فَلَوْلَا أُلْقِيَ عَلَيْهِ أَسْوِرَةٌ مِنْ ذَهَبٍ أَوْ جَاءَ مَعَهُ الْمَلَائِكَةُ مُقْتَرِنِينَ

Maka, mengapa tidak dijatuhkan kepadanya gelang-gelang dari emas, atau para malaikat datang bersamanya mengiringinya?”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَلَوْلَا أُلْقِيَ عَلَيْهِ أَسْوِرَةٌ مِنْ ذَهَبٍfa-lawlaa ulqiya 'alayhi aswiratun min dzahabinmaka, mengapa tidak dijatuhkan kepadanya gelang-gelang dari emas
  2. أَوْ جَاءَ مَعَهُ الْمَلَائِكَةُ مُقْتَرِنِينَaw jaa'a ma'ahu l-malaa'ikatu muqtariniinaatau para malaikat datang bersamanya mengiringinya

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. فَلَوْلَاfa-lawlaamaka seandainya bukan karena
  2. أُلْقِيَulqiyadijatuhkan
  3. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  4. أَسْوِرَةٌaswiratungelang-gelang
  5. مِنْmindari
  6. ذَهَبٍdzahabinemas
  7. أَوْawatau
  8. جَاءَjaa'adatang
  9. مَعَهُma'ahubersamanya
  10. الْمَلَائِكَةُl-malaa'ikatupara malaikat
  11. مُقْتَرِنِينَmuqtariniinayang menyertai

Inti bacaan

Susunan (أَوْ جَاءَ مَعَهُ, aw jaa'a ma'ahu) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 11:12 dan 43:53, dan 43:53 menutupnya dengan (مُقْتَرِنِينَ, muqtariniina), kata yang tidak ada di ayat lain.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَلَوْلَا, fa-lawlaa) yang berarti "maka, mengapa tidak". Kata ini ada di tiga belas ayat, yaitu 2:64, 6:43, 9:122, 10:98, 11:116, 37:143, 43:53, 46:28, 56:57, 56:62, 56:70, 56:83, dan 56:86. Di sebelas ayat terjemahan memakai "mengapa", dan lawlaa diikuti kata kerja atau kata penghubung yang disusul kata kerja, seperti (فَلَوْلَا أُلْقِيَ, fa-lawlaa ulqiya) di sini. Di dua ayat, yaitu 2:64 dan 37:143, terjemahan memakai "seandainya" dan "sekiranya", dan lawlaa diikuti kata benda atau (أَنَّهُ, annahu), seperti (فَلَوْلَا فَضْلُ, fa-lawlaa fadhlu) di 2:64. Karena 43:53 termasuk golongan pertama, terjemahan memakai "mengapa tidak".

Kata kerja (أُلْقِيَ, ulqiya) berakar ل-ق-ي dan berbentuk pasif, sehingga pelaku penjatuhan tidak disebut. Bentuk ini muncul tujuh kali, yaitu di 7:120, 20:70, 26:46, 27:29, 43:53, 54:25, dan 67:8. Tiga yang pertama menyangkut para penyihir yang tersungkur. Empat lainnya menyangkut benda atau rombongan yang dijatuhkan atau dilemparkan kepada sesuatu, seperti (أُلْقِيَ إِلَيَّ, ulqiya ilayya) yang berarti "dijatuhkan kepadaku" di 27:29 untuk sebuah surat. Bentuk yang sedang berlangsung di 25:8 memuat permintaan yang serupa, (أَوْ يُلْقَىٰ إِلَيْهِ كَنْزٌ, aw yulqaa ilayhi kanzun) yang berarti "atau dilemparkan kepadanya harta karun". Terjemahan 43:53 memakai "dijatuhkan" seperti di 27:29. Kata kerja "memakaikan" tidak dipakai karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya. Pada (أُلْقِيَ عَلَيْهِ, ulqiya 'alayhi), 'alayhi ditulis "kepadanya" seperti pada 54:25.

