وَلَمَّا ضُرِبَ ابْنُ مَرْيَمَ مَثَلًا إِذَا قَوْمُكَ مِنْهُ يَصِدُّونَ
Dan ketika putra Maryam dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu berpaling darinya,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَمَّا ضُرِبَ ابْنُ مَرْيَمَ مَثَلًاwa-lammaa dhuriba bnu maryama matsalandan ketika putra Maryam dijadikan perumpamaan
- إِذَا قَوْمُكَ مِنْهُ يَصِدُّونَidzaa qawmuka minhu yashidduunatiba-tiba kaummu berpaling darinya
Terjemahan per kata (9 kata)
- وَلَمَّاwa-lammaadan ketika
- ضُرِبَdhuribadibuat
- ابْنُbnuputra
- مَرْيَمَmaryamaMaryam
- مَثَلًاmatsalanperumpamaan
- إِذَاidzaaapabila
- قَوْمُكَqawmukakaummu
- مِنْهُminhudarinya
- يَصِدُّونَyashidduunamereka berpaling
Inti bacaan
Kata kerja (يَصِدُّونَ, yashidduuna) dengan vokal i muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 43:57.
Penjelasan pilihan kata
Kata (ضُرِبَ, dhuriba) yang berarti "dijadikan" berupa bentuk pasif dari kata kerja akar ض-ر-ب, dan pelakunya tidak disebut. Bentuk pasif ini bersambung dengan kata perumpamaan cuma dua kali di Al-Qur'an, yaitu (ضُرِبَ مَثَلٌ, dhuriba matsalun) di 22:73 dan (ضُرِبَ ابْنُ مَرْيَمَ مَثَلًا, dhuriba bnu maryama matsalan) di 43:57. Di 22:73 perumpamaannya yang dibuat, sedangkan di 43:57 seorang tokoh yang dibuat menjadi perumpamaan, sehingga terjemahan memakai "dijadikan perumpamaan". Dalam surah ini bentuk lampau aktifnya (ضَرَبَ, dharaba) muncul di 43:17 dan 43:58, dan di kedua tempat itu pelakunya disebut: ayat 43:17 menyebut orang yang diberi kabar gembira, dan ayat 43:58 menyebut "mereka" yang membuat perumpamaan itu kepadamu.
Kata (ابْنُ مَرْيَمَ, bnu maryama) yang berarti "putra Maryam" menyebut tokoh itu lewat ibunya. Nama (عِيسَىٰ, 'iisaa) baru muncul di 43:63, sedangkan di 43:58 dan 43:59 tokohnya ditunjuk dengan kata ganti huwa. Terjemahan menulis "putra Maryam" tanpa menambahkan nama, karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya.
Kata (إِذَا, idzaa) yang berarti "tiba-tiba" menandai reaksi yang datang langsung sesudah peristiwa. Di surah ini kerangka lammaa, sebuah peristiwa, lalu idzaa, muncul tiga kali, yaitu 43:47, 43:50, dan 43:57. Di 43:47 bunyinya (إِذَا هُمْ مِنْهَا يَضْحَكُونَ, idzaa hum minhaa yadhakuuna) yang berarti "seketika itu mereka menertawakannya", dan di 43:50 (إِذَا هُمْ يَنْكُثُونَ, idzaa hum yankutsuuna) yang berarti "seketika itu mereka mengingkari janji". Di 43:57 idzaa disusul (قَوْمُكَ, qawmuka) yang berarti "kaummu", dan kata ganti -ka menyapa satu orang yang namanya tidak disebut. Kata qawmuka muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu 6:66, 11:49, dan 43:57.
Kata (مِنْهُ يَصِدُّونَ, minhu yashidduuna) yang berarti "darinya mereka berpaling" memuat kata kerja dari akar ص-د-د. Akar ini muncul sebagai kata kerja di 38 ayat, yaitu 3:99, 4:55, 4:61, 4:167, 5:2, 5:91, 7:45, 7:86, 8:34, 8:36, 8:47, 9:9, 9:34, 11:19, 13:33, 14:3, 14:10, 16:88, 16:94, 20:16, 22:25, 27:24, 27:43, 28:87, 29:38, 34:32, 34:43, 40:37, 43:37, 43:57, 43:62, 47:1, 47:32, 47:34, 48:25, 58:16, 63:2, dan 63:5. Di 37 ayat selain 43:57 terjemahan memakai arti menghalangi, memalingkan, berpaling, atau menolak, dan tidak ada yang berarti mengeluarkan suara. Contohnya (صَدَّ عَنْهُ, shadda 'anhu) yang berarti "berpaling darinya" di 4:55 dan (يَصُدُّونَ عَنْكَ, yashudduuna 'anka) yang berarti "berpaling darimu" di 4:61.
