فَجَعَلْنَاهُمْ سَلَفًا وَمَثَلًا لِلْآخِرِينَ

Maka, Kami jadikan mereka pendahulu dan perumpamaan bagi orang-orang yang kemudian.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَجَعَلْنَاهُمْ سَلَفًا وَمَثَلًا لِلْآخِرِينَfa-ja'alnaahum salafan wa-matsalan li-l-aakhiriinamaka, Kami jadikan mereka pendahulu dan perumpamaan bagi orang-orang yang kemudian

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَجَعَلْنَاهُمْfa-ja'alnaahummaka Kami menjadikan mereka
  2. سَلَفًاsalafanpendahulu
  3. وَمَثَلًاwa-matsalandan perumpamaan
  4. لِلْآخِرِينَli-l-aakhiriinabagi orang-orang kemudian

Inti bacaan

Kisah kehancuran dijadikan 'perumpamaan bagi orang-orang yang kemudian', diabadikan bukan untuk mengenang kekalahan semata, melainkan sebagai pelajaran konkret bagi generasi mendatang.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(kaum)' tidak dipakai: tidak berpadanan kata dalam teks Arab.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan fungsi pelajaran sejarah: kehancuran Firaun menjadi perumpamaan abadi bagi generasi-generasi berikutnya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menjadikan mereka dua hal sekaligus. Pendahulu. Dan perumpamaan.
  • Yang tenggelam justru dipakai sebagai contoh. Bukan dilupakan. Disimpan untuk dipelajari.
  • Kata pendahulu dipakai Allah, kata yang biasanya terhormat. Di sini artinya lain. Yang duluan sampai ke sana.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar j-'-l, s-l-f, m-ts-l, a-kh-r): salaf diterjemahkan '(kaum) terdahulu' (akar s-l-f); mathal diterjemahkan 'perumpamaan (pelajaran)' (akar m-ts-l); aakhiriin diterjemahkan 'orang kemudian' (akar '-kh-r). Selaras.