وَقَالُوا أَآلِهَتُنَا خَيْرٌ أَمْ هُوَ ۚ مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلًا ۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ

dan mereka berkata, “Apakah tuhan-tuhan kami lebih baik ataukah dia?” Mereka tidak membuat perumpamaan itu kepadamu kecuali untuk membantah; bahkan, mereka kaum yang suka bertengkar.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَقَالُوا أَآلِهَتُنَا خَيْرٌ أَمْ هُوَwa-qaaluu a-aalihatunaa khayrun am huwadan mereka berkata, apakah tuhan-tuhan kami lebih baik ataukah dia
  2. مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلًاmaa dharabuuhu laka illaa jadalanmereka tidak membuat perumpamaan itu kepadamu kecuali untuk membantah
  3. بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَbal hum qawmun khashimuunabahkan, mereka kaum yang suka bertengkar

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
  2. أَآلِهَتُنَاa-aalihatunaaapakah tuhan-tuhan kami
  3. خَيْرٌkhayrunlebih baik
  4. أَمْamataukah
  5. هُوَhuwaia
  6. مَاmaatidaklah
  7. ضَرَبُوهُdharabuuhumereka membuatnya
  8. لَكَlakakepadamu
  9. إِلَّاillaakecuali
  10. جَدَلًاjadalanperbantahan
  11. بَلْbalbahkan
  12. هُمْhummereka
  13. قَوْمٌqawmunkaum
  14. خَصِمُونَkhashimuunasuka bertengkar

Inti bacaan

Susunan (بَلْ هُمْ قَوْمٌ, bal hum qawmun) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 27:60, 43:58, dan 51:53.

Penjelasan pilihan kata

Kata (وَقَالُوا, wa-qaaluu) yang berarti "dan mereka berkata" menyambung ayat ini dengan 43:57, dan kata ganti "mereka" menunjuk kaum yang berpaling di ayat itu. Pertanyaan yang mereka ucapkan berbunyi (أَآلِهَتُنَا خَيْرٌ أَمْ هُوَ, a-aalihatunaa khayrun am huwa) yang berarti "apakah tuhan-tuhan kami lebih baik ataukah dia". Kata (أَآلِهَتُنَا, a-aalihatunaa) tersusun dari huruf tanya a, kata (آلِهَةٌ, aalihatun) yang berarti "tuhan-tuhan", dan akhiran -naa yang berarti "kami". Bentuk dengan akhiran -u ini muncul satu kali saja, yaitu di sini. Bentuk lain (آلِهَتِنَا, aalihatinaa) muncul tujuh kali, yaitu di 11:53, 11:54, 21:59, 21:62, 25:42, 37:36, dan 46:22, dan di sana tuhan-tuhan itu disebut ketika sebuah kaum menolak meninggalkannya atau marah kepada orang yang mengusiknya, misalnya (وَمَا نَحْنُ بِتَارِكِي آلِهَتِنَا, wa-maa nahnu bi-taariki aalihatinaa) di 11:53, yang berarti "dan kami tidak akan meninggalkan tuhan-tuhan kami", dan (مَنْ فَعَلَ هَٰذَا بِآلِهَتِنَا, man fa'ala haadzaa bi-aalihatinaa) di 21:59. Di 43:58 tuhan-tuhan itu menjadi pokok kalimat dan dibandingkan dengan seseorang.

Kata ganti (هُوَ, huwa) yang berarti "dia" tidak menyebut nama. Kata ganti itu dibaca dari ayat sebelumnya, yang menyebut putra Maryam sebagai tokoh laki-laki yang dijadikan perumpamaan. Kata (أَمْ, am) yang berarti "ataukah" menghubungkan dua pilihan dalam satu pertanyaan, dan terjemahan memakai "ataukah" seperti di 43:52. Kata (خَيْرٌ, khayrun) yang berarti "lebih baik" tidak disusul keterangan ukuran: ayat tidak menyebut lebih baik dalam hal apa. Pertanyaan banding dengan khayrun ada di beberapa ayat lain, misalnya (خَيْرٌ أَمِ اللَّهُ, khayrun ami Allaahu) yang berarti "lebih baikkah, ataukah Allah" di 12:39, dan (أَهُمْ خَيْرٌ أَمْ قَوْمُ تُبَّعٍ, a-hum khayrun am qawmu tubba'in) yang berarti "apakah mereka lebih baik ataukah kaum Tubba'" di 44:37. Di surah ini kata yang sama dipakai di 43:52, (أَمْ أَنَا خَيْرٌ مِنْ هَٰذَا, am anaa khayrun min haadzaa) yang berarti "ataukah aku lebih baik daripada orang ini".

