أَمْ أَنَا خَيْرٌ مِنْ هَٰذَا الَّذِي هُوَ مَهِينٌ وَلَا يَكَادُ يُبِينُ

Ataukah aku lebih baik daripada orang ini yang hina dan hampir tidak dapat menjelaskan?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَمْ أَنَا خَيْرٌ مِنْ هَٰذَا الَّذِي هُوَ مَهِينٌam anaa khayrun min haadzaa lladzii huwa mahiinunataukah aku lebih baik daripada orang ini yang hina
  2. وَلَا يَكَادُ يُبِينُwa-laa yakaadu yubiinudan hampir tidak dapat menjelaskan

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. أَمْamataukah
  2. أَنَاanaaaku
  3. خَيْرٌkhayrunlebih baik
  4. مِنْmindari
  5. هَٰذَاhaadzaaini
  6. الَّذِيlladziiyang
  7. هُوَhuwaia
  8. مَهِينٌmahiinunyang hina
  9. وَلَاwa-laadan tidak pula
  10. يَكَادُyakaaduhampir
  11. يُبِينُyubiinumenjelaskan

Inti bacaan

Susunan (وَلَا يَكَادُ, wa-laa yakaadu) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 14:17 untuk menelan dan di 43:52 untuk menjelaskan.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (أَمْ أَنَا خَيْرٌ, am anaa khayrun) yang berarti "ataukah aku lebih baik". Kata am membuka pertanyaan yang langsung menyusul pertanyaan di 43:51, dan terjemahan memakai "ataukah". Kata (خَيْرٌ, khayrun) berakar خ-ي-ر dan diikuti min yang berarti "daripada". Susunan (أَنَا خَيْرٌ, anaa khayrun) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:12, 38:76, dan 43:52. Di 7:12 dan 38:76 bunyinya (أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ, anaa khayrun minhu) yang berarti "Aku lebih baik daripadanya". Di dua ayat itu alasan menyusul langsung dan menyebut asal bahan, "Engkau menciptakanku dari api, dan Engkau menciptakannya dari tanah liat". Di 43:52 tidak ada alasan yang ditulis dalam ayat yang sama. Dasarnya harus dicari di 43:51, yang menyebut kerajaan dan sungai, dan di bagian sesudah min.

Bagian itu berbunyi (مِنْ هَٰذَا الَّذِي هُوَ مَهِينٌ, min haadzaa lladzii huwa mahiinun) yang berarti "daripada orang ini yang hina". Kata (هَٰذَا, haadzaa) adalah kata tunjuk dekat yang berarti "ini". Terjemahan menambahkan "orang" karena kata tunjuk itu berdiri sebagai pengganti orang yang ditunjuk, seperti (إِنَّ هَٰذَا, inna haadzaa) yang diterjemahkan "orang ini" di 7:109. Kata (مَهِينٌ, mahiinun) berakar م-ه-ن. Kata itu muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 32:8, 43:52, 68:10, dan 77:20. Di 32:8 dan 77:20 kata itu menyifati bahan asal manusia dalam (مَاءٍ مَهِينٍ, maa'in mahiinin) yang berarti "air yang hina". Di 68:10 kata itu menyifati orang dalam (حَلَّافٍ مَهِينٍ, hallaafin mahiinin) yang berarti "orang yang banyak bersumpah lagi hina". Terjemahan memakai "hina" di keempat ayat itu.

Bagian terakhir adalah (وَلَا يَكَادُ يُبِينُ, wa-laa yakaadu yubiinu) yang berarti "dan hampir tidak dapat menjelaskan". Kata (يَكَادُ, yakaadu) berakar ك-و-د dan berarti hampir, seperti pada (يَكَادُ الْبَرْقُ, yakaadu l-barqu) yang diterjemahkan "hampir saja kilat itu" di 2:20. Susunan (وَلَا يَكَادُ, wa-laa yakaadu) muncul dua kali, yaitu di 14:17 untuk menelan, dalam (وَلَا يَكَادُ يُسِيغُهُ, wa-laa yakaadu yusiighuhu) yang berarti "dan hampir tidak dapat menelannya", dan di 43:52 untuk menjelaskan. Pada keduanya kata hampir membuat yang disebut belum mustahil, hanya sulit. Kata (يُبِينُ, yubiinu) berakar ب-ي-ن dan bentuk persisnya hanya ada di 43:52. Kata seakar dalam (غَيْرُ مُبِينٍ, ghayru mubiinin) yang berarti "tidak jelas" muncul di 43:18, dan ayat itu menyebut orang yang dibesarkan (فِي الْحِلْيَةِ, fii l-hilyati) yang berarti "dalam perhiasan", sedangkan 43:52 membicarakan hal lain. Terjemahan 43:52 memakai "menjelaskan" tanpa objek karena ayat ini tidak menyebut apa yang sulit dijelaskan.

Tafsiran

Ayat ini menaruh Firaun dan Musa dalam satu timbangan di depan kaum, dan ukurannya tertuju pada apa yang tampak. Di 43:51 Firaun menunjuk kerajaan dan sungai miliknya, dan di sini Firaun menunjuk keadaan Musa, yaitu hina dan hampir tidak dapat menjelaskan. Dua bagian itu membentuk satu perbandingan. Sisi pertama diisi dengan apa yang dimiliki, dan sisi kedua dengan apa yang kurang. Tidak ada kalimat yang membandingkan isi seruan Musa dengan isi seruan Firaun.

