فَاسْتَخَفَّ قَوْمَهُ فَأَطَاعُوهُ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا فَاسِقِينَ

Maka, ia memperdaya kaumnya, lalu mereka menaatinya; sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَاسْتَخَفَّ قَوْمَهُ فَأَطَاعُوهُfa-stakhaffa qawmahu fa-athaa'uuhumaka, ia memperdaya kaumnya, lalu mereka menaatinya
  2. إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا فَاسِقِينَinnahum kaanuu qawman faasiqiinasesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. فَاسْتَخَفَّfa-stakhaffamaka ia memperdaya
  2. قَوْمَهُqawmahukaumnya
  3. فَأَطَاعُوهُfa-athaa'uuhumaka mereka menaatinya
  4. إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
  5. كَانُواkaanuumereka adalah
  6. قَوْمًاqawmankaum
  7. فَاسِقِينَfaasiqiinaorang-orang fasik

Inti bacaan

Pengakuan tegas dinamika kekuasaan 'ia memperdaya kaumnya, lalu mereka menaatinya', ketaatan buta terhadap pemimpin karismatik meski argumennya lemah, pola manipulasi yang tetap relevan diwaspadai hingga kini.

Tafsiran

Ayat ini menjelaskan keberhasilan retorika kosong Firaun, bukan karena benar, melainkan karena kaumnya sendiri sudah fasik dan mudah diperdaya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut kaumnya diperdaya, lalu menaati. Bukan dipaksa. Ditipu lalu menurut.
  • Sebabnya disebut mereka fasik, bukan bodoh. Bukan kurang akal. Sudah rusak lebih dulu.
  • Yang disalahkan bukan cuma yang menipu. Allah menyebut keduanya. Yang memperdaya dan yang menurut.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar kh-f-f, q-w-m, t-w-', k-w-n, f-s-q): istakhaffa qawmahu fa-ataa'uuhu diterjemahkan 'memperdaya kaumnya, lalu mereka menaatinya' (akar kh-f-f + akar t-w-', ketaatan-buta kepada taaghuut Firaun, sepola diin=ketaatan); faasiqiin diterjemahkan 'fasik' (akar f-s-q). Selaras.