Kata (مَا ضَرَبُوهُ, maa dharabuuhu) yang berarti "mereka tidak membuatnya" tersusun dari kata kerja dharaba, akhiran -w yang berarti "mereka", dan -hu yang berarti "-nya". Kata kerja ini di ayat lain berpasangan dengan matsal, "perumpamaan", misalnya di 14:24, 16:75, 16:76, 36:78, 39:29, dan 43:17, jadi terjemahan membaca -hu sebagai perumpamaan yang disebut di 43:57 dan menulis "perumpamaan itu". Kata (لَكَ, laka) yang berarti "kepadamu" memakai penyapa yang sama dengan (قَوْمُكَ, qawmuka) di ayat sebelumnya.

Kata (جَدَلًا, jadalan) yang berarti "untuk membantah" berakar ج-د-ل dan muncul dalam bentuk ini dua kali, yaitu di 18:54 dan 43:58. Di 18:54 bunyinya (أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلًا, aktsara syay'in jadalan) yang berarti "paling banyak membantah", sehingga kata itu di sana menyebut kebiasaan manusia, sedangkan di 43:58 kata itu menyebut maksud sebuah perbuatan. Kata (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali" membatasi maksud itu pada membantah saja.

Kata (خَصِمُونَ, khashimuuna) yang berarti "yang suka bertengkar" berakar خ-ص-م, dan bentuk jamak sifat ini muncul satu kali, yaitu di 43:58. Akar ini ada di 17 ayat, termasuk (الْخِصَامِ, l-khishaami) yang berarti "pertengkaran" di 43:18 dan (خَصِيمٌ, khashiimun) yang berarti "pembantah" di 16:4 dan 36:77. Susunan (بَلْ هُمْ قَوْمٌ, bal hum qawmun) yang berarti "bahkan, mereka adalah kaum" ada di tiga ayat, yaitu 27:60 dengan (يَعْدِلُونَ, ya'diluuna), 43:58 dengan khashimuuna, dan 51:53 dengan (طَاغُونَ, thaaghuuna). Terjemahan memakai "bahkan" di ketiganya, dan "kaum yang suka bertengkar" di sini karena sifat itu disebut untuk kelompok, tidak untuk seorang.

Tafsiran

Ayat ini memuat tiga suara berurutan: pertanyaan kaum itu, penilaian ayat atas maksud pertanyaan itu, lalu penilaian ayat atas watak mereka. Hanya bagian pertama yang berada dalam tanda kutip. Dua bagian sesudahnya berbicara tentang mereka, dan keduanya menutup kemungkinan bahwa pertanyaan itu pertanyaan yang tulus: perumpamaan tidak dibuat kecuali untuk membantah, dan pembuatnya kaum yang suka bertengkar.

Pertanyaan itu memindahkan pokok dari perumpamaan ke peringkat. Ayat 43:57 menyebut putra Maryam sebagai perumpamaan, dan 43:58 mengubahnya menjadi perlombaan antara tuhan-tuhan kaum itu dan dia. Ukuran lebih baik tidak disebut, sehingga yang dipertandingkan tidak memiliki wasit. Surah ini sudah memuat pertanyaan banding semacam itu di 43:52, ketika Firaun menanyakan apakah dirinya lebih baik daripada Musa. Di sana penanya langsung menyebut ukurannya di 43:51 sampai 43:52, sedangkan di 43:58 ukurannya dibiarkan tak bernama.

Ayat ini juga menyebut pelaku perumpamaan yang ditunda di 43:57: kata kerja dharaba kini aktif dan pelakunya mereka. Tujuan perbuatan itu dinyatakan dengan jadalan, sehingga perumpamaan yang disodorkan kepada penyapa tidak dibuat sebagai ajakan untuk memahami. Siapa dia dalam pertanyaan itu tidak dijawab di sini, sebab kata ganti huwa dibaca ke belakang, dan ayat berikutnya, 43:59, memberi jawaban atas kedudukannya.

Penilaian terakhir, bal hum qawmun khashimuuna, memakai bentuk yang sama dengan penutup 27:60 dan 51:53: sebuah pertanyaan lebih dulu, lalu ayat menamai watak yang mendasarinya. Dengan susunan itu pembaca dibawa kembali dari isi pertanyaan ke sifat pembuatnya.

