَيْسَa-laysabukankah
  9. لِيliibagiku
  10. مُلْكُmulkukerajaan
  11. مِصْرَmishraMesir
  12. وَهَٰذِهِwa-haadzihidan ini
  13. الْأَنْهَارُl-anhaarusungai-sungai
  14. تَجْرِيtajriimengalir
  15. مِنْmindari
  16. تَحْتِيtahtiidi bawahku
  17. أَفَلَاa-fa-laamaka tidakkah
  18. تُبْصِرُونَtubshiruunakalian memperhatikan

Inti bacaan

Kata (مِصْرَ, mishra) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 10:87, 12:21, 12:99, dan 43:51, dan 43:51 sendiri memasangkannya dengan (مُلْكُ, mulku).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَنَادَىٰ فِرْعَوْنُ فِي قَوْمِهِ, wa-naadaa fir'awnu fii qawmihi) yang berarti "Firaun berseru di tengah kaumnya". Kata kerja naadaa berakar ن-د-و dan berarti berseru. Firaun menjadi pelaku seruan di dua tempat, yaitu di 43:51 dan 79:23. Di 79:23, (فَنَادَىٰ, fa-naadaa) yang berarti "lalu berseru" disusul (أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ, anaa rabbukumu l-a'laa) yang berarti "Akulah Tuhanmu yang paling tinggi" di 79:24. Kata depan pada (فِي قَوْمِهِ, fii qawmihi) adalah fii yang berarti "di dalam", sehingga terjemahan memakai "di tengah". Kata ilaa yang berarti "kepada" tidak ada di sini, dan susunan fii qawmihi hanya muncul di 43:51.

Kata (يَا قَوْمِ, yaa qawmi) yang berarti "wahai kaumku" memakai akhiran -i yang menunjuk si pembicara. Sesudahnya datang (أَلَيْسَ لِي مُلْكُ مِصْرَ, a-laysa lii mulku mishra) yang berarti "bukankah kerajaan Mesir milikku", yang dibuka huruf tanya a- dan kata laysa. Susunan (أَلَيْسَ, a-laysa) bersama lii seperti di sini hanya ada di 43:51. Kata (مُلْكُ, mulku) berarti "kerajaan" dan muncul dua puluh kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:107, 3:189, 5:17, 5:18, 5:40, 5:120, 7:158, 9:116, 24:42, 25:2, 38:10, 39:44, 42:49, 43:51, 43:85, 45:27, 48:14, 57:2, 57:5, dan 85:9. Sembilan belas di antaranya diikuti (السَّمَاوَاتِ, s-samaawaati) yang berarti "langit". Delapan belas dari sembilan belas itu menaruh kerajaan tersebut pada Allah lewat "milik Allah", "milik-Nya", atau "yang memiliki", dan 38:10 memuatnya dalam pertanyaan "ataukah mereka memiliki kerajaan langit dan bumi". Di 43:85 bunyinya (الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ, lladzii lahu mulku s-samaawaati) yang berarti "Yang memiliki kerajaan langit". Dari dua puluh ayat itu, 43:51 menaruh mulku di samping nama negeri, (مِصْرَ, mishra) yang berarti "Mesir". Kata mishra sendiri muncul empat kali, yaitu di 10:87, 12:21, 12:99, dan 43:51.

Kata (الْأَنْهَارُ, l-anhaaru) berarti "sungai-sungai", dan (تَجْرِي, tajrii) berarti "mengalir" dari akar ج-ر-ي. Rangkaian (تَجْرِي مِنْ تَحْتِي, tajrii min tahtii) yang berarti "mengalir di bawahku" memakai pola yang dikenal dari ayat-ayat tentang taman, misalnya (تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا, tajrii min tahtihaa) yang berarti "mengalir di bawahnya" di 2:25. Di 6:6 akhirannya -him, (تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمْ, tajrii min tahtihim), dipakai untuk generasi terdahulu, dan kata kerja yang mendahuluinya, (وَجَعَلْنَا, wa-ja'alnaa) yang berarti "dan Kami jadikan", menyebut siapa yang membuat sungai itu mengalir. Bentuk (تَحْتِي, tahtii) yang berarti "di bawahku" muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 43:51, dan tidak ada kata kerja pemberi di depannya.