Bentuk di 43:57 berbeda dalam dua hal. Pertama, vokal pertama akar kata kerja masa kini ini adalah i pada (يَصِدُّونَ, yashidduuna), sedangkan semua kata kerja masa kini lain dari akar ini memakai u, seperti (يَصُدُّونَ, yashudduuna) di 63:5. Kedua, kata minhu mendahului kata kerjanya, sedangkan di banyak ayat lain 'an menyusul kata kerja. Di 63:5, (وَرَأَيْتَهُمْ يَصُدُّونَ, wa-ra'aytahum yashudduuna), kata kerja berdiri tanpa objek dan tanpa 'an, dan terjemahan memakai "menolak". Kedua perbedaan itu menunjukkan bahwa arti di 43:57 tidak dapat disalin begitu saja dari ayat lain, dan korpus tidak memuat bentuk lain yang persis sama. Terjemahan memakai "berpaling darinya" karena arti itu paling dekat dengan arti dasar akar ini di 37 ayat lain. Sebagian pembaca menerjemahkan kata ini dengan arti bersorak, dan arti itu tidak ditopang oleh satu pun ayat lain dari akarnya.
Ayat ini tidak mengutip apa pun yang diucapkan kaum itu pada saat mereka berpaling. Ucapan mereka baru tercatat di 43:58 dengan (وَقَالُوا, wa-qaaluu) yang berarti "dan mereka berkata". Tanda koma di ujung terjemahan 43:57 menandai bahwa kalimatnya berlanjut ke ayat itu.
Tafsiran
Ayat ini membuka kisah putra Maryam dengan kerangka yang sama dengan 43:47, ayat yang membuka reaksi Firaun dan kaumnya terhadap Musa: ketika sesuatu datang, seketika kelompok itu bereaksi. Kisah Musa di 43:46 sampai 43:56 berakhir pada orang-orang kemudian yang menerima perumpamaan, dan 43:57 segera menunjukkan sebuah kelompok yang berhadapan dengan perumpamaan yang lain. Dapat dibaca bahwa dua rangkaian itu diletakkan berurutan untuk dibandingkan, tetapi ayat tidak menyatakan bahwa kaum yang disapa di sini sama dengan kaum Firaun. Ayat memperlihatkan persamaan bentuk kejadian: tanda atau perumpamaan disodorkan, reaksi datang dalam sekejap.
Pada 43:47 reaksinya tawa dan pada 43:57 berpaling, jadi reaksi yang cepat tidak harus berwajah sama. Dalam keduanya urutan kata kerja berjalan dari peristiwa ke reaksi, dan percakapan baru menyusul sesudahnya: sesudah 43:47 ucapan mereka kepada Musa baru tercatat di 43:49, dan sesudah 43:57 ucapan mereka tentang tuhan-tuhan mereka baru tercatat di 43:58. Reaksi mendahului alasan di dua kisah itu.
Bentuk pasif di 43:57 menunda penyebutan pelaku. Siapa yang menjadikan putra Maryam perumpamaan tidak dinyatakan di ayat ini, dan pelakunya baru ada di 43:58, ketika kata kerja berubah menjadi aktif dan pelakunya disebut dengan kata ganti mereka. Dua ayat itu karena itu terbaca sebagai satu kalimat panjang yang kelanjutannya tertunda, dengan 43:57 memuat peristiwa dan reaksi dan 43:58 memuat siapa yang membuat perbandingan serta tujuannya.