Ayat 20:27 dan 20:28 mencatat Musa sendiri memohon agar kekakuan dilepas dari lidahnya supaya perkataannya dipahami. Ayat 26:13 dan 28:34 mencatatnya menyebut lidahnya tidak lancar dan Harun lebih fasih, dan 20:36 mencatat permintaan itu diperkenankan. Ayat-ayat itu tidak menyebut Firaun mengetahui permohonan tersebut. Dapat dibaca bahwa ejekan di 43:52 menyasar kekurangan yang sudah lebih dulu dibawa kepada Tuhan. Firaun berkata hampir tidak dapat, dan tidak berkata tidak dapat sama sekali, sehingga ukuran ejekannya lebih kecil daripada nada ucapannya.

Kata hina yang dipakai untuk Musa menyifati air asal manusia di 32:8 dan 77:20, dan 77:20 menyapa pendengarnya dengan kalian. Dua ayat itu membicarakan asal manusia, sedangkan 43:52 membicarakan celaan, sehingga keduanya tidak dibaca sebagai satu pembicaraan. Pembaca tetap bisa mencatat bahwa celaan Firaun memakai kata yang dalam dua ayat lain menyifati bahan yang sama bagi semua orang yang disapa.

Pertanyaan ini ditujukan kepada kaum, dan tidak ditujukan kepada Musa. Musa disebut dengan kata tunjuk ini, sedangkan namanya sudah tertulis di 43:46. Ayat ini tidak mencatat balasan apa pun darinya, dan pidato yang sama berlanjut tanpa sela sampai 43:53.

Renungan dan Hikmah

  • Kalimat aku lebih baik tertulis di tiga ayat. Di 7:12 dan 38:76 kalimat itu diucapkan sebagai jawaban atas perintah untuk tunduk, dengan dasar bahan asal, dan di 7:12 Dia yang memerintah lebih dulu bertanya apa yang menghalangi untuk tunduk. Di 43:52 dasarnya kerajaan dan keadaan lawan bicara. Dasarnya berbeda dan kalimatnya sama, sehingga kalimat itu tampak seperti rumah yang bisa diisi apa saja. Pembaca dapat mengingat kapan kalimat itu terakhir terlintas dalam pikirannya tentang seseorang. Apa dasarnya pada saat itu, dan apakah dasar tersebut sanggup diucapkan keras-keras di hadapan orang yang dibicarakan?
  • Kata hina yang dipakai Firaun untuk Musa menyifati air asal manusia di 32:8, tempat Dia menjadikan keturunan dari sari pati air yang hina, dan di 77:20 yang menyapa pendengarnya dengan kalian. Kata yang dipakai untuk merendahkan orang lain itu juga menunjuk bahan yang sama bagi orang yang merendahkan. Menurut 49:13, orang yang paling bertakwa paling mulia di sisi Allah, dan ayat itu tidak menyebut bahan asal sebagai ukuran. Pembaca dapat bertanya kepada dirinya sendiri tentang orang yang pernah disebutnya rendah. Dari apa mereka dibuat, dari apa pembaca sendiri dibuat, dan ukuran mana yang tersisa untuk dijadikan pembeda?
  • Firaun berkata Musa hampir tidak dapat menjelaskan, dan kata hampir itu menyisakan kemampuan di dalam ejekannya. Pembaca yang pernah mengolok-olok kekurangan seseorang dapat menelusuri kalimatnya kembali untuk mencari kata yang membuktikan lawan bicaranya masih mampu. Bagian mana dari ejekan itu yang ternyata mengakui sesuatu, dan seberapa besar kekurangan itu setelah kata yang berlebihan dibuang?
  • Menurut 20:27 sampai 20:28, Musa sudah membawa soal lidahnya kepada Tuhannya, dan 20:36 menulis Dia berfirman bahwa permintaannya diperkenankan. Di 43:52 kekurangan yang sama diangkat oleh pihak lain sebagai bahan ejekan. Pembaca dapat menimbang kekurangan apa yang sudah dibawanya sendiri kepada Tuhan dan kekurangan apa yang hanya disembunyikannya dari orang lain. Apakah ejekan terhadap yang pertama masih mampu menggoyahkannya?
  • Nama Musa sudah tertulis di 43:46, tetapi di 43:52 Musa dirujuk dengan kata tunjuk ini. Pembicara berbicara kepada kaum dan menunjuk lawannya seperti benda yang ada di depan mata, tanpa nama dan tanpa sapaan. Kata ganti seperti itu memudahkan orang menilai seseorang tanpa mengingat siapa dia. Pembaca dapat memeriksa percakapannya tentang orang yang ditentangnya. Kapan terakhir kali nama orang itu disebut, dan seberapa sering orang itu hanya disebut dia itu, orang itu, atau yang itu?
  • Ayat 43:52 tidak mencatat balasan apa pun dari Musa. Pertanyaan diajukan di depan kaum, dan ayat berikutnya meneruskan pidato yang sama tanpa jeda untuk jawaban. Orang yang diejek di hadapan banyak orang dapat kehilangan kesempatan menjawab, dan pendengar mengambil keputusan dari apa yang sempat terdengar. Pembaca dapat bertanya kapan dirinya pernah mengatakan sesuatu tentang seseorang di depan orang banyak pada saat orang itu tidak hadir atau tidak sempat bicara. Apakah kalimat yang sama akan terucap bila orang itu duduk di sampingnya dan menunggu gilirannya?