وَنَادَىٰ فِرْعَوْنُ فِي قَوْمِهِ قَالَ يَا قَوْمِ أَلَيْسَ لِي مُلْكُ مِصْرَ وَهَٰذِهِ الْأَنْهَارُ تَجْرِي مِنْ تَحْتِي ۖ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

Firaun berseru kepada kaumnya, ia berkata, “Wahai kaumku, bukankah kerajaan Mesir milikku, dan sungai-sungai ini mengalir di bawahku? Apakah kalian tidak melihat?

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَنَادَىٰ فِرْعَوْنُ فِي قَوْمِهِwa-naadaa fir'awnu fii qawmihiFiraun berseru kepada kaumnya
  2. قَالَ يَا قَوْمِ أَلَيْسَ لِي مُلْكُ مِصْرَqaala yaa qawmi a-laysa lii mulku mishraia berkata, wahai kaumku, bukankah kerajaan Mesir milikku
  3. وَهَٰذِهِ الْأَنْهَارُ تَجْرِي مِنْ تَحْتِيwa-haadzihi l-anhaaru tajrii min tahtiidan sungai-sungai ini mengalir di bawahku
  4. أَفَلَا تُبْصِرُونَa-fa-laa tubshiruunaapakah kalian tidak melihat

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. وَنَادَىٰwa-naadaadan menyeru
  2. فِرْعَوْنُfir'awnuFiraun
  3. فِيfiipada
  4. قَوْمِهِqawmihikaumnya
  5. قَالَqaalaberkata
  6. يَاyaawahai
  7. قَوْمِqawmikaumku
  8. أَلَيْسَa-laysabukankah
  9. لِيliibagiku
  10. مُلْكُmulkukerajaan
  11. مِصْرَmishraMesir
  12. وَهَٰذِهِwa-haadzihidan ini
  13. الْأَنْهَارُl-anhaarusungai-sungai
  14. تَجْرِيtajriimengalir
  15. مِنْmindari
  16. تَحْتِيtahtiidi bawahku
  17. أَفَلَاa-fa-laamaka tidakkah
  18. تُبْصِرُونَtubshiruunakalian memperhatikan

Inti bacaan

Kesombongan berbasis kekayaan 'bukankah Kerajaan Mesir itu milikku. apakah kalian tidak melihat?', klaim kekuasaan digunakan sebagai bukti kebenaran, mengabaikan bahwa kepemilikan materi tidak berkorelasi dengan kebenaran moral.

Tafsiran

Ayat ini membuka kesombongan Firaun: mengukur kebesarannya dari kerajaan dan sungai-sungai Mesir, buta terhadap kekuasaan yang jauh lebih besar dari Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam Firaun memakai kepemilikan sebagai dalil. Punya kerajaan. Karena itu merasa benar.
  • Sungai disebut mengalir di bawahnya. Bukan di negerinya. Di bawah kakinya.
  • Pertanyaan penutupnya menyuruh melihat, bukan berpikir. Allah merekam pilihannya. Yang diandalkan pemandangan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.