Isi perumpamaan itu tidak dikutip. Ayat mencatat bahwa seorang tokoh dijadikan perbandingan dan bahwa kaum yang mendengarnya langsung berpaling. Dapat dibaca bahwa ayat memusatkan perhatian pada sikap pendengar dan tidak pada isi perbandingan, sebab kutipan pertama yang diberikan sesudahnya, di 43:58, juga berupa pertanyaan kaum itu sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Di 43:57 kaum yang disapa sudah berpaling sebelum satu kata pun dari mereka dikutip, dan ucapan mereka baru tercatat di 43:58. Urutan itu mengundang pembaca membayangkan sikap yang sudah terbentuk ketika alasan belum disusun. Pembaca dapat memeriksa urutan itu pada dirinya: ketika sebuah contoh disodorkan kepadanya, apakah tubuh dan wajahnya lebih dulu menolak daripada pikirannya sempat bertanya? Apa yang dikatakannya sesudah itu sedang menerangkan apa, dan kepada siapa penjelasan itu ditujukan?
- Putra Maryam dijadikan perumpamaan dalam bentuk pasif yang tidak menyebut pelakunya, sedangkan di 43:56 dan 43:59 pelakunya Kami, yaitu Allah sendiri. Pembaca dapat memperhatikan perbedaan itu: orang yang dijadikan contoh dalam percakapan orang lain bisa tidak tahu hal itu terjadi, dan pembuat perbandingannya bisa tidak tampil dengan nama. Menurut 43:58, perbandingan di 43:57 dibuat oleh mereka, dan tujuannya membantah. Siapa di sekitar pembaca yang sedang dijadikan contoh dalam obrolan, dan apakah pembuat perbandingan itu bersedia disebut namanya?
- Ayat 43:47 dan 43:57 memakai kerangka yang sama: di 43:47 datang tanda-tanda dari Allah dan reaksinya tawa, sedangkan di 43:57 seorang putra Maryam disodorkan sebagai perumpamaan dan reaksinya berpaling, dan percakapan di kedua ayat baru menyusul sesudah reaksi itu. Pembaca yang pernah menepis sesuatu dengan canda pada satu kesempatan dan dengan menghindar pada kesempatan lain dapat bertanya apakah keduanya sama-sama cara untuk tidak mendengarkan isi sebuah contoh, dan mana yang lebih sering dipakainya.
- Ayat 43:57 tidak memuat isi perbandingan yang menjadikan putra Maryam perumpamaan. Ayat mengutip sikap pendengarnya, dan ayat sesudahnya, 43:58, mengutip pertanyaan mereka. Pembaca dapat bertanya kapan terakhir sebuah perbandingan didengarkan sampai habis sebelum dibalas, dan apakah tanggapan yang diberikan ditujukan pada isinya atau pada kenyataan bahwa sesuatu sedang dibandingkan. Isi yang tidak dikutip dibiarkan terbuka bagi pembaca, dan perbandingan yang pernah didengarnya hanya setengah juga menyisakan bagian terbuka yang diisi oleh dugaan sendiri. Apa yang telah diisikannya ke dalam bagian itu?
- Ayat 43:56 baru saja menaruh orang-orang kemudian sebagai penerima perumpamaan, dan 43:57 memperlihatkan sekelompok orang yang berhadapan dengan perumpamaan lain lalu berpaling. Dua ayat berurutan itu menaruh di hadapan pembaca soal apa yang dilakukan penerima dengan perumpamaan yang sampai kepadanya. Pembaca yang termasuk orang kemudian bagi banyak kisah dapat menimbang, dari kisah-kisah yang pernah sampai kepadanya, mana yang diterimanya dan mana yang ia lewati dengan berpaling, dan apa yang berubah pada dirinya bila perumpamaan yang dijadikan Allah sampai kepadanya?
- Ayat 43:57 memakai kata kaum sebagai pelaku dengan kata kerja jamak, sehingga yang tampak adalah gerak satu kelompok, tidak gerak orang per orang. Ayat tidak merinci apakah ada yang tidak ikut berpaling. Pembaca dapat membayangkan rasanya menjadi orang yang tidak ikut berpaling ketika seluruh lingkungannya melakukannya, dan menimbang apa yang menahannya tetap menghadap. Bila lingkungan seluruhnya bergerak dalam sekejap, siapa yang masih sempat bertanya apakah arah itu patut diikuti?