Kalimat tanya (أَفَلَا تُبْصِرُونَ, a-fa-laa tubshiruuna) yang berarti "apakah kalian tidak melihat" ditujukan kepada beberapa orang. Susunan itu muncul tiga kali, yaitu di 28:72, 43:51, dan 51:21. Di 51:21 pertanyaan itu menunjuk (وَفِي أَنْفُسِكُمْ, wa-fii anfusikum) yang berarti "dan pada diri kalian sendiri". Di 28:72 pertanyaan itu menunjuk malam yang didatangkan Allah sesudah siang yang berkelanjutan. Di 43:51 pertanyaan itu menunjuk kerajaan dan sungai milik si pembicara. Akar ب-ص-ر menyangkut penglihatan mata, seperti pada (فَبَصَرُكَ, fa-basharuka) yang berarti "maka penglihatanmu" di 50:22, sehingga terjemahan memakai "melihat". Kutipan ucapan Firaun belum ditutup di akhir terjemahan ayat ini karena ucapannya berlanjut sampai 43:53.

Tafsiran

Ayat ini memindahkan pembicaraan dari tanda-tanda ke daftar milik. Sejak 43:46 Musa datang membawa tanda-tanda dan pernyataan sebagai utusan Tuhan seisi alam. Sesudah azab dihilangkan dan janji diingkari di 43:50, tanggapan Firaun yang tercatat tidak menyinggung isi pernyataan itu. Firaun menjawab dengan dua hal yang dapat ditunjuk dengan tangan, yaitu kerajaan dan sungai, lalu meminta kaumnya melihat. Tidak ada alasan yang diajukan tentang benar atau salahnya apa yang dibawa Musa.

Ucapan itu dikemas sebagai dua pertanyaan berturut-turut, bukankah kerajaan Mesir milikku dan apakah kalian tidak melihat, dan ayat ini tidak mencatat jawaban kaumnya. Hasilnya baru terbaca di 43:54, tempat kaum itu menaati Firaun. Pidato di 43:51 sampai 43:53 tertulis sebagai rangkaian tanpa sela dari pihak lain, sehingga ketaatan di 43:54 terbaca sebagai akibat dari rangkaian itu tanpa ada keberatan yang dicatat.

Surah ini memuat dua pernyataan tentang kerajaan. Pernyataan pertama diucapkan Firaun dan menyebut Mesir. Pernyataan kedua di 43:85 menyebut kerajaan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya, dan pemiliknya Dia yang disebut berkah. Jarak 34 ayat memisahkan keduanya, dan dari sembilan belas ayat mulku yang diikuti kata langit, hanya 38:10 yang menyinggung kepemilikan oleh pihak lain, itu pun dalam bentuk pertanyaan.

Pidato ini dituturkan di tengah kaum, jadi pendengarnya adalah orang-orang yang tinggal di tanah yang sama dan melihat sungai yang sama. Ajakan untuk melihat mengandalkan bahwa pemandangan itu sudah dikenal, sehingga yang diminta dari mereka tinggal menghubungkannya dengan pembicara. Ucapan ini berlanjut ke perbandingan dengan Musa di 43:52.