Renungan dan Hikmah

  • Pertanyaan di 43:58 menyebut lebih baik tanpa menyebut ukurannya, padahal ukuran yang dipakai menentukan jawabannya. Di 43:51 sampai 43:52 penanya lain menyebut ukurannya terang-terangan, sehingga ukuran itu dapat diperiksa, sedangkan di 43:58 tidak ada yang dapat diperiksa. Pembaca yang sedang membandingkan sesuatu yang dibelanya dengan sesuatu yang menggugatnya dapat memeriksa lebih dulu ukuran apa yang dipakainya, dan apakah ukuran itu akan dipilihnya juga seandainya dua pihak itu bertukar tempat?
  • Ayat 43:58 mengutip pertanyaan lalu langsung menilai maksudnya: perumpamaan itu dibuat untuk membantah. Pertanyaan yang terdengar terbuka ternyata sudah membawa jawabannya sendiri, sebab dua pilihannya tidak seimbang sejak disusun. Pembaca dapat memeriksa pertanyaan terakhir yang diajukannya kepada seseorang yang pendapatnya berbeda, dan menimbang apakah pertanyaan itu sungguh ingin tahu atau cuma menunggu giliran untuk menyatakan jawaban yang sudah ada, serta apa yang tersisa dari percakapan sesudah pertanyaan semacam itu diajukan.
  • Dalam kalimat 43:58 salah satu pihak ditandai dengan akhiran kami, yaitu tuhan-tuhan kami, sedangkan pihak lain disebut dengan kata dia. Perbandingan antara milik sendiri dan orang yang datang dari luar sudah berat sebelah sebelum jawaban diberikan, apalagi karena 43:59 menyebut pihak kedua itu sebagai hamba yang diberi nikmat oleh Allah. Pembaca dapat memperhatikan bagaimana kebiasaan yang diwarisinya dibandingkan dengan gagasan yang baru dilihatnya, dan apakah kata milik sendiri sudah bekerja sebagai ukuran tanpa disadari. Apa jadinya perbandingan itu bila akhiran kami dihapus dari sisi pertama?
  • Pertanyaan di 43:58 menyodorkan dua pilihan, tuhan-tuhan kaum itu atau dia, dan tidak ada Allah di antara keduanya. Di 12:39 pertanyaan dengan bentuk yang sama menaruh Allah Yang Esa sebagai pilihan kedua, sehingga pertanyaannya mengarah ke pokok yang sebenarnya. Pembaca yang menyusun pilihan dalam keputusan dan perdebatannya dapat memeriksa apakah pihak yang paling menentukan sudah ikut ditaruh di antara pilihan, atau sudah dihilangkan sejak pertanyaan disusun, sehingga jawaban apa pun yang dipilih tetap tidak menyentuh pokoknya. Siapa yang tidak hadir dalam daftar pilihan yang terakhir disusunnya?
  • Ayat 43:58 menutup dengan sifat yang dikenakan pada sebuah kaum, yaitu suka bertengkar, dan tidak dengan satu perbuatan. Sifat semacam itu terbentuk dari kebiasaan yang diulang oleh banyak orang, dan ayat tidak menyebut kapan kebiasaan itu mulai. Pembaca dapat bertanya perilaku apa dalam lingkungannya yang, bila diulang cukup lama, akan membuat sebuah ayat memakai kata kaum untuk menyebutnya, dan apakah dirinya ikut membuat sifat itu bertahan lewat caranya menanggapi, termasuk ketika sebuah ajakan datang atas nama Allah.
  • Pertanyaan banding dengan kata lebih baik muncul di 12:39 dan 25:15, ketika pembicaranya mengajak lawan bicara menimbang, dan di 43:52 dan 43:58, ketika pembicaranya sedang membela diri atau tuhan-tuhannya. Bentuk kalimatnya serupa, dan niat yang mengisinya berlainan, sehingga dari bunyi pertanyaan saja niatnya tidak dapat dibaca. Ayat 43:58 memberi tahu pembaca niat itu secara terang, dan niat itu ditaruh sejajar dengan bunyi pertanyaannya. Pembaca yang menerima pertanyaan dari orang lain tanpa tahu niatnya dapat bertanya bagaimana cara membedakan keduanya sebelum menjawab.