Kata (أَسْوِرَةٌ, aswiratun) yang berarti "gelang-gelang" berakar س-و-ر dan muncul satu kali, yaitu di 43:53. Jamaknya yang lain, (أَسَاوِرَ, asaawira), muncul empat kali, yaitu di 18:31, 22:23, 35:33, dan 76:21. Di tiga ayat pertama, (أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ, asaawira min dzahabin) yang berarti "gelang-gelang dari emas" menjadi isi kata kerja (يُحَلَّوْنَ, yuhallawna) yang berarti "mereka diberi hiasan" untuk penghuni taman, dan di 76:21 gelang itu dari perak. Kata (ذَهَبٍ, dzahabin) berarti "emas". Di 43:53 gelang emas diminta untuk satu orang yang sedang berbicara kepada mereka, dan kata kerjanya ulqiya, tidak seperti yuhallawna di tiga ayat tentang taman.

Kata (أَوْ, aw) berarti "atau" dan memisahkan dua permintaan. Susunan (أَوْ جَاءَ مَعَهُ, aw jaa'a ma'ahu) yang berarti "atau datang bersamanya" muncul dua kali, yaitu di 11:12 dan 43:53. Permintaan agar malaikat hadir sebagai bukti ditulis dengan lawlaa di lima ayat, yaitu 6:8, 11:12, 25:7, 25:21, dan 43:53. Kata (مُقْتَرِنِينَ, muqtariniina) berakar ق-ر-ن dan hanya ada di 43:53. Akar yang sama ada pada (قَرِينٌ, qariinun) yang berarti "teman" di 43:36 dan (الْقَرِينُ, l-qariinu) di 43:38. Kata muqtariniina tidak memuat kata ganti, sehingga ayat ini tidak menyebut apakah malaikat-malaikat itu beriringan satu sama lain atau mengiringi orang yang disebut. Kata (مَعَهُ, ma'ahu) yang berarti "bersamanya" menunjuk orang itu, dan terjemahan "mengiringinya" mengikuti penunjukan tersebut.

Kutipan ucapan yang terbuka sejak 43:51 ditutup di akhir ayat ini, dan 43:54 beralih ke kalimat yang tidak lagi diucapkan Firaun.

Tafsiran

Ayat ini menutup pidato Firaun dengan tuntutan bukti yang dapat dilihat. Pidatonya bergerak dalam tiga langkah. Di 43:51 Firaun menunjuk apa yang dimilikinya, di 43:52 Firaun membandingkan dirinya dengan Musa, dan di 43:53 Firaun menuntut agar Musa dilengkapi dengan benda dan rombongan. Ketiganya memakai ukuran yang sama, yaitu penampilan. Empat kalimat berturut-turut dari 43:51 sampai 43:53 semuanya pertanyaan, sehingga pidato ini tidak memuat satu pernyataan yang berdiri sendiri.

Surah ini sudah memuat jawaban atas ukuran itu sebelum Musa disebut. Ayat 43:31 mengutip keberatan lain yang memakai lawlaa, yaitu bahwa penerima Al-Qur'an semestinya seorang pembesar dari dua negeri, dan 43:32 menjawab dengan pertanyaan siapa yang membagi-bagi rahmat Tuhan. Ayat 43:33 sampai 43:35 menyebut perak dan perhiasan emas, (وَزُخْرُفًا, wa-zukhrufan) yang berarti "dan perhiasan emas", sebagai bagian dari semua yang merupakan kesenangan hidup dunia, sedangkan akhirat di sisi Tuhan bagi orang-orang yang bertakwa. Pengucap keberatan di 43:31 dan 43:53 berbeda kelompok, dan keduanya memakai kerangka yang sama, mengapa tidak, untuk menuntut tanda kebesaran.

Kedua permintaan di ayat ini ditujukan pada keadaan Musa dan tidak pada isi pesannya di 43:46, yaitu utusan Tuhan seisi alam. Tuntutan bukti diajukan sesudah 43:48 menulis bahwa setiap tanda yang diperlihatkan lebih besar daripada saudarinya, sehingga yang diminta di 43:53 adalah jenis bukti yang lain daripada yang sudah diperlihatkan. Ayat 43:54 menulis akibat pidato ini pada kaum.