Renungan dan Hikmah

  • Firaun menaruh kerajaan dan sungai di depan kaumnya sebagai alasan agar dirinya dipercaya. Dalam kalimat itu tidak ada satu pun argumen tentang benar atau salahnya pesan Musa, dan daftar milik berdiri di tempat pembuktian. Menurut 43:85, kerajaan langit dan bumi dimiliki Dia yang disebut berkah, dan kepemilikan Firaun atas Mesir tidak dibandingkan dengan itu di ayat ini. Pembaca dapat memeriksa kalimat pembelaannya sendiri ketika sedang dibantah. Apakah jawabannya menyentuh isi bantahan itu, atau menyebut jabatan, gelar, penghasilan, dan nama besar yang dimilikinya?
  • Kalimat Firaun menyebut sungai yang mengalir di bawahnya dan tidak menyebut siapa yang membuatnya mengalir. Di 6:6 sungai yang mengalir di bawah generasi terdahulu ditulis lengkap dengan pelakunya, yaitu Kami jadikan, dan generasi itu kemudian Kami binasakan karena dosa-dosa mereka. Ayat 6:6 membicarakan generasi terdahulu dan tidak membicarakan kaum Firaun. Pembaca dapat meninjau hal-hal yang mengalir di bawah kakinya, misalnya gaji yang masuk tiap bulan, jabatan yang datang dari orang lain, atau kemudahan yang tidak diusahakannya. Kepada siapa semua itu dikaitkan ketika ia memperkenalkan diri, dan apakah Tuhan ada di dalam daftar tersebut?
  • Firaun mengajak kaumnya melihat kerajaan dan sungai miliknya. Di 51:21 ajakan melihat yang sama ditujukan kepada diri pendengar sendiri, dan di 28:72 kepada malam yang didatangkan Allah sesudah siang yang berkelanjutan. Pembaca dapat memperhatikan apa yang biasa diajaknya orang lain lihat. Apakah rumahnya, pekerjaannya, dan koleksinya, atau hal-hal yang tidak dibuatnya sendiri dan tetap berjalan tanpa diatur olehnya? Objek mana yang dipilih untuk ditunjukkan, dan objek mana yang dilewatkan?
  • Firaun mengajukan dua pertanyaan berturut-turut, bukankah kerajaan Mesir milikku dan apakah kalian tidak melihat, dan ayat ini tidak mencatat jawaban kaumnya. Kedua pertanyaan itu tersusun dengan penyangkalan di dalamnya, sehingga jawaban yang paling mudah diberikan ya. Pembaca yang pernah mengajukan pertanyaan di depan banyak orang dapat menimbang apakah pertanyaannya memberi ruang untuk jawaban lain. Seberapa sering pertanyaan semacam bukankah benar begitu hadir dalam rapat, keluarga, atau grup percakapan, dan siapa yang berani menjawab tidak? Di 43:54 kaum itu menaati Firaun, sehingga jawaban kaum yang tidak tercatat di 43:51 berujung pada ketaatan.
  • Di 44:25 taman-taman dan mata air yang ditinggalkan kaum Firaun ditulis sebagai daftar, dan di 26:57 Kami yang mengeluarkan mereka dari taman-taman dan mata air itu. Ayat 43:51 mengumumkan sungai-sungai itu sebagai milik, sedangkan 44:25 dan 26:57 menyebut taman dan mata air, tidak sungai, sebagai sesuatu yang suatu hari ditinggalkan. Pembaca dapat membuat daftar tentang apa yang disebutnya milikku dalam satu minggu terakhir. Mana dari daftar itu yang akan tinggal di tempatnya ketika pemiliknya pergi, dan siapa yang pada akhirnya yang menentukan kepergian itu?
  • Dalam satu ayat Firaun memakai tiga penanda orang pertama, yaitu kaumku, milikku, dan di bawahku. Tuhan seisi alam yang disebut Musa di 43:46 tidak muncul dalam ucapan itu, dan tidak ada kata ganti untuk-Nya. Pembaca dapat menghitung berapa kali kata aku, milikku, dan bagiku dipakai ketika sedang menjelaskan mengapa dirinya layak didengar. Berapa kali, dalam percakapan yang sama, Tuhan yang tidak dapat dilihat dari kantor atau rumahnya disebut? Hitungan sederhana ini cukup untuk memperlihatkan siapa yang menempati pusat kalimat.