Renungan dan Hikmah

  • Kedua bukti yang dituntut di 43:53 berada di luar diri Musa. Gelang emas dijatuhkan dari luar, dan malaikat datang dari luar, tanpa satu pun yang menyentuh isi pesannya. Pembaca dapat memeriksa bukti apa yang biasa diminta olehnya dari orang yang ingin dipercayainya. Apakah yang diminta berupa gelar, jumlah pengikut, dan rekomendasi, atau berupa ujian atas ucapan orang itu sendiri? Musa, yang menyebut dirinya utusan Tuhan seisi alam di 43:46, dituntut dengan benda-benda. Siapa yang menentukan benda apa yang cukup?
  • Menurut 22:23, Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke taman-taman, tempat mereka diberi perhiasan gelang emas. Gelang emas dituntut di 43:53 untuk Musa, sebagai syarat agar ucapannya dipercaya. Ayat 43:35 menyebut perhiasan emas bagian dari kesenangan hidup dunia, sedangkan akhirat di sisi Tuhan bagi orang-orang yang bertakwa. Pembaca dapat menimbang hal-hal yang dituntutnya sekarang sebagai tanda kebenaran, padahal ayat-ayat lain menempatkannya di tempat lain. Apa saja dari tuntutan itu yang bila dikabulkan hari ini akan membuatnya merasa yakin, dan mengapa keyakinan semacam itu mudah dibeli?
  • Permintaan kedua di ayat ini adalah malaikat yang datang beriringan bersama Musa. Rombongan berarti jumlah, dan jumlah mudah dipandang sebagai tanda bahwa sesuatu benar. Ayat 6:8, 11:12, 25:7, dan 25:21 memuat permintaan serupa dari kelompok lain, jadi kebiasaan mengukur kebenaran lewat barisan pendukung tidak berhenti pada satu kaum. Pembaca dapat memeriksa pertimbangannya sendiri ketika menilai sebuah gagasan. Berapa banyak pengikut yang diperlukan sebelum gagasan layak didengar, dan bagaimana gagasan seseorang yang datang sendirian dinilai?
  • Dari 43:51 sampai 43:53 tidak ada satu pun pernyataan yang berdiri sendiri. Semua kalimat berbentuk pertanyaan, mulai dari bukankah, apakah kalian tidak melihat, ataukah aku, sampai mengapa tidak. Pertanyaan yang tersusun rapi membuat klaim seolah sudah diterima sebelum ada yang menjawab. Pembaca dapat memperhatikan percakapan yang diikutinya hari ini dan menghitung berapa banyak tuduhan, kesimpulan, dan penilaian yang sebenarnya diajukan dalam bentuk pertanyaan. Siapa yang akan dirugikan bila pertanyaan itu diubah menjadi pernyataan yang harus dibuktikan oleh penanyanya?
  • Di 43:51 Firaun membuktikan dirinya lewat kerajaan dan sungai, dan di 43:53 Firaun menuntut Musa dibuktikan lewat gelang dan rombongan. Ukuran untuk dirinya dan ukuran untuk lawannya sama-sama bersifat tampilan, sehingga pidatonya tidak pernah berpindah ke ukuran lain. Pembaca dapat mencatat kualifikasi yang dituntutnya dari orang lain dan menanyakan apakah kualifikasi itu juga yang dikenakannya pada diri sendiri. Jika ukuran untuk orang lain adalah penampilan, apa yang akan tersisa ketika penampilannya sendiri dicabut?
  • Ayat 43:48 menulis bahwa setiap tanda yang Kami perlihatkan lebih besar daripada saudarinya, dan Tuhan yang memperlihatkan tanda-tanda itu adalah Tuhan yang sama dengan yang disebut Musa di 43:46. Tuntutan di 43:53 tiba sesudah deretan tanda itu dan meminta jenis bukti yang berlainan dari yang sudah diperlihatkan-Nya. Pembaca dapat bertanya apakah ada hal yang diminta untuk dibuktikan lagi, padahal tanda-tanda sebelumnya belum diperhitungkan. Kapan terakhir sebuah bukti diakui dengan sebenarnya, dan bukti baru apa yang masih ditunggu sebelum menepati apa yang sudah